
Pempek bukan sekadar makanan khas Palembang. Di balik teksturnya yang kenyal dan kuah cuko yang tajam menggoda, tersimpan cerita panjang tentang pertemuan budaya, kreativitas masyarakat lokal, dan perjalanan sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Sejarah pempek memperlihatkan bagaimana sebuah hidangan sederhana bisa bertahan ratusan tahun dan menjadi identitas daerah.
Jika kamu pernah mencicipi pempek, mungkin yang terlintas hanya rasa gurih ikan dan sensasi asam manis pedas dari cukonya. Namun ketika memahami sejarah pempek secara lebih dalam, pengalaman menikmati hidangan ini akan terasa jauh lebih bermakna.
Melalui artikel ini, kamu akan diajak menyusuri asal usul pempek, fakta-fakta menarik yang jarang diketahui, hingga tips menikmati pempek dengan cara yang lebih menyenangkan, terutama saat berkunjung langsung ke Palembang.
Baca Juga: Daftar Bandara di Palembang & Lokasinya
Sejarah pempek tidak bisa dipisahkan dari Palembang yang sejak masa Kerajaan Sriwijaya sudah menjadi kota pelabuhan ramai. Interaksi dengan pedagang, termasuk dari Tiongkok, diyakini memengaruhi lahirnya pempek. Konon pada abad ke-16, seorang perantau Tiongkok menggiling ikan dan mencampurnya dengan sagu agar lebih tahan lama dan memiliki tekstur berbeda. Karena ia dipanggil “apek”, dari situlah muncul sebutan empek-empek atau pempek.
Selain pengaruh budaya, bahan lokal seperti ikan dan sagu dari Sumatra Selatan membuat pempek memiliki tekstur kenyal khas. Kombinasi inilah yang menjadikannya berbeda dari olahan ikan daerah lain.
Dari Makanan Rakyat hingga Ikon Nasional
Awalnya, pempek adalah makanan sederhana yang dijual di pasar dan keliling kampung. Seiring waktu, pempek mulai dikenal luas karena banyak perantau Palembang membuka usaha di berbagai kota besar Indonesia.
Kini, pempek tidak hanya dikenal sebagai makanan khas daerah, tetapi juga kuliner nasional yang mudah ditemukan di mana saja. Meski begitu, banyak orang tetap merasa cita rasa pempek asli lebih terasa ketika disantap langsung di Palembang.
Evolusi Bentuk dan Variasi Pempek
Pempek tidak hanya berbentuk kapal selam. Awalnya ada bentuk sederhana seperti lenjer dan bulat kecil, lalu berkembang menjadi berbagai variasi seperti adaan, kulit, keriting, hingga pistel. Setiap jenis memiliki ciri khas, baik dari tekstur maupun isiannya. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pempek terus beradaptasi dengan selera tanpa meninggalkan bahan utamanya, yaitu ikan dan sagu.
Cuko: Pelengkap yang Tak Terpisahkan
Pempek tidak lengkap tanpa cuko, kuah berwarna gelap yang bercita rasa manis, asam, pedas, dan gurih. Terbuat dari gula merah, asam jawa, bawang putih, dan cabai, cuko menjadi penyeimbang rasa pempek. Setiap penjual biasanya memiliki racikan cuko khas yang diwariskan turun-temurun. Inilah yang membuat pengalaman menikmati pempek bisa berbeda di setiap tempat.
Tue, 24 Mar 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Palembang (PLM)
Mulai dari Rp 688.300
Tue, 24 Mar 2026

Batik Air
Jakarta (HLP) ke Palembang (PLM)
Mulai dari Rp 775.100
Thu, 26 Mar 2026

Lion Air
Batam (BTH) ke Palembang (PLM)
Mulai dari Rp 655.300
Sejarah pempek memiliki beberapa fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Dahulu, pempek tidak selalu menggunakan ikan tenggiri, melainkan ikan sungai seperti belida yang banyak ditemukan di Sungai Musi. Namun karena jumlahnya menurun, ikan tenggiri kemudian menjadi bahan yang lebih umum digunakan.
Pempek juga dikenal sebagai oleh-oleh khas dari Palembang. Banyak orang merasa belum lengkap berkunjung tanpa membawa pulang pempek untuk keluarga, sehingga makanan ini semakin kuat sebagai identitas daerah.
Dalam pembuatannya, pempek memerlukan takaran ikan dan sagu yang pas agar teksturnya kenyal dan tidak keras. Kini, pempek juga hadir dalam versi beku yang bisa dikirim ke berbagai kota bahkan luar negeri, membuatnya tetap relevan di era modern.
Mengetahui sejarah pempek akan membuat pengalaman makan menjadi lebih bermakna. Namun ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar semakin memahami dan menikmati pempek secara maksimal.
1. Kenali Jenis Ikan yang Digunakan
Rasa pempek sangat dipengaruhi oleh kualitas ikan. Jika memungkinkan, tanyakan jenis ikan yang digunakan. Ikan tenggiri biasanya menghasilkan rasa gurih yang lebih kuat dan tekstur yang halus.
2. Perhatikan Tekstur dan Aroma
Pempek yang baik memiliki tekstur kenyal tetapi tidak keras. Aromanya segar tanpa bau amis yang menyengat. Memahami detail ini membuat kamu lebih peka terhadap kualitas.
3. Cicipi Cuko Secara Terpisah
Sebelum mencampurkan semuanya, coba sedikit cuko terlebih dahulu. Rasakan keseimbangan manis, asam, dan pedasnya. Dari sini kamu bisa memahami karakter khas dari setiap penjual.
4. Nikmati Saat Masih Hangat
Pempek yang baru direbus atau digoreng memiliki tekstur terbaik. Jika berkunjung ke Palembang, sempatkan untuk menikmatinya langsung di tempat agar pengalaman rasa lebih autentik.
5. Jelajahi Tempat Asalnya
Untuk benar-benar memahami sejarah pempek, datang langsung ke Palembang adalah pilihan terbaik. Kamu bisa melihat bagaimana pempek dibuat, mencicipi berbagai variasi, sekaligus menikmati suasana kota di tepi Sungai Musi.
Berwisata kuliner akan terasa semakin lengkap jika dipadukan dengan eksplorasi destinasi menarik di kota ini. Setelah menikmati pempek, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat seru berikut di Palembang.
1. Funspot Palembang Trade Center
Tempat ini menawarkan berbagai wahana permainan yang cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa. Lokasinya strategis di dalam pusat perbelanjaan, sehingga kamu bisa bermain sekaligus bersantai tanpa perlu berpindah jauh.

Ilir Timur II

FUNSPOT Palembang Trade Center

9.2/10
Ilir Timur II
Rp 100.000
Rp 95.000
2. Amazone Palembang / Amazonia Palembang
Arena permainan ini menghadirkan aneka game seru, mulai dari mesin arcade hingga permainan interaktif yang menyenangkan untuk segala usia. Suasananya ramai dan penuh warna, cocok untuk quality time bersama keluarga atau teman.

Ilir Barat I

Tiket Amazonia Palembang
Ilir Barat I
Rp 100.000
Rp 95.000
3. Trans Studio Mini Palembang
Taman hiburan dalam ruangan ini menawarkan wahana interaktif dengan konsep modern dan menarik. Cocok untuk kamu yang ingin menikmati sensasi bermain tanpa terpengaruh cuaca.

Bukit Kecil

Tiket Trans Studio Mini Palembang

9.1/10
Bukit Kecil
Rp 60.000
Rp 50.000
4. The Healing Touch Nakamura Palembang
Setelah lelah berkeliling kota, tempat ini bisa menjadi pilihan untuk relaksasi. Perpaduan pijat dan terapi tradisional membantu tubuh kembali segar sebelum melanjutkan aktivitas.

Ilir Timur II

The Healing Touch Nakamura Palembang

7.0/10
Ilir Timur II
Rp 225.000
Untuk memudahkan perjalananmu, kamu bisa merencanakan tiket aktivitas, hotel, hingga transportasi melalui Traveloka agar liburan di Palembang terasa lebih praktis dan nyaman.
Sejarah pempek bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Palembang. Dari cerita lama hingga menjadi kuliner favorit di seluruh Indonesia, pempek terus bertahan dan dinikmati dalam berbagai suasana.
Jika kamu berkunjung ke Sumatra Selatan, sempatkan mencicipi pempek langsung di kota asalnya, dekat Sungai Musi. Agar perjalanan lebih praktis, kamu bisa merencanakannya melalui Traveloka sehingga wisata kuliner dan eksplorasi kota terasa lebih nyaman dan terorganisir.














