
Setiap pagi, ribuan orang berdesakan di Penanjakan 1 untuk menunggu matahari terbit di Bromo. Tidak jauh dari sana, ada spot yang jauh lebih sepi dengan pemandangan yang tidak kalah lengkap. Namanya Bukit Perahu. Dari puncaknya, Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru terlihat berjajar di atas lautan pasir.
Bukit Perahu berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), satu punggungan dengan Penanjakan 1 dan Bukit Kingkong, dengan ketinggian sekitar 2.700 mdpl menurut panduan wisata setempat. Bukit ini dicapai dengan jeep, lalu berjalan kaki sekitar 10–15 menit. Kalau berangkat dari luar Jawa Timur, kamu bisa memesan Tiket Pesawat ke Malang, lalu lanjut ke Bromo lewat jalur Tumpang atau ikut tur sunrise.
Bukit Perahu adalah salah satu spot sunrise di Bromo yang lebih kecil dan lebih sepi dibanding Penanjakan 1, tetapi punya pemandangan tiga gunung yang sama. Bukit ini ada di punggungan yang sama dengan Penanjakan 1, di antara spot besar itu dan Bukit Kingkong. Karena area pandangnya tidak terlalu luas, suasananya terasa lebih tenang.
Menurut panduan wisata Bromo, nama "Perahu" berasal dari bentuk puncak bukit yang mirip perahu terbalik bila dilihat dari sudut tertentu. Bentuk ini makin terlihat saat kabut pagi menutupi bagian bawah bukit.
Bukit Perahu termasuk spot yang belakangan makin dikenal. Selain untuk melihat matahari terbit, tempat ini juga dipakai pengunjung untuk memotret galaksi Bimasakti saat langit cerah dan untuk berkemah.
Bukit Perahu bisa dicapai lewat tiga pintu masuk Bromo: Sukapura (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), dan Tumpang (Malang). Kendaraan yang disarankan adalah jeep 4x4. Jalannya curam dan penuh tikungan tajam, terutama saat masih gelap. Panduan wisata menyebut jalur Tosari–Wonokitri dari sisi Pasuruan sebagai salah satu akses yang paling mudah.
| Info | Keterangan |
| Kawasan | Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur |
| Ketinggian | Sekitar 2.700 mdpl (panduan wisata) |
| Pintu masuk | Sukapura (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Tumpang (Malang) |
| Kendaraan | Jeep 4x4, lalu jalan kaki sekitar 10–15 menit |
| Tiket WNI hari kerja | Rp54.000 per orang |
| Tiket WNI hari libur | Rp79.000 per orang |
| Pembelian tiket | Online lewat bookingbromo.bromotenggersemeru.org |
Catatan: Biaya sewa jeep dihitung terpisah dan berbeda tergantung titik jemput dan jumlah spot yang dikunjungi. Harga bisa berubah sewaktu-waktu, jadi cek tarif terbaru di situs resmi TNBTS sebelum berangkat.
Berikut beberapa hal yang membuat Bukit Perahu layak dipilih saat berburu sunrise di Bromo.
Dari Bukit Perahu, kamu bisa melihat Gunung Bromo dengan kepulan asap kawahnya, Gunung Batok yang bentuknya simetris, dan Gunung Semeru di kejauhan. Di depannya, lautan pasir Bromo terbentang luas.
Pemandangan ini mirip dengan yang dilihat dari Penanjakan 1. Bedanya, kamu tidak perlu berebut tempat dengan ribuan orang lain.
Area pandang Bukit Perahu lebih kecil. Salah satu panduan menyebut kapasitasnya sekitar 100 orang. Karena itu, suasananya jauh lebih tenang dibanding Penanjakan 1 yang selalu padat saat pagi.
Bagi kamu yang ingin menikmati matahari terbit dengan lebih santai atau memotret tanpa banyak kepala di depan kamera, ini adalah keuntungan besar.
Menurut panduan wisata Bromo, puncak bukit ini terlihat seperti perahu yang terbalik bila dilihat dari jalur jeep. Saat kabut menutupi bagian bawah bukit, bentuk ini terlihat makin jelas.
Coba perhatikan bentuk bukitnya saat jeep melintas, terutama ketika hari mulai terang.
Meski lebih sepi, Bukit Perahu punya fasilitas yang cukup lengkap. Ada parkiran jeep, musala, toilet, dan warung yang menjual minuman hangat serta makanan ringan.
Beberapa panduan juga menyebut ada area yang bisa dipakai untuk berkemah. Pastikan aturan berkemah di kawasan TNBTS sebelum merencanakannya.
Sun, 25 Oct 2026

Batik Air
Jakarta (CGK) ke Malang (MLG)
Mulai dari Rp 1.119.100
Sun, 25 Oct 2026

Batik Air
Jakarta (HLP) ke Malang (MLG)
Mulai dari Rp 1.128.700
Tue, 27 Oct 2026

Batik Air
Bandar Lampung (TKG) ke Malang (MLG)
Mulai dari Rp 1.624.700
Kegiatan di Bukit Perahu berpusat pada pagi hari, tapi beberapa pengunjung datang lebih awal untuk menikmati langit malam.
Matahari terbit di Bromo biasanya sekitar pukul 05.00–05.30 WIB. Tiba paling lambat pukul 04.30 WIB supaya kamu sempat berjalan ke puncak dan mendapat posisi yang nyaman.
Saat langit mulai terang, perhatikan bagaimana Gunung Bromo dan Batok muncul perlahan dari balik kabut di atas lautan pasir.
Saat langit cerah dan bebas polusi cahaya, galaksi Bimasakti bisa terlihat dari Bukit Perahu sebelum fajar. Inilah alasan sebagian pengunjung datang lebih awal, sekitar pukul 03.00–04.00 WIB.
Bawa tripod dan kamera yang bisa diatur secara manual. Musim kemarau biasanya memberi langit yang paling jernih.
Setelah matahari terbit, jeep biasanya turun ke lautan pasir untuk melanjutkan perjalanan. Spot yang umum dikunjungi adalah Kawah Bromo, Pasir Berbisik, padang savana, dan Bukit Teletubbies.
Kalau menyewa jeep, tanyakan dulu spot mana saja yang termasuk dalam paket supaya Bukit Perahu masuk ke rute sunrise kamu.
Gunung Batok yang terlihat dari Bukit Perahu bisa kamu lihat lebih dekat saat turun ke lautan pasir. Gunung berbentuk kerucut dengan alur-alur di lerengnya ini menjadi salah satu ikon Bromo.
Perjalanan dari atas bukit ke kaki Batok membuatmu bisa melihat lanskap Bromo dari dua sudut yang berbeda dalam satu pagi.
Berburu sunrise di Bromo butuh persiapan, terutama karena kamu akan berangkat dini hari dan berada di ketinggian.
Musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, biasanya memberi langit paling cerah untuk melihat matahari terbit dan Bimasakti. Saat musim hujan, kabut dan awan lebih sering menutupi pemandangan.
Hari kerja juga biasanya lebih sepi, dan tiket masuknya lebih murah dibanding hari libur.
Suhu di Bukit Perahu saat dini hari sangat dingin. Beberapa panduan menyebut suhunya bisa 0–5°C. Pakai jaket tebal, sarung tangan, kupluk, syal, dan kaus kaki tebal.
Pakaian berlapis lebih praktis karena kamu bisa melepasnya setelah matahari naik dan suhu mulai hangat.
Tiket masuk kawasan TNBTS dibeli secara online lewat situs resmi bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Kalau ikut tur atau menyewa jeep dengan paket, tanyakan apakah tiket masuk sudah termasuk.
Simpan bukti pembelian tiket di ponselmu karena bisa diminta saat pemeriksaan di pintu masuk.
Jalan kaki 10–15 menit dari parkiran jeep ke puncak dilakukan saat masih gelap. Jalurnya menanjak dan belum beraspal, jadi bawa senter dan pakai sepatu yang tidak licin.
Datanglah sekitar 30 menit lebih awal dari rencana supaya tidak terburu-buru, dan bawa pulang sampahmu dari kawasan taman nasional.
Jadi, kalau keramaian Penanjakan 1 membuatmu ragu berburu sunrise di Bromo, Bukit Perahu adalah jawabannya. Dari punggungan yang sama, kamu tetap mendapat pemandangan Bromo, Batok, dan Semeru di atas lautan pasir, hanya dengan suasana yang jauh lebih tenang. Jalan kaki 10–15 menit dari parkiran jeep dan bangun sebelum subuh adalah harga kecil untuk pagi seperti itu.
Pesan tiket masuk lewat situs resmi, pilih hari cerah di musim kemarau, dan kenakan pakaian paling hangat yang kamu punya. Lalu, saat cahaya pertama menyentuh puncak Batok dan kabut perlahan turun dari lautan pasir, kamu akan tahu bahwa memilih bukit yang lebih sepi adalah keputusan yang tepat.
Traveloka adalah platform travel terdepan di Asia Tenggara yang dipercaya puluhan juta pengguna untuk merencanakan perjalanan. Pesan Tiket Pesawat ke Malang, pilih Hotel Dekat Gunung Bromo supaya tidak terlalu jauh berangkat dini hari, lalu temukan tur sunrise dan jeep di Aktivitas di Bromo. eSIM, sewa mobil, dan asuransi perjalanan juga bisa kamu pesan di aplikasi yang sama.
Bayar dengan Traveloka PayLater, transfer bank, atau dompet digital seperti GoPay, OVO, dan DANA. Unduh aplikasi Traveloka, salah satu aplikasi travel dengan rating terbaik di Google Play Store dan App Store, lalu mulai rencanakan pagi sunrise-mu di Bukit Perahu Bromo.







