peringatan
 
Sriwijaya Air: Pengantar

Sriwijaya Air, maskapai penerbangan terbesar ketiga di Indonesia ini merupakan maskapai penerbangan sipil dengan tingkat keselamatan operasional tertinggi. Sriwijaya Air berhasil memperoleh Boeing International Award kategori “Keselamatan dan Pemeliharaan Pesawat” pada 2007 dan sertifikasi Basic Aviation Risk Standard dari Flight Safety Foundation pada 2015. Maskapai yang berdiri sejak 2003 ini melayani penerbangan ke 53 tujuan domestik dan empat tujuan internasional. Sriwijaya Air menawarkan penerbangan dalam dua kelas, yaitu kelas ekonomi dan kelas bisnis.


Pemesanan & E-tiket Sriwijaya Air

Cari dan pesan tiket pesawat Sriwijaya Air Anda secara online melalui Traveloka untuk mendapatkan harga promo terbaik.

Cara Pesan Tiket Pesawat

Berikut ini adalah langkah untuk memesan tiket Sriwijaya Air secara online:

  1. Kunjungi situs web Traveloka atau buka Traveloka App
  2. Isi detail penerbangan di kotak pencarian
  3. Pilih dan pesan penerbangan yang paling sesuai untuk Anda
  4. Isi data pemesan dan penumpang
  5. Lakukan pembayaran melalui metode yang sudah Anda pilih
  6. Dapatkan e-tiket Sriwijaya Air Anda di Pesanan Saya atau pada email Anda

Cara Pembayaran

Pembayaran untuk tiket Sriwijaya Air Anda dapat dilakukan melalui transfer bank (ATM/SMS Banking/e-banking/teller bank), kartu kredit, dan Indomaret.
Untuk informasi selengkapnya mengenai berbagai metode pembayaran yang tersedia, silakan kunjungi halaman Cara Pembayaran.

E-tiket Sriwijaya Air

E-tiket Sriwijaya Air dapat berlaku sebagai bukti pemesanan penerbangan Sriwijaya Air Anda. Tunjukkan e-tiket Anda pada saat melakukan check-in di loket Sriwijaya Air di bandara, atau gunakan e-tiket untuk melakukan check-in mandiri (di bandara maupun online), untuk mendapatkan boarding pass Anda. Jika Anda tidak menerima e-tiket dalam waktu 60 menit setelah melakukan pembayaran, segera hubungi Customer Service Traveloka.

Partner Maskapai Traveloka - Domestik & Internasional

Lion AirBatik AirCitilinkGaruda IndonesiaSriwijaya AirNAM AirAirasiaJetstarTigerairMalaysia AirlinesBangkok AirwaysCathay PacificEmiratesFireflyMalindo AirPhilippine AirlinesQatar AirwaysSilkAirSingapore AirlinesThai AirwaysThai LionVietnam AirlinesAll Nippon AirlinesAsiana AirlinesChina AirlinesEgypt AirEtihad AirwaysEVA AirJapan AirlinesKalstar AviationKLMKorean AirQantas AirlinesTurkish AirlinesUnited AirlinesWings AirXpressairAir FranceAmerican AirlinesChina Southern AirlinesJet AirwaysLufthansaRoyal BruneiTransnusa AviationTrigana AirVirgin AustraliaDelta Airlines

Partner Pembayaran Resmi Traveloka


Rating Sriwijaya Air

dari 24 review

Standar layanan: Medium Service

Kelas Penerbangan Sriwijaya Air

Kelas Ekonomi

Kenyamanan penumpang selalu menjadi perhatian utama Sriwijaya Air, termasuk bagi penumpangnya di Kelas Ekonomi. Selain tempat duduk yang cukup lebar, tersedia pula fasilitas bagasi gratis hingga 20 kg. Khusus untuk tujuan penerbangan ke Tanjung Pinang, kapasitas bagasi yang diberikan adalah sebesar 15 kg. Penumpang yang melakukan pemesanan tiket secara online bisa datang lebih awal ke konter check-in di bandara untuk memilih tempat duduknya di dalam pesawat.

Makanan di Pesawat

Komitmen Sriwijaya Air terhadap kenyaman penumpang juga terlihat dari makanan yang disediakannya. Penumpang Kelas Ekonomi akan mendapatkan sajian makanan ringan dan air mineral, terbungkus dalam kotak karton berwarna biru yang menjadi ciri khas Sriwijaya Air.

Kelas Bisnis

Penumpang kelas bisnis akan mendapatkan kemudahan dan kenyamanan terbaik, mulai dari sebelum hingga sesudah penerbangan. Penumpang kelas bisnis mendapatkan kapasitas bagasi sebesar 30 kg — 10 kg lebih besar daripada kapasitas bagasi di kelas ekonomi. Tak hanya itu, penumpang kelas bisnis juga bisa mengakses ruang tunggu eksekutif Sriwijaya Air di bandara, serta mendapat layanan mobil khusus yang mengantar mereka dari ruang tunggu langsung ke pesawat.

Makanan di Pesawat

Penumpang kelas bisnis tidak hanya akan memperoleh hidangan makanan yang lebih lengkap, tetapi juga penyajian yang lebih mewah. Makanan di kelas ini disajikan di atas piring keramik, serta dengan peralatan makan berkualitas sehingga penumpang dapat merasakan sensasi makan yang mewah di udara. Penumpang dapat memesan makanan panas maupun makanan penutup, mulai dari buah-buahan hingga es krim.

Armada Sriwijaya Air

Boeing 737-900ER
Kelas penerbangan:

  • Ekonomi

Tata kursi:

  • 3-3 (Ekonomi)

Jarak antar kursi:

  • 26 inci (Ekonomi)

Hiburan di pesawat:

Tidak Tersedia


WiFi:

Tidak Tersedia


Stopkontak/Port USB:

Tidak Tersedia

Kru Pesawat Sriwijaya Air

Seragam Pramugari Sriwijaya Air

Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-12 pada 10 November 2015, Sriwijaya Air meluncurkan rancangan seragam pramugarinya yang terbaru. Dengan blazer berwarna kuning yang dipadukan celana panjang dan syal berwarna merah, seragam baru pramugari Sriwijaya Air memberikan kesan elegan, rapi, dan sopan. Model seragam baru ini serupa dengan seragam pramugari NAM Air, yang merupakan salah satu anak perusahaan Sriwijaya Air.


Kebijakan Bagasi Sriwijaya Air

Rute Penerbangan

Kelas Penerbangan

Bagasi Kabin

Bagasi Terdaftar

Semua rute

Kelas Ekonomi

Maks. 7 kg (1 tas tangan + 1 barang pribadi)

Maks. 20 kg

Kelas Bisnis

Maks. 30 kg

Kebijakan Penumpang Sriwijaya Air

Kebijakan Penumpang Bayi
  • Penumpang bayi dikenakan tarif sebesar 10% dari harga tiket dewasa.
  • Lingkar pinggang penumpang bayi tidak boleh melebihi 40 cm.
  • Penumpang bayi tidak mendapat tempat duduk sendiri dan kapasitas bagasi. Penumpang bayi harus duduk di pangkuan orang tua atau wali yang mendampinginya.
  • Ketika duduk, kepala bayi tidak boleh lebih tinggi dari hidung bawah pemangku.
Kebijakan Penumpang Anak
  • Anak berusia lebih dari 2 tahun harus memiliki tiket sendiri.
  • Penumpang anak yang memiliki tiket akan mendapatkan kursi sendiri.
  • Harga tiket penumpang anak sama dengan harga tiket dewasa.
Kebijakan Penumpang Hamil
  • Penumpang dengan usia kehamilan di atas 32 minggu tidak diperbolehkan dalam penerbangan.
  • Penumpang hamil harus menyertakan surat keterangan dari dokter.
  • Penumpang hamil harus mengisi dan menandatangani surat pertanyaan dari Sriwijaya Air.
Kebijakan Penumpang dengan Disabilitas
  • Penumpang dengan disabilitas atau kebutuhan khusus harus menginformasikan Sriwijaya Air mengenai kondisinya pada saat pemesanan tiket. Penumpang harus melengkapi berkas yang menjadi prasyarat, serta menandatangani surat pernyataan.
  • Penumpang dengan disabilitas atau kebutuhan khusus dapat memesan layanan kursi roda hingga 24 jam sebelum keberangkatan.
  • Penumpang dengan disabilitas atau kebutuhan khusus harus didampingi oleh orang dewasa selama berada di bandara maupun selama penerbangan.
  • Penumpang dengan disabilitas atau kebutuhan khusus harus melakukan check-in langsung di konter bandara, lebih awal dari waktu check-in standar.
  • Penumpang dengan gangguan penglihatan akan mendapatkan buku petunjuk keamanan dalam huruf Braille.

Kebijakan Check-in Sriwijaya Air

Waktu Check-in Sriwijaya Air

Informasi waktu check-in untuk penerbangan Sriwijaya Air dapat Anda lihat pada tabel di bawah. Waktu check-in bisa berbeda jika penerbangan dioperasikan oleh maskapai partner Sriwijaya Air. Silakan lihat e-tiket untuk memastikan waktu check-in Anda.

Rute Penerbangan

Waktu Check-in Ideal

Batas Waktu Check-in

Domestik

1 jam 45 menit sebelum keberangkatan

30 menit sebelum keberangkatan

Check-in Sriwijaya Air Online

Check-in online untuk penerbangan Sriwijaya Air dapat Anda lakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Kunjungi halaman check-in Sriwijaya Air
  2. Masukkan kode booking, atau detail pemesanan lainnya, sesuai instruksi
  3. Lengkapi detail check-in lainnya
  4. Simpan dan/atau cetak boarding pass Anda

Kebijakan Refund Sriwijaya Air

Secara umum, refund dapat diajukan untuk alasan pribadi, sakit, kehamilan, kematian penumpang, pembatalan/pengubahan jadwal oleh maskapai, force majeure, atau pemesanan ganda. Namun, hal ini tetap bergantung pada kebijakan masing-masing maskapai. Silakan kunjungi halaman Kebijakan Refund Sriwijaya Air untuk informasi lengkap mengenai refund.

Kebijakan Reschedule Sriwijaya Air

Untuk mengubah jadwal penerbangan, Anda dapat menggunakan fitur Easy Reschedule. Beberapa maskapai mengizinkan penggantian tanggal, jam, rute, dan maskapai. Tapi ada pula yang hanya mengizinkan penggantian tanggal dan jam penerbangan. Silakan kunjungi halaman Syarat & Ketentuan Reschedule Sriwijaya Air untuk panduan lengkap mengenai pengubahan jadwal penerbangan Anda. Jika pengubahan jadwal tidak dapat Anda lakukan melalui Easy Reschedule, silakan langsung hubungi Sriwijaya Air.


 

Tentang Sriwijaya Air

Dengan kantor pusat di Jakarta, Sriwijaya Air (kode IATA: SJ) berkomitmen untuk menyediakan penerbangan ke seluruh pelosok Nusantara. Sejak pertama kali berdiri pada 2003, kini Sriwijaya Air melayani penerbangan ke 53 tujuan domestik. Mengusung slogan “Your flying partner”, Sriwijaya Air ingin memberikan layanan maksimal dengan harga terbaik bagi seluruh penumpangnya, baik itu di kelas ekonomi maupun kelas bisnis. Meski menawarkan harga yang terjangkau, tingkat keamanan, keselamatan, serta kenyamanan penumpang merupakan prioritas utama Sriwijaya Air. Di bawah kepemimpinan Presiden Direktur Chandra Lie, maskapai ini berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi, seperti sertifikasi penerbangan Kategori I dari Air Operator Certificate (AOC), Customer Aviation Partnership Award dari Pertamina pada 2007, serta Indonesian Most Branded Service dari Markplus & Co pada 2008. Semangat ini pun terpancar dari logo Sriwijaya Air, yang mengombinasikan tulisan nama Sriwijaya Air, slogannya, serta simbol RU-YI yang diambil dari filosofi Cina. Setiap detail ini memiliki makna khusus yang melambangkan semangat maskapai penerbangan ini. Nama “Sriwijaya Air” ditulis dengan ukuran besar, membuatnya dapat terbaca dengan jelas, bahkan dari kejauhan. Hal ini melambangkan cita-cita para pendirinya untuk menjadikan maskapai ini sebagai perusahaan besar, serupa dengan kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang menjadi sumber inspirasi nama maskapai ini. Adapun simbol RU-YI melambangkan keyakinannya untuk mencapai cita-cita, sementara garis berwarna biru dan merah melambangkan lautan Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim, serta keberanian dan kebijaksanaan para pimpinan dan kru Sriwijaya Air. Badan pesawat Sriwijaya Air didominasi oleh warna putih, melambangkan ketulusan hati para kru Sriwijaya Air. Sementara itu, lekukan berbentuk hati di atap pesawat melambangkan rasa cinta dan loyalitas para karyawan dan kru kepada Sriwijaya Air. Setiap unit pesawat Sriwijaya Air juga memiliki nama khusus yang tertulis dengan jelas di hidung pesawat.

Sejarah Sriwijaya Air

Sriwijaya Air melakukan penerbangan perdananya pada 10 November 2003. Saat itu, maskapai ini melayani empat rute penerbangan, yang tediri dari Jakarta – Jambi, Jakarta – Palembang, Jakarta – Pangkal Pinang, dan Jakarta – Pontianak. Selanjutnya, maskapai ini menambah rute penerbangannya secara bertahap, terutama untuk memperluas cakupan domestiknya. Hingga saat ini, Sriwijaya Air beroperasi menggunakan pesawat Boeing, sebuah produsen pesawat terbang yang berdiri pada 1917. Chandra Lie, Hendry Lie, Johannes Bunjamin, dan Andy Halim merupakan empat tokoh pendiri Sriwijaya Air. Adapun sebagai sebuah perseroan terbatas, pendirian Sriwijaya Air juga didukung oleh beberapa tokoh ahli, seperti Supardi, Capt. Kusnadi, Capt. Adil W, Capt. Harwick L, Gabriella, Suwarsono, dan Joko Widodo. Pendirian Sriwijaya Air diawali oleh Chandra Lie, yang kini memegang posisi presiden direktur Sriwijaya Air. Pria kelahiran Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, ini telah merantau ke Jakarta sejak duduk di bangku SMA, dan mengawali kiprahnya di dunia usaha dalam bisnis garmen. Merasakan kendala yang besar dalam hal transportasi setiap kali ingin pulang ke kampung halamannya, Chandra pun melihat peluang besar pada bisnis penerbangan. Setelah membekali dirinya dengan ilmu dan berbagai hal yang diperlukan untuk memulai bisnis ini, Chandra pun mulai mengajukan izin untuk mendirikan PT Sriwijaya Air. Dengan bantuan modal dari saudaranya, pengusaha Hendry Lie, Chandra Lie berhasil mendirikan Sriwijaya Air yang beroperasi sejak awal 2003 dengan pesawat Boeing 737-200. Dalam manajemen Sriwijaya Air, Hendry Lie menempati posisi dewan komisaris bersama para pendiri lainnya, seperti Johannes Bunjamin dan Andy Halim. Dewan ini bertugas untuk mengawasi dan memberikan nasihat kepada direktur perusahaan dalam menjalankan perusahaan yang dipimpinnya. Di bawah pimpinan Chandra Lie, Sriwijaya Air terus mengalami kemajuan. Selama 12 tahun beroperasi, Sriwijaya Air tidak pernah mengalami hantaman berarti yang membuat maskapai ini bermasalah. Chandra Lie berhasil membawa Sriwijaya Air untuk bersaing dan menempati jajaran peringkat atas di ranah penerbangan Indonesia. Kesuksesan ini membuatnya dianugerahi Entrepreneurial Spirit Award dari Ernst & Young Indonesia. Seiring dengan semakin besarnya bisnis Sriwijaya Air, maskapai ini pun membentuk beberapa perusahaan yang tergabung dalam Sriwijaya Air Group. Seluruh perusahaan di bawah Sriwijaya Air Group mengusung nama atau singkatan NAM, yang diambil dari nama Lo Kui Nam, ayah Chandra Lie, Hendry Lie, dan Andy Halim selaku pendiri Sriwijaya Air. Berikut adalah beberapa anak perusahaan Sriwijaya Air:
  • NAM Air
  • NAM Air merupakan maskapai pengumpan Sriwijaya Air. Armada NAM Air terdiri dari Boeing 737-500 dengan kapasitas 120 penumpang. Konfigurasi tempat duduk ini dibagi ke dalam dua kelas, yaitu delapan kursi untuk kelas bisnis dan 112 kursi untuk kelas ekonomi.
  • National Aviation Management
  • National Aviation Management adalah sebuah perseroan terbatas yang membawahi sekolah penerbangan National Aviation Management (NAM Flying School). Sekolah ini dibangun atas prakarsa Chandra Lie, Hendry Lie, dan Fandy Lingga. Dengan bantuan Capt. Soenaryo Yosopratomo sebagai tenaga ahli, perseroan terbatas ini pun dapat diresmikan dan mulai beroperasi pada 12 Juni 2008. NAM Flying School berlokasi di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung.
  • National Aircrew Management
  • Meski telah menguasai berbagai teori penerbangan, lulusan NAM Flying School tidak lantas bisa langsung menjadi pilot. Diperlukan jam terbang serta kematangan mental untuk bisa menjadi pilot penerbangan komersial. Untuk itu, lulusan NAM Flying School dianjurkan untuk menempuh pendidikan lanjutan di National Aircrew Management (NAM) Training School di Jakarta. Pada umumnya, lulusan NAM Flying School akan mendapatkan lisensi pilot pelajar (Student Pilot License/SPL). Namun untuk menjadi seorang pilot komersial, mereka perlu memiliki lisensi lanjutan seperti lisensi pilot pribadi (Private Pilot License/PPL), lisensi pilot komersial (Commercial Pilot License/CPL), lisensi instrument rating (IR), lisensi multi-engine rating (MER), lisensi pilot transportasi pesawat (Aircraft Transport Pilot License/ATPL), hingga lisensi penerbang type rate (type rating). Lisensi-lisensi tersebut dapat diperoleh dengan menempuh pendidikan lanjutan di National Aircrew Management.
  • National Aircraft Maintenance
  • National Aircraft Maintenance menangani perawatan minor pesawat-pesawat Sriwijaya Air. Perawatan minor meliputi pemeriksaan pasca-transit, pemeriksaan sebelum keberangkatan, pemeriksaan harian, serta pemeriksaan mingguan. Perawatan minor dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam. Adapun untuk perawatan mayor serta perbaikan yang memerlukan waktu lebih dari 24 jam, Sriwijaya Air menggunakan jasa GMF Aero Asia yang berbasis di Jakarta. Sriwijaya Air juga menggunakan jasa Airod Sdn Bhd di Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai alternatif tempat perawatan mayor armadanya.
  • Negeri Aksara Mandiri
  • Negeri Aksara Mandiri merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air yang bergerak di bidang penerbitan. Lokasi kantornya berada di daerah Gunung Sahari, Jakarta Utara, berdekatan dengan berbagai perusahaan penerbitan dan pemasaran media lainnya. Majalah pesawat SRIWIJAYA merupakan salah satu produk PT Negeri Aksara Mandiri yang didistribusikan di pesawat Sriwijaya Air dan NAM Air. Majalah ini menjadi salah satu fasilitas yang menemani perjalanan para penumpang kedua maskapai ini.
Meskipun menonjolkan keunggulan sebagai maskapai penerbangan domestik, Sriwijaya Air juga menawarkan penerbangan rute internasional. Berikut adalah beberapa rute internasional yang ditawarkan Sriwijaya Air:
  • Malaysia
  • Tingginya minat masyarakat untuk mengunjungi Malaysia mendorong Sriwijaya Air membuka rute penerbangan Indonesia – Malaysia. Sriwijaya Air telah membuka rute penerbangan Medan – Penang sejak 2008, serta Terrain – Trengganu dan Medan – Ipoh sejak 2014.
  • Republik Rakyat Cina (RRC)
  • Sriwijaya Air memiliki setidaknya 15 rute penerbangan dari Indonesia ke Cina, bahkan masih berencana untuk menambah lagi rute penerbangan ke RRC. Hal ini menjadikan Sriwijaya Air sebagai maskapai dengan jumlah penerbangan tertinggi ke RRC.
  • Singapura
  • Keberhasilan Sriwijaya Air untuk membuka jalur penerbangan ke Singapura cukup layak untuk diapresiasi. Izin untuk membuka jalur penerbangan di Singapura dapat dikatakan cukup sulit, terutama untuk maskapai penerbangan domestik seperti Sriwijaya Air.
  • Timor-Leste
  • Dalam rangka menjalin hubungan diplomatik yang lebih baik dan untuk turut membantu perekonomian Timor-Leste, Sriwijaya Air membuka rute penerbangan dari Jakarta ke Dili, dengan transit di Denpasar. Pembukaan rute ini merupakan tindak lanjut atas kesepakatan antara Indonesia dan Timor-Leste pada 2010 untuk menyediakan sarana transportasi udara untuk menghubungkan kedua negara ini.
Sriwijaya Air juga berencana untuk membuka rute baru ke wilayah timur Indonesia, terutama menuju Papua. Hal ini sejalan dengan program pemerintah Indonesia untuk membangun perekonomian di kawasan Indonesia Timur. Sriwijaya Air juga bertekad untuk melayani penerbangan umrah ke Arab Saudi. Karena itu, maskapai ini telah mendatangkan pesawat berbadan lebar yang dapat mengangkut jemaah haji/umrah. Sejak penerbangan perdananya pada 2003, Sriwijaya Air telah meraih berbagai prestasi. Prestasi tersebut di antaranya adalah Aviation Customer Partnership Award dari Pertamina pada 2007, Indonesia Most Favorite Netizen Brand pada 2011, Indonesia Service to Care Award pada 2012, dan Basic Aviation Risk Standard pada 2015. Sriwijaya Air juga menerbitkan buku panduan penerbangan dalam huruf Braille untuk membantu penumpangnya yang memiliki gangguan penglihatan. Buku ini berisi berbagai petunjuk keselamatan penerbangan, termasuk instruksi penggunaan pelampung, fasilitas di pesawat, prosedur evakuasi, serta berbagai informasi yang biasanya disampaikan awak kabin saat akan lepas landas. Inovasi ini pun diapresiasi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai buku petunjuk penerbangan pertama di Indonesia — bahkan di dunia — yang diterbitkan untuk penyandang tunanetra.

Kontak Sriwijaya Air

+6221-55917777

Alamat Sriwijaya Air

Sriwijaya Air
Bandara Soekarno-Hatta Jl. Marsekal Suryadarma No. 1 M I Neglasari,Tangerang Indonesia

Bagikan

Google Plus Share Scroll Top
evtbvsrwfq