
Singapura adalah salah satu kota paling ambisius secara arsitektur di dunia — sebuah tempat di mana gedung-gedung neoklasik era kolonial berdiri berdampingan dengan konservatori kaca futuristik, di mana kawasan perumahan art deco tahun 1930-an berbagi lingkungan dengan menara residensial biophilic yang dibalut tanaman hidup. Bagi wisatawan Indonesia yang menyukai arsitektur dan desain perkotaan, Singapura adalah kota yang luar biasa untuk dijelajahi — tidak hanya sebagai latar belakang foto, tetapi sebagai teks yang bisa dibaca dan dipelajari. Panduan ini mencakup bangunan-bangunan yang mendefinisikan identitas arsitektur Singapura.
Pesan tiket pesawat ke Singapura dan rencanakan tur arsitekturmu. Temukan hotel di kawasan Marina Bay untuk akses paling nyaman ke mahakarya arsitektur kota.
Tue, 4 Aug 2026

Scoot
Jakarta (CGK) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 923.295
Wed, 19 Aug 2026

AirAsia Indonesia
Surabaya (SUB) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 2.002.446
Wed, 19 Aug 2026

Saudia
Bali / Denpasar (DPS) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 2.055.001
Bangunan paling dikenal di Singapura dan salah satu yang paling banyak difoto di dunia. Marina Bay Sands dirancang oleh arsitek Israel-Kanada Moshe Safdie dan dibuka pada 2010. Konsepnya — tiga menara hotel berlantai 55 yang sedikit miring ke luar di bagian dasar dan menopang SkyPark atap sepanjang 340 meter berbentuk seperti kapal besar yang menggantung — dianggap hampir tidak mungkin dibangun ketika pertama kali diusulkan. Tantangan rekayasa dari kantilever (yang memanjang 65 meter melampaui menara paling utara) membutuhkan solusi struktural inovatif. SkyPark menampung kolam renang infinity, restoran, jalur jogging, dan dek observasi publik.
Gardens by the Bay, yang mencakup 101 hektar di atas tanah reklamasi sepanjang tepi air Marina Bay, mewakili pernyataan paling ambisius Singapura tentang identitasnya sebagai "City in a Garden." Elemen paling mendefinisikan proyek ini adalah 18 Supertree — struktur taman vertikal setinggi 25 hingga 50 meter yang berfungsi sekaligus sebagai patung estetika, pemanen energi surya, dan sistem lingkungan yang memventilasi konservatori di bawahnya. Dua konservatori kaca — Flower Dome (rumah kaca terbesar di dunia) dan Cloud Forest — mendemonstrasikan bagaimana arsitektur dapat mengintegrasikan kontrol iklim, tampilan hortikultura, dan pengalaman pengunjung dalam skala yang luar biasa.
Jewel Changi Airport, dibuka pada 2019 dan dirancang lagi oleh Moshe Safdie, adalah kubah toroidal kaca dan baja yang menghubungkan Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Changi. Pusatnya adalah HSBC Rain Vortex — air terjun indoor tertinggi di dunia setinggi 40 meter — yang jatuh dari puncak oculus kubah ke hutan indoor di bawahnya. Bangunan ini secara bersamaan berfungsi sebagai destinasi ritel dan makan premium, atraksi publik, dan terminal bandara — tipologi bangunan yang benar-benar baru yang sebagian besar diciptakan oleh Singapura.
Esplanade — Theatres on the Bay, dirancang oleh DP Architects Singapura bekerja sama dengan Michael Wilford & Partners, dibuka pada 2002. Dua kubah cangkang bangunan ini ditutupi sekitar 7.000 peneduh aluminium dalam pola yang memberinya julukan populer "Si Durian" — referensi untuk buah berduri khas Singapura. Desainnya disengaja: elemen peneduh aluminium segitiga dikalibrasi untuk memungkinkan cahaya alami yang menyebar masuk ke fasad kaca bangunan sambil memblokir perolehan panas matahari langsung — memecahkan masalah rekayasa iklim tropis yang nyata melalui cara dekoratif.
National Gallery Singapore, dibuka pada 2015, menempati dua bangunan bersejarah paling signifikan Singapura — bekas Mahkamah Agung (1939) dan bekas Balai Kota (1929) — yang dihubungkan oleh atap atrium kaca dan baja kontemporer yang dirancang oleh Studio Milou Architecture. Proyek ini adalah salah satu contoh terbaik adaptive reuse di Asia Tenggara: arsitektur kolonial dipertahankan dengan cermat, koneksi interior jelas modern, dan atap atrium membanjiri bangunan-bangunan yang sebelumnya terputus dengan cahaya alami sambil menciptakan ruang galeri baru.
Di antara semua arsitektur Singapura, shophouse Peranakan adalah yang paling langsung bisa dijelajahi dan paling beragam dalam ekspresi visualnya. Ruko dua hingga tiga lantai ini — dicat dalam warna permen dan didekorasi dengan ubin keramik, plesteran ornate, dan detail kayu ukir — adalah produk dari abad ke-19 hingga awal abad ke-20 yang mencerminkan perpaduan gