
Sumedang selalu identik dengan tahu goreng renyahnya, tapi kabupaten di dataran tinggi Jawa Barat ini juga menyimpan tradisi minuman yang jarang diketahui wisatawan. Dari kaki bukit yang ditumbuhi pohon aren hingga dapur rumah tangga yang masih meracik bandrek dengan resep turun-temurun, Sumedang punya cara sendiri untuk menghangatkan dan menyegarkan tubuh lewat minuman lokalnya.
Empat minuman khas Sumedang yang paling dikenal adalah Lahang (nira aren segar), Bandrek rempah hangat, Sirup Kawis yang asam manis, dan Bir Pletok Sambeang yang bebas alkohol meski melalui proses fermentasi. Jika Anda memesan Tiket Kereta ke Bandung atau Tiket Pesawat ke Bandung lewat Traveloka, Sumedang bisa dijangkau dengan perjalanan darat sekitar satu jam saja, cukup dekat untuk trip kuliner singkat akhir pekan.
Berikut empat minuman tradisional yang benar-benar lahir dari tanah Sumedang, lengkap dengan cerita di balik masing-masing racikannya.
Lahang adalah nira aren yang disadap langsung dari pohon aren dan diminum segar tanpa diolah lebih lanjut. Rasanya manis alami dengan sedikit aroma khas pohon aren, dan biasanya dinikmati dingin dengan tambahan es batu agar makin menyegarkan. Karena mudah terfermentasi, lahang harus segera dihabiskan tak lama setelah disadap, biasanya di pagi hari.
Minuman ini juga menjadi bahan dasar pembuatan gula aren, salah satu komoditas andalan Sumedang. Segelas lahang segar dijual sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000, dan beberapa penjual mengemasnya dalam botol agar bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh, meski daya tahannya terbatas.
Bandrek Sumedang adalah minuman rempah hangat berbahan jahe, gula merah, susu, garam, serai, dan daun pandan yang direbus hingga aromanya keluar maksimal. Beberapa penjual menambahkan parutan kelapa muda atau kuning telur ayam kampung untuk membuat rasanya lebih kaya dan gurih.
Minuman ini punya sejarah panjang: pada masa kolonial, bandrek sempat dianggap minuman istimewa karena kandungan rempahnya yang saat itu bernilai jual tinggi. Kini bandrek tetap digemari di Sumedang, baik oleh generasi tua maupun muda, dan segelasnya dijual sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 di warung-warung tradisional yang ramai terutama saat cuaca dingin.

Buahbatu

Tiket Trans Studio Bandung

9.1/10
Buahbatu
Rp 200.000
Rp 178.000
Sirup Kawis dibuat dari buah kawis, buah mirip delima berwarna ungu kehitaman dengan rasa asam manis yang segar. Sirupnya diperas langsung dari buah asli tanpa tambahan pewarna buatan, sehingga warnanya pekat alami dan rasanya lebih tajam dibanding sirup buah pabrikan pada umumnya.
Sirup Kawis paling nikmat disajikan dingin dengan campuran air es, dan dipercaya masyarakat setempat membantu menjaga stamina tubuh. Karena bentuknya sirup botolan, minuman ini jadi salah satu oleh-oleh favorit yang tahan lama dan mudah dibawa pulang dari Sumedang.
Bir Pletok Sambeang adalah minuman fermentasi khas Sumedang yang terbuat dari pucuk teh Cisoka, air mineral, garam, gula, dan ragi, namun tetap bebas alkohol. Berbeda dari bir pletok Betawi yang mengandalkan campuran rempah, versi Sumedang ini menggunakan daun teh sebagai bahan utama, menghasilkan rasa yang lebih ringan dan segar.
Proses pembuatannya melalui fermentasi 5 hari lalu pematangan 15 hari, dengan takaran gula yang sengaja dibuat rendah agar tidak menghasilkan kadar alkohol sama sekali. Sebotol Bir Pletok Sambeang dijual sekitar Rp20.000, tersedia di toko oleh-oleh sekitar Sumedang maupun lewat platform e-commerce.
Setiap minuman khas Sumedang punya titik terbaik untuk dinikmati, mulai dari pasar tradisional hingga sentra produksi rumahan. Berikut area yang bisa dituju.
Kawasan pusat kota ini jadi tempat paling mudah menemukan warung bandrek dan toko oleh-oleh yang menjual Sirup Kawis dalam kemasan botol. Suasana pasar tradisional di sekitar alun-alun juga ramai sejak pagi hingga sore hari.
Lahang paling segar biasanya dijual langsung oleh penyadap di sekitar area perkebunan aren pinggiran Sumedang, umumnya hanya tersedia di pagi hari sebelum nira mulai terfermentasi. Wisatawan yang ingin mencicipi versi paling autentik disarankan datang sepagi mungkin.
Sumedang Selatan adalah tempat produksi Bir Pletok Sambeang, minuman UMKM lokal yang kini juga dijual di toko oleh-oleh kota dan platform daring. Beberapa produsen rumahan di kawasan ini terbuka untuk dikunjungi oleh wisatawan yang penasaran dengan proses pembuatannya.
Fri, 24 Jul 2026

Susi Air
Pangandaran (CJN) ke Bandung (BDO)
Mulai dari Rp 1.301.384
Mon, 27 Jul 2026

Susi Air
Jakarta (HLP) ke Bandung (BDO)
Mulai dari Rp 1.002.540
Sat, 15 Aug 2026

Batik Air
Jakarta (HLP) ke Bandung (BDO)
Mulai dari Rp 2.925.100
Bandrek dianggap istimewa pada masa kolonial karena rempah-rempah seperti jahe dan kayu manis yang jadi bahan utamanya saat itu bernilai jual sangat tinggi di pasar dunia. Hanya kalangan tertentu yang mampu menikmati minuman berbahan rempah lengkap ini secara rutin, sehingga bandrek sempat menjadi simbol status sosial di sejumlah wilayah Sunda, termasuk Sumedang.
Seiring waktu, popularitas bandrek sempat menurun ketika kopi, teh, dan gula menjadi komoditas yang lebih umum pada abad ke-19 dan ke-20. Namun bandrek bertahan sebagai minuman rakyat yang dipercaya menghangatkan tubuh sekaligus meredakan masuk angin, batuk, dan pegal linu berkat sifat anti-inflamasi dari jahe.
Dari nira aren yang manis alami hingga bandrek yang pernah jadi simbol kemewahan kolonial, minuman khas Sumedang membuktikan bahwa kekayaan kuliner daerah ini tidak berhenti di tahu goreng saja. Setiap racikan punya jejak sejarah dan cara pembuatan yang diwariskan turun-temurun oleh warganya.
Menjelajahi Sumedang lewat minumannya adalah cara sederhana untuk memahami budaya Sunda dari sisi yang lebih personal, apalagi jika sempat mampir ke pasar tradisional atau produsen rumahan yang disebutkan di atas. Kombinasi wisata kuliner ringan seperti ini cocok diselipkan di sela perjalanan menuju destinasi lain di Jawa Barat.
Traveloka adalah platform perjalanan terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya oleh jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan, mulai dari Tiket Kereta ke Bandung atau Tiket Pesawat ke Bandung sebagai pintu masuk terdekat menuju Sumedang, hingga Hotel di Sumedang untuk menginap nyaman selama berburu kuliner khasnya. Lengkapi perjalanan dengan berbagai Aktivitas di Sumedang seperti mendaki Gunung Tampomas atau menikmati Waduk Jatigede, semua bisa dipesan dalam satu aplikasi bersama eSIM, sewa mobil, dan asuransi perjalanan.
Proses pemesanan pun lebih fleksibel dengan Traveloka PayLater atau metode pembayaran lokal seperti transfer bank, GoPay, OVO, dan dompet digital lainnya, sehingga checkout jadi lebih mudah tanpa ribet. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan mulai rencanakan petualangan kuliner Anda ke Sumedang, aplikasi yang secara konsisten masuk jajaran teratas kategori travel di Google Play Store dan App Store di Asia Tenggara.







