
1 jam, 10 menit
Maskapai | Waktu Keberangkatan | Waktu Kedatangan | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Myanmar Airways International | 23.35 | 00.25 (+1 days) | Bangkok (BKK) | Yangon (RGN) | Pesan penerbangan |
Yangon, yang dulu dikenal dengan nama Rangoon, adalah kota terbesar dan pusat ekonomi Myanmar. Kota ini memadukan pagoda berlapis emas, bangunan kolonial peninggalan Inggris, dan pasar yang sibuk di tepi Sungai Yangon. Wisatawan Indonesia mencari penerbangan menuju Yangon untuk melihat Pagoda Shwedagon, menelusuri pusat kota yang bersejarah, atau sebagai titik awal perjalanan ke Bagan dan Danau Inle. Situasi di Myanmar bisa berubah, jadi baca imbauan perjalanan terbaru dari pemerintah sebelum merencanakan kunjungan.
Bandara Internasional Yangon (kode RGN) berada di kawasan Mingaladon, di sebelah utara pusat kota. Bandara ini adalah pintu masuk internasional tersibuk di Myanmar dan juga melayani banyak rute domestik ke kota-kota lain di negara itu.
Penerbangan internasional dan domestik ditangani di terminal yang terpisah dalam kompleks bandara yang sama. Karena pembagian terminal bisa berubah, periksa terminal keberangkatan di e-tiket Anda dan sisakan waktu lebih jika harus berpindah dari penerbangan internasional ke domestik.
Taksi adalah cara paling umum dari bandara ke pusat kota Yangon, dengan konter resmi di area kedatangan. Lalu lintas di jalan utama menuju downtown bisa sangat padat pada jam sibuk, jadi beri waktu ekstra ketika berangkat ke bandara untuk penerbangan pulang.
Penerbangan dari Jakarta atau Surabaya ke Yangon umumnya transit di kota hub Asia Tenggara seperti Bangkok, Kuala Lumpur, atau Singapura. Di Traveloka, gunakan filter transit untuk melihat opsi dengan satu kali singgah, lalu bandingkan lama transit, karena perbedaan jadwal sambungan bisa cukup besar antar pilihan.
Jika Anda berencana melanjutkan ke Mandalay, Bagan, atau kota lain, pertimbangkan tiket terpisah untuk penerbangan domestik dan sisakan jeda yang longgar. Sebelum berangkat, periksa persyaratan masuk Myanmar untuk paspor Anda, termasuk dokumen yang harus disiapkan sebelum naik pesawat.
Yangon beriklim tropis dengan tiga musim yang jelas. Musim sejuk dan kering sekitar November hingga Februari adalah periode paling nyaman untuk berjalan kaki. Musim panas sekitar Maret hingga Mei terasa terik, sedangkan musim hujan monsun sekitar Juni hingga Oktober membawa hujan deras hampir setiap hari.
Festival air Thingyan pada pertengahan April adalah momen paling meriah sekaligus paling sibuk, ketika banyak toko tutup dan jalanan penuh orang saling menyiram air. Kalau Anda berangkat dari Indonesia, ingat bahwa musim Lebaran, libur kenaikan kelas, dan akhir tahun membuat penerbangan sambungan via hub Asia Tenggara lebih ramai. Cek grafik harga bulanan di halaman ini untuk membaca polanya.
Stupa emas raksasa ini adalah situs Buddha paling suci di Myanmar. Datanglah menjelang senja ketika lampu mulai menyala dan umat berkumpul untuk berdoa. Kenakan pakaian yang menutup bahu dan lutut, dan lepas alas kaki sebelum masuk.
Pagoda Sule berdiri di tengah persimpangan utama downtown, dikelilingi bangunan kolonial seperti balai kota dan gedung-gedung tua. Kawasan ini enak dijelajahi dengan berjalan kaki.
Pasar beratap bergaya kolonial ini menjual kain longyi, kerajinan, perhiasan, dan batu giok. Tempat yang pas untuk mencari oleh-oleh.
Danau di tengah kota dengan jalur papan kayu di tepinya dan pemandangan Shwedagon dari kejauhan. Cocok untuk berjalan santai di sore hari.
Kereta lokal yang berputar mengelilingi kota ini memberi gambaran kehidupan sehari-hari warga, dari pedagang sayur hingga pelajar yang naik-turun di setiap stasiun.
Pagoda ini menyimpan patung Buddha berbaring berukuran sangat besar dengan mata kaca dan telapak kaki penuh simbol. Suasananya lebih tenang daripada Shwedagon, cocok untuk kunjungan singkat di pagi hari.
Downtown di sekitar Pagoda Sule cocok bagi yang ingin dekat dengan bangunan kolonial, kedai teh, dan pasar. Kawasan Bahan, di dekat Shwedagon dan Danau Kandawgyi, lebih tenang dan hijau. Area sekitar Danau Inya dan Kamayut banyak dipilih pelancong bisnis dan keluarga karena dekat dengan pusat belanja dan restoran modern.
Sup mi beras dengan kuah ikan beraroma serai, disajikan dengan telur rebus dan gorengan renyah. Warga Yangon biasa menyantapnya untuk sarapan.
Salad daun teh fermentasi yang dicampur kacang goreng, tomat, bawang putih, dan cabai. Rasanya unik dan menjadi kebanggaan kuliner Myanmar.
Mi beras dengan saus tomat dan daging cincang yang berasal dari Negara Bagian Shan, kini mudah ditemui di kedai-kedai Yangon.
Kari berminyak yang dimasak lama dengan daging atau ikan, disajikan bersama nasi dan aneka lalapan serta sambal.
Bandingkan pilihan penerbangan menuju Yangon di Traveloka, aktifkan Price Alert untuk memantau harga, dan simpan e-tiket langsung di aplikasi. Jika jadwal berubah, Easy Reschedule membantu Anda menyesuaikan perjalanan dengan mudah.

