
Kalau kamu sedang menjelajahi Berau, Kalimantan Timur, sempatkan waktu untuk mengenal sisi sejarah daerah ini. Di tepi Sungai Kelay berdiri Keraton Sambaliung, bekas pusat pemerintahan Kesultanan Sambaliung yang kini menjadi museum. Bangunan kayunya menyimpan berbagai peninggalan kesultanan, mulai dari furnitur kerajaan, prasasti, hingga meriam yang pernah digunakan dalam perlawanan terhadap Belanda.
Sejarah Keraton Sambaliung berkaitan dengan Kesultanan Berau yang telah berdiri sejak 1377. Pada 1810, Kesultanan Berau terbagi menjadi Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur. Menurut pengelola keraton, perpecahan tersebut tidak lepas dari politik adu domba Belanda yang memanfaatkan konflik di antara keluarga kerajaan. Nama Sambaliung sendiri digunakan secara resmi sejak 1849, setelah sebelumnya mengalami beberapa kali perubahan nama.
Sultan Alimuddin atau Raja Alam menjadi penguasa pertama Sambaliung. Ia merupakan keturunan langsung dari Aji Suryanata Kesuma, yang dikenal sebagai raja pertama Berau. Bangunan Keraton Sambaliung yang masih berdiri hingga sekarang mulai dibangun pada 1881 dan selesai pada 1930-an pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Aminuddin.
Kesultanan Sambaliung bertahan hingga 1960 sebelum bergabung kembali dalam pemerintahan Kabupaten Berau. Setelah masa kesultanan berakhir, keraton kemudian berfungsi sebagai museum. Di dalamnya tersimpan berbagai peninggalan bersejarah, termasuk prasasti kayu ulin beraksara Arab-Melayu, tugu beraksara Bugis, meriam, serta buaya sepanjang sekitar empat meter yang telah diawetkan.
Fri, 27 Nov 2026

Garuda Indonesia
Jakarta (CGK) ke Balikpapan (BPN)
Mulai dari Rp 1.525.700
Tue, 10 Nov 2026

Wings Air
Banjarmasin (BDJ) ke Balikpapan (BPN)
Mulai dari Rp 994.600
Mon, 9 Nov 2026

Super Air Jet
Berau (BEJ) ke Balikpapan (BPN)
Mulai dari Rp 1.074.300
Keraton Sambaliung berada di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tepat di tepi Sungai Kelay dan berseberangan dengan pusat Kota Tanjung Redeb.
Dari Tanjung Redeb, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Kecamatan Sambaliung. Akses menuju kawasan ini dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Tergantung kondisi akses saat berkunjung, perjalanan menuju kawasan Sambaliung dapat dilakukan melalui jembatan atau penyeberangan sungai.
Gapura besar dengan lambang keraton menjadi salah satu penanda saat memasuki kawasan Keraton Sambaliung.
Keraton Sambaliung kini berfungsi sebagai museum dan umumnya dapat dikunjungi pada jam kerja di siang hari.
Informasi pada sumber belum mencantumkan nominal tiket masuk terbaru.
Beberapa fasilitas dan area yang dapat ditemukan pengunjung antara lain:
Ruang utama menjadi salah satu bagian penting yang dapat dijelajahi. Di dalamnya terdapat kursi dan meja peninggalan Sultan Sambaliung yang dahulu digunakan untuk berbagai kegiatan kerajaan, termasuk pertemuan adat dan penobatan gelar bangsawan.
Di dinding ruangan juga terdapat informasi mengenai silsilah raja serta foto para sultan terdahulu.
Di halaman depan keraton terdapat tugu prasasti berbahan kayu ulin dengan tulisan Arab-Melayu. Kamu juga dapat melihat dua tugu beraksara Bugis serta meriam yang pernah digunakan dalam perlawanan terhadap Belanda.
Peninggalan tersebut menjadi bagian penting dari cerita sejarah Kesultanan Sambaliung.
Salah satu koleksi yang cukup unik adalah buaya sepanjang sekitar empat meter yang telah diawetkan dan ditempatkan dalam kotak kaca di bagian luar keraton.
Koleksi ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pengunjung yang ingin melihat gambaran kehidupan di sekitar Sungai Kelay pada masa lalu.
Luangkan waktu untuk melihat berbagai peninggalan kesultanan yang masih tersimpan di dalam keraton. Setiap koleksi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal kehidupan kerajaan pada masa lalu.
Manfaatkan kesempatan untuk mempelajari sejarah Sambaliung secara langsung. Jika tersedia, kamu dapat menggunakan jasa pemandu setempat agar cerita mengenai silsilah, kehidupan kerajaan, dan sejarah kawasan dapat dipahami lebih lengkap.
Posisi keraton yang berada tepat di tepi Sungai Kelay memberikan latar foto yang menarik. Kamu bisa mengabadikan bangunan keraton sekaligus suasana sungai dari area yang diperbolehkan pengelola.
Perhatikan bentuk bangunan, ukiran, serta penggunaan material kayu yang menjadi karakter arsitektur Keraton Sambaliung. Bangunannya menggabungkan gaya Melayu dengan sentuhan Tionghoa.
Keraton Sambaliung dapat menjadi pilihan wisata edukatif untuk mengenalkan sejarah lokal kepada anak-anak maupun keluarga. Koleksi benda peninggalan kerajaan membuat pembelajaran sejarah terasa lebih dekat dan nyata.
Karena Keraton Sambaliung berada tidak jauh dari pusat Kota Tanjung Redeb, kamu bisa memilih menginap di berbagai hotel yang tersedia di sana. Berikut beberapa rekomendasi hotel yang bisa kamu pesan lewat Traveloka.
Mercure Berau sangat dipilih banyak tamu karena lokasinya di Tanjung Redeb. Penginapan ini menawarkan fasilitas lengkap termasuk golf dan area bermain anak untuk liburan keluarga.

Indonesia

Mercure Berau

9.5/10
•




Tanjung Redeb
Rp 561.000
Hotel Derawan Indah juga memiliki lokasi strategis di pusat Kota Tanjung Redeb. Fasilitasnya termasuk kolam renang dan fitnes, cocok sebagai basecamp kamu sebelum dan saat menjelajah Berau.

Indonesia

Hotel Derawan Indah

8.2/10
•


Tanjung Redeb
Rp 262.080
SM Tower Hotel and Convention untuk urusan bisnis, penginapan ini banyak dipilih oleh tamu. Meski begitu lokasinya yang strategis serta fasilitas yang nyaman, tidak hanya para pebisnis yang menginap tapi juga cocok untuk tempat liburan keluarga.

Indonesia

SM Tower Hotel and Convention Berau

9.1/10
•



Tanjung Redeb
Rp 435.332
Hotel Palmy bisa menjadi opsi terbaik untuk kamu yang tidak mau repot soal urusan antar-jemput bandara. Karena salah satu fasilitas utama hotel ini adalah layanan antar-jemput tersebut untuk memudahkan perjalanan ke Berau.

Indonesia

Hotel Palmy

8.6/10
•



Tanjung Redeb
Rp 412.010
*Perlu diketahui bahwa seluruh harga yang tertera di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung musim, ketersediaan kamar, dan kebijakan masing-masing hotel.
Keraton Sambaliung membuktikan bahwa Berau bukan cuma soal keindahan bawah laut Kepulauan Derawan, tapi juga menyimpan jejak politik dan kejayaan kesultanan yang layak untuk kamu telusuri. Supaya perjalanan sejarahmu ke Berau makin lengkap, urus dulu penerbangan dan penginapan lewat Traveloka.
Saatnya mempersiapkan liburan kamu. Yuk, gunakan Traveloka untuk mencari tiket pesawat menuju Bandara Kalimarau, pesan hotel di Tanjung Redeb, atau cek tiket bus & shuttle untuk perjalanan darat lanjutan. Jangan lupa, cek promo Traveloka, termasuk Promo BCA, Kode Kupon Traveloka, dan Promo Bank Traveloka yang sedang berlaku untuk mendapatkan harga lebih hemat.










