peringatan
PromoCek Pesanan
IDR
Akun Saya

Hotel dekat Candi Borobudur

Magelang, Indonesia · 91 hotel tersedia

Cari & booking hotel dengan harga termurah di sini!

Berlangganan Info Promo Traveloka

Daftarkan email Anda untuk info tiket pesawat dan hotel promo serta diskon spesial dari Traveloka, GRATIS!

Don't worry, be app-y!

Download GRATIS Traveloka - Aplikasi Booking Tiket Pesawat dan Hotel sekarang juga!

Hotel-hotel Populer Dekat Candi Borobudur

Cempaka Guesthouse Borobudur

Jl. Medang Kamulan No 8B, Borobudur, Magelang, Magelang, Indonesia, 56553

7.8 / 10

Baik

Manohara Hotel

Komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Jl. Badrawati, Magelang, Indonesia, 56553

8.0 / 10

Sangat Baik

Cempaka Villa II

Jalan Badrawati, Dusun Ngaran I, Magelang, Indonesia, 56553

8.7 / 10

Sangat Baik

Cempaka Villa

Jalan Badrawati, Ngaran Lor No 1, Borobudur, Magelang, Indonesia, 56553

8.4 / 10

Sangat Baik

Amanjiwo

Ds. Majaksingi Borobudur,, Magelang, Indonesia, 56501

Rajasa Hotel

Jalan Badrawati No.2, Magelang, Indonesia, 56553

7.8 / 10

Baik

Kebon Ndalem Homestay

Bumi Segoro No.18, Rt 01 Rw.08 A, Borobudur, Magelang, Indonesia

8.9 / 10

Sangat Baik

Omah Eling Borobudur

Jalan Medang Kamulan No. 1,Borobudur, Magelang, Indonesia, 56553

Hotel Sarasvati Borobudur

Jalan Balaputeradewa No. 10, Borobudur, Magelang, Indonesia, 56553

7.9 / 10

Baik

Abhaya Mudra

Gang Palem Janan Borobudur RT.03 RW. 04 Borobudur, Magelang, Indonesia, 56553

First Kinara Homestay

Jalan Borobudur - Ngadiharjo, Ngaran 2 No.1, Kelurahan Borobudur, Kecamatan Borobudur, Magelang, Indonesia, 56553

Kinara Guest House

Jalan Borobudur - Ngadiharjo, Ngaran 2 No.3, Kelurahan Borobudur, Kecamatan Borobudur, Magelang, Indonesia, 56553

Borobudur Village Inn

Jln Daranindra 1A Kujon Borobudur, Mungkit, Magelang, Indonesia, 56553

8.7 / 10

Sangat Baik

Homestay Berkah

Badrawati Street Ngaran 1 Borobudur, Magelang, Indonesia, 56553

Wahid Borobudur

Jalan Medang Kamulan Dusun Janan, Magelang, Indonesia, 56553

8.7 / 10

Sangat Baik

Ardian Hotel

JL.Pramudya Wardani Gg Palem no 49 Janan RT 3 RW 4 Borobudur Kab. Magelang Jawa Tengah Indonesia, Magelang, Indonesia, 55000

Homestay Anugrah Borobudur

Jalan Badrawati No. 20, Ngaran 2, Borobudur, Magelang, Indonesia, 56553

9.2 / 10

Istimewa

Matahari Homestay

Jalan Borobudur-Ngadiharjo Dusun Bumi Segoro RT 04 RW 08 B, Borobudur, Borobudur, Magelang, Magelang, Indonesia, 56553

Alip

Ngaran 1 RT 2 RW 5 borobudur magelang jawa tengah indonesia, Magelang, Indonesia, 56553

Toto Homestay

Jalan Kalangan, Borobudur, Magelang, Indonesia, 56553

7.8 / 10

Baik

Tentang

“Piramida berundak menuju pencerahan”, itulah Borobudur. Sangat masuk akal jika kepopuleran Borobudur mengalahkan monumen maupun bangunan lainnya di tanah air. Candi di Magelang, Jawa Tengah ini tidak hanya merupakan candi agama Buddha terbesar di dunia, namun juga salah satu dari yang tertua. Jauh sebelum Kamboja membangun Angkor Wat atau kemegahan katedral-katedral di Eropa menjulang tinggi, Borobudur sudah kokoh berdiri.  Yang lebih herannya lagi, mahakarya kolosal ini sempat “hilang” terpendam hutan rimba selama berabad-abad.

Lebih dari 1200 tahun lalu, Dinasti Sailendra membangun Borobudur di Kedu, sebuah dataran vulkanik subur yang dianggap suci menurut mitos Jawa. Di Kedu, Borobudur dihimpit oleh dua pasang gunung kembar yaitu Merbabu dan Merapi serta Sundoro dan Sumbing. Candi Borobudur berdekatan dengan dua candi lain di sebelah timur yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon, yang dibangun untuk sejajar dengan porosnya. Rangkaian ketiga candi ini merupakan simbol dari pencapaian Nirvana dalam ajaran agama Budha.

Kemegahan Borobudur memang mengundang decak kagum, namun tunggu hingga Anda menyaksikan sendiri detail dari tiap elemennya. Detail yang menawan ini terdapat di lebih dari 500 patung Budha, stupa, dan lebih dari 2.600 jenis ukiran relief serta jutaan replika. Arsitektur Borobudur merupakan gabungan dari aliran Buddha Mahayana India dan aliran Hindu Jawa kuno dinasti Sailendra yang berjaya di abad ke-8.

Sampai hari ini, candi agama Buddha Mahayana ini merupakan objek wisata di Indonesia yang paling banyak dikunjungi. Pada perayaan Waisak, Borobudur menjadi pusat berkumpulnya puluhan ribu umat Budha dari seluruh pelosok Indonesia, juga dunia.

Pesona Borobudur paling ideal dinikmati saat matahari terbit. Sang surya yang mengintip dari balik Gunung Merapi membentuk siluet magis di stupa-stupa candi. Kicauan burung dan embun pagi menciptakan sensasi ketenangan spiritual bagi siapa saja yang mengawali harinya di sini.


Sejarah Borobudur

Entah abad ke-8 atau 9, tidak ada yang benar-benar tahu kapan Borobudur mulai didirikan. Pastinya, Borobudur didirikan pada dinasti Sailendra yang berjaya pada abad ke-8, sebagai penghormatan bagi Sang Buddha.

Bangunan candi

Candi Borobudur dibangun menggunakan bongkahan batu besar. Struktur Borobudur berbentuk piramida berundak dengan tiap tingkatan yang mencerminkan tahap menuju pencerahan. Fondasi candi berbentuk segi empat dengan panjang tiap sisi mencapai 118 m. Candi terdiri dari sembilan lapisan, dengan enam lapisan bawah berbentuk persegi empat dan tiga lapisan atas berbentuk bundar.

Di bongkah-bongkah batu yang membentuk keenam lapisan bawah, terukir kisah-kisah Budha Sutra yang jumlahnya mencapai 1.460 adegan. Di tiga lapisan atas, 72 buah stupa berdiri mengelilingi satu buah stupa utama tepat di puncak. Stupa-stupa tersebut berbentuk lonceng bercelah, dan masing-masing memuat patung Buddha. Lapisan atas ini tidak memiliki banyak hiasan seperti lapisan bawah, melambangkan perubahan dari tingkat bawah ke tingkat atas yang semakin meninggalkan hal bersifat duniawi. Total jumlah patung Buddha di Candi Borobudur adalah sebanyak 504, semua menghadap ke alam dengan posisi tangan yang berbeda-beda.

Nama ‘Borobudur’

Mengapa candi ini diberi nama Borobudur? Ada beberapa dugaan mengenai hal ini. Tidak ada catatan tertulis resmi yang mencatat tentang hal ini kecuali di jurnal yang ditulis Sir Thomas Raffles. Menurutnya, kata ‘Borobudur’ berasal dari ‘Bore’ dan ‘Budur’, yang berarti candi di dekat desa Bore. Menurut pemimpin politik yang juga penemu Singapura ini, ‘Budur’ mengacu pada kata bahasa Jawa ‘Buda’ yang berarti kuno.

