Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0

Traveloka Team

03 Feb 2020 • 3 min read

6 Tradisi Unik Ini Hanya Bisa Ditemukan Saat Perayaan Nyepi

Nyepi adalah salah satu hari besar keagamaan umat Hindu yang dirayakan setiap menjelang tahun baru Saka. Ritual keagamaan ini wajib dirayakan dengan suasana hening sempurna. Warga dilarang melakukan melakukan aktivitas, baik di rumah maupun di lingkungan umum, kecuali beribadah. Meski begitu, menjelang Nyepi masyarakat di berbagai daerah mengadakan tradisi unik.

Belakangan ini, banyak wisatawan terutama yang tidak merayakan Nyepi memilih berlibur ke beberapa daerah untuk menyaksikan ragam tradisi perayaan yang dilakukan umat Hindu. Oleh karena itu, jika ingin berwisata menjelang atau saat hari raya, kamu harus menyaksikan beberapa tradisi unik yang hanya bisa ditemukan saat Nyepi ini!

Omed-omedan di Bali

Pada hari raya Nyepi, Bali memiliki tradisi unik bernama omed-omedan. Tradisi ini dilakukan oleh sekelompok pemuda dan pemudi berusia 17 – 30 tahun di Banjar Kaja, yang saling tarik-menarik, memeluk, dan mencium pipi. Kemeriahan semakin terasa saat muda-mudi bertabrakan, kemudian disiram air.

Acara adat ini dilakukan sebagai bentuk kegembiraan, rasa syukur, sekaligus memupuk kebersamaan dan kekeluargaan. Sebelum melakukan acara ini, semua peserta diwajibkan mengikuti upacara atau sembahyang di Pura Banjar.

Mebuug-buugan di Bali

Masyarakat di desa adat Kedongan, Badung, juga memiliki tradisi unik. Namanya mebuug-buugan atau perang lumpur sehari setelah hari raya Nyepi. Ratusan warga desa adat, mulai dari anak-anak hingga orang tua melumuri badan dengan lumpur di kawasan hutan bakau di Kedongan. Suasana pun semakin meriah saat warga mulai saling melemparkan lumpur.

Tujuan dari tradisi ini adalah untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk. Selain itu, tradisi mebuug-buugan menjadi bentuk ucapan syukur atas kesuburan bumi pertiwi. Nantinya di akhir acara, warga akan bersama-sama membersihkan diri di pantai.

Ogoh-ogoh di Bali

Ogoh-ogoh (Sumber: Shutterstock)

Perayaan Nyepi di Bali identik dengan melakukan arak-arakan atau pawai. Salah satu bentuknya adalah ogoh-ogoh yang merupakan patung berwujud makhluk besar simbol sifat buruk manusia. Pada saat malam menjelang hari raya Nyepi, ogoh-ogoh akan diarak keliling desa sambil diiringi gamelan khas Bali. Tujuannya adalah agar kekuatan buruk ikut pergi bersama ogoh-ogoh.

Selesai pawai ogoh-ogoh, patung akan dibakar sebagai simbol menghapus sifat-sifat jelek tersebut. Kemeriahan pawai ini selalu menjadi objek wisata yang dinanti-nantikan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Perang api di Lombok

Perang Api di Lombok (Sumber: Youtube-iwcaksono)

Tradisi “perang api” menjadi salah satu rangkaian menyambut hari raya Nyepi yang unik. Dua kelompok pemuda di Negara Sakah, Mataram akan saling menyerang menggunakan daun kelapa kering yang diikat dan telah disulut dengan api. Tujuannya adalah untuk mengusir roh-roh jahat menjelang Nyepi.

Perang akan dihentikan saat api dari bobok yang digunakan seluruh peserta padam. Meskipun terlihat berbahaya dan membuat tubuh sakit terkena percikan api, para peserta tidak pernah merasa dendam karena ini merupakan sebuah tradisi yang harus dilakukan masyarakat setempat.

Tawur agung kesanga di Yogyakarta

Tawur agung kesanga di Yogyakarta (Sumber: Shutterstock)

Kompleks Candi Prambanan selalu menjadi pusat perayaan Nyepi di Yogyakarta. Di sini, ribuan umat Hindu mengikuti upacara tawur agung sasih kesanga adalah upacara keagamaan umat Hindu untuk menyambut tahun baru Saka. Upacara ini bertujuan untuk mensucikan diri sebelum melakukan ritual Nyepi.

Sebelumnya, tawur agung kesanga diawali dengan ritual pengambilan air bersih di situs Istana Ratu Boko yang terletak tak jauh dari Candi Prambanan. Setelah ritual tawur berakhir, pawai ogoh-ogoh akan diarak oleh beberapa kelompok pemuda sebagai bentuk membuang sifat-sifat jahat manusia.

Jalani dhipuja di Malang

Ritual keagamaan berupa membersihkan alam semesta dan diri sendiri ini rutin dilakukan 3 hari menjelang Nyepi. Jalani dhipuja atau yang dikenal juga dengan sebutan melasti diselenggarakan di  Pantai Balaikambang, sekitar 59 km dari pusat kota. Pantai ini dijadikan tempat pelaksanaan ritual oleh masyarakat Malang karena memiliki pulau yang lengkap dengan pura (Pura Amertha Jati) menghadap laut seperti di Tanah Lot.

Sudah penasaran ingin melihat langsung kemeriahan tradisi di beberapa daerah yang sudah disebutkan di atas? Yuk, coba pengalaman baru menjelang atau saat liburan Nyepi dengan berkunjung ke berbagai daerah yang merayakan hari besar umat Hindu tersebut! Sebelum itu, pastikan kamu memiliki rencana matang seperti mulai mencari tiket dan hotel sebelum kehabisan.

Sebagai komitmen memberikan pengalaman perjalanan terbaik, Traveloka memastikan kamu bisa memesan tiket dan hotel langsung sekaligus dengan harga yang bersahabat. Bagi yang sibuk, cara pemesanan yang mudah memastikan waktumu tak akan terbuang banyak. Hanya melakukan beberapa click dan mengisi data, kamu bisa mendapatkan tiket dan hotel yang sesuai dengan rencana liburan, juga isi kantong.

Jadi, sekarang kamu tak perlu bingung lagi mengurus tiket dan hotel untuk liburan. Apalagi, segala kebutuhanmu akan referensi tempat wisata yang menarik bisa mudah ditemukan di Blog Traveloka. Selamat liburan di hari Nyepi!