
Pizza mungkin terlihat sederhana: adonan roti pipih, saus tomat, keju, dan aneka topping. Namun di balik tampilannya yang akrab dan mudah ditemukan di berbagai kota, tersimpan sejarah panjang yang penuh cerita. Sejarah pizza bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang budaya, migrasi, hingga perubahan selera dunia.
Ketika kamu menikmati sepotong pizza hangat, sebenarnya kamu sedang mencicipi warisan kuliner yang telah melewati ratusan tahun perjalanan. Dari jalanan sederhana di Italia hingga restoran mewah di berbagai negara, pizza menjelma menjadi simbol globalisasi rasa.
Artikel ini akan mengajak kamu menelusuri sejarah pizza secara lengkap, mulai dari asal-usulnya, fakta-fakta menarik yang jarang diketahui, hingga inspirasi wisata ke Italia untuk merasakan cita rasa otentiknya.
Baca Juga: Panduan Utama Etiket & Hal Tabu di Italia
Kota Napoli
Jika berbicara tentang sejarah pizza, banyak orang langsung mengaitkannya dengan Italia. Hal itu tidak salah, tetapi akar cerita pizza sebenarnya jauh lebih tua daripada negara Italia modern itu sendiri.
1. Roti Pipih di Dunia Kuno
Sejak zaman Mesir Kuno, Yunani, dan Romawi, manusia sudah membuat roti pipih yang dipanggang di atas batu panas lalu diberi minyak zaitun atau rempah. Di Yunani ada makanan bernama “plakous”, sementara bangsa Romawi mengenal “panis focacius” yang menjadi cikal bakal focaccia. Bentuknya mirip pizza, hanya saja belum menggunakan saus tomat karena tomat baru dikenal di Eropa pada abad ke-16.
2. Tomat dan Revolusi Rasa di Napoli
Tomat awalnya sempat dianggap berbahaya di Eropa, tetapi masyarakat di Napoli mulai mengolahnya sebagai makanan pada abad ke-17 dan 18. Roti pipih yang diberi tomat, bawang putih, dan minyak zaitun menjadi makanan murah dan mengenyangkan bagi warga setempat. Dari sinilah pizza modern mulai dikenal sebagai makanan rakyat yang dijual di jalanan.
3. Pizza Margherita dan Cerita Kerajaan
Pada tahun 1889, diceritakan bahwa Ratu Margherita mencicipi pizza saat berkunjung ke Napoli. Seorang pembuat pizza bernama Raffaele Esposito membuat pizza dengan tomat, mozzarella, dan basil yang melambangkan warna bendera Italia. Pizza tersebut kemudian dikenal sebagai Pizza Margherita dan menjadi salah satu jenis pizza paling terkenal hingga sekarang, meski detail ceritanya masih diperdebatkan.
Walau terdapat perdebatan historis mengenai detail ceritanya, kisah ini tetap menjadi bagian penting dari sejarah pizza dan memperkuat identitasnya sebagai simbol nasional Italia.
Pizza telah berkembang jauh dari asalnya dan menjadi makanan global yang digemari di berbagai negara. Perjalanannya mencerminkan perpaduan budaya, migrasi, dan inovasi kuliner yang terus berubah mengikuti zaman.
1. Pizza Menaklukkan Amerika Serikat
Pizza menyebar luas ketika imigran Italia membawanya ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, terutama berkembang pesat di New York City. Di sana, pizza beradaptasi dengan ukuran lebih besar dan topping lebih beragam, hingga muncul gaya seperti New York style dan Chicago deep dish, lalu semakin populer setelah Perang Dunia II.
2. Standar Ketat Pizza Napoli
Pizza tradisional dari Napoli memiliki aturan pembuatan yang ketat, mulai dari jenis tepung hingga penggunaan oven kayu bersuhu tinggi agar menghasilkan tekstur khas. Keaslian ini semakin diakui ketika seni pembuatan pizza Napoli ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2017.
3. Pizza sebagai Simbol Globalisasi
Seiring waktu, pizza beradaptasi dengan selera lokal di berbagai negara, seperti topping jagung dan mayones di Jepang atau rendang di Indonesia. Fleksibilitas ini membuat pizza tetap relevan tanpa kehilangan identitas dasarnya sebagai roti pipih dengan saus dan topping.
4. Rekor dan Perayaan Pizza
Pizza juga dirayakan secara internasional melalui berbagai festival dan hari khusus, bahkan rekor pizza terbesar di dunia beberapa kali dipecahkan. Dari makanan rakyat sederhana hingga industri bernilai miliaran dolar, pizza menunjukkan bagaimana kuliner bisa menjadi fenomena global.
Chicago deep dish pizza
Memahami sejarah pizza bisa membuat pengalaman makan terasa lebih istimewa. Dengan mengetahui asal-usul dan teknik pembuatannya, kamu tidak hanya menikmati rasanya, tetapi juga menghargai proses di baliknya.
1. Kenali Gaya dan Asalnya
Setiap jenis pizza memiliki ciri khas berbeda, seperti pizza dari Napoli yang lembut dan tipis, atau gaya New York yang lebih besar dan fleksibel. Dengan mengenali perbedaannya, kamu bisa lebih memahami tradisi dan teknik di balik setiap sajian. Jika ingin rasa yang klasik, pilih topping sederhana seperti Margherita atau Marinara.
2. Perhatikan Adonan dan Teknik Panggang
Adonan yang difermentasi dengan baik akan menghasilkan tekstur kenyal di dalam dan sedikit renyah di luar. Pizza yang dipanggang di oven kayu bersuhu tinggi biasanya memiliki aroma asap ringan dan pinggiran yang sedikit gosong. Detail kecil ini menunjukkan kualitas dan keaslian pembuatannya.
3. Hargai Bahan Berkualitas
Pizza tradisional Italia mengutamakan bahan segar seperti tomat berkualitas, mozzarella segar, dan minyak zaitun murni. Kesederhanaan bahan justru membuat rasa lebih seimbang dan autentik. Dari sini terlihat bahwa kualitas lebih penting daripada topping yang berlebihan.
4. Jelajahi Pizza di Tempat Asalnya
Jika ingin pengalaman paling autentik, cobalah pizza langsung di Italia, terutama di Napoli. Suasana kota, oven kayu tradisional, dan resep turun-temurun memberikan pengalaman yang berbeda. Menggabungkan wisata kuliner dan sejarah akan membuat perjalananmu semakin berkesan.
Setelah memahami sejarah pizza, mungkin muncul keinginan untuk mengunjungi Italia dan merasakan langsung atmosfer tempat lahirnya makanan legendaris ini. Italia tidak hanya menawarkan pizza autentik, tetapi juga kekayaan sejarah dan arsitektur yang memukau.
Colosseum adalah simbol kejayaan Romawi Kuno. Mengunjungi tempat ini memberi gambaran tentang peradaban yang juga berperan dalam evolusi roti pipih sebagai cikal bakal pizza. Kamu bisa mendapatkan tiket kunjungan melalui Traveloka untuk pengalaman yang lebih praktis.

Roma

Tiket Colosseum

9.6/10
Roma
Rp 106.128
Museum Vatikan menyimpan karya seni kelas dunia. Setelah menikmati seni dan sejarah, kamu bisa melanjutkan eksplorasi kuliner Italia di sekitar Roma. Traveloka menyediakan berbagai pilihan tur yang memudahkan perjalanan.

Vatikan

Vatican Museums Self-Guided Tour through Audio Guide App

9.1/10
Vatikan
Rp 49.669
Menara Miring Pisa dan kota Florence menawarkan pengalaman budaya yang kaya. Florence dikenal sebagai pusat Renaisans, sementara Pisa memiliki ikon arsitektur unik. Perjalanan dari Roma ke kota-kota ini dapat direncanakan dengan mudah melalui Traveloka.

Roma

Pisa and Florence Tour from Rome

9.4/10
Roma
Rp 2.961.344
Rp 2.685.140
Katedral megah di Milan menjadi destinasi wajib lainnya. Setelah menikmati panorama kota dari atap katedral, kamu bisa menjelajahi restoran dan pizzeria lokal yang menyajikan berbagai interpretasi pizza.

Milan

Milan | Duomo di Milano Ticket

9.6/10
Milan
Rp 517.326
Dengan memanfaatkan Traveloka, kamu dapat memesan tiket atraksi, tur, hingga kebutuhan perjalanan lainnya dalam satu platform. Hal ini membuat perjalanan ke Italia menjadi lebih terencana dan nyaman.
Baca Juga: Lake Como: Permata Italia Utara yang Memikat
Jika ingin merasakan langsung jejak sejarah tersebut, merencanakan perjalanan ke Italia bisa menjadi langkah yang menarik. Dengan bantuan Traveloka, kebutuhan tiket atraksi dan aktivitas wisata dapat diatur lebih praktis sehingga kamu bisa fokus menikmati pengalaman kuliner dan sejarah secara menyeluruh.
Pada akhirnya, sejarah pizza bukan hanya tentang makanan, melainkan tentang perjalanan manusia, kreativitas, dan kemampuan budaya untuk menyatukan dunia melalui rasa!