Teori lain mengatakan, ‘Budur’ adalah istilah dalam bahasa Jawa ‘Bhudhara’ yang berarti gunung. Selain itu, ada juga teori lain yang mengatakan bahwa nama ‘Borobudur’ berasal dari bahasa Sansekerta ‘vihara Buddha uhr’ yang artinya biara Budha yang terletak di atas bukit.

“Hilangnya” Borobudur

Riwayat Candi Borobudur telah membuktikan kekokohannya. Borobudur sempat ditelantarkan dari mulai abad ke-11 hingga mulai “ditemukan” lagi pada abad ke-19. Selama masa-masa itu, diduga bahwa Borobudur terkubur abu volkanik dari letusan gunung berapi dan tertimbun hutan rimba yang sangat tebal.

Pada abad ke-19, pemimpin politik kebangsaan Inggris, Sir Thomas Raffles mendengar bahwa ada sebuah candi kuno yang “hilang” terkubur di bawah hutan rimba. Setelah dilakukan penggalian dan ditemukan, diperlukan lebih dari 70 tahun hingga candi Borobudur benar-benar dapat dibersihkan dari timbunan hutan. Sir Thomas Raffles juga berjasa dalam menemukan kembali Candi Hindu Prambanan tidak jauh dari Borobudur.

UNESCO World Heritage

Pada tahun 1991, Borobudur resmi menjadi salah satu dari UNESCO World Heritage. Namun sebelum itu, Borobudur mengalami proses restorasi besar-besaran. Didanai oleh UNESCO, proses restorasi ini dimulai pada tahun 1968, dengan salah satu proyek terbesarnya yaitu mengokohkan fondasi candi. Sejak diresmikan menjadi UNESCO World Heritage, kepopuleran Borobudur semakin meningkat tajam di mata internasional. Hal ini menimbulkan beberapa kekhawatiran yang menyangkut kelestarian candi. Sistem pengawasan melalui tanda-tanda peringatan dan para penjaga di area candi semakin ditingkatkan.

Bencana dan serangan bom

Hingga hari ini, Candi Borobudur tetap bertahan walaupun diterpa oleh cobaan alam dan serangan manusia. Insiden tersebut antara lain serangkaian letusan gunung Merapi sejak dahulu kala hingga 2013 lalu, serangan bom teroris pada tahun 1985 serta terkena beberapa imbas gempa bumi seperti pada tahun 2006 dan terakhir gempa Kebumen di Januari 2014 yang lalu.

Cara ke Borobudur

Dari Yogyakarta, Borobudur dapat ditempuh selama 1 hingga 1,5 jam dengan kendaraan bermotor (sekitar 42 km).

Bus TransJogja

Cara paling ekonomis untuk menuju candi Borobudur adalah dengan menggunakan bus TransJogja. Dari Yogyakarta, bus TransJogja rute 2A berangkat dari Halte Malioboro lalu stop di Terminal Jombor. Dari Terminal Jombor, cari bus dengan jurusan Borobudur hingga pemberhentian terakhirnya.

Perjalanan dari Jombor ke pemberhentian akhir ini memakan waktu kira-kira 60-90 menit, dan akan berhenti sejenak di Terminal Muntilan yang ada di tengah-tengah. Dari pemberhentian terakhir ke Borobudur berjarak sekitar 1 km. Anda dapat berjalan kaki atau naik becak atau andong. Ongkos becak atau delman sekitar Rp 15.000 dan bisa ditawar.

Tour mini bus

Cara lain menuju Candi Borobudur adalah dengan naik tour mini bus yang ditawarkan oleh travel agent di Yogyakarta. Tarif untuk tour mini bus ini berkisar antara Rp 75.000 – 100.000.

Mobil/Motor sewaan

Anda dapat menyewa mobil dengan harga mulai dari Rp 300.000 per 12 jam. Harga ini sudah termasuk jasa sopir dan bensin.

Cara praktis dan tidak terlalu mahal untuk menuju Borobudur juga adalah dengan menyewa motor beserta sopirnya. Biayanya adalah sekitar Rp 150.000-200.000 tergantung kesepakatan. Ini sudah termasuk jasa sopir, bensin dan biaya tunggu.

Harga Tiket Masuk ke Taman Wisata Candi Borobudur

Taman Wisata Candi Borobudur dibuka pukul 06.00 – 17.00 WIB tiap harinya.

Harga tiket masuk Candi Borobudur berlaku untuk semua hari (hari biasa, libur nasional, Sabtu dan Minggu):

Wisatawan domestik

Dewasa atau pemegang KITAS: Rp 30.000

Anak-anak (di bawah 6 tahun) / Grup Pelajar / Mahasiswa: Rp 12.500

Wisatawan asing

Dewasa: Rp 190.000

Anak-anak (di bawah 6 tahun): Rp 95.000

 

(Harga dapat berubah sewaktu-waktu)

Yang menarik untuk dilakukan di Borobudur

Melihat Sunrise

Untuk dapat menyaksikan sunrise yang sempurna, Anda sudah harus tiba di lokasi kira-kira pukul 4.30. Karena kompleks Borobudur sendiri baru dibuka pukul 6.00, maka untuk melihat sunrise hanya ada tiga cara.

Hotel Aman Jiwo

Cara yang pertama adalah yang termahal yaitu menginap di Hotel Aman Jiwo dengan biaya di atas USD 500 untuk tamu domestik, sedangkan tamu asing bisa 2x dari itu.

Hotel Manohara

Cara kedua adalah melalui Hotel Manohara. Untuk tamu yang menginap, dikenakan tarif Rp 230.000 per orang. Untuk tamu yang tidak menginap, dikenakan tarif Rp 250.000 (domestik) dan Rp 380.000 (asing). Harga yang sama juga berlaku untuk tour matahari terbenam (sunset).

Punthuk Setumbu

Cara ketiga adalah yang termurah namun terjauh, yaitu dengan pergi ke salah satu desa yang ada di bukit. Salah satu yang terkenal adalah Punthuk Setumbu. Lokasi ini juga terkenal di kalangan fotografer profesional yang ingin memotret matahari terbit dan Candi Borobudur secara keseluruhan (wide-angle).

Cara menuju Punthuk Setumbu

Waktu yang ideal adalah tiba di lokasi sekitar pukul 4.30. Untuk menuju ke Punthuk Setumbu, pergilah ke arah Candi Borobudur sampai Anda menemukan petunjuk arah ke ‘Hotel Manohara’. Setelah menemukan hotel, lurus terus di jalan beraspal sampai tiba di Desa Karangrejo.

Setelah menemui perempatan, ambil jalan menuju ke kanan. Dari situ, jalan akan sedikit menanjak hingga tiba di suatu lahan parkir. Tarif parkir mobil adalah Rp 5.000 dan tiket masuk Rp 15.000 per orang.

Setelah itu, perjalanan agak sedikit mendaki sejauh kira-kira 400 m. Ketika tiba di puncak, Anda akan melihat sebuah gubuk untuk berteduh dan juga para fotografer lain dengan peralatan lengkap mereka. Menjelang jam 6.00 adalah waktu yang tepat untuk mulai memotret matahari terbit.

Ikut Perayaan Waisak di Borobudur

Mengunjungi Borobudur pada perayaan Waisak adalah pengalaman yang tak ada duanya. Setiap tahun, sekitar puluhan ribu umat Budha berkumpul di Borobudur untuk merayakan Hari Suci Waisak. Prosesi Tri Suci Waisak sudah dimulai sejak 2 hari sebelum Waisak di lokasi lain yaitu Jumprit dan Mrapen. Puncak perayaan dimulai pada dini hari Waisak dengan lokasi utama di Candi Borobudur.

Beberapa hari sebelum Waisak, ritual dimulai dengan pengambilan air suci di Jumprit, Kabupaten Temanggung. Air suci yang dikemas dalam ribuan botol tersebut akan disimpan di Candi Mendut di dekat Borobudur. Di hari berikutnya, umat dan para biksu/biksuni akan menjalankan ritual penyalaan obor Waisak. Obor tersebut dinyalakan menggunakan sumber api yang ada di Mrapen, Desa Grobogan, Purwodadi. Obor ini kemudian disimpan di Candi Mendut.

