Mengenal 5 Kapal Layar Tradisional Asal Indonesia

Mas Bellboy
Waktu baca 2 menit

Sebagai negara kepulauan terbesar, laut menjadi penghubung utama yang menyatukan wilayah Indonesia. Sejak berabad-abad silam, nenek moyang kita telah menaklukkan samudra melalui teknologi perkapalan canggih yang menjadi bukti kecerdasan arsitektur bahari Nusantara.

Kapal-kapal layar tradisional ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan mahakarya seni yang membentuk identitas maritim bangsa. Berikut adalah daftar kapal ikonik asal Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam sejarah kelautan kita.

Indonesia

Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

9/10

Jakarta Pusat

Rp 2.401.720

Rp 2.377.703

5 Kapal Layar Tradisional Ikonik Indonesia

Setiap kapal di bawah ini mencerminkan kearifan lokal dan adaptasi luar biasa manusia Indonesia terhadap karakter perairan nusantara yang beragam.

1. Kapal Pinisi (Sulawesi Selatan)

Pinisi adalah primadona maritim Indonesia yang sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Berasal dari suku Bugis dan Makassar, kapal ini memiliki ciri khas berupa dua tiang layar utama dan tujuh helai layar. Angka tujuh ini melambangkan tujuh samudra besar di dunia yang mampu diarungi oleh nenek moyang kita.

Keunikan: Dibangun tanpa menggunakan paku besi, melainkan pasak kayu dan teknik sambungan yang presisi.
Fungsi: Dahulu digunakan sebagai kapal dagang antarpulau, kini banyak dialihfungsikan menjadi kapal pesiar mewah (Liveaboard).

2. Kapal Sandeq (Sulawesi Barat)

Jika Pinisi adalah kapal besar yang tangguh, Sandeq adalah "sprinter" di lautan. Kapal bercadik khas suku Mandar ini dikenal sebagai kapal layar tradisional tercepat di Indonesia. Bentuknya yang ramping menjadikannya sangat lincah saat membelah ombak.

Keunikan: Memiliki layar berbentuk segitiga dan cadik sebagai penyeimbang agar tetap stabil meski dipacu dalam kecepatan tinggi.
Fungsi: Awalnya digunakan untuk berburu ikan pemancing telur ikan terbang, namun kini sering dilombakan dalam festival tahunan "Sandeq Race".

3. Kapal Pledang (Nusa Tenggara Timur)

Kapal Pledang berasal dari desa Lamalera, Lembata. Kapal ini memiliki ikatan emosional dan spiritual yang kuat dengan masyarakat setempat, khususnya dalam tradisi perburuan paus tradisional yang dilakukan secara berkelompok.

Keunikan: Dibuat secara komunal dan penuh dengan ritual adat. Bagian depannya memiliki platform kayu tempat Lamafa (penikam paus) berdiri untuk melompat ke arah buruan.
Fungsi: Sarana utama dalam tradisi berburu paus yang hasilnya dibagi secara adil untuk seluruh warga desa.

4. Kapal Kora-Kora (Maluku)

Kapal Kora-Kora adalah simbol kekuatan militer laut di masa lalu, terutama di wilayah Maluku dan Ternate. Kapal ini berbentuk ramping dan panjang dengan banyak pendayung, sehingga bisa bergerak dengan sangat cepat di perairan sempit antar pulau rempah-rempah.

Keunikan: Biasanya dihiasi dengan ukiran kepala burung di bagian haluan dan ekor di bagian buritan. Digunakan oleh Sultan-Sultan Maluku dalam peperangan laut.
Fungsi: Dahulu digunakan sebagai kapal perang dan pengawal kapal dagang rempah, saat ini digunakan dalam upacara adat dan perlombaan dayung.

5. Kapal Jukung (Bali & Kalimantan)

Jukung adalah kapal kecil yang sangat umum ditemui di berbagai wilayah Indonesia dengan modifikasi yang berbeda-beda. Di Bali, Jukung sering memiliki cadik ganda dengan warna-warna cerah, sedangkan di Kalimantan, Jukung digunakan sebagai transportasi utama di sungai.

Keunikan: Dibuat dari satu batang pohon utuh yang dikeruk bagian tengahnya (dugout canoe), menjadikannya sangat awet dan tahan kebocoran.
Fungsi: Digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan di perairan dangkal atau sebagai sarana transportasi pasar terapung.

Destinasi Terbaik untuk Melihat Kapal Tradisional Indonesia

Melihat langsung kemegahan kapal-kapal tradisional ini tentu memberikan kesan yang mendalam. Agar perjalanan Anda mengeksplorasi budaya maritim Indonesia berjalan lancar, manfaatkan layanan praktis dari Traveloka untuk mengunjungi destinasi berikut:

1. Labuan Bajo & Bulukumba (Kapal Pinisi)

Untuk melihat proses pembuatan Pinisi, Anda bisa mengunjungi Tana Beru di Bulukumba, atau langsung terbang ke Labuan Bajo untuk merasakan sensasi menginap di atas kapal tersebut (Liveaboard). Anda bisa dengan mudah memesan hotel di Labuan Bajo atau resor di pinggir pantai melalui Traveloka sebagai titik awal petualangan laut Anda.

Labuan Bajo

Tur Pulau Komodo oleh East Cruise

9.5/10

Labuan Bajo

Rp 1.350.000

Rp 1.138.890

2. Sulawesi Barat (Kapal Sandeq)

Jika ingin menyaksikan kecepatan Sandeq, datanglah ke Polewali Mandar atau Mamuju saat musim festival Sandeq Race. Agar perjalanan menuju lokasi acara di pesisir pantai lebih fleksibel, Anda bisa menggunakan layanan sewa mobil di Traveloka yang praktis dan nyaman untuk keluarga.

3. Desa Lamalera, NTT (Kapal Pledang)

Kunjungi Desa Lamalera di Lembata untuk melihat Kapal Pledang yang masih digunakan secara tradisional. Rencanakan perjalanan Anda dengan memesan tiket pesawat atau tiket kereta menuju titik transit terdekat melalui Traveloka untuk memastikan mobilitas yang lebih terorganisir.

4. Ternate & Banda Neira (Kapal Kora-Kora)

Saksikan kemegahan Kora-Kora di Benteng Oranje, Ternate atau saat perayaan festival budaya di Banda Neira. Melalui Traveloka, Anda bisa langsung memesan berbagai tiket wisata museum atau paket tur edukasi sejarah maritim agar kunjungan Anda lebih praktis tanpa perlu mengantre.

Lestarikan Warisan Bahari Nusantara Bersama Traveloka!

Kapal layar tradisional asal Indonesia adalah bukti nyata bahwa kita adalah bangsa pemenang di lautan. Melestarikan budaya ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita dengan cara mengapresiasi dan mengunjungi destinasi wisata sejarah maritim di tanah air.

Sudah siap berlayar dan menjelajahi kekayaan laut Indonesia? Segera buka aplikasi Traveloka untuk memesan tiket pesawat, tiket kereta, hingga hotel impian Anda. Jangan lupa rencanakan aktivitas seru Anda di Traveloka Xperience dan gunakan layanan sewa mobil untuk kemudahan perjalanan. Selamat menjelajahi kejayaan bahari Indonesia!

Terbang Bersama Traveloka

Sat, 6 Jun 2026

Citilink

Jakarta (CGK) ke Labuan Bajo (LBJ)

Mulai dari Rp 1.502.700

Sat, 6 Jun 2026

AirAsia Indonesia

Bali / Denpasar (DPS) ke Labuan Bajo (LBJ)

Mulai dari Rp 1.048.000

Sat, 6 Jun 2026

Super Air Jet

Surabaya (SUB) ke Labuan Bajo (LBJ)

Mulai dari Rp 1.715.600

Dalam Artikel Ini

• 5 Kapal Layar Tradisional Ikonik Indonesia
• 1. Kapal Pinisi (Sulawesi Selatan)
• 2. Kapal Sandeq (Sulawesi Barat)
• 3. Kapal Pledang (Nusa Tenggara Timur)
• 4. Kapal Kora-Kora (Maluku)
• 5. Kapal Jukung (Bali & Kalimantan)
• Destinasi Terbaik untuk Melihat Kapal Tradisional Indonesia
• 1. Labuan Bajo & Bulukumba (Kapal Pinisi)
• 2. Sulawesi Barat (Kapal Sandeq)
• 3. Desa Lamalera, NTT (Kapal Pledang)
• 4. Ternate & Banda Neira (Kapal Kora-Kora)
• Lestarikan Warisan Bahari Nusantara Bersama Traveloka!

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Sat, 6 Jun 2026
Citilink
Jakarta (CGK) ke Labuan Bajo (LBJ)
Mulai dari Rp 1.502.700
Pesan Sekarang
Sat, 6 Jun 2026
AirAsia Indonesia
Bali / Denpasar (DPS) ke Labuan Bajo (LBJ)
Mulai dari Rp 1.048.000
Pesan Sekarang
Sat, 6 Jun 2026
Super Air Jet
Surabaya (SUB) ke Labuan Bajo (LBJ)
Mulai dari Rp 1.715.600
Pesan Sekarang
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan