Sejarah Getuk, Kudapan Tradisional dari Tanah Jawa

Travel Bestie
Waktu baca 3 menit

Indonesia tidak hanya dikenal melalui hidangan beratnya yang kaya rempah, tetapi juga melalui aneka kudapan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di antara banyaknya jajanan pasar yang masih bertahan hingga kini, getuk menjadi salah satu yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Teksturnya yang lembut dengan rasa manis yang khas menjadikannya camilan favorit berbagai kalangan.

Di balik kesederhanaannya, sejarah getuk menyimpan kisah panjang mengenai kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan pangan lokal. Getuk bukan sekadar makanan ringan, melainkan representasi adaptasi sosial dan ekonomi masyarakat Jawa pada masa lalu. Bahan utamanya yang berasal dari singkong menunjukkan bagaimana masyarakat mampu mengolah sumber daya yang mudah didapat menjadi hidangan bernilai.

Melalui pembahasan mengenai sejarah getuk, kamu dapat memahami bahwa kudapan tradisional ini lahir dari konteks sejarah tertentu, berkembang mengikuti zaman, dan tetap relevan hingga sekarang. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif asal usul getuk, fakta menariknya, tips menikmati, hingga rekomendasi wisata yang berkaitan dengan keberadaan kudapan ini.

Sejarah Getuk

Sejarah getuk berakar kuat di wilayah Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Getuk dikenal sebagai makanan berbahan dasar singkong yang direbus, dihaluskan, kemudian dicampur dengan gula dan dibentuk sesuai selera. Kudapan ini biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut yang menambah cita rasa gurih.

Singkong sendiri mulai dikenal luas di Indonesia pada masa kolonial sebagai tanaman alternatif pengganti beras. Dalam situasi ekonomi yang sulit, masyarakat memanfaatkan singkong sebagai bahan pangan utama karena mudah ditanam dan tahan terhadap berbagai kondisi tanah. Dari sinilah muncul berbagai olahan singkong, termasuk getuk.

Getuk awalnya merupakan makanan rakyat yang sederhana. Proses pembuatannya relatif mudah dan tidak memerlukan bahan mahal. Seiring waktu, getuk mengalami inovasi dari segi bentuk, warna, dan rasa. Salah satu varian yang populer adalah getuk lindri, yang memiliki tampilan berwarna-warni dan dicetak menggunakan alat khusus sehingga berbentuk panjang bergelombang.

Selain sebagai camilan sehari-hari, getuk juga sering dihadirkan dalam acara keluarga, hajatan, dan pasar tradisional. Keberadaannya yang konsisten dalam berbagai perayaan menunjukkan bahwa getuk bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari budaya kuliner Jawa.

Dalam perkembangannya, getuk tidak hanya dijual di pasar tradisional, tetapi juga dikemas secara modern dan dipasarkan sebagai oleh-oleh khas daerah. Inovasi ini membantu menjaga eksistensi getuk di tengah persaingan dengan makanan modern.

Terbang Bersama Traveloka

Mon, 23 Mar 2026

Batik Air

Jakarta (CGK) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 717.900

Mon, 23 Mar 2026

Lion Air

Banjarmasin (BDJ) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 908.800

Thu, 26 Feb 2026

NAM Air

Pangkalan Bun (PKN) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 708.600

Fakta Menarik Seputar Sejarah Getuk

Untuk memperkaya pemahaman kamu tentang sejarah getuk, berikut beberapa fakta menarik yang patut diketahui:

1. Berawal dari Masa Krisis Pangan Getuk berkembang pesat pada masa ketika masyarakat mengalami keterbatasan beras. Singkong menjadi solusi alternatif yang kemudian diolah menjadi berbagai makanan, termasuk getuk.

2. Identik dengan Jawa Tengah dan Yogyakarta Meskipun dapat ditemukan di berbagai daerah, getuk sangat identik dengan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta sebagai pusat perkembangannya.

3. Memiliki Banyak Varian Selain getuk lindri, terdapat pula getuk goreng yang terkenal dari Sokaraja, serta getuk biasa yang dibentuk sederhana tanpa pewarna.

4. Menggunakan Bahan Lokal Seluruh bahan pembuatan getuk umumnya berasal dari lingkungan sekitar, seperti singkong, gula kelapa, dan kelapa parut.

5. Mudah Beradaptasi dengan Zaman Getuk kini hadir dengan inovasi rasa seperti cokelat, keju, dan pandan, menyesuaikan selera generasi muda.

6. Bagian dari Identitas Kuliner Daerah Di beberapa daerah, getuk menjadi oleh-oleh khas yang wajib dibawa wisatawan.

Tips Memahami dan Menikmati Sejarah Getuk

Jika kamu ingin menikmati getuk secara lebih autentik sekaligus memahami nilai historisnya, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Pilih Getuk yang Baru Dibuat Getuk yang segar memiliki tekstur lembut dan aroma singkong yang alami. Hindari getuk yang terlalu keras atau kering.

2. Perhatikan Kualitas Kelapa Parut Kelapa parut yang segar akan memberikan rasa gurih yang seimbang. Kelapa yang sudah lama dapat memengaruhi rasa keseluruhan.

3. Coba Berbagai Varian Mencicipi beberapa jenis getuk dapat membantu kamu memahami evolusi rasa dan bentuknya dari masa ke masa.

4. Kunjungi Pasar Tradisional Pasar tradisional sering menjadi tempat terbaik untuk menemukan getuk dengan resep turun-temurun.

5. Pelajari Konteks Sejarahnya Dengan mengetahui latar belakang sejarah getuk, pengalaman menikmati kudapan ini akan terasa lebih bermakna.

6. Padukan dengan Minuman Tradisional Getuk cocok dinikmati bersama teh hangat atau wedang jahe untuk pengalaman kuliner yang lebih autentik.

Rekomendasi Tempat Wisata di Sekitar Sejarah Getuk

Untuk merasakan pengalaman kuliner sekaligus wisata budaya, kamu dapat mengunjungi beberapa destinasi berikut yang berkaitan dengan sejarah getuk:

1. Magelang Magelang dikenal sebagai salah satu daerah yang memproduksi getuk khas. Di kota ini, kamu dapat menemukan berbagai toko getuk legendaris.

2. Yogyakarta Yogyakarta menawarkan beragam jajanan tradisional, termasuk getuk. Selain itu, kota ini kaya akan destinasi budaya dan sejarah.

3. Candi Borobudur Setelah mengunjungi Candi Borobudur, kamu dapat menikmati getuk sebagai camilan khas daerah sekitar.

4. Purwokerto Purwokerto terkenal dengan getuk goreng Sokaraja yang memiliki cita rasa khas dan berbeda dari getuk biasa.

5. Keraton Yogyakarta Mengunjungi Keraton Yogyakarta memberikan pemahaman tentang budaya Jawa yang menjadi latar berkembangnya berbagai kuliner tradisional, termasuk getuk.

Dengan mengunjungi destinasi tersebut, kamu tidak hanya menikmati kuliner, tetapi juga memahami konteks budaya yang melatarbelakanginya.

Sejarah getuk menunjukkan bahwa kudapan sederhana dapat memiliki nilai historis dan budaya yang mendalam. Berawal dari kebutuhan masyarakat dalam memanfaatkan singkong sebagai bahan pangan alternatif, getuk berkembang menjadi jajanan tradisional yang dicintai hingga kini.

Melalui pemahaman sejarahnya, kamu dapat melihat bahwa getuk bukan hanya camilan manis, melainkan simbol kreativitas, ketahanan, dan identitas budaya masyarakat Jawa. Di tengah arus modernisasi, keberadaan getuk menjadi pengingat bahwa warisan kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Menelusuri sejarah getuk secara langsung di daerah asalnya dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif. Agar perjalanan lebih praktis, kamu dapat memesan tiket bus, pesawat, aktivitas wisata, serta hotel melalui Traveloka. Dengan layanan yang terintegrasi, kamu dapat merencanakan perjalanan kuliner dan budaya dengan lebih efisien sehingga fokus menikmati setiap momen tanpa kendala.

Dalam Artikel Ini

• Sejarah Getuk
• Fakta Menarik Seputar Sejarah Getuk
• Tips Memahami dan Menikmati Sejarah Getuk
• Rekomendasi Tempat Wisata di Sekitar Sejarah Getuk

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Mon, 23 Mar 2026
Batik Air
Jakarta (CGK) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 717.900
Pesan Sekarang
Mon, 23 Mar 2026
Lion Air
Banjarmasin (BDJ) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 908.800
Pesan Sekarang
Thu, 26 Feb 2026
NAM Air
Pangkalan Bun (PKN) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 708.600
Pesan Sekarang
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan