Bali selalu punya daya tarik yang tak ada habisnya, dan salah satu tempat yang wajib kamu kunjungi adalah Desa Panglipuran. Desa adat yang terletak di Kabupaten Bangli ini dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia, dengan suasana yang tenang, asri, dan penuh nilai budaya. Saat memasuki Desa Panglipuran, kamu akan disambut oleh deretan rumah tradisional Bali yang tertata rapi dengan arsitektur khas yang masih terjaga keasliannya. Jalanan yang bersih, udara yang sejuk, serta nuansa adat yang masih sangat kuat menjadikan tempat ini pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda saat berkunjung ke Bali.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Desa Panglipuran, mulai dari daya tarik utama yang bisa kamu temukan, aktivitas seru yang bisa dilakukan, hingga cara terbaik untuk menuju ke lokasi ini. Jika kamu mencari destinasi yang menawarkan ketenangan, keindahan alam, serta budaya Bali dalam satu tempat, maka Desa Panglipuran adalah pilihan yang tepat. Mari jelajahi lebih dalam keunikan desa ini dan temukan alasan mengapa tempat ini wajib masuk dalam daftar perjalananmu berikutnya.
Desa Panglipuran adalah salah satu desa adat di Kabupaten Bangli, Bali, yang dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, desa ini menawarkan suasana yang sejuk, tenang, dan asri. Keunikan Desa Panglipuran tidak hanya terletak pada lingkungannya yang bersih dan tertata rapi, tetapi juga pada masyarakatnya yang masih mempertahankan tradisi dan budaya leluhur hingga saat ini.
Ketika kamu memasuki desa ini, kamu akan langsung disambut oleh jalanan berbatu yang bersih serta deretan rumah tradisional yang seragam. Semua rumah menghadap ke arah yang sama dengan gerbang khas Bali yang disebut angkul-angkul, menciptakan pemandangan yang sangat khas dan indah. Selain itu, sekitar 40% wilayah desa ini berupa hutan bambu yang menambah kesejukan dan memperkuat kesan alami yang masih sangat terjaga.
Masyarakat Desa Panglipuran sangat menjaga nilai-nilai tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menerapkan sistem pengelolaan desa berbasis komunitas, di mana semua warga berperan aktif dalam menjaga kebersihan, ketertiban, serta kelestarian budaya mereka. Tidak heran jika desa ini berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Sepanjang tahun 2024, desa ini bahkan mencatat lebih dari satu juta kunjungan wisatawan, dengan rata-rata lebih dari 3.500 pengunjung per hari.
Di Desa Panglipuran, kamu bukan hanya sekadar menikmati keindahan, tetapi juga melihat langsung bagaimana masyarakatnya hidup harmonis dengan alam dan tetap mempertahankan tradisi turun-temurun. Jika kamu mencari pengalaman wisata yang lebih dari sekadar keindahan visual, desa ini adalah tempat yang tepat untuk merasakan budaya Bali.
Berwisata ke Desa Panglipuran bukan hanya tentang menikmati pemandangan desa yang bersih dan tertata rapi, tetapi juga tentang merasakan langsung budaya serta kehidupan masyarakat setempat. Ada banyak aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan selama berada di sini. Berikut beberapa di antaranya:
Desa Panglipuran memiliki beberapa pura yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakatnya. Kamu bisa mengunjungi Pura Penataran, Pura Dalem, dan Pura Puseh, yang masing-masing memiliki fungsi serta nilai spiritual tersendiri. Selain melihat keindahan arsitektur khas Bali, kamu juga bisa belajar lebih dalam tentang adat dan tradisi yang masih dijaga hingga saat ini.
Salah satu cara terbaik menikmati suasana Desa Panglipuran adalah dengan bersepeda santai menyusuri jalan-jalan berbatu yang tertata rapi. Karena desa ini bebas kendaraan bermotor, kamu bisa menikmati udara segar tanpa terganggu polusi. Jangan lupa juga untuk menjelajahi hutan bambu yang mengelilingi desa. Pemandangan hijau serta suara angin yang berdesir di antara batang bambu menciptakan suasana yang sangat menenangkan.
Jika ingin merasakan kehidupan masyarakat desa lebih dekat, kamu bisa mencoba menginap di homestay yang disediakan oleh warga setempat. Dengan menginap di sini, kamu tidak hanya mendapatkan pengalaman tinggal di rumah tradisional Bali, tetapi juga bisa melihat langsung bagaimana masyarakat setempat menjalani kehidupan sehari-hari.
Wisata ke Desa Panglipuran belum lengkap tanpa mencoba kuliner khasnya. Salah satu yang wajib kamu coba adalah Tipat Cantok, hidangan ketupat yang disajikan dengan sayuran dan bumbu kacang. Selain itu, ada juga Loloh Cemcem, minuman herbal khas desa ini yang dibuat dari daun cemcem dan dipercaya baik untuk kesehatan pencernaan.
Bambu memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Desa Panglipuran, baik sebagai bahan bangunan maupun bahan kerajinan tangan. Kamu bisa mengikuti workshop pembuatan kerajinan bambu langsung dari pengrajin lokal dan mencoba membuat suvenir khas yang bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.
Salah satu tempat unik di desa ini adalah Karang Memadu, sebuah area khusus yang diperuntukkan bagi mereka yang melanggar aturan adat terkait poligami. Meski saat ini tempat ini lebih bersifat simbolis, keberadaannya menunjukkan bagaimana masyarakat desa tetap menjaga dan menegakkan nilai-nilai tradisi.
Jika kamu suka fotografi, jangan lewatkan kesempatan untuk berburu foto di hutan bambu yang menjadi salah satu ikon desa ini. Cahaya yang masuk di antara batang bambu menciptakan efek pencahayaan alami yang indah, membuat setiap foto terlihat lebih dramatis dan estetik.
Pada waktu-waktu tertentu, masyarakat desa mengadakan festival budaya yang menampilkan berbagai pertunjukan seni, tari tradisional, hingga upacara adat. Jika kamu berkunjung di waktu yang tepat, ini bisa menjadi kesempatan langka untuk melihat langsung bagaimana budaya Bali masih sangat hidup dan dijaga oleh masyarakatnya.
Dengan berbagai aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan, Desa Panglipuran bukan hanya sekadar tempat wisata biasa, tetapi juga tempat di mana kamu bisa merasakan langsung kehidupan tradisional Bali yang masih terjaga hingga kini.
Desa Panglipuran terletak di Kabupaten Bangli, Bali, sekitar 45 km dari Denpasar dan bisa dicapai dalam waktu 1,5-2 jam perjalanan dengan kendaraan. Ada beberapa rute yang bisa kamu pilih tergantung dari lokasi keberangkatan. Berikut adalah panduan lengkapnya:
Jika kamu tiba di Bali melalui Bandara Ngurah Rai, kamu bisa menuju Desa Panglipuran dengan rute berikut:
Perjalanan dari Bandara Ngurah Rai ke Desa Panglipuran biasanya memakan waktu sekitar 1,5-2 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Jika kamu berangkat dari Denpasar, rute yang bisa kamu tempuh hampir sama seperti dari bandara:
Waktu tempuh dari Denpasar ke Desa Panglipuran sekitar 1,5 jam dengan kendaraan pribadi atau sewa.
Bagi kamu yang menginap di Ubud, ada rute yang lebih cepat menuju Desa Panglipuran:
Transportasi yang Bisa Digunakan
Desa Panglipuran adalah salah satu destinasi unik di Bali yang menawarkan pengalaman wisata budaya dan alam yang berbeda dari tempat lain. Keindahan arsitektur tradisional, suasana desa yang asri, serta nilai budaya yang masih dijaga dengan baik menjadikannya tempat yang sempurna untuk kamu yang ingin menikmati suasana Bali yang lebih tenang dan autentik.
Jika kamu berencana mengunjungi Desa Panglipuran, Bali, pastikan untuk menyiapkan perjalanan dengan baik agar liburanmu semakin nyaman. Kamu bisa mencari tiket masuk, paket wisata, atau bahkan menyewa kendaraan dengan lebih mudah melalui Traveloka. Dengan berbagai pilihan yang tersedia, perjalanan ke Desa Panglipuran bisa menjadi lebih praktis dan menyenangkan.
Indonesia
PAKET TOUR KINTAMANI ( TERMASUK TIKET MASUK WISATA ) - ALVA TRAVELINDO
Besakih
Rp 500.000
Rp 420.000
Traveloka bisa membantumu merencanakan perjalanan dengan lebih praktis! Kamu bisa memesan tiket pesawat dengan berbagai pilihan maskapai dan harga terbaik, serta menemukan hotel sesuai dengan kebutuhan dan budgetmu. Jangan lupa untuk menjelajahi berbagai atraksi wisata menarik dengan pemesanan tiket masuk yang mudah di Traveloka.
Selain itu, Traveloka juga menyediakan layanan tiket kereta api, antar jemput bandara, dan rental mobil bagi kamu yang ingin bepergian dengan lebih fleksibel, serta pilihan shuttle dan bus untuk transportasi yang lebih hemat. Tak hanya itu, kamu juga bisa melengkapi perjalanan dengan berbagai layanan tambahan seperti asuransi perjalanan, kartu SIM, hingga pelengkap wisata lainnya agar perjalananmu semakin nyaman dan menyenangkan.