Penasaran, tanggal 17 Oktober hari apa, sih? Ternyata, tanggal ini menyimpan banyak arti yang penting, mulai dari tingkat dunia hingga nasional. Salah satunya, 17 Oktober diperingati sebagai Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia.
Tanggal 17 Oktober juga sekaligus ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hari Kebudayaan Nasional untuk merayakan warisan budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Jadi, kalau kamu belum tahu kenapa tanggal ini serba istimewa, yuk simak pembahasannya sampai tuntas!
Sebelum membahas lebih jauh tentang momen-momen spesial di tanggal ini, mari kita jawab dulu pertanyaan utamanya: tanggal 17 Oktober sebenarnya memperingati hari apa saja? Simak daftarnya di bawah ini!
Setiap 17 Oktober, dunia memperingati Hari Internasional untuk Pemberantasan Kemiskinan. Peringatan ini lahir dari aksi di Paris tahun 1987, ketika ratusan ribu orang berkumpul untuk menghormati korban kemiskinan dan kelaparan. Dari momen itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai ajakan global untuk sadar bahwa kemiskinan bukan sekadar masalah ekonomi, tapi juga soal hak asasi manusia.
Buat kita, peringatan ini bisa jadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Entah itu membantu sesama, mendukung kegiatan sosial, atau sekadar lebih peduli dengan kondisi sekitar, semuanya berharga. Intinya, Hari Pemberantasan Kemiskinan mengingatkan bahwa dunia yang lebih adil bisa terwujud kalau setiap orang mau ikut bergerak.
Ketika ada yang bertanya tanggal 17 Oktober hari apa, salah satu jawabannya adalah Hari Trauma Sedunia. Peringatan ini berawal dari India tahun 2011, ketika kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas menelan lebih dari 400 korban setiap harinya. Sejak itu, dunia ikut mengingatkan pentingnya pencegahan, penanganan cepat, dan edukasi tentang trauma, baik luka fisik maupun mental, agar lebih banyak nyawa bisa diselamatkan.
Hari Trauma Sedunia bisa jadi refleksi kecil bagi kita. Misalnya, lebih hati-hati di jalan, tahu cara memberikan pertolongan pertama, atau sekadar lebih peka pada orang yang mengalami trauma emosional. Jadi, Tanggal 17 Oktober bukan sekadar tanggal di kalender, tapi pengingat untuk lebih peduli pada keselamatan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita.
Selanjutnya, ada Hari Resolusi Konflik Internasional yang diperingati setiap hari Kamis ketiga Oktober. Peringatan ini sebenarnya lahir dari inisiatif Association for Conflict Resolution sejak 2005 dengan tujuan mengajak kita menyelesaikan perselisihan lewat jalur damai seperti mediasi dan negosiasi, baik di keluarga, sekolah, atau tempat kerja.
Dengan mengingat Hari Resolusi Konflik Internasional, kita diharapkan bisa selalu mengedepankan rasionalitas dan berpikir dengan kepala dingin. Sebelum marah-marah, coba deh selesaikan lewat diskusi yang tenang. Bayangkan dampaknya kalau kita semua punya sedikit kesabaran ekstra dan mau mendengarkan satu sama lain. Intinya, 17 Oktober bukan cuma soal tanggal kosong, tapi juga kesempatan kecil untuk menabur perdamaian di tengah kesibukan hidup.
Ada lagi hari penting yang wajib untuk diingat Warga Negara Indonesia pada 17 Oktober, yaitu peristiwa tuntutan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) pada tahun 1952. Saat itu, Angkatan Darat mendesak Presiden Soekarno agar membubarkan DPRS dan segera menggelar pemilu. Suasana memanas karena kendaraan tempur diarahkan ke sekitar Istana Merdeka, membuat situasi politik benar-benar tegang.
Mengetahui kondisi itu, Presiden Soekarno keluar dari istana dan langsung berbicara kepada massa yang berkerumun. Dalam pidato singkatnya, ia berhasil menenangkan mereka. Soekarno menolak pembubaran parlemen, tapi pemilu diadakan secepatnya. Peristiwa ini bukan hanya menjawab pertanyaan tanggal 17 Oktober hari apa, tapi juga menjadi pelajaran penting tentang bagaimana kepemimpinan dan komunikasi bisa meredam krisis politik di masa genting.
