Promo Jadi Partner TravelokaSimpanPesanan Saya
IDR
Pay
Payment

Login to your account

Belum punya akun?
Daftar
Atau masuk dengan:

Log In ke Akun Anda

Belum punya akun?
Daftar
Atau masuk dengan:
1
2
  1. Hotel>
  2. Malaysia (9524 Hotel)>
  3. Perlis (45 Hotel)>
  4. Hotel

Hotel Terbaik di Perlis, Malaysia

Pergi untuk perjalanan bisnis
Jika Anda mencentang kotak ini, Anda dapat melihat akomodasi yang cocok untuk perjalanan bisnis.
Bayar saat Check-in
Traveloka Best Price Guarantee

Penilaian user dari berbagai hotel di Perlis

8.3
Mengesankan

2336 review dari berbagai hotel di Perlis dengan rata-rata score 8.3/10

Masih ragu untuk memesan? Agar tidak salah pilih, beberapa penilaian dari hotel-hotel di Perlis dapat membantu Anda untuk memilih hotel yang tepat!

NS
Nurul S.
T Hotel Kuala Perlis
9.7
/ 10
9.7
11 Mei 2019
Kamar yang nyaman. Pelayanan yang bagus, hanya saja WiFi bermasalah.
AH
AMIR H. B. A. B.
Motel Fyna
8.8
/ 10
8.8
10 Jul 2020
Ok dengan harga yang saya bayar untuk ... mendapat lift (baik untuk orang tua) ... punya pemurni air coway untuk mengisi ulang botol air .. kamar. bersih ... handuk di dalam kamar ... nescafe dan pemanas air ... tidak ada lemari es tho ... toilet besar ... tempat tidur nyaman ... AC di 1 adalah hangat ... 30mins setelah mengeluh AC kembali ke normal .. Mudah memarkir mobil Anda ...
SA
Shima A.
De Mesra Villa
8.5
/ 10
8.5
23 Sep 2019
Strategis dekat dengan toko-toko dan binatu dan mudah mencapai terminal bus.
AF
Aiman Fatihah Binti Aziz
Ummul Badrudin Motel Arau
9.1
/ 10
9.1
27 Feb 2019
Semuanya baik-baik saja. Kamar-kamar dalam kondisi baik. Handuk juga disediakan. Dekat dengan kota 💖
fb
feridawaty b. k.
Soo Guan Villa
9.7
/ 10
9.7
2 Jan 2019
Kamarnya sesuai dengan di gambar. Ada pemandangan hamparan padi yang menyejukkan mata.
YB
Yazid B. D.
Q Hotel Kuala Perlis
6.2
/ 10
6.2
27 Dis 2017
Bau yang kurang menyenangkan dan air panas tidak berfungsi.
BM
BOY M. H.
W8 Guesthouse
4.8
/ 10
4.8
19 Jan 2020
P E L A Y A N A N Y A N G B U R U K Kami kesulitan menemukan lokasi penginapan ini, karena tidak ada papan nama yang terpasang di lokasi, melainkan hanya secarik kertas berukuran 2XA4, yang tulisannya ditulis tangan saja, yang tidak terlihat jelas karena hanya ditempel di bagian luar pintu gerbang besi yang terbuka. Ketika kami sampai di penginapan, kami segera menemui petugas penerima tamunya yang ada di lantai dua, agar kami dapat segera masuk kamar dan beres-beres. Tetapi petugas penerima tamunya mengatakan bahwa seluruh kamar telah penuh. Kemudian kami menanyakan ulang ke petugas tersebut apabila betul bahwa seluruh kamar telah penuh, padahal sebelumnya kami memesan kamar tersebut secara online yang menyebutkan kamar kosong masih tersedia di penginapan itu. Tetapi kembali si penerima tamu mengatakan bahwa seluruh kamar telah penuh. Pada saat menerima kami, si penerima tamu tidak mengecek data atau informasi apapun, baik secara manual ataupun online, juga tidak untuk data diri kami, berulangkali hanya mengatakan bahwa seluruh kamar telah penuh. Bahkan kemudian si penerima tamu kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda karena kedatangan kami (yaitu bermain game dan menonton video dari henponnya). Di meja penerimaan, tidak terdapat komputer atau peralatan elektronik apapun selain henpon yang digunakan oleh si penerima tamu. Dengan lelah, kami memutuskan untuk terlebih dahulu menunggu dan beristirahat, duduk di sebuah peti kayu panjang keras di samping meja penerimaan, menggunakan wifi penginapan (yang untungnya username dan passwordnya masih terpampang di secarik kertas yang ditempel di dinding samping pintu masuk), dan kemudian menghubungi pihak agen online agar mereka dapat menyelesaikan permasalahan yang kami alami. Tetapi sayangnya kami tidak langsung mendapatkan pertolongan dari pihak agen online, sehingga setelah mencoba menunggu selama satu jam, kami menanyakan kepada si penerima tamu apabila kami diperbolehkan untuk mem-video-kan kejadian tersebut, kronologisnya, serta pernyataan langsung dari si penerima tamu soal kamarnya, agar kami dapat mengajukan klaim dan refund secara penuh kepada pihak agen online. Setelah itu akhirnya si penerima tamu baru menanyakan data diri saya, kemudian pergi ke ruangan lainnya, kemudian kembali lagi ke meja penerimaan tamu dengan membawa henpon lainnya, mengecek paspor saya, dan akhirnya mengantarkan kami untuk menempati sebuah kamar. Pihak agen online kemudian baru menghubungi kami setelah kami berada di kamar. Mereka menanyakan apabila kami dimintakan uang tambahan oleh pihak penginapan atau apabila masih ada yang dapat mereka bantu. Kamar yang kami dapatkan cukup untuk beristirahat saja, tetapi seprai sarung bantal handuk selimut yang ada di kamar kondisinya dekil dan berbau apek, serta kami tidak mendapatkan fasilitas seperti yang disebutkan saat pemesanan (tidak ada kamar mandi dalam kamar, tidak ada air panas untuk membuat minuman dimanapun di penginapan). Keesokan harinya masih terjadi hal yang menambah kekecewaan kami terhadap penginapan itu. Satu-satunya pintu gerbang penginapan ditutup entah oleh siapa, menyebabkan pintu gerbangnya tidak dapat dibuka kembali, karena set kunci pintu gerbangnya tersebut memang sudah rusak, sehingga tidak ada seorangpun penghuni kamar yang dapat masuk atau keluar penginapan. Nomor telpon yang tercantum di pintu gerbang juga tidak dapat dihubungi (tidak diangkat dan tidak dapat dihubungi sama sekali), sehingga perlu beberapa waktu dan upaya keras dari kami (saya dan beberapa penghuni kamar lainnya, serta tetangga penjaga toko di sekitar penginapan) untuk berhasil membuka paksa gerbang tersebut. I think Traveloka should stop selling the rooms of this premise on your marketplace.

Hotel di Area-area Populer

Perlu Bantuan?