Pukul 11 malam saya tiba di Kavana Banjarbaru dari Banjarmasin. Saya sudah begitu lelah karena kehujanan sepanjang jalan dan mulai mengantuk. Ketika saya buka pintu kamar nomor 4, aroma yang sangat tidak sedap tercium tajam. Aroma kamar mandi, lembab, dan rokok campur baur menjadi satu. Pada saat itu saya sudah sangat berkeinginan untuk pindah ke hotel saja, tetapi karena saya sudah membayar jadi ya sudah saya terpaksa stay. Di sana saya mandi hanya sekali saja selama menginap dua malam dikarenakan kondisi kamar mandi yang rusak dan menjijikkan. Saya juga kemana-mana di dalam kamar selalu menggunakan sandal saya karena kondisi lantai kamar seperti lengket dan berminyak. Soal AC? Unit yang digunakan terlihat sangat tua dan kotor. Saya sangat yakin bahwa AC ini tidak pernah dibersihkan, padahal ada resiko lembab dan berjamur di dalam AC itu jika tidak dibersihkan. Ketika dihidupkan, kadang AC nya kencang, kadang enggak. Untung AC nya sempat saya hidupkan sebelum remotenya kehabisan baterai. Saya benar-benar ingin menantang Owner nya untuk menginap di kamar seperti ini dan bayar 200.000 per malam agar dia dapat merasakan sendiri apakah worth it jika mengeluarkan uang senilai itu untuk kamar seperti ini. Sisi positifnya, resepsionis cukup komunikatif dan ramah, ruangan kamar paling tidak terasa sejuk (bukan dingin), dan wifi nya kencang.