Masjid Sultan Suriansyah: Jejak Sejarah Islam Tertua di Kalimantan Selatan

Travel Bestie
Waktu baca 3 menit

Masjid Sultan Suriansyah merupakan salah satu peninggalan sejarah Islam paling penting di Kalimantan Selatan. Terletak di Kota Banjarmasin, masjid ini dikenal sebagai masjid tertua di provinsi tersebut dan menjadi saksi awal perkembangan Islam di wilayah Banjar.

Masjid Sultan Suriansyah merupakan salah satu peninggalan sejarah Islam paling penting di Kalimantan Selatan. Terletak di Kota Banjarmasin, masjid ini dikenal sebagai masjid tertua di provinsi tersebut dan menjadi saksi awal perkembangan Islam di wilayah Banjar.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Sultan Suriansyah juga memiliki nilai budaya dan sejarah yang tinggi. Arsitekturnya mencerminkan gaya tradisional Banjar yang khas, berpadu dengan unsur keislaman yang sederhana namun sarat makna. Bagi kamu yang tertarik dengan wisata religi dan sejarah, masjid ini merupakan destinasi yang layak dikunjungi.

Sekilas Tentang Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah, raja pertama Kesultanan Banjar yang memeluk agama Islam. Sultan Suriansyah memerintah pada abad ke-16 dan berperan besar dalam penyebaran Islam di Kalimantan Selatan.

Masjid ini awalnya bernama Masjid Kuin, sesuai dengan lokasi pembangunannya di kawasan Kuin Utara, Banjarmasin. Seiring waktu, masjid ini dikenal dengan nama Masjid Sultan Suriansyah sebagai bentuk penghormatan kepada sang sultan.

Lokasi dan Akses ke Masjid

Masjid Sultan Suriansyah terletak di Jalan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lokasinya berada di kawasan yang tidak jauh dari Sungai Kuin, salah satu jalur transportasi tradisional masyarakat Banjar.

Kamu bisa mencapai masjid ini dengan kendaraan pribadi, ojek online, atau angkutan umum. Dari pusat Kota Banjarmasin, perjalanan biasanya memakan waktu sekitar 15-20 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Akses jalan menuju masjid cukup baik dan mudah diikuti.

Sejarah Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah diperkirakan dibangun sekitar tahun 1526 M. Masjid ini menjadi simbol awal masuknya Islam ke wilayah Kerajaan Banjar, setelah Sultan Suriansyah memeluk agama Islam dan menjadikannya sebagai agama resmi kerajaan.

Pada masa awal, masjid ini berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus tempat dakwah Islam. Selain itu, masjid juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk membahas urusan keagamaan dan sosial.

Seiring berjalannya waktu, masjid ini mengalami beberapa kali renovasi untuk menjaga kondisi bangunan. Meski demikian, bentuk arsitektur aslinya tetap dipertahankan agar nilai sejarahnya tidak hilang.

Arsitektur Khas Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Sultan Suriansyah memiliki arsitektur tradisional Banjar yang berbeda dari masjid modern pada umumnya. Di bawah ini beberapa arsitektur Masjid Sultan Suriansyah yang cukup populer dan berbeda dari masjid-masjid biasanya.

1. Atap Tumpang Bergaya Banjar

Ciri khas utama masjid ini adalah atap tumpang bertingkat yang menyerupai bentuk limas. Atap ini melambangkan nilai-nilai spiritual dalam Islam dan juga mencerminkan budaya lokal Banjar.

Bahan bangunan utamanya terbuat dari kayu ulin, jenis kayu khas Kalimantan yang terkenal kuat dan tahan lama. Penggunaan kayu ulin menunjukkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam.

2. Tanpa Kubah, Tetap Ikonik

Berbeda dengan banyak masjid modern yang menggunakan kubah besar, Masjid Sultan Suriansyah tidak memiliki kubah. Desainnya lebih sederhana dan menonjolkan unsur tradisional.

Meski tanpa kubah, masjid ini tetap terlihat megah dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama pecinta arsitektur sejarah.

3. Interior yang Sederhana dan Sakral

Bagian dalam masjid didominasi oleh material kayu dengan ornamen minimalis. Suasananya terasa tenang dan khusyuk, cocok untuk beribadah maupun sekadar merenung.

Mihrab dan mimbar masjid juga dibuat dengan gaya tradisional, tanpa hiasan berlebihan, mencerminkan kesederhanaan dalam beragama.

Wisata di Sekitar Masjid Sultan Suriansyah

Selain mengunjungi masjid bersejarah ini, kawasan sekitar Kuin Utara dan Banjarmasin memiliki beberapa destinasi menarik yang bisa kamu jadikan tujuan lanjutan. Di bawah ini beberapa tempat wisata di sekitar Masjid Sultan Suriansyah yang bisa jadi pilihan kamu saat berkunjung.

1. Wisata Sungai Kuin & Kampung Sasirangan

Sungai Kuin adalah salah satu cabang sungai di Banjarmasin yang tetap aktif digunakan sebagai jalur transportasi tradisional. Di sepanjang sungai, kamu bisa melihat rumah-rumah tradisional masyarakat Banjar dan aktivitas keseharian warga, seperti mencuci, berdagang, dan perahu yang melintas. Tidak jauh dari masjid, terdapat kawasan Kampung Sasirangan, pusat produksi kain Sasirangan, batik khas Kalimantan Selatan. Di sini, kamu bisa melihat langsung proses pembuatan kain, bahkan membeli oleh-oleh dengan motif yang unik.

2. Menara Pandang Sungai Martapura

Jika kamu ingin melihat panorama Banjarmasin dari ketinggian, Menara Pandang Sungai Martapura merupakan pilihan menarik. Dari titik ini, kamu bisa menyaksikan sungai yang membelah kota, perahu-perahu tradisional, serta kehidupan warga yang masih sangat kental dengan budaya sungai. Lokasi menara ini tidak terlalu jauh dari Kuin Utara, sehingga bisa dijadikan bagian dari itinerary wisata kamu setelah berkunjung ke masjid.

3. Kampung Banjar & Wisata Budaya

Di sekitar kawasan masjid juga banyak ditemukan kampung Banjar tradisional yang menawarkan pengalaman wisata budaya autentik. Kamu bisa berjalan kaki di gang-gang sempit, menyapa warga lokal, dan melihat rumah tradisional masyarakat Banjar. Beberapa rumah adat juga membuka diri untuk dikunjungi sebagai rumah budaya.

4. Museum Wasaka Banjarmasin

Tidak jauh dari lokasi masjid, Museum Wasaka menjadi tujuan menarik bagi kamu yang ingin memahami lebih dalam tentang sejarah dan budaya Kalimantan Selatan. Museum ini menampilkan koleksi artefak, foto sejarah, hingga benda-benda yang berkaitan dengan masa Kesultanan Banjar dan berbagai budaya lokal. Ini bisa menjadi pelengkap kunjunganmu setelah melihat secara langsung jejak sejarah Islam di Masjid Sultan Suriansyah.

Masjid Sultan Suriansyah bukan hanya tempat ibadah; ia adalah simbol sejarah yang hidup dan warisan budaya yang masih dipertahankan masyarakat Kalimantan Selatan. Dikombinasikan dengan sejumlah destinasi wisata budaya, alam, dan kuliner di sekitarnya, kawasan ini menawarkan pengalaman yang lengkap, mulai dari sisi spiritual, edukatif, hingga rekreasi santai.

Bagi kamu yang ingin mengenal lebih jauh sejarah Islam di Nusantara atau menikmati kultur Banjar yang kaya, Masjid Sultan Suriansyah dan area sekitarnya layak menjadi bagian dari daftar perjalananmu saat mengunjungi Banjarmasin.

Sudah siap menjelajahi Kalimantan Selatan? Yuk, rencanakan perjalanan seru dengan Traveloka! Dapatkan kemudahan pesan tiket pesawat, tiket kereta api, shuttle bus, hingga booking hotel. Selain itu, kamu juga bisa memesan tiket atraksi wisata di destinasi tujuan tanpa harus jauh-jauh datang ke lokasi. Tunggu apa lagi? Liburan pakai Traveloka sekarang dan nikmati kemudahannya!

Dalam Artikel Ini

• Sekilas Tentang Masjid Sultan Suriansyah
• Lokasi dan Akses ke Masjid
• Sejarah Masjid Sultan Suriansyah
• Arsitektur Khas Masjid Sultan Suriansyah
• 1. Atap Tumpang Bergaya Banjar
• 2. Tanpa Kubah, Tetap Ikonik
• 3. Interior yang Sederhana dan Sakral
• Wisata di Sekitar Masjid Sultan Suriansyah
• 1. Wisata Sungai Kuin & Kampung Sasirangan
• 2. Menara Pandang Sungai Martapura
• 3. Kampung Banjar & Wisata Budaya
• 4. Museum Wasaka Banjarmasin
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan