Semua hal yang anda perlu ketahui mengenai status penerbangan dan kebijakan maskapai selama kasus penyebaran Corona Virus.

dismiss
Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Nida Amalia

29 Sep 2020 - 5 min read

Rekomendasi 7 Film untuk Kamu yang Rindu Traveling

Menempuh perjalanan merupakan obat untuk mengatasi kejenuhan dari rutinitas. Hal ini pun berlaku untuk dunia sinema. Film-film yang bertemakan perjalanan kerap membawa penonton menikmati petualangan baru sehingga membawa kepuasan tersendiri.

Berikut 7 film tentang traveling yang akan membuat kamu merasa seperti sedang bertualang. Cocok bagi yang sedang kangen traveling!

3 Hari untuk Selamanya (2007)

Yusuf (Nicholas Saputra) diminta tantenya untuk mengantarkan seperangkat alat makan keramik dari Jakarta ke Yogyakarta menggunakan mobil. Sementara itu, Ambar (Ardinia Wirasti) terlambat ikut rombongan menggunakan pesawat sehingga ia akhirnya ikut Yusuf.

Kedua saudara sepupu ini pun menikmati perjalanan mereka dengan sangat santai, sengaja menyasar ke Bandung, hingga mengunjungi Sendangsono. Dalam perjalanan, mereka banyak membicarakan pemikiran kolot sambil mengisap ganja.

Film 3 Hari untuk Selamanya bukan hanya mengenai perjalanan yang memakan jarak tempuh saja. Penonton disuguhkan dengan pembicaraan-pembicaraan dengan pemikiran bebas ala anak muda dengan segudang hal yang ingin dilimpahkan.

Penonton pun diajak menikmati indahnya alam pulau Jawa. Dimulai dari Tol Cipularang yang penuh dengan hamparan kehijauan, perkampungan nelayan di sekitar Indramayu, hingga jalan pegunungan berliku dari Semarang ke Yogya.

Perjalanan ini pun rekaman dari pendewasaan dua karakter utamanya. Yusuf yang selalu manut menjadi lebih berani serta Ambar yang lebih berhati-hati dari sifat abai dan bebasnya.

Sideways (2004)

Miles (Paul Giamatti) diminta sahabatnya Jack (Thomas Haden Church) untuk menemaninya mengunjungi wilayah budidaya anggur di Santa Barbara untuk pesta bujangnya. Miles memiliki pengetahuan yang mendalam untuk minuman anggur (wine) dan mengenal betul cita rasanya. Keduanya menghadapi petualangan romansa unik ketika bertemu dua orang perempuan, Maya (Virginia Madsen) dan Stephanie (Sandra Oh).

Jika dari film Indonesia kamu sudah melihat perjalanan untuk mencicipi makanan (Aruna dan Lidahnya, 2018) dan kopi (Filosofi Kopi, 2015), film ini menyuguhkan kita ke perjalanan mencicipi anggur. Setelah menonton ini, kamu mungkin akan lebih mengerti mengenai cita rasa minuman anggur dan kenapa harganya bisa sangat mahal.

Hal menarik lainnya ialah perbedaan dua karakter utama, Miles dan Jack, dalam menghadapi masalah pun membawa kejenakaan yang humanis. Dalam perjalanan ini, mereka pun belajar mengenai hubungan percintaan, waktu untuk melepasnya dan waktu untuk berkomitmen.

The Straight Story (1999)

Pernah membayangkan menempuh 400km (sejauh Jakarta-Semarang) hanya menggunakan sepeda? Alvin Straight (Richard Fernsworth) seorang lelaki tua menempuh perjalanan jauh itu tetapi tidak dengan sepeda. Ia menempuhnya dengan mesin pemotong rumputnya yang hanya melaju dengan kecepatan 8 km/jam.

Alvin melakukan ini karena ia tak punya uang dan ingin menengok saudara lelakinya yang terserang stroke. Orang tua ini pun melalui perjalanan unik ini dengan beragam kejadian yang ia alami.

Hal yang membuat lebih terkesima dari film ini ialah diangkatnya dari kisah nyata. Sepanjang dua jam film ini, kita melihat keteguhan orang tua yang melawan berbagai macam rintangan walau kondisi fisiknya tidak mendukung.

Dari perjalanan unik dalam film ini, ada suasana tenang yang menyenangkan, ditemani dengan pemkamungan daerah pedesaan di Amerika Serikat. Sosok Alvin pun mengajarkan kita pada pepatah klasik, yaitu “Ketika ada kemauan, di situ ada jalan.”

Wild (2014)

Usai kematian ibunya dan bercerai dengan suaminya, Cheryl (Reese Witherspoon) mengambil “cuti” dari masyarakat dan melebur dengan alam. Dari perjalanan dan kesendirian membawanya ke kilasan-kilasan masa lalu tentang hubungannya dengan suaminya maupun ibunya.

Menempuh perjalanan Pacific Crest Trail sepanjang 1.800 km membuat luka-luka Cheryl terkupas satu per satu, entah itu menyembuhkan dirinya atau menyebabkan penyakit baru, ia tak tahu. Satu-satunya jalan hanyalah maju.

Pertanyaan mengenai urgensi apa yang membuat kita melakukan perjalanan yang terlihat membuang-buang waktu mungkin dapat dijawab dengan film ini. Misi Cheryl bukan sekadar mencapai suatu tempat saja, tetapi untuk menyembuhkan luka-lukanya dan mencoba mencari entitasnya di tengah belantara hutan.

Menarik melihat Cheryl yang sejak awal sudah mengeluh tentang alasan ia harus menempuh perjalanannya karena banyaknya rintangan yang dilaluinya. Bagi kamu yang senang mendaki, pasti paham dengan kesulitan-kesulitan yang dialami dalam film ini.

The Darjeeling Limited (2007)

Tiga lelaki bersaudara yang sudah lama terpisah, Francis (Owen Wilson), Peter (Adrien Brody) dan Jack (Jason Schwartzmann) bertemu kembali dalam perjalanan menuju tempat tinggal ibunya di pedalaman India. Mereka menempuh perjalanan dengan kereta khusus sehingga ketika berhenti, bisa berkeliling sedikit.

Francis, si kakak tertua, menginginkan perjalanan ini menjadi perjalanan spiritual dan kedua adiknya menyetujui. Namun, rasa tidak percaya mereka pada satu sama lain menciptakan konflik-konflik yang mengundang tawa.

Selalu ada perpaduan unik antara drama kompleks serta aksi jenaka dalam film-film Wes Anderson, termasuk dalam The Darjeeling Limited. Warna-warni cerah ditemani lanskap negeri India yang magis melengkapi keunikan nuansa film ini.

The Darjeeling Limited juga menyuguhkan kamu pemandangan ketika berada di posisi turis dan masyarakat setempat. Ketiga karakter utama menampilkan sisi turisme mereka dengan melakukan berbagai macam hal layaknya penduduk lokal, tetapi tidak mengerti apa artinya. Mereka pun jadi bahan tertawaan, baik dari penduduk lokal dalam film, maupun penonton.

Keseruan ketiga karakter utama menjelajah India dalam The Darjeeling Limited juga dapat kamu nikmati dengan virtual tur Amer Fort.

Amer Fort Virtual Tour with TourHQ

The Secret Life of Walter Mitty (2013)

Walter (Ben Stiller) merupakan seseorang yang kerap melamun dan berfantasi di dalam pikirannya. Oleh karena itu, ia kerap menjadi olokan rekan kerjanya. Ketika akan ada perombakan ke arah digital di kantornya, majalah Life, ia kehilangan film negatif untuk foto sampul terakhir. Fotografernya kerap menghilang ke alam liar dan sulit dicari sehingga Walter harus membawa petualangan di kepalanya ke dunia nyata.

Perjalanan yang dialami Walter Mitty akan sangat memuaskan bagi kamu yang jenuh dengan rutinitas pekerjaan yang terus berulang. Sosok Walter di satu sisi ingin mendobrak kejenuhannya tersebut dan di sisi lain, ia ingin memaksa dirinya untuk keluar dari zona nyaman.

Dalam perjalanannya ke daerah utara, kita diperlihatkan alam yang begitu sejuk dan begitu fantastis. Perjalanan dalam film ini seakan mewujudkan mimpi yang jadi kenyataan, begitu indah, begitu menyenangkan. Keseruan perjalanan tersebut bisa juga kamu nikmati secara virtual di sini.

Tur Jalan Kaki Virtual di Kopenhagen

Before Sunrise (1995)

Melakukan perjalanan impulsif, bertemu orang baru dan jika bisa, menemukan cinta kita, mungkin hanyalah kisah ideal yang diinginkan semua orang. Itulah yang dialami Jesse dan Céline pada suatu hari.

Alih-alih mengajak kita hidup dalam fantasi ideal itu saja, kita diajak jalan-jalan menyusuri kota Wina berarsitektur indah tanpa arahan yang jelas. Kedua pemuda ini membicarakan banyak hal perihal kehidupan, baik itu problematika sosial secara keseluruhan maupun masalah pribadi yang membuat kita terhanyut.

Ketika menyaksikan film yang membuat kita mudah terhanyut dengan pembicaraan seperti ini, membuat kita lupa betapa indahnya penampakan kota Wina dengan beberapa scene sudut kotanya. Film ini membuat kita bermimpi untuk mengalami kejadian serupa. Namun, dalam mimpi itu kita disadarkan bahwa kenyataan akan menunggu kita di gerbang kesadaran.

Bagi kamu yang ingin bernostalgia dengan perjalanan di film Before Sunrise, virtual tour Ljulbljana atau Kalemegdan bisa menjadi rekomendasi untuk dicoba.

Tur Virtual Jalan Kaki di Kalemegdan Fortress Bersama TourHQ

***

Entah itu perjalanan terencana atau impulsif, setiap perjalanan selalu memberikan bekas ke dalam hati. Perjalanan-perjalanan tersebut, dengan nuansanya, akan terekam dalam memori dan suatu saat nanti akan menghadirkan nostalgia yang berarti. Film-film di atas mengingatkan kita betapa perjalanan bisa menjadi obat serta jawaban dari problematika sehari-hari.

Bagi yang rindu untuk melakukan perjalanan namun terhalang oleh pandemi, tak perlu sedih lagi. Pasalnya, kamu masih bisa menyusuri setiap tempat wisata yang ada di berbagai belahan dunia hanya melalui gawai.

Traveloka Xperience bekerja sama dengan Kemenparekraf menghadirkan layanan baru Virtual Tour yang dapat membawa kamu ke berbagai tempat wisata baik domestik maupun internasional dengan mudah. Kamu hanya perlu memilih virtual tour apa yang diminati, kemudian beli vouchernya melalui Traveloka Xperience.

Dengan Traveloka Xperience Virtual Tour, kerinduan akan melihat pemandangan baru pun bisa terobati seketika. Yuk, nikmati banyak tempat wisata dengan lebih mudah!

Tulisan kerjasama bersama @ulasinema
Tags:
online xperience
virtual tour