Keunikan Rumah Adat Bima, Uma Lengge yang Artistik dan Tahan Hama

Xperience Team
Waktu baca 4 menit

Nusa Tenggara Barat tidak hanya memiliki keindahan pantai di Lombok atau kemegahan Gunung Rinjani. Jika kita bergeser ke arah timur, tepatnya di tanah Bima, Pulau Sumbawa, kita akan menemukan sebuah warisan arsitektur yang mencerminkan kecerdasan leluhur dalam beradaptasi dengan alam. Destinasi budaya tersebut adalah rumah adat Bima. Bangunan ini bukan sekadar tempat berlindung, melainkan simbol ketahanan pangan dan kearifan lokal yang telah teruji selama berabad-abad.

Sebagai identitas visual masyarakat suku Mbojo (Bima), rumah adat Bima memiliki bentuk yang sangat ikonik dengan atap menjulang tinggi menyerupai kerucut. Namun, di balik estetika seninya yang memukau, bangunan ini menyimpan rahasia konstruksi yang sangat fungsional. Dahulu, Uma Lengge berfungsi ganda sebagai tempat tinggal sekaligus lumbung padi (pantry) bagi masyarakat agraris Bima. Kemampuannya menjaga kualitas hasil panen dari serangan hama dan cuaca ekstrem menjadikannya salah satu mahakarya arsitektur vernakular terbaik di Indonesia.

Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam struktur fisik Uma Lengge, filosofi di balik desainnya yang mengerucut, hingga perannya yang sangat vital dalam sejarah keberlangsungan hidup masyarakat Bima. Bagi Anda yang menyukai wisata sejarah dan budaya, mengenal Uma Lengge akan memberikan perspektif baru tentang bagaimana teknologi tradisional mampu menjawab tantangan lingkungan tanpa merusak ekosistem.

Arsitektur Artistik dengan Atap Menjulang

Daya tarik utama dari rumah adat Bima terletak pada bentuk geometrisnya yang unik. Berbeda dengan rumah panggung pada umumnya di wilayah Sulawesi atau Sumatra, Uma Lengge memiliki proporsi atap yang jauh lebih besar dibandingkan badan rumahnya.

Bentuk Kerucut Sisi Empat: Atap Uma Lengge berbentuk kerucut yang melandai di bagian bawah dan meruncing di bagian atas. Struktur ini terbuat dari anyaman alang-alang atau rumbia yang sangat tebal, yang berfungsi sebagai isolator suhu alami. Di musim panas, ruangan di dalamnya tetap sejuk, sementara di musim hujan, struktur atap memastikan air mengalir dengan cepat tanpa merembes ke dalam.
Struktur Tiga Lantai (Tingkatan): Uma Lengge secara tradisional terdiri dari tiga tingkatan fungsi. Lantai pertama atau bagian kolong digunakan untuk menerima tamu atau beristirahat siang hari. Lantai kedua berfungsi sebagai tempat tinggal atau memasak. Lantai ketiga, yang berada di dalam atap yang tinggi, berfungsi sebagai lumbung tempat menyimpan padi.
Tiang Penyangga yang Kokoh: Bangunan ini ditopang oleh empat tiang kayu jati atau kayu lokal berkualitas tinggi yang dipasang tanpa menggunakan paku, melainkan menggunakan sistem pasak dan ikat yang membuatnya tahan terhadap guncangan gempa.

Rahasia Konstruksi Tahan Hama dan Tikus

Salah satu aspek teknis yang paling mengagumkan dari rumah adat Bima adalah fitur anti-hamanya. Masyarakat Bima kuno telah menemukan cara jenius untuk melindungi cadangan makanan mereka dari serangan tikus dan serangga tanpa menggunakan bahan kimia.

1.
Lapi (Piringan Kayu): Pada setiap tiang penyangga bangunan, terdapat piringan kayu berbentuk bulat besar yang disebut Lapi. Piringan ini dipasang di antara tiang dan lantai rumah. Fungsinya adalah sebagai penghalang fisik agar tikus tidak bisa memanjat naik ke atas lumbung. Permukaan piringan yang licin dan lebar membuat hama tersebut jatuh sebelum mencapai area penyimpanan padi.
2.
Sirkulasi Udara Alami: Desain atap yang tinggi memungkinkan udara bersirkulasi dengan bebas, menjaga kelembapan di dalam lumbung tetap rendah. Hal ini mencegah pertumbuhan jamur pada butiran padi, sehingga hasil panen bisa bertahan hingga bertahun-tahun bahkan belasan tahun tanpa membusuk.
3.
Pengasapan Alami: Lantai kedua yang sering digunakan untuk memasak dengan tungku kayu menciptakan asap yang naik ke lantai tiga. Asap ini secara alami mengawetkan struktur kayu dan menjauhkan rayap maupun serangga perusak kayu lainnya.

Pastikan untuk booking akomodasi pilihan di Traveloka hanya melalui link berikut untuk mendapatkan harga terbaik:

Filosofi Hidup Masyarakat Mbojo

Membangun rumah adat Bima bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan sebuah ritual sosial. Masyarakat Bima memegang teguh prinsip Maremba (gotong royong). Saat pembangunan sebuah Uma Lengge dilakukan, seluruh warga desa akan bahu-membahu menyumbangkan tenaga dan material.

Filosofi bentuk atap yang menjulang ke langit juga mencerminkan hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta. Sementara itu, fungsi lumbung di bagian atas rumah melambangkan bahwa urusan pangan dan keberlangsungan hidup keluarga diletakkan di tempat yang tinggi dan terhormat. Hal ini menunjukkan betapa masyarakat Bima sangat menghargai kerja keras di ladang dan sangat berhati-hati dalam menjaga kedaulatan pangan mereka.

Lokasi Terbaik Melihat Uma Lengge di Bima

Jika Anda ingin menyaksikan deretan Uma Lengge yang masih terjaga keasliannya, destinasi yang paling tepat adalah Desa Wisata Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Di desa ini, Uma Lengge tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan berjajar rapi membentuk kompleks lumbung desa yang sangat fotogenik.

Selain di Desa Maria, Anda juga bisa menemukan replika dan peninggalan asli di sekitar pusat Kota Bima yang kini difungsikan sebagai museum atau daya tarik wisata budaya. Berjalan di antara bangunan-bangunan ini akan membawa Anda kembali ke masa lalu, merasakan atmosfer kehidupan masyarakat agraris Sumbawa yang bersahaja namun cerdas.

Untuk mengeksplorasi rumah adat Bima, Anda harus menuju ujung timur Pulau Sumbawa. Akses transportasi kini semakin mudah melalui layanan terintegrasi dari Traveloka.

Terbang Bersama Traveloka

Sat, 7 Mar 2026

TransNusa

Jakarta (CGK) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 1.930.000

Wed, 4 Mar 2026

Citilink

Jakarta (HLP) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 1.987.100

Tue, 3 Mar 2026

Citilink

Jakarta (HLP) ke Bima (BMU)

Mulai dari Rp 1.999.600

Tips Berwisata ke Desa Wisata Maria

Agar kunjungan Anda untuk melihat rumah adat Bima lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:

1.
Gunakan Pemandu Lokal: Masyarakat di Wawo sangat ramah, namun memiliki bahasa daerah yang kental. Pemandu lokal akan membantu Anda menerjemahkan filosofi setiap bagian rumah yang mungkin tidak ada di papan informasi.
2.
Cicipi Kuliner Khas: Saat berkunjung ke Wawo, jangan lupa mencicipi Uta Mbe’u atau Uta Maju (daging rusa) yang menjadi kuliner khas daerah pegunungan Bima.
3.
Waktu Terbaik: Datanglah saat pagi hari (pukul 08.00 - 10.00) ketika cahaya matahari jatuh tepat di sisi-sisi atap alang-alang, memberikan kontras warna emas yang indah untuk fotografi.
4.
Siapkan Pakaian Nyaman: Desa Maria berada di daerah perbukitan yang udaranya cukup sejuk di pagi hari namun bisa sangat terik di siang hari. Gunakan pakaian yang menyerap keringat.

Aktivitas Seru Lain di Sekitar Bima

Setelah terpesona dengan rumah adat Bima, lengkapi petualangan Anda di Bima dengan aktivitas menarik lainnya yang tersedia di Traveloka:

Mengenal rumah adat Bima memberikan kita kesadaran bahwa arsitektur bukan hanya soal membangun dinding dan atap, melainkan tentang membangun sistem kehidupan. Uma Lengge adalah bukti nyata bahwa masyarakat Nusantara telah memiliki teknologi penyimpanan pangan yang berkelanjutan dan estetik jauh sebelum konsep modern diperkenalkan.

Rencanakan perjalanan budaya Anda ke Bima sekarang juga bersama Traveloka. Temukan penawaran terbaik untuk tiket pesawat, hotel, hingga paket wisata yang akan membawa Anda melihat langsung kemegahan lumbung pangan abadi di tanah Mbojo. Mari lestarikan budaya Indonesia dengan berkunjung dan mengapresiasi mahakarya leluhur kita!

Temukan berbagai informasi penting sebelum memulai petualanganmu di Bima!

Dalam Artikel Ini

• Arsitektur Artistik dengan Atap Menjulang
• Rahasia Konstruksi Tahan Hama dan Tikus
• Filosofi Hidup Masyarakat Mbojo
• Lokasi Terbaik Melihat Uma Lengge di Bima
• Tips Berwisata ke Desa Wisata Maria
• Aktivitas Seru Lain di Sekitar Bima

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Sat, 7 Mar 2026
TransNusa
Jakarta (CGK) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.930.000
Pesan Sekarang
Wed, 4 Mar 2026
Citilink
Jakarta (HLP) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.987.100
Pesan Sekarang
Tue, 3 Mar 2026
Citilink
Jakarta (HLP) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.999.600
Pesan Sekarang
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan