Nusa Tenggara Barat tidak hanya memiliki keindahan pantai di Lombok atau kemegahan Gunung Rinjani. Jika kita bergeser ke arah timur, tepatnya di tanah Bima, Pulau Sumbawa, kita akan menemukan sebuah warisan arsitektur yang mencerminkan kecerdasan leluhur dalam beradaptasi dengan alam. Destinasi budaya tersebut adalah rumah adat Bima. Bangunan ini bukan sekadar tempat berlindung, melainkan simbol ketahanan pangan dan kearifan lokal yang telah teruji selama berabad-abad.
Sebagai identitas visual masyarakat suku Mbojo (Bima), rumah adat Bima memiliki bentuk yang sangat ikonik dengan atap menjulang tinggi menyerupai kerucut. Namun, di balik estetika seninya yang memukau, bangunan ini menyimpan rahasia konstruksi yang sangat fungsional. Dahulu, Uma Lengge berfungsi ganda sebagai tempat tinggal sekaligus lumbung padi (pantry) bagi masyarakat agraris Bima. Kemampuannya menjaga kualitas hasil panen dari serangan hama dan cuaca ekstrem menjadikannya salah satu mahakarya arsitektur vernakular terbaik di Indonesia.
Dalam artikel ini, kita akan membedah secara mendalam struktur fisik Uma Lengge, filosofi di balik desainnya yang mengerucut, hingga perannya yang sangat vital dalam sejarah keberlangsungan hidup masyarakat Bima. Bagi Anda yang menyukai wisata sejarah dan budaya, mengenal Uma Lengge akan memberikan perspektif baru tentang bagaimana teknologi tradisional mampu menjawab tantangan lingkungan tanpa merusak ekosistem.
Daya tarik utama dari rumah adat Bima terletak pada bentuk geometrisnya yang unik. Berbeda dengan rumah panggung pada umumnya di wilayah Sulawesi atau Sumatra, Uma Lengge memiliki proporsi atap yang jauh lebih besar dibandingkan badan rumahnya.
Salah satu aspek teknis yang paling mengagumkan dari rumah adat Bima adalah fitur anti-hamanya. Masyarakat Bima kuno telah menemukan cara jenius untuk melindungi cadangan makanan mereka dari serangan tikus dan serangga tanpa menggunakan bahan kimia.
Pastikan untuk booking akomodasi pilihan di Traveloka hanya melalui link berikut untuk mendapatkan harga terbaik:
Membangun rumah adat Bima bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan sebuah ritual sosial. Masyarakat Bima memegang teguh prinsip Maremba (gotong royong). Saat pembangunan sebuah Uma Lengge dilakukan, seluruh warga desa akan bahu-membahu menyumbangkan tenaga dan material.
Filosofi bentuk atap yang menjulang ke langit juga mencerminkan hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta. Sementara itu, fungsi lumbung di bagian atas rumah melambangkan bahwa urusan pangan dan keberlangsungan hidup keluarga diletakkan di tempat yang tinggi dan terhormat. Hal ini menunjukkan betapa masyarakat Bima sangat menghargai kerja keras di ladang dan sangat berhati-hati dalam menjaga kedaulatan pangan mereka.
Jika Anda ingin menyaksikan deretan Uma Lengge yang masih terjaga keasliannya, destinasi yang paling tepat adalah Desa Wisata Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Di desa ini, Uma Lengge tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan berjajar rapi membentuk kompleks lumbung desa yang sangat fotogenik.
Selain di Desa Maria, Anda juga bisa menemukan replika dan peninggalan asli di sekitar pusat Kota Bima yang kini difungsikan sebagai museum atau daya tarik wisata budaya. Berjalan di antara bangunan-bangunan ini akan membawa Anda kembali ke masa lalu, merasakan atmosfer kehidupan masyarakat agraris Sumbawa yang bersahaja namun cerdas.
Sat, 7 Mar 2026

TransNusa
Jakarta (CGK) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.930.000
Wed, 4 Mar 2026

Citilink
Jakarta (HLP) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.987.100
Tue, 3 Mar 2026

Citilink
Jakarta (HLP) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.999.600
Agar kunjungan Anda untuk melihat rumah adat Bima lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
Setelah terpesona dengan rumah adat Bima, lengkapi petualangan Anda di Bima dengan aktivitas menarik lainnya yang tersedia di Traveloka:
Mengenal rumah adat Bima memberikan kita kesadaran bahwa arsitektur bukan hanya soal membangun dinding dan atap, melainkan tentang membangun sistem kehidupan. Uma Lengge adalah bukti nyata bahwa masyarakat Nusantara telah memiliki teknologi penyimpanan pangan yang berkelanjutan dan estetik jauh sebelum konsep modern diperkenalkan.
Rencanakan perjalanan budaya Anda ke Bima sekarang juga bersama Traveloka. Temukan penawaran terbaik untuk tiket pesawat, hotel, hingga paket wisata yang akan membawa Anda melihat langsung kemegahan lumbung pangan abadi di tanah Mbojo. Mari lestarikan budaya Indonesia dengan berkunjung dan mengapresiasi mahakarya leluhur kita!
Temukan berbagai informasi penting sebelum memulai petualanganmu di Bima!


















