
Di Pulau Masakambing yang kecil dan terpencil, seekor burung putih berjambul kuning nyaris menghilang dari muka bumi. Pada 2008, populasi Kakatua Kecil Jambul Kuning di sana tersisa sekitar 10 ekor saja, dan sejak tahun 2000 IUCN sudah menetapkan status Critically Endangered untuk spesies ini. Kisahnya jadi pengingat bahwa di balik ketenaran Sapi Madura dan tradisi Karapan Sapi, Madura menyimpan kekayaan satwa yang jauh lebih beragam dan sebagian di antaranya nyaris punah.
Dari daratan utama hingga pulau-pulau kecil di gugusan Kepulauan Kangean, hewan khas Madura mencakup satwa endemik, hasil persilangan unik, hingga hewan yang melekat erat dengan tradisi budaya. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Sumenep, kesempatan menyaksikan langsung kedelapan hewan khas ini bisa jadi pengalaman yang tak terlupakan.
Berikut delapan hewan khas Madura yang paling dikenal, dari satwa nyaris punah hingga hewan yang jadi kebanggaan budaya.
Sapi Madura adalah sapi endemik asli Indonesia dengan postur relatif kecil, kaki pendek namun kuat, dan bulu cokelat kemerahan dengan bagian bawah tubuh berwarna putih. Berbeda dari sapi perah, Sapi Madura tidak menghasilkan susu dan lebih difungsikan sebagai sapi kerja dan potong.
Hewan ini melekat erat dengan identitas Madura lewat tradisi Karapan Sapi, lomba pacuan yang digelar setiap Agustus-September dengan final memperebutkan Piala Bergilir Presiden di Pamekasan.
Ayam Bekisar adalah hasil persilangan ayam kampung dengan ayam hutan hijau, menghasilkan bulu hijau-hitam mengilap dan suara kokok dua nada yang khas, nada pendek disusul nada panjang yang menggema. Fauna asli Kepulauan Kangean dan Sumenep ini kini jadi maskot resmi Provinsi Jawa Timur.
Keindahan bulu dan keunikan suaranya menjadikan Ayam Bekisar banyak dipelihara sebagai hewan hias, bahkan diikutsertakan dalam berbagai kontes kicau di seluruh Jawa Timur.
Kakatua berbulu putih dengan jambul kuning cerah ini hanya bisa ditemukan di Pulau Masakambing, pulau kecil bagian dari gugusan Kepulauan Kangean. Populasinya anjlok drastis akibat perburuan liar untuk perdagangan satwa hias.
Sejak tahun 2000, IUCN Red List menetapkan status Critically Endangered untuk spesies ini, dengan populasi yang sempat tersisa sekitar 10 ekor pada 2008, menjadikannya salah satu satwa paling terancam di Indonesia.
Tue, 25 Aug 2026

Susi Air
Pagerungan Besar (WAR) ke Sumenep (SUP)
Mulai dari Rp 529.020
Tue, 1 Sep 2026

Susi Air
Bawean (BXW) ke Sumenep (SUP)
Mulai dari Rp 474.650
Burung Pentet atau Cendet Madura berukuran kecil dengan bulu dominan hitam, tubuh ramping, dan suara kicauan yang keras serta khas. Burung ini punya temperamen petarung yang membuatnya populer di kalangan penggemar burung kicau.
Dulu banyak dijumpai di kawasan pegunungan Madura sekitar dekade 1980-an, namun kini populasinya di alam liar semakin jarang terlihat akibat perburuan untuk dipelihara.
Ayam Gaok berasal dari Pulau Poteran dengan ciri khas suara kokok yang memanjang, mirip Ayam Pelung dari Jawa Barat. Ayam jantan bisa mencapai bobot sekitar 4 kilogram, sementara betinanya berkisar 2 hingga 2,5 kilogram.
Keunikan suaranya yang panjang dan merdu menjadikan Ayam Gaok banyak dicari kolektor unggas hias, meski populasinya kini terbatas di daerah asalnya.
Kucing Busok atau Kucing Raas berasal dari Pulau Raas, berukuran lebih besar dari kucing rumahan biasa dengan penampilan menyerupai kucing liar. Warnanya bervariasi antara abu kebiruan (Buso) atau cokelat (Kecubung), dengan ekor yang khas melengkung atau berkelok.
Meski belum berstatus resmi terancam punah, perburuan yang terus meningkat membuat populasi Kucing Busok di alam liar semakin berkurang dari tahun ke tahun.
Burung Gosong adalah burung berukuran sedang sekitar 36 sentimeter dari Pulau Saobi, berbulu cokelat kemerahan dengan sayap pendek dan kebiasaan hidup di darat. Burung ini dikenal aktif bersuara di malam hari.
Sebagai spesies endemik pulau kecil, Burung Gosong menjadi salah satu kekayaan satwa Madura yang paling jarang diketahui masyarakat luas namun tetap penting bagi ekosistem pulau asalnya.
Musang Pandan Kangean mirip musang pada umumnya namun berukuran lebih kecil dengan kaki yang lebih pendek, berbulu gelap dan kadang bercorak totol atau garis. Hewan nokturnal ini hidup di kawasan hutan Pulau Kangean.
Perburuan yang terus meningkat, termasuk untuk diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan eksotis, membuat populasi Musang Pandan Kangean di alam liar semakin menyusut.

Indonesia

Myze Hotel Sumenep

9.3/10
•




Batuan
Rp 467.715
Karapan Sapi adalah lomba pacuan kecepatan sepasang sapi jantan menarik kereta kayu kecil, mengutamakan siapa yang tercepat mencapai garis akhir. Tradisi ini digelar setiap Agustus-September dengan puncaknya di Pamekasan memperebutkan Piala Bergilir Presiden.
Sapi Sonok justru sebaliknya: kontes kecantikan sepasang sapi betina yang dinilai dari keserasian gerak dan cara berjalan mengikuti irama musik Saronin, bukan kecepatan. Sapi-sapi ini dihias perhiasan emas dan kain adat, lalu berjalan anggun mengikuti alunan musik di sepanjang lintasan, populer terutama di Pasean, Waru, Batuputih, dan Batumarmar.
Untuk menyaksikan langsung keunikan satwa-satwa ini, berikut lokasi yang paling direkomendasikan di Madura.
Sebagai rumah asli Ayam Bekisar dan Musang Pandan Kangean, kepulauan ini jadi tujuan utama bagi pencinta satwa yang ingin melihat langsung habitat asli kedua hewan tersebut.
Pulau kecil ini adalah satu-satunya habitat Kakatua Kecil Jambul Kuning yang tersisa, meski kunjungan perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat status konservasinya yang kritis.
Kedua kabupaten ini jadi pusat penyelenggaraan Karapan Sapi dan Sapi Sonok, biasanya digelar antara Agustus hingga Oktober setiap tahunnya, memberi kesempatan menyaksikan langsung Sapi Madura dalam konteks budayanya yang paling otentik.
Dari Sapi Madura yang jadi kebanggaan budaya hingga Kakatua Masakambing yang nyaris punah, kedelapan hewan khas Madura ini menunjukkan kekayaan sekaligus kerentanan satwa di pulau garam ini. Setiap hewan membawa cerita yang berbeda, dari tradisi yang dirayakan hingga spesies yang butuh perlindungan segera.
Menjelajahi langsung Pulau Kangean, Masakambing, atau menyaksikan Karapan Sapi di Pamekasan akan memberi pemahaman yang jauh lebih dalam tentang kekayaan satwa Madura dibanding sekadar membaca ceritanya.
Traveloka adalah aplikasi travel terdepan di Asia Tenggara yang memudahkan perjalanan Anda menjelajahi Madura dari satu aplikasi saja. Pesan Tiket Pesawat ke Sumenep, cari Hotel di Sumenep, lalu lengkapi liburan dengan Aktivitas di Sumenep seperti menyeberang ke Gili Labak atau menjelajahi kepulauan sekitar Kangean.
Selain flight dan hotel, Traveloka juga menyediakan sewa mobil dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama, sehingga perjalanan menjelajahi Madura bisa direncanakan tanpa ribet. Nikmati kemudahan membayar dengan Traveloka PayLater, transfer bank, atau dompet digital seperti GoPay dan OVO, lewat aplikasi yang konsisten meraih rating tinggi di Google Play Store dan App Store.







