
Halmahera Barat, wilayah yang diberkati dengan tanah vulkanik subur dan sejarah rempah yang panjang, memiliki warisan arsitektur yang sangat ikonik: Rumah Sasadu. Berbeda dengan rumah adat panggung yang jamak ditemukan di Nusantara, Sasadu adalah rumah adat tertua di wilayah Maluku Utara milik Suku Sahu. Bangunan ini bukan berfungsi sebagai tempat tinggal pribadi, melainkan sebagai balai pertemuan adat, tempat perayaan syukuran panen (Orom Sasadu), dan ruang musyawarah masyarakat.
Lanskap geografis Halmahera yang tropis dan berangin laut membentuk karakter Sasadu. Desainnya yang rendah dan terbuka mencerminkan kerendahan hati masyarakat Sahu serta transparansi dalam kehidupan sosial. Materialnya sepenuhnya diambil dari kekayaan bumi Halmahera: kayu kayu besi atau kayu jati untuk kerangka, bambu untuk lantai, dan anyaman daun sagu untuk atap yang memberikan kesejukan alami. Bagi masyarakat lokal, Sasadu adalah simbol rumah bersama di mana tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyatnya.

Ternate Selatan

BELA HOTEL

8.2/10
•




Ternate Selatan
Rp 563.526
Rp 476.178
Berikut adalah bedah teknis dan filosofis yang menjadikan Rumah Sasadu sebagai mahakarya vernakular yang unik:
Ciri khas paling utama dari Sasadu adalah tidak adanya dinding dan pintu. Secara fungsional, hal ini memungkinkan sirkulasi udara maksimal di iklim tropis yang lembap. Secara filosofis, ketiadaan dinding melambangkan sifat orang Sahu yang sangat terbuka, jujur, dan menerima tamu dari latar belakang apa pun tanpa rasa curiga.
Ujung atap Sasadu biasanya dibuat sangat rendah, bahkan terkadang orang dewasa harus menunduk saat masuk ke dalam balai. Hal ini mengandung makna mendalam: setiap orang yang masuk ke ruang adat harus menanggalkan kesombongan dan menunjukkan sikap hormat (tunduk) terhadap norma serta aturan adat yang berlaku.
Sasadu dibangun dengan sistem sambungan kayu yang menggunakan pasak kayu dan ikatan tali ijuk atau rotan. Konstruksi ini memberikan fleksibilitas luar biasa terhadap getaran bumi (gempa), yang merupakan ancaman alami di wilayah Maluku Utara. Tanpa paku besi, bangunan ini tetap kokoh berdiri meski telah berusia puluhan tahun.
Pada bagian langit-langit atau ujung atap, sering ditemukan hiasan berbentuk bola-bola kecil yang dibungkus kain warna-warni (merah, kuning, putih). Ini melambangkan kemajemukan masyarakat namun tetap dalam satu ikatan. Ukiran motif flora pada tiang-tiang utama juga mencerminkan rasa syukur masyarakat Sahu sebagai petani padi ladang yang sukses.
Interior Sasadu biasanya terdiri dari deretan meja dan kursi panjang yang mengelilingi ruangan. Tata letak ini dirancang agar semua orang yang hadir dalam pertemuan adat dapat saling memandang wajah satu sama lain, melambangkan kesetaraan dalam bermusyawarah (democracy) dan semangat persaudaraan yang kental.
Untuk merasakan langsung aura kedamaian dan keramahan masyarakat Halmahera Barat, berikut rekomendasi lokasi terbaik:
Mengeksplorasi eksotisme Halmahera Barat kini jauh lebih mudah dan terencana dengan layanan terintegrasi dari Traveloka.
Tiket Pesawat: Terbanglah menuju Bandara Sultan Babullah (TTE) di Ternate. Dari Ternate, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan kapal cepat (speedboat) selama 45 menit menuju Pelabuhan Jailolo. Cek Traveloka untuk promo tiket pesawat harian.
Hotel & Akomodasi: Cari penginapan atau homestay nyaman di sekitar Jailolo melalui Traveloka. Manfaatkan fitur Easy Reschedule untuk fleksibilitas perjalanan Anda.
Traveloka Xperience: Pesan layanan Sewa Mobil di Traveloka setibanya di Jailolo untuk mengunjungi desa-desa adat Sahu dengan nyaman bersama supir lokal yang berpengalaman.
Keunggulan Traveloka: Nikmati kemudahan pembayaran melalui PayLater, transfer bank, atau kartu kredit. Dapatkan juga Promo Pengguna Baru untuk petualangan budaya yang lebih hemat dan tak terlupakan!