Lalu ada juga ritual Pindapatta (‘panda’ berarti makanan dan ‘patta’ berarti mangkuk). Di ritual ini, para biksu dan biksuni akan berjalan sambil memegang mangkuk dengan kepala tertunduk. Para umat kemudian mengisi mangkuk-mangkuk di tangan biksu dan biksuni dengan makanan sederhana. Ini merupakan simbol dari cara hidup para biarawan yang dapat mencukupkan diri apa adanya.

Ritual di hari Waisak sendiri dimulai sejak dini hari. Sejak pukul 2 dini hari, umat berkumpul di Candi Mendut. Dari situ, iringan mulai berjalan menuju Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur. Iringan terdiri dari para umat dan biksu yang membawa air suci, obor dan benda-benda ritual lainnya. Para biksu melantunkan paritta (ayat-ayat kitab suci) selama kurang lebih 3 jam berjalan kaki menuju Candi Borobudur.

Semua persembahan berupa bunga, dupa dan lilin diletakkan di altar patung Buddha raksasa yang ada di pelataran barat candi. Umat dan biarawan tidak henti-hentinya memanjatkan doa secara khusyuk hingga malam hari. Langit malam di pelataran candi dipenuhi oleh sumber cahaya yang berasal dari lilin-lilin dan terang sinar bulan purnama. Iringan kemudian mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali mulai dari sisi timur searah jarum jam.

Puncak acara Hari Suci Waisak ditandai dengan pelepasan lampion. Setelah pembacaan doa, para biksu akan memimpin umat untuk menyalakan sumbu dari tiap lampion tersebut. Lampion yang jumlahnya mencapai ribuan itu kemudian dilepas ke langit sebagai pertanda ucapan doa kebaikan bagi seluruh umat manusia dan alam semesta.

Tidak hanya umat Buddha Indonesia yang menjalankan ritual puja bhakti di Borobudur, namun juga umat Buddha dan perwakilan biksu Theravada dan Mahayana mancanegara seperti negara-negara Asia Tenggara, Jepang, China, Australia dan Amerika Serikat.

Bersepeda di desa wisata Borobudur

Di Borobudur, Anda bisa melakukan banyak hal selain melihat candi. Salah satu cara untuk menikmati alam di sekitar Borobudur adalah dengan bersepeda onthel di desa wisata sekitar Borobudur.

Harga sewa sepeda umumnya adalah sebagai berikut:

Sepeda Mountain Bike: Rp 25.000 – Rp 50.000 per 10 jam

Sepeda onthel: Rp 20.000 per 10 jam

Sepeda tandem di area candi: Rp 15.000

Ada begitu banyak rute desa wisata untuk bersepeda di sekitar Borobudur yang biasanya diselenggarakan oleh Tur Sepeda atau Cycling Tour. Jika Anda tidak terlalu paham dengan daerah tersebut, tidak ada salahnya untuk mengambil paket wisata bersepeda dibanding hanya sewa sepeda.

Salah satu track umum untuk orang bersepeda adalah dengan menempuh rute Candi Borobudur – Candi Pawon – Candi Mendut. Di sepanjang pinggir sawah yang ada di sekitar Candi Borobudur, Anda akan dibawa melintasi misalnya Desa Wanurejo, Tuksongo, Jowahan, Ngentak dan berakhir di Dusun Gedongan misalnya juga menuju Punthuk Setumbu.

Untuk harga paket wisata bersepeda bergantung pada jumlah peserta dan rute. Umumnya, paket wisata bersepeda sudah mencakup: sepeda Mountain Bike atau Onthel, pemandu wisata, air minum, helm, makan siang dan tiket masuk objek wisata.

Naik kereta kelinci

Untuk Anda yang membawa anak-anak, naik kereta kelinci adalah pilihan yang menyenangkan untuk mengeliling kompleks wisata Borobudur. Harga tiket naik kereta kelinci adalah Rp 5.000 per orang.

Naik andong

Ingin santai menikmati kawasan candi, naik andong bisa jadi pilihan yang murah meriah terutama bila pergi beramai-ramai. Andong bisa disewa di kompleks Candi Borobudur. Berikut ini harga sewa andong:
Harga sewa andong mengelilingi candi: Rp 30.000 – Rp 50.000 (untuk 4 orang).
Harga sewa andong mengelilingi desa wisata: Rp 75.000 – Rp 100.000

Pementasan Mahakarya Borobudur

Mahakarya Borobudur adalah pementasan seni tari Jawa yang digelar di teater terbuka pelataran Candi Borobudur setiap bulan Juni. Pementasan melibatkan lebih dari 200 penari dan orkestra gamelan.

Harga tiket untuk menonton pementasan Mahakarya Borobudur bervariasi mulai dari Rp 300.000, Rp 400.000, Rp 600.000 dan Rp 800.000, bergantung dari area tempat duduk.

Wisata kuliner di sekitar Borobudur

Kawasan Candi Borobudur menyimpan sejumlah tempat makan enak. Ini beberapa contohnya:

Restoran Waroeng Jamur

Restoran ini terletak kurang lebih 2 km dari Candi Borobudur kea rah Salaman. Restoran memiliki desain khas Jawa dengan bambu dan tempat duduk lesehan. Hidangannya bermacam-macam jamur mulai dari nasi goreng jamur, tongseng jamur, hingga sate jamur. Harganya juga sangat terjangkau, mulai dari Rp 8.000 seporsi. Restoran ini tidak hanya cocok untuk vegetarian, namun juga sebagai makanan sehat yang lezat untuk non-vegetarian.

Warung Bakmi Jawa Pak Parno

Di saat-saat tertentu, Anda bisa melihat antrian di warung bakmi yang terkenal lezat ini. Walaupun bakmi Pak Parno yang terlihat tidak jauh berbeda dari mi Jawa pada umumnya, namun soal rasa memang berbeda. Harga satu porsi sekitar Rp 13.000. Warung bakmi ini buka tiap harinya dari jam 5 sore hingga persediaan habis. Selain bakmi yang lezat dan murah, Anda bisa mendapat tips memotret Borobudur dari Pak Parno yang juga adalah seorang fotografer.

Waroeng Sawah

Di warung makan yang terletak di dekat Candi Mendut ini, Anda dapat menikmati hidangan ikan atau ayam bakar dengan pemandangan sawah yang sejuk. Harga makanan bervariasi mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 40.000 (dapat berubah sewaktu-waktu). Waroeng Sawah buka mulai dari pukul 8.00-20.00 WIB tiap harinya.

Tips Wisata ke Candi Borobudur

Selain objek wisata, hal yang harus diingat adalah bahwa Borobudur merupakan tempat suci untuk penyembahan dan ritual umat Buddha. Karena itu, pengunjung Borobudur diharapkan agar dapat memiliki rasa hormat dan pengertian yang benar tentang Borobudur.

  • Berpakaian yang sopan

Layaknya tempat suci lainnya, pengunjung tidak diperbolehkan mengenakan celana pendek dan rok mini. Di pintu masuk, pengunjung akan diminta mengenakan sarung yang disediakan oleh pihak manajemen. Tidak ada larangan untuk mengenakan sandal.

  • Batasan dalam Memotret

Walaupun keindahan Borobudur sangat dianjurkan untuk diabadikan lewat foto, tetap hormati mereka yang sedang beribadah. Jangan sembarangan memotret orang lain tanpa seizin yang bersangkutan, apalagi sampai mengganggu ketenangan ibadah.

  • Sedia topi dan payung

Agar tetap dapat menikmati kunjungan dalam cuaca apapun, persiapkan topi dan payung di tas Anda. Pada siang hari, sinar matahari di Candi Borobudur bisa sangat terik. Ini lebih hemat dibanding menyewa payung yang banyak ditawarkan di candi (harga sewa sekitar Rp 2.000).

  • Tawar harga

Untuk tiap jasa yang Anda sewa di kompleks Candi Borobudur, berusahalah untuk selalu menawar harga yang ditawarkan. Usahakan tetap menawar dengan sopan dan tersenyum.

evtbvsrwfq