
Ambarawa dulu jadi titik penting yang menghubungkan Yogyakarta dan Surakarta, sehingga wilayah ini menjadi incaran pasukan Sekutu setelah Indonesia merdeka. Kini, jejak perjuangan itu bisa dilihat langsung di Monumen Palagan Ambarawa, yang berdiri di Jalan Mgr Sugiyopranoto, tidak jauh dari pusat kota Ambarawa.
Monumen Palagan Ambarawa dibangun untuk mengenang Pertempuran Ambarawa yang berlangsung dari 20 November hingga 15 Desember 1945, saat pasukan TKR bersama rakyat setempat menghadapi pasukan Sekutu Inggris. Bila Anda memesan Tiket Pesawat ke Semarang, monumen ini bisa jadi tujuan wisata sejarah yang mudah dijangkau dalam sehari perjalanan.
Pertempuran Ambarawa terjadi karena posisi kota ini yang strategis di antara Yogyakarta dan Surakarta. Jika Ambarawa jatuh ke tangan Sekutu, kedua kota besar itu berpotensi jadi sasaran berikutnya. Karena itu, TKR bersama rakyat bertahan mati-matian mempertahankan wilayah ini sejak akhir November 1945.
Pada 26 November 1945, Letnan Kolonel Isdiman yang memimpin pasukan TKR dari Purwokerto gugur dalam pertempuran. Kolonel Sudirman kemudian turun langsung memimpin pasukan dan menerapkan taktik Supit Urang untuk mengepung posisi lawan. Taktik ini berhasil membuat Sekutu mundur dari Ambarawa menuju Semarang pada 15 Desember 1945, tanggal yang kemudian diperingati sebagai Hari Infanteri. Monumen ini sendiri baru dibangun pada 1973 dan diresmikan Presiden Soeharto setahun setelahnya.

Indonesia

Tiket Museum Kereta Api Indonesia - Museum Ambarawa

9.3/10
Ambarawa
Rp 20.000
Selain sebagai tugu peringatan, kompleks ini juga berfungsi sebagai museum terbuka dengan berbagai peninggalan pertempuran. Berikut bagian-bagian yang paling menarik untuk dilihat.
Museum ini dinamai untuk mengenang Letkol Isdiman dan menyimpan koleksi bersejarah seperti meriam, meriam anti-tank, pesawat, truk, hingga lokomotif yang digunakan selama masa perjuangan.
Di area monumen terdapat patung dan relief yang menggambarkan semangat juang TKR dan rakyat Ambarawa saat mempertahankan wilayah dari pasukan Sekutu.
Beberapa kendaraan tempur asli peninggalan pertempuran, termasuk tank dan truk militer, dipajang di area terbuka sehingga pengunjung bisa melihatnya dari dekat.
Kompleks monumen dikelilingi taman dan area terbuka yang cukup luas, cocok untuk bersantai sejenak sebelum atau sesudah berkeliling museum.
Thu, 24 Sep 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 661.900
Wed, 23 Sep 2026

Lion Air
Banjarmasin (BDJ) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 981.500
Mon, 21 Sep 2026

NAM Air
Pangkalan Bun (PKN) ke Semarang (SRG)
Mulai dari Rp 1.102.361
Tanggal 15 Desember dipilih sebagai Hari Infanteri karena pada hari itu di tahun 1945, pasukan Sekutu mundur dari Ambarawa menuju Semarang setelah didesak oleh taktik Supit Urang yang dipimpin Kolonel Sudirman. Peristiwa ini dianggap sebagai salah satu kemenangan penting pasukan darat Indonesia di awal masa kemerdekaan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Destinasi Wisata di Ambarawa
Berikut rincian biaya masuk dan jam operasional yang bisa Anda jadikan patokan sebelum berangkat.
| Kategori | Biaya / Jam |
| Tiket Masuk | Rp5.000 - Rp15.000 per orang (tergantung usia dan hari kunjungan) |
| Jam Operasional | 08.00 - 17.00 WIB (setiap hari) |
Catatan: Harga tiket dan jam operasional di atas bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola setempat.
Monumen Palagan Ambarawa berada di Jalan Mgr Sugiyopranoto, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Berikut beberapa cara mencapainya tergantung titik keberangkatan Anda.
Jaraknya sekitar 41,8 km dari pusat Kota Semarang dengan waktu tempuh kurang lebih 55 menit naik motor atau mobil pribadi lewat Jalan Soekarno-Hatta dan jalur menuju Bawen.
Bagi wisatawan dari luar kota, perjalanan bisa dimulai dengan mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang, lalu melanjutkan perjalanan darat memakai Sewa Mobil di Semarang menuju Ambarawa.
Wisatawan dari Yogyakarta atau Solo bisa memesan Tiket Bus ke Ambarawa yang biasanya juga melewati rute menuju Semarang.

Indonesia

Wahid Bandungan Hotel & Resort

9.4/10
•




Ambarawa
Rp 708.508
Beberapa hal berikut bisa membantu kunjungan Anda jadi lebih nyaman dan bermanfaat.
Waktu ini cukup untuk berkeliling area monumen dan Museum Isdiman tanpa terburu-buru, terutama jika Anda ingin membaca detail sejarah di setiap koleksi.
Area monumen cukup terbuka, jadi datang pagi hari atau menjelang sore akan membuat kunjungan lebih nyaman dibanding siang hari yang terik.
Karena lokasinya tidak terlalu jauh, Anda juga bisa mampir ke Museum Kereta Api Ambarawa untuk melihat koleksi lokomotif uap dan menikmati kereta wisata heritage di hari yang sama.
Koleksi kendaraan tempur dan cerita sejarah di monumen ini cukup menarik untuk anak-anak sekolah, sehingga cocok jadi destinasi wisata edukasi keluarga.
Monumen Palagan Ambarawa menghadirkan cerita perjuangan TKR mempertahankan wilayah strategis di awal kemerdekaan Indonesia, lengkap dengan koleksi museum yang bisa dilihat langsung. Dari meriam, pesawat, hingga lokomotif tua, setiap koleksi punya cerita yang terhubung dengan taktik Supit Urang dan gugurnya Letkol Isdiman.
Lokasinya yang berada di jalur utama Ambarawa membuat monumen ini mudah dipadukan dengan kunjungan ke Museum Kereta Api Ambarawa atau destinasi lain di sekitar Rawa Pening, sehingga satu perjalanan bisa mencakup beberapa titik wisata sejarah sekaligus.
Sebagai aplikasi travel #1 di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, Traveloka membantu Anda menyusun perjalanan ke Jawa Tengah dari awal hingga akhir. Pesan Tiket Pesawat ke Semarang dan Hotel di Ambarawa dalam satu aplikasi, lalu lengkapi liburan dengan Aktivitas di Ambarawa untuk menjelajah destinasi lain di sekitarnya.
Nikmati kemudahan berbayar dengan Traveloka PayLater atau metode pembayaran lokal seperti transfer bank, GoPay, dan OVO. Di luar tiket pesawat dan hotel, Traveloka juga menyediakan sewa mobil, eSIM, hingga asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama. Unduh Traveloka sekarang dan rencanakan wisata sejarah Anda ke Ambarawa.







