
Combro mungkin terlihat seperti camilan sederhana berbahan dasar singkong. Namun di balik bentuknya yang sederhana dan rasanya yang gurih pedas, tersimpan cerita panjang tentang tradisi, kreativitas, dan identitas kuliner masyarakat Sunda.
Jika kamu pernah mencicipi combro hangat yang baru diangkat dari penggorengan, kamu pasti tahu betapa sulitnya berhenti di satu gigitan. Teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam membuat camilan ini tetap relevan dari masa ke masa.
Melalui artikel ini, kamu akan diajak memahami sejarah combro, fakta menarik di balik perkembangannya, hingga cara terbaik menikmatinya. Tidak hanya itu, ada juga inspirasi destinasi wisata Jawa Barat yang bisa kamu jelajahi sambil berburu kuliner tradisional.
Sejarah combro tidak bisa dilepaskan dari budaya agraris masyarakat Sunda di Jawa Barat. Pada masa lalu, singkong menjadi salah satu bahan pangan utama selain beras. Tanaman ini mudah tumbuh di berbagai kondisi tanah dan menjadi solusi pangan ketika hasil panen padi tidak mencukupi.
Dari kebutuhan inilah lahir berbagai olahan berbahan dasar singkong. Singkong diparut, diperas, lalu diolah menjadi beragam makanan tradisional. Salah satu kreasi paling populer adalah combro.
Nama combro sendiri berasal dari singkatan bahasa Sunda, yaitu "oncom di jero" yang berarti oncom di dalam. Sesuai namanya, camilan ini berisi oncom berbumbu pedas yang dibungkus adonan singkong parut, kemudian digoreng hingga keemasan.
Oncom yang digunakan biasanya adalah oncom merah yang terbuat dari ampas tahu yang difermentasi. Rasanya khas, sedikit gurih dengan aroma fermentasi yang unik. Perpaduan singkong yang netral dengan isian oncom pedas inilah yang menciptakan karakter kuat pada combro.
Pada awalnya, combro dibuat sebagai camilan rumahan. Proses pembuatannya dilakukan secara manual, mulai dari memarut singkong menggunakan alat tradisional hingga menggorengnya di tungku kayu bakar. Seiring waktu, combro mulai dijual di pasar tradisional dan menjadi jajanan favorit masyarakat.
Fri, 27 Feb 2026

Wings Air
Semarang (SRG) ke Bandung (BDO)
Mulai dari Rp 839.500
Sun, 8 Mar 2026

Wings Air
Surabaya (SUB) ke Bandung (BDO)
Mulai dari Rp 1.423.100
Sun, 1 Mar 2026

Lion Air
Solo (SOC) ke Bandung (BDO)
Mulai dari Rp 2.500.372
Jika menelusuri sejarah combro lebih dalam, kamu akan melihat bagaimana makanan ini mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Pada era kolonial, singkong sempat dianggap sebagai makanan kelas bawah. Namun masyarakat lokal tetap mempertahankan kreativitasnya dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan lezat. Combro menjadi simbol ketahanan pangan sekaligus kreativitas kuliner.
Memasuki era modern, combro mulai mengalami variasi. Tidak hanya berbentuk lonjong klasik, kini ada combro mini, combro jumbo, hingga combro dengan berbagai isian seperti ayam, keju, atau bahkan sosis. Meski begitu, versi tradisional dengan oncom tetap menjadi favorit.
Perkembangan teknologi juga memengaruhi cara produksi. Jika dahulu semua proses dilakukan secara manual, sekarang banyak produsen menggunakan alat pemarut dan penggorengan modern untuk meningkatkan kapasitas produksi tanpa menghilangkan cita rasa asli.
Di kota Bandung, combro bahkan menjadi salah satu oleh-oleh khas. Banyak toko oleh-oleh yang menjual combro dalam kemasan beku sehingga bisa dibawa ke luar kota. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah combro tidak berhenti sebagai makanan tradisional, tetapi terus bergerak mengikuti kebutuhan pasar.
Menikmati combro akan terasa lebih menyenangkan jika kamu tahu cara memilih dan menyantapnya dengan tepat. Makanan tradisional ini sederhana, tetapi tetap memiliki detail yang perlu diperhatikan.
Jika berkunjung ke Jawa Barat, berburu combro di pasar tradisional bisa menjadi pengalaman yang autentik. Kamu tidak hanya mencicipi rasa aslinya, tetapi juga dapat melihat langsung proses pembuatannya.
Membahas sejarah combro terasa kurang lengkap tanpa mengunjungi langsung tanah kelahirannya di Jawa Barat. Selain berburu kuliner khas seperti combro, kamu juga bisa menjelajahi berbagai destinasi wisata menarik yang membuat perjalanan semakin berkesan. Berikut beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi:
1. The Great Asia Africa
Berlokasi di kawasan sejuk Lembang, destinasi ini menghadirkan miniatur budaya dari berbagai negara Asia dan Afrika dalam satu area. Kamu bisa berfoto dengan latar arsitektur unik, mencoba kostum tradisional, sekaligus menikmati suasana pegunungan yang menyegarkan. Tidak jarang, kamu juga menemukan jajanan khas Sunda yang menggugah selera.

Lembang

Tiket The Great Asia Africa

9.0/10
Lembang
Rp 50.000
Rp 43.560
2. Skyward Project Bandung
Bagi kamu yang menyukai konsep wisata modern, tempat ini menawarkan spot foto kreatif dengan latar pemandangan indah. Suasananya cocok untuk bersantai sekaligus mengabadikan momen estetik. Setelah puas berkeliling, menikmati camilan tradisional khas daerah tentu menjadi pelengkap yang pas.

Pasirkaliki
Skyward Project Bandung Ticket

8.8/10
Pasirkaliki
Rp 220.000
Rp 176.000
3. Taman Safari Bogor
Wisata keluarga ini menghadirkan pengalaman melihat berbagai satwa dari dekat. Berkeliling menggunakan kendaraan sambil menyaksikan hewan di habitat semi-alami menjadi pengalaman yang seru dan edukatif. Setelahnya, kamu bisa bersantai sambil menikmati aneka jajanan khas Jawa Barat.

Ciapus

Tur Taman Safari Bogor

9.3/10
Ciapus
Rp 618.750
Rp 550.000
4. Taman Lembah Dewata
Danau yang luas dengan latar perbukitan hijau menciptakan suasana tenang dan menyegarkan. Kamu bisa berjalan santai di tepi danau, berfoto, atau sekadar menikmati udara pegunungan yang sejuk.

Lembang

Taman Lembah Dewata Voucher

8.8/10
Lembang
Rp 20.000
Agar perjalanan lebih praktis, kamu bisa merencanakan semuanya melalui Traveloka. Mulai dari tiket masuk destinasi wisata, transportasi, hingga akomodasi, semuanya tersedia dalam satu aplikasi. Dengan perencanaan yang matang, perjalanan berburu kuliner sekaligus wisata menjadi lebih nyaman dan efisien.
Sejarah combro membuktikan bahwa makanan sederhana dapat memiliki makna yang mendalam. Dari dapur tradisional hingga etalase modern, combro tetap mempertahankan jati dirinya sebagai camilan khas Sunda.
Di tengah gempuran makanan cepat saji dan tren kuliner internasional, combro tetap bertahan karena cita rasanya yang otentik dan kedekatannya dengan budaya lokal. Setiap gigitan seolah membawa cerita tentang tanah, tradisi, dan kreativitas masyarakat Jawa Barat.
Jika kamu ingin merasakan langsung pengalaman kuliner yang sarat sejarah sekaligus menjelajahi keindahan Jawa Barat, manfaatkan kemudahan perencanaan perjalanan melalui Traveloka. Dengan begitu, perjalanan tidak hanya menjadi liburan biasa, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah combro dan kekayaan budaya Nusantara!






