
Sushi sering dianggap sebagai simbol kuliner Jepang yang elegan, minimalis, dan mendunia. Namun di balik tampilannya yang sederhana, sejarah sushi menyimpan kisah panjang tentang inovasi, tradisi, hingga perubahan gaya hidup masyarakat Jepang.
Saat kamu menikmati sepotong nigiri atau gulungan maki, sebenarnya kamu sedang mencicipi warisan budaya yang telah berevolusi selama berabad-abad. Sushi tidak langsung lahir dalam bentuk yang dikenal sekarang, melainkan melalui proses panjang yang menarik untuk ditelusuri.
Melalui artikel ini, kamu akan diajak menyelami sejarah sushi, memahami fakta unik di balik perkembangannya, hingga menemukan inspirasi destinasi wisata Jepang yang bisa melengkapi pengalaman kulinermu.
Baca Juga: 4 Musim di Jepang yang Tak Boleh Dilewatkan
Jika membahas sejarah sushi, perjalanan ini dimulai jauh sebelum Jepang mengenal bentuk sushi modern. Konsep awal sushi berasal dari Asia Tenggara, sekitar abad ke-4 sebelum masehi. Pada masa itu, masyarakat menggunakan metode fermentasi untuk mengawetkan ikan.
Ikan segar dibersihkan, kemudian dibungkus dengan nasi yang telah difermentasi. Nasi tersebut berfungsi sebagai media fermentasi alami untuk menjaga ikan tetap awet selama berbulan-bulan. Setelah proses selesai, nasi biasanya dibuang dan hanya ikan yang dikonsumsi.
Metode ini kemudian menyebar ke Tiongkok dan akhirnya masuk ke Jepang sekitar abad ke-8. Di Jepang, teknik ini dikenal sebagai narezushi. Salah satu contoh tertua yang masih bisa ditemukan hingga sekarang adalah funazushi dari Prefektur Shiga. Rasanya sangat asam dan aromanya kuat karena proses fermentasi yang panjang.
Pada tahap ini, sushi belum menjadi makanan cepat saji seperti yang kamu kenal sekarang. Justru sebaliknya, proses pembuatannya memakan waktu berbulan-bulan dan membutuhkan kesabaran tinggi.
Perjalanan sejarah sushi tidak berhenti di Jepang. Setelah Perang Dunia II, budaya Jepang mulai menyebar ke berbagai negara, termasuk melalui migrasi dan pertukaran budaya. Pada tahun 1960-an, sushi mulai dikenal di Amerika Serikat, terutama di Los Angeles. Restoran Jepang mulai bermunculan, memperkenalkan sushi kepada masyarakat Barat.
Menariknya, adaptasi pun terjadi. Untuk menyesuaikan selera lokal, lahirlah variasi seperti California Roll yang menggunakan alpukat dan kepiting imitasi. Inovasi ini membuat sushi lebih mudah diterima oleh masyarakat yang belum terbiasa dengan ikan mentah.
Seiring waktu, sushi menjadi simbol gaya hidup sehat, modern, dan berkelas. Kini kamu bisa menemukan restoran sushi hampir di setiap kota besar dunia.
Sushi yang kita kenal sekarang memiliki sejarah panjang yang penuh perubahan dan filosofi. Di balik tampilannya yang sederhana, ada banyak fakta menarik yang jarang diketahui.
1. Awalnya makanan cepat saji: Pada era Edo, sushi dijual di kios jalanan sebagai makanan praktis untuk pekerja. Harganya terjangkau dan mudah dimakan tanpa peralatan khusus.
2. Wasabi sebagai antibakteri alami: Sebelum ada lemari pendingin modern, wasabi digunakan untuk membantu mengurangi risiko bakteri pada ikan mentah, bukan sekadar penambah rasa.
3. Butuh latihan bertahun-tahun: Seorang itamae, atau koki sushi profesional, memerlukan waktu lama untuk menguasai teknik memotong ikan, menyiapkan nasi, dan menyajikan sushi dengan presisi.
4. Tidak selalu ikan mentah: Tidak semua sushi menggunakan ikan mentah. Ada juga yang memakai seafood matang, telur, atau sayuran.
5. Ada etika makan khusus: Nigiri secara tradisional boleh dimakan dengan tangan, dan kecap asin sebaiknya menyentuh bagian ikan, bukan nasinya.
Melalui fakta-fakta ini, terlihat bahwa sushi bukan sekadar hidangan populer. Ia adalah bagian dari tradisi dan budaya yang terus berkembang hingga kini. Seiring panjangnya sejarah sushi, variasi pun semakin beragam.
Keragaman ini menunjukkan bagaimana sushi terus berevolusi tanpa kehilangan identitas dasarnya.
Memahami sejarah sushi akan terasa lebih lengkap jika kamu mengunjungi Jepang secara langsung. Selain mencicipi sushi autentik di tempat asalnya, kamu juga bisa menjelajahi berbagai destinasi wisata seru yang membuat perjalanan semakin berkesan. Berikut beberapa pilihan destinasi menarik yang bisa kamu kunjungi:
Taman hiburan kelas dunia ini menawarkan berbagai wahana spektakuler dan zona tematik yang imersif. Mulai dari atraksi penuh adrenalin hingga area ramah keluarga, semuanya dirancang dengan detail yang memukau. Cocok untuk kamu yang ingin merasakan sisi modern dan dinamis Jepang setelah berburu kuliner tradisional.

Konohana

Universal Studios Jepang

9.0/10
Konohana
Rp 108.860
Rp 106.596
Bagi pencinta dunia sihir, tempat ini menghadirkan pengalaman di balik layar pembuatan film Harry Potter yang ikonik. Kamu bisa melihat langsung set, kostum, hingga properti asli yang digunakan dalam produksi. Suasananya detail dan imersif, membuat kamu seolah masuk ke dunia film.

Nerima

Warner Bros. Studio Tour Tokyo – Pembuatan Harry Potter

9.4/10
Nerima
Rp 525.580
Ingin melihat panorama kota dari ketinggian? Tokyo Skytree menawarkan pemandangan spektakuler ibu kota Jepang dari dek observasinya. Saat cuaca cerah, kamu bahkan bisa melihat Gunung Fuji di kejauhan. Waktu terbaik berkunjung adalah menjelang senja untuk menikmati perpaduan langit jingga dan gemerlap lampu kota.

Sumida

Tiket Dek Observasi Tokyo Skytree

8.8/10
Sumida
Rp 228.610
Terletak di Hokkaido, kebun binatang ini terkenal dengan desain kandang yang menyerupai habitat asli satwa. Kamu bisa melihat penguin berenang dari terowongan kaca atau mengamati beruang kutub dari jarak dekat. Pengalaman ini memberikan perspektif berbeda tentang konservasi dan kehidupan satwa di iklim dingin.

Toma-cho

Tiket Kebun Binatang Asahiyama Hokkaido

9.0/10
Toma-cho
Rp 108.792
Semua tiket dan kebutuhan perjalanan tersebut bisa kamu rencanakan dengan mudah melalui Traveloka. Mulai dari tiket pesawat, hotel, hingga aktivitas wisata, semuanya tersedia dalam satu platform yang praktis sehingga perjalananmu menjelajahi kuliner dan budaya Jepang terasa lebih nyaman dan terorganisir.
Saat kamu memahami sejarah sushi, pengalaman menyantapnya pun terasa lebih bermakna. Bukan sekadar menikmati rasa, tetapi juga menghargai perjalanan panjang di balik setiap potongannya.
Jika ingin merasakan langsung atmosfer Jepang dan menelusuri jejak sejarah sushi di negeri asalnya, rencanakan perjalanan dengan matang. Traveloka dapat membantu mempermudah setiap langkah perjalanan, mulai dari pemesanan tiket hingga aktivitas wisata. Dengan persiapan yang tepat, pengalaman kuliner dan liburan di Jepang akan menjadi cerita yang tidak terlupakan.














