
Gedung Siola merupakan salah satu bangunan bersejarah paling terkenal di Surabaya yang memiliki nilai historis tinggi sejak masa kolonial hingga era modern. Terletak di kawasan legendaris Jalan Tunjungan, gedung ini menjadi saksi perkembangan Kota Surabaya dari pusat perdagangan kolonial hingga kota metropolitan yang maju seperti sekarang.
Jika kamu pernah berjalan di kawasan Tunjungan, kamu pasti melihat bangunan besar bergaya kolonial yang mencolok di sudut jalan. Bangunan itulah Gedung Siola, yang dulunya merupakan pusat perbelanjaan modern pada zamannya dan kini berfungsi sebagai Museum Surabaya.
Sejarah Gedung Siola tidak hanya berkaitan dengan arsitektur atau fungsi bangunan, tetapi juga mencerminkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Surabaya dari masa ke masa. Artikel ini akan membahas sejarah Gedung Siola secara lengkap, mulai dari latar belakang pembangunan, perubahan fungsi, keunikan arsitektur, hingga perannya sebagai destinasi wisata sejarah.
Sat, 25 Apr 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 1.111.400
Wed, 8 Apr 2026

Super Air Jet
Balikpapan (BPN) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 1.117.000
Sat, 11 Apr 2026

Lion Air
Bali / Denpasar (DPS) ke Surabaya (SUB)
Mulai dari Rp 836.100
Gedung Siola memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak masa kolonial Belanda ketika Surabaya berkembang sebagai pusat perdagangan penting di Asia Tenggara. Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, Surabaya menjadi salah satu kota perdagangan terbesar di Hindia Belanda. Aktivitas ekonomi yang pesat mendorong pembangunan berbagai fasilitas modern, termasuk pusat perbelanjaan untuk masyarakat Eropa dan kalangan elite. Gedung Siola awalnya dibangun sebagai pusat perbelanjaan modern yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, hingga produk impor dari Eropa. Keberadaan gedung ini menunjukkan perkembangan gaya hidup modern masyarakat perkotaan pada masa kolonial.
Gedung Siola awalnya dikenal sebagai Whiteaway Laidlaw & Co, sebuah perusahaan ritel asal Inggris yang membuka cabang di berbagai kota besar Asia pada awal abad ke-20. Bangunan ini diperkirakan mulai beroperasi sekitar tahun 1923 sebagai pusat perbelanjaan bergaya department store modern. Kehadiran toko ini menjadikan Surabaya sebagai kota dengan fasilitas perdagangan modern setara kota-kota besar dunia pada masa itu. Produk yang dijual di dalamnya merupakan barang berkualitas tinggi yang sebagian besar ditujukan untuk masyarakat Eropa dan kalangan elite.
Seiring perkembangan waktu, gedung ini mengalami perubahan kepemilikan dan nama. Setelah tidak lagi dikelola oleh perusahaan Inggris, bangunan ini kemudian dikenal sebagai Siola. Nama Siola sendiri merupakan singkatan dari perusahaan yang pernah mengelolanya pada masa berikutnya, yaitu NV Soerabaja Indische Onderneming Lijn Agentschap. Sejak saat itu, nama Siola melekat hingga sekarang dan menjadi identitas bangunan tersebut.
Gedung Siola mengalami berbagai perubahan fungsi mengikuti perkembangan sejarah dan kondisi sosial masyarakat Surabaya. Di bawah ini adalah perkembangan fungsi Gedung Siola dari masa ke masa.
Pada masa kolonial, Gedung Siola berfungsi sebagai pusat perbelanjaan modern yang menjual berbagai produk impor. Konsep department store yang diterapkan menjadikan gedung ini salah satu pusat perdagangan paling bergengsi pada zamannya. Bangunan ini menjadi simbol kemajuan ekonomi Surabaya sekaligus pusat aktivitas sosial masyarakat kelas atas.
Ketika Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942–1945, aktivitas perdagangan di Gedung Siola mengalami perubahan. Bangunan ini sempat digunakan untuk kepentingan administrasi pemerintahan Jepang. Seperti banyak bangunan kolonial lainnya, fungsi komersial gedung berkurang dan dialihkan untuk kebutuhan pemerintahan militer.
Setelah Indonesia merdeka, Gedung Siola kembali digunakan sebagai pusat perdagangan. Pada masa ini, gedung menjadi salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Surabaya dan ramai dikunjungi masyarakat.
Gedung ini menjadi bagian penting kehidupan ekonomi kota dan dikenal sebagai tempat belanja favorit pada masanya. Namun, seiring berkembangnya pusat perbelanjaan modern, aktivitas komersial di Gedung Siola perlahan menurun.
Demi melestarikan bangunan bersejarah ini, Pemerintah Kota Surabaya kemudian melakukan revitalisasi dan menjadikannya sebagai Museum Surabaya.
Museum ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah Kota Surabaya, termasuk foto-foto lama, artefak, dan dokumentasi perkembangan kota dari masa ke masa. Perubahan fungsi ini memastikan Gedung Siola tetap memiliki peran penting sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah.
Selain nilai sejarahnya, Gedung Siola juga dikenal karena desain arsitektur kolonial yang khas. Gedung Siola memiliki gaya arsitektur kolonial dengan ciri-ciri:
Seperti bangunan kolonial lainnya di Indonesia, Gedung Siola dirancang dengan memperhatikan iklim tropis. Hal ini terlihat dari ventilasi udara yang baik dan penggunaan jendela besar untuk pencahayaan alami. Konsep tersebut membuat bangunan tetap nyaman digunakan meskipun berada di daerah beriklim panas.
Gedung Siola terletak di Jalan Tunjungan, salah satu kawasan paling bersejarah di Surabaya. Kawasan ini sejak dahulu menjadi pusat perdagangan, hiburan, dan aktivitas masyarakat kota. Lokasi strategis ini menjadikan Gedung Siola mudah diakses dan selalu menjadi pusat perhatian.
Gedung Siola tidak hanya menjadi bangunan komersial atau museum, tetapi juga bagian penting dari identitas Kota Surabaya. Gedung ini telah berkembang dengan beragam fungsi yang berbeda-beda. Berikut sejarah peran Gedung Siola dalam mendukung perkembangan Kota Surabaya.
Gedung Siola menjadi simbol perkembangan ekonomi Surabaya sebagai kota perdagangan besar sejak masa kolonial. Bangunan ini mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat dan perkembangan sistem perdagangan modern.
Sebagai Museum Surabaya, Gedung Siola kini berfungsi sebagai tempat edukasi yang memperkenalkan sejarah kota kepada masyarakat dan wisatawan. Pengunjung dapat mempelajari perjalanan Surabaya dari masa kolonial hingga era modern.
Gedung Siola menjadi salah satu landmark terkenal di Surabaya dan sering dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah dan budaya.
Saat ini Gedung Siola dikenal sebagai Museum Surabaya yang menyimpan berbagai koleksi sejarah kota. Di dalam museum, kamu bisa menemukan beragam koleksi menarik seperti:
Museum ini menjadi tempat ideal untuk belajar sejarah kota secara langsung. Museum Surabaya menghadirkan pengalaman edukatif yang menarik bagi pelajar, wisatawan, dan masyarakat umum. Kamu bisa memahami bagaimana Surabaya berkembang dari kota pelabuhan hingga kota metropolitan modern.
Jika liburan ke Surabaya, rasanya tak lengkap bila tak mengunjungi Gedung Siola untuk mempelajari sejarah kota pahlawan ini. Kamu dapat menginap di pusat kota untuk mempermudah mobilisasi ke setiap destinasi. Kini, booking hotel bisa kamu lakukan di Traveloka. Booking dari jauh-jauh hari dan nikmati beragam penawaran terbaiknya!
Gedung Siola merupakan salah satu bangunan bersejarah yang mencerminkan perjalanan panjang Kota Surabaya dari masa kolonial hingga era modern. Dari pusat perbelanjaan bergengsi hingga museum kota, Gedung Siola menjadi simbol perubahan zaman sekaligus warisan budaya yang penting. Jika kamu tertarik menjelajahi Surabaya dan mengunjungi berbagai destinasi bersejarah seperti Gedung Siola, pastikan perjalananmu direncanakan dengan praktis dan nyaman.
Kini, liburan ke Surabaya tak perlu pusing karena ada Traveloka! Merencanakan liburan jadi lebih mudah dan cepat karena kamu bisa melakukan banyak hal dalam satu aplikasi. Dengan Traveloka, kamu bisa pesan tiket pesawat, tiket kereta api, shuttle bus, hingga booking hotel. Selain itu, kamu juga bisa memesan tiket atraksi wisata di Surabaya tanpa datang langsung ke lokasi atau antre! Jadi, tunggu apa lagi? Ini saatnya liburan ke Surabaya tanpa ribet pakai Traveloka!










