
Aceh adalah salah satu destinasi paling unik di Indonesia, tidak hanya karena kekayaan budayanya, pesona sejarahnya, dan keindahan alamnya, tetapi juga karena karakter cuacanya yang khas. Sebagai provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatra, Aceh memiliki pola cuaca yang sedikit berbeda dibandingkan daerah Indonesia lainnya. Jika kamu berencana berlibur ke sini, memahami cuaca di Aceh sangat penting agar aktivitas liburanmu tetap nyaman, aman, dan maksimal.
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan penjelasan lengkap tentang karakter cuaca di Aceh, musim terbaik untuk berkunjung, tips mengatur itinerary sesuai kondisi cuaca, hingga rekomendasi wisata yang cocok dikunjungi pada waktu tertentu. Di bagian akhir, kamu juga akan mendapatkan panduan praktis mengenai cara memaksimalkan kenyamanan perjalananmu dengan memesan tiket pesawat, hotel, hingga tiket atraksi wisata melalui Traveloka.
BACA JUGA: Mengenal 7 Ragam Upacara Adat Aceh
Secara umum, Aceh memiliki iklim tropis lembap yang dipengaruhi oleh angin muson, dengan pola cuaca yang terdiri dari musim kemarau dan musim hujan. Meski demikian, karakter cuaca di Aceh cukup didominasi oleh curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun, terutama di kawasan pegunungan. Temperatur rata-rata harian berada di kisaran 23°C hingga 32°C, sehingga tetap terasa hangat sepanjang tahun.
Namun, perbedaan wilayah membuat cuaca di Aceh cukup bervariasi. Misalnya, Banda Aceh cenderung lebih panas dan lebih kering dibandingkan kawasan Takengon atau Bener Meriah yang berhawa sejuk karena berada di dataran tinggi. Kawasan pesisir seperti Sabang dan Lhokseumawe cenderung memiliki cuaca cerah lebih sering, terutama pada pertengahan tahun.
Meskipun polanya tidak selalu sama setiap tahun, kamu bisa menggunakan gambaran berikut sebagai acuan umum:
Pada periode ini, curah hujan di Aceh mengalami penurunan. Cuaca lebih cerah, sinar matahari lebih stabil, dan kelembapan udara cenderung menurun. Musim kemarau adalah waktu terbaik untuk melakukan aktivitas outdoor seperti snorkeling di Sabang, trekking ke Gunung Seulawah Agam, atau eksplorasi pantai-pantai di Aceh Barat.
Angin laut juga cenderung lebih bersahabat pada musim kemarau, sehingga perjalanan dengan kapal ke Pulau Weh biasanya berjalan lebih nyaman.
Meski tidak selalu turun hujan setiap hari, curah hujan di Aceh meningkat cukup signifikan pada musim ini. Intensitasnya bisa bervariasi, mulai dari gerimis hingga hujan deras disertai angin. Meskipun begitu, cuacanya tetap bisa menyenangkan karena udara terasa lebih sejuk, terutama saat pagi dan malam hari.
Jika kamu berencana mengunjungi dataran tinggi seperti Danau Lut Tawar, cuaca hujan justru memberi nuansa kabut dan kesegaran yang menenangkan. Namun, kamu tetap harus menyiapkan payung, jas hujan, dan sepatu yang tidak licin untuk mobilitas yang lebih aman.
Berbagai aktivitas menarik bisa kamu cek dan temukan di Traveloka!
Karena Aceh memiliki wilayah yang cukup luas dan bervariasi secara geografis, kondisi cuacanya juga berbeda-beda. Berikut gambaran ringkasnya untuk membantumu merencanakan tujuan wisata dengan lebih tepat:
Banda Aceh memiliki suhu yang cenderung hangat dan lebih kering dibandingkan wilayah tengah. Pada musim kemarau, suhu bisa mencapai 33°C. Pada musim hujan, intensitas hujannya tidak terlalu ekstrem dan biasanya berlangsung singkat.
Sabang memiliki cuaca cerah lebih sering dibandingkan wilayah lainnya. Karena berada di pesisir, angin laut membuat suasananya tetap nyaman. Musim kemarau adalah waktu terbaik untuk datang karena visibilitas bawah laut sangat baik untuk snorkeling dan diving.
Wilayah ini memiliki cuaca yang lebih sejuk dengan suhu berkisar antara 17°C–26°C. Curah hujan lebih tinggi dibandingkan pesisir. Kamu bisa menikmati nuansa pegunungan dan kabut di pagi hari, terutama saat musim penghujan.
Kawasan ini memiliki kombinasi pesisir dan dataran tinggi, sehingga karakternya cukup beragam. Namun secara umum, wilayah ini sering diguyur hujan pada akhir tahun.
Sat, 21 Mar 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 1.792.300
Fri, 27 Mar 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 1.886.400
Thu, 26 Mar 2026

Batik Air
Jakarta (CGK) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 1.892.500
Menentukan kapan waktu terbaik berkunjung sangat bergantung pada tujuan wisatamu. Namun secara umum, berikut panduan yang paling banyak direkomendasikan oleh traveler:
Ini adalah periode dengan cuaca paling bersahabat. Jika kamu ingin menikmati pantai, menyelam, atau sekadar keliling kota tanpa khawatir hujan, ini adalah waktu ideal. Wisatawan yang ingin ke Sabang biasanya memilih berangkat pada periode ini.
Pada periode ini, cuaca cenderung lebih stabil. Tidak terlalu panas, tidak terlalu lembap, dan curah hujan biasanya belum tinggi. Cocok untuk kamu yang ingin menikmati udara sejuk di daerah dataran tinggi seperti Takengon.
Jika kamu ingin suasana Aceh yang lebih sejuk dan tidak terlalu ramai, inilah waktu yang tepat. Beberapa wisata seperti Danau Lut Tawar, Hutan Pinus Pantan Terong, dan kebun kopi Gayo terlihat semakin eksotis saat berkabut.
Kamu juga bisa memilih penginapan dengan lokasi yang dekat dengan tujuan wisatamu!
Supaya perjalananmu lebih optimal, berikut beberapa rekomendasi aktivitas yang cocok dilakukan sesuai kondisi cuaca di Aceh:
Cuaca cerah membuat air laut jernih dan tenang. Kamu bisa snorkeling di Iboih, menyelam di Rubiah, atau sekadar menikmati sunset di Pantai Gapang.
Tempat seperti Museum Tsunami, Masjid Raya Baiturrahman, dan PLTD Apung hampir selalu aman dikunjungi meski cuaca berubah. Kebanyakan tempatnya berada di area yang mudah dijangkau.
BACA JUGA: Kerajinan Khas Aceh
Jika kamu ingin suasana kabut yang romantis dan udara dingin, datang pada musim hujan. Namun, jika ingin langit cerah untuk fotografi, datanglah saat kemarau.
Ombak dan angin sedang tidak terlalu kuat. Sangat ideal untuk bersantai, piknik, atau sekadar menikmati sunset di tepi pantai.
Agar pengalaman liburanmu lebih nyaman, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
1. Selalu Cek Prakiraan Cuaca Sebelum Berangkat
Cuaca di Aceh kadang berubah cepat, terutama pada musim hujan. Dengan melihat prakiraan cuaca, kamu bisa menyesuaikan aktivitas harian.
2. Bawa Perlengkapan Sesuai Musim
Jika kamu datang saat musim kemarau, bawalah sunscreen, topi, dan air minum yang cukup. Saat musim hujan, siapkan payung, jaket, dan sepatu antislip.
3. Perhatikan Akses Transportasi
Jika kamu berencana menyeberang ke Sabang, pilih jadwal kapal pagi atau siang ketika kondisi laut lebih stabil. Pada musim penghujan, gelombang bisa lebih tinggi.
4. Pesan Hotel Dekat Pusat Kota
Saat cuaca tidak menentu, menginap dekat fasilitas publik seperti pusat kuliner, masjid, dan tempat wisata indoor akan membantu kamu tetap menikmati perjalanan tanpa banyak hambatan.
5. Pilih Itinerary Fleksibel
Jangan membuat rencana yang terlalu padat. Sisakan waktu ekstra untuk berjaga-jaga jika hujan turun atau ada perubahan kegiatan outdoor.
Setelah memahami karakter cuaca di Aceh, sekarang kamu bisa menentukan kapan waktu terbaik untuk liburan dan aktivitas apa saja yang ingin kamu lakukan. Supaya perjalananmu semakin nyaman, kamu bisa mulai dengan memesan tiket pesawat ke Aceh melalui Traveloka.
Bukan hanya tiket pesawat, kamu juga bisa memesan hotel di Aceh dengan pilihan akomodasi lengkap mulai dari penginapan dekat Pantai Lampuuk sampai resort cantik di Sabang. Jika kamu ingin menjelajahi Aceh lebih jauh, Traveloka juga menyediakan tiket atraksi wisata, tiket bus & shuttle, serta tiket kereta untuk mendukung mobilitasmu selama berada di Sumatra. Dengan semua kemudahan ini, liburanmu ke Aceh akan terasa lebih praktis, nyaman, dan menyenangkan dari awal hingga akhir.