Penetapan Hari Kebudayaan Nasional punya sejarah menarik. Tepat 17 Oktober 1951, Presiden Soekarno mengesahkan Garuda Pancasila sebagai lambang negara, lengkap dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Peristiwa itu dianggap sebagai simbol penting lahirnya jati diri bangsa yang berlandaskan budaya. Peringatan ini juga ingin memastikan agar kebudayaan tidak hanya dilihat sebagai warisan, tetapi juga fondasi identitas nasional.
Hari Kebudayaan Nasional mengingatkan kita bahwa budaya adalah perekat bangsa sekaligus aset masa depan. Cara sederhana merayakannya bisa dengan menjelajahi wisata budaya, mencicipi kuliner tradisional, atau mendukung komunitas seni lokal. Dengan begitu, kita ikut menjaga keberagaman sekaligus memperkaya pengalaman perjalanan kita sendiri.
Setelah tahu Tanggal 17 Oktober hari apa saja, sekarang saatnya kita lihat bagaimana momen ini bisa dimanfaatkan dengan lebih seru. Yuk, simak rekomendasinya!
Salah satu cara memaknai Hari Pemberantasan Kemiskinan adalah dengan ikut kegiatan sosial, seperti berbagi makanan, pakaian, atau ikut donasi lewat komunitas lokal. Kamu juga bisa mampir ke kampung wisata edukasi seperti Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang atau Kampung Pelangi di Semarang. Tempat ini bisa mengingatkan kita bahwa pengentasan kemiskinan bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu kolaborasi masyarakat.
Untuk memperingati Hari Trauma Sedunia, kamu bisa ikut workshop pertolongan pertama atau seminar kesehatan yang biasanya diadakan oleh rumah sakit dan lembaga kesehatan. Kalau ingin sekalian jalan-jalan, coba kunjungi Museum Kesehatan Jiwa di Lawang yang menyimpan koleksi unik seputar kesehatan jiwa. Aktivitas ini bikin kita memahami pentingnya pencegahan dan penanganan darurat di kehidupan sehari-hari.
Hari Resolusi Konflik Internasional bisa jadi momen untuk belajar bagaimana perbedaan bisa diselesaikan tanpa kekerasan. Kamu bisa ikut seminar atau diskusi publik yang sering diadakan kampus atau komunitas sosial. Kalau mau sekalian jalan-jalan, coba mampir ke Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung, tempat bersejarah yang jadi saksi lahirnya semangat solidaritas dan perdamaian antarnegara.
Kalau penasaran sama peristiwa tuntutan pembubaran DPRS, kamu bisa mampir ke Museum Satria Mandala yang menyimpan koleksi sejarah militer Indonesia, atau ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi untuk melihat dinamika politik awal republik. Mengunjungi tempat-tempat ini bikin peringatan 17 Oktober lebih hidup dan mudah dipahami.
Momen Hari Kebudayaan Nasional pas untuk lebih dekat dengan kekayaan tradisi dan seni Indonesia. Kamu bisa mengunjungi Museum Nasional Indonesia di Jakarta atau Taman Budaya Yogyakarta yang rutin mengadakan pameran, pertunjukan tari, hingga teater tradisional. Kalau suka kuliner, eksplorasi pasar tradisional juga bisa jadi cara asyik merayakan kebudayaan.
Sekarang sudah tahu, kan, tanggal 17 Oktober hari apa saja? Ternyata ada banyak momen penting yang diperingati di tanggal ini, mulai dari isu kemanusiaan, kesehatan, hingga sejarah bangsa. Setiap peringatan membawa pesan berbeda yang bisa jadi inspirasi untuk merencanakan perjalanan atau kegiatan bermanfaat.
Nah, biar makin berkesan, kamu bisa menjelajahi destinasi budaya, museum sejarah, atau sekadar liburan singkat ke kota favorit dengan pesan tiket bus di Traveloka. Pilihan jadwal dan rute lengkap dan anti ribet, cukup buka aplikasi Traveloka dan pesan tiket dengan mudah ke berbagai tujuan menarik.
Metode pembayarannya pun fleksibel, plus ada promo menarik yang bikin perjalanan lebih hemat. Kamu juga dapat booking bus dan travel bandara, tiket pesawat, tiket kereta api, serta tiket atraksi.
Yuk, rayakan 17 Oktober dengan perjalanan penuh makna bersama Traveloka!