Daftar Makanan Khas London yang Wajib Dicicipi

Mas Bellboy
Waktu baca 6 menit

Cita Rasa Sekilas: Makanan Khas London

Karakter Rasa Dominan: Gurih yang menenangkan (comforting), kaya akan lemak nabati dan hewani (creamy), serta sentuhan asam dari cuka malt.
Bahan Unik: Ikan Cod atau Haddock, Kentang, Daging Sapi, Kacang Polong (Mushy Peas), dan Teh Hitam.
Waktu Terbaik Menikmati: Pagi hari untuk sarapan berat, atau Jumat malam untuk tradisi makan ikan di pinggir Sungai Thames.

Pendahuluan: Elegansi Klasik di Tengah Kabut Kota Global

Menghirup udara London di pagi hari adalah perpaduan antara aroma tanah basah pasca-hujan dan wanginya mentega yang terpanggang dari toko-toko roti di sudut Covent Garden. Kota ini tidak hanya menawarkan pemandangan Big Ben yang megah, tetapi juga sebuah petualangan sensorik yang dalam. Bayangkan suara gemericik minyak panas saat adonan tepung keemasan menyentuh wajan, atau uap hangat yang mengepul dari cangkir teh porselen yang disajikan dengan setangkup scone lembut. Makanan khas London adalah sebuah surat cinta untuk kesederhanaan yang dikerjakan dengan standar kualitas yang kaku.

Secara geografis, letak Inggris sebagai negara kepulauan dengan akses luar biasa ke Samudra Atlantik menjadikannya pusat hasil laut yang segar. Namun, di sisi lain, tanah Britania yang subur dan beriklim sedang sangat mendukung peternakan sapi dan domba, serta pertanian umbi-umbian seperti kentang yang menjadi tulang punggung makanan tradisional London. Sungai Thames yang membelah kota pun secara historis menjadi pintu masuk rempah-rempah eksotis dari seluruh dunia pada masa kolonial, yang secara perlahan mengubah profil rasa masakan Inggris yang awalnya hambar menjadi lebih berwarna, seperti munculnya Chicken Tikka Masala yang kini dianggap sebagai hidangan nasional kedua.

Identitas kuliner London berakar pada sejarah kelas pekerja. Hidangan-hidangan seperti Pie and Mash atau Fish and Chips awalnya adalah solusi murah dan mengenyangkan bagi para buruh di pelabuhan dan pabrik selama Revolusi Industri. Namun, seiring waktu, masakan-masakan ini naik kelas menjadi simbol patriotisme gastronomi. Di sini, setiap gigitan membawa Anda melintasi waktu, dari era Victoria yang kaku hingga era modern yang kosmopolitan. Mencicipi kuliner London adalah tentang menghargai warisan yang tetap relevan di tengah hiruk-pikuk kota metropolis paling sibuk di dunia.

United-kingdom

The Savoy - A Fairmont Hotel

9.6/10

London

Rp 14.406.050

Rp 14.406.050

Eksplorasi Mendalam Daftar Makanan Ikonik

1. Fish and Chips: Simbol Kejayaan Pesisir di Jantung Kota

Filosofi & Sejarah:

Tak ada yang lebih ikonik daripada Fish and Chips. Muncul pada pertengahan abad ke-19, hidangan ini merupakan perpaduan budaya antara teknik menggoreng ikan yang dibawa pengungsi Yahudi dari semenanjung Iberia dan tradisi menanam kentang di tanah Britania. Selama Perang Dunia II, hidangan ini adalah salah satu dari sedikit makanan yang tidak dijatah, menjadikannya "makanan rakyat" yang menjaga semangat bangsa.

Rahasia Bahan Baku & Bumbu:

Kuncinya terletak pada kesegaran Ikan Cod atau Haddock yang berdaging putih tebal. Adonannya dibuat dari campuran tepung, air soda, atau bir (beer batter) untuk memberikan tekstur yang ringan dan sangat renyah. Kentangnya harus dipotong tebal—bukan tipis seperti French fries—agar bagian dalamnya tetap lembut seperti mashed potato.

Profil Rasa:

Ledakan pertama berasal dari kerenyahan kulit tepung yang gurih, diikuti oleh kelembutan daging ikan yang manis dan juicy. Kentang goreng yang padat memberikan rasa earthy yang menyeimbangkan rasa lemak dari proses penggorengan.

Cara Penyajian:

Wajib disiram dengan Cuka Malt (Malt Vinegar) dan taburan garam laut. Pendamping klasiknya adalah Mushy Peas (kacang polong tumbuk) dan saus tartare yang asam segar.

2. English Breakfast (The Full Monty): Simfoni Pagi yang Megah

Filosofi & Sejarah:

Sarapan ini adalah sebuah institusi. Awalnya merupakan hak istimewa kaum aristokrat pada abad ke-13, tradisi ini menyebar ke kelas menengah selama era Victoria. Di London, sarapan ini dikenal sebagai tenaga bagi para pekerja sebelum menghadapi hari yang panjang.

Rahasia Bahan Baku & Bumbu:

Hidangan ini adalah kompilasi dari berbagai elemen: Sosis Inggris, Bacon, telur mata sapi, tomat panggang, jamur tumis, Black Pudding (sosis darah), dan kacang merah saus tomat (baked beans). Semua bahan dimasak perlahan di atas wajan datar dengan mentega berkualitas tinggi.

Profil Rasa:

Ini adalah pesta rasa umami. Gurih dari daging, manis-asam dari tomat, dan tekstur unik dari black pudding yang kaya rempah, semuanya disatukan oleh lelehan kuning telur yang creamy.

Cara Penyajian:

Disajikan di piring lebar bersama dua potong roti panggang (toast) dan secangkir English Breakfast Tea yang kuat dengan siraman susu.

3. Pie and Mash dengan Liquor Sauce: Warisan East End

Filosofi & Sejarah:

Lahir di kawasan East End London, hidangan ini adalah makanan pokok kelas pekerja abad ke-19. Dahulu, belut dari Sungai Thames digunakan sebagai isian karena harganya murah, namun kini lebih populer menggunakan daging sapi.

Rahasia Bahan Baku & Bumbu:

Terdiri dari Pie Daging Sapi dengan kulit pastri yang renyah di atas dan lembut di bawah. Pendampingnya adalah kentang tumbuk halus. Rahasia utamanya adalah Liquor Sauce—bukan alkohol, melainkan saus peterseli berwarna hijau terang yang dibuat dari kaldu rebusan belut atau sapi.

Profil Rasa:

Gurih pekat dari daging yang dimasak lama (slow-cooked) di dalam pie, berpadu dengan kelembutan kentang. Saus peterselinya memberikan rasa herbal yang segar dan ringan di lidah.

Cara Penyajian:

Cara tradisional memakannya adalah dengan menambahkan sesendok besar cuka cabai (chili vinegar) untuk memberikan tendangan rasa asam-pedas yang kontras.

4. Sunday Roast: Tradisi Hangat di Akhir Pekan

Filosofi & Sejarah:

Tradisi ini dimulai ketika masyarakat Inggris memanggang sepotong besar daging sapi sebelum berangkat ke gereja pada hari Minggu pagi, dan akan matang tepat saat mereka pulang. Ini adalah momen keluarga berkumpul paling sakral di London.

Rahasia Bahan Baku & Bumbu:

Bahan utamanya adalah Daging Sapi Panggang (Roast Beef), namun yang menjadi bintang justru Yorkshire Pudding—adonan telur, tepung, dan susu yang dipanggang hingga mengembang tinggi. Bumbu rahasianya adalah gravy kental yang dibuat dari sari pati daging yang menetes saat dipanggang.

Profil Rasa:

Daging sapi yang juicy dengan bumbu minimalis (garam dan lada) menonjolkan kualitas daging. Yorkshire Pudding yang renyah namun kopong berfungsi seperti spons yang menyerap gurihnya saus gravy.

Cara Penyajian:

Disertai kentang panggang (roast potatoes), wortel, dan parsnip yang dikaramelisasi, serta horseradish sauce yang memberikan rasa pedas menyengat khas hidangan ini.

5. Beef Wellington: Puncak Kemewahan Gastronomi Inggris

Filosofi & Sejarah:

Dinamakan menurut Arthur Wellesley, Duke of Wellington pertama, hidangan ini adalah simbol kemenangan dan kemewahan. Ini merupakan tantangan teknis bagi setiap koki di London karena membutuhkan ketelitian tinggi agar daging dan pastri matang sempurna secara bersamaan.

Rahasia Bahan Baku & Bumbu:

Menggunakan Fillet Sapi kualitas premium yang dibalut dengan Duxelles (tumisan jamur cincang halus dengan bawang merah dan bumbu herbal) dan parma ham, kemudian dibungkus dengan puff pastry yang diolesi kuning telur.

Profil Rasa:

Sebuah kemewahan tekstur. Pastri yang flaky (berlapis), rasa jamur yang earthy, dan kelembutan daging sapi yang lumer di mulut menciptakan harmoni rasa yang sangat elegan.

Cara Penyajian:

Biasanya disajikan sebagai hidangan utama dalam makan malam formal, dipotong tebal untuk memperlihatkan tingkat kematangan daging yang merah muda cantik (medium rare).

6. Afternoon Tea: Ritual Elegan Sore Hari

Filosofi & Sejarah:

Diciptakan oleh Anna, Duchess of Bedford pada tahun 1840 untuk mengatasi rasa lapar di sela-sela waktu makan siang dan makan malam. Di London, ini bukan sekadar makan, melainkan sebuah pertunjukan tata krama dan kelas sosial.

Rahasia Bahan Baku & Bumbu:

Terdiri dari tiga tingkat: Sandwich potong (isi timun atau salmon), Scones hangat, dan kue-kue kecil (pastries). Rahasianya ada pada Clotted Cream—krim super kental dari Devon atau Cornwall—dan selai stroberi buatan tangan.

Profil Rasa:

Permainan rasa manis dan gurih. Scone yang sedikit asin dan padat menjadi sangat sempurna saat bertemu dengan rasa susu yang intens dari clotted cream dan manisnya buah dari selai.

Cara Penyajian:

Wajib menggunakan teh daun lepas (loose-leaf tea) yang diseduh dalam teko porselen.

Budaya Makan & Tradisi: Antara Pub dan Afternoon Tea

Budaya makan di London adalah perpaduan antara keteraturan formal dan kehangatan komunal. Salah satu tradisi yang paling hidup adalah budaya Pub (Public House). Pub bukan sekadar tempat minum, melainkan pusat komunitas di mana masyarakat London berkumpul untuk menikmati Sunday Roast atau Fish and Chips dalam suasana santai. Di sini, tidak ada protokol kaku; orang-orang mengobrol dengan suara keras di bawah cahaya temaram lampu kayu yang antik.

Sebaliknya, Afternoon Tea mewakili sisi London yang anggun dan teratur. Biasanya dilakukan di hotel-hotel legendaris atau ruang teh mewah, tradisi ini menuntut etiket tertentu, seperti cara memegang cangkir atau urutan memakan hidangan dari bawah ke atas.

Menariknya, di kota global ini, tradisi makan bersama juga sangat dipengaruhi oleh imigran. Makan kari pada Jumat malam setelah bekerja telah menjadi tradisi "baru" yang tak kalah kuat dengan tradisi lama. Baik itu hidangan harian yang cepat di food market seperti Borough Market atau makan malam formal yang memakan waktu berjam-jam, masyarakat London menghargai waktu makan sebagai momen untuk merayakan identitas mereka yang multikultural namun tetap setia pada akar sejarah.

Panduan Wisata Kuliner & Rekomendasi Tempat

Mencari destinasi kuliner otentik di London membutuhkan sedikit intuisi. Untuk Fish and Chips, hindarilah restoran yang terlalu "turistik" dengan harga selangit; carilah kedai lokal yang disebut "Chippy" di kawasan perumahan untuk mendapatkan rasa yang asli. Untuk pengalaman Afternoon Tea, pesanlah tempat jauh-jauh hari di hotel bersejarah di daerah Mayfair atau Piccadilly.

Jangan lupa mengunjungi Borough Market, pasar makanan tertua di London, di mana Anda bisa mencicipi segala sesuatu mulai dari keju Inggris yang tajam hingga oyster segar langsung dari pesisir.

Oleh-oleh Khas:

Bawalah pulang kaleng teh eksklusif, biskuit shortbread mentega, atau sebotol kecil selai jeruk (marmalade) yang menjadi favorit keluarga kerajaan.

Rencanakan Petualangan Rasa Anda Bersama Traveloka!

Sudah terbayang kelezatan Beef Wellington atau hangatnya Afternoon Tea di tepi Sungai Thames? Segera wujudkan impian kuliner Anda di London. Melalui Traveloka, Anda bisa memesan tiket pesawat menuju Bandara Heathrow atau Gatwick dengan harga terbaik. Temukan juga berbagai hotel menawan yang dekat dengan pusat kuliner di kawasan Soho atau Southwark.

Gunakan fitur Traveloka Xperience untuk memesan tur kuliner "London Foodie Tour" yang akan membawa Anda menjelajahi hidden gems kuliner kota ini. Dengan Traveloka, perjalanan ke ibu kota Inggris menjadi lebih praktis, aman, dan tentunya penuh rasa!

Terbang Bersama Traveloka

Thu, 23 Apr 2026

Etihad

Jakarta (CGK) ke London (LHR)

Mulai dari Rp 5.327.321

Thu, 16 Apr 2026

Emirates

Bali / Denpasar (DPS) ke London (LHR)

Mulai dari Rp 7.524.135

Wed, 22 Apr 2026

Gulf Air

Singapore (SIN) ke London (LHR)

Mulai dari Rp 5.030.236

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apakah makanan tradisional London aman bagi Muslim (Halal)?

Meskipun banyak hidangan menggunakan daging babi (seperti bacon dalam sarapan), London adalah kota yang sangat ramah Muslim. Banyak restoran yang menyediakan pilihan daging halal atau menu seafood dan vegetarian seperti Fish and Chips (pastikan minyak penggorengannya tidak bercampur).

2. Berapa kisaran harga makan di London?

London bisa sangat mahal, namun makan di Pub atau Chippy biasanya lebih terjangkau. Sunday Roast di pub lokal biasanya memberikan nilai harga yang sangat sepadan dengan porsinya yang besar.

3. Apa perbedaan Fish and Chips Cod dan Haddock?

Cod memiliki rasa yang lebih ringan dan daging yang berlapis besar, sementara Haddock sedikit lebih manis dan tekstur dagingnya lebih padat. Keduanya sama-sama lezat!

4. Apakah Afternoon Tea sama dengan High Tea?

Secara historis berbeda. Afternoon Tea adalah tradisi kelas atas yang ringan (sore hari), sedangkan High Tea dulunya adalah makan malam berat kelas pekerja setelah pulang kerja. Namun, saat ini banyak tempat menggunakan istilah tersebut secara bergantian.

5. Di mana tempat terbaik mencari makanan tradisional yang murah?

Pasar makanan seperti Borough Market, Camden Market, atau kedai Pie and Mash tradisional di East London adalah pilihan terbaik bagi dompet Anda.

Siap menaklukkan kelezatan kota London? Mari susun rencana perjalanan Anda dan pesan tiket pesawat serta hotelnya sekarang juga hanya di Traveloka!

Dalam Artikel Ini

• Cita Rasa Sekilas: Makanan Khas London
• Pendahuluan: Elegansi Klasik di Tengah Kabut Kota Global
• Eksplorasi Mendalam Daftar Makanan Ikonik
• 1. Fish and Chips: Simbol Kejayaan Pesisir di Jantung Kota
• 2. English Breakfast (The Full Monty): Simfoni Pagi yang Megah
• 3. Pie and Mash dengan Liquor Sauce: Warisan East End
• 4. Sunday Roast: Tradisi Hangat di Akhir Pekan
• 5. Beef Wellington: Puncak Kemewahan Gastronomi Inggris
• 6. Afternoon Tea: Ritual Elegan Sore Hari
• Budaya Makan & Tradisi: Antara Pub dan Afternoon Tea
• Panduan Wisata Kuliner & Rekomendasi Tempat
• FAQ (Pertanyaan Umum)

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Thu, 23 Apr 2026
Etihad
Jakarta (CGK) ke London (LHR)
Mulai dari Rp 5.327.321
Pesan Sekarang
Thu, 16 Apr 2026
Emirates
Bali / Denpasar (DPS) ke London (LHR)
Mulai dari Rp 7.524.135
Pesan Sekarang
Wed, 22 Apr 2026
Gulf Air
Singapore (SIN) ke London (LHR)
Mulai dari Rp 5.030.236
Pesan Sekarang
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan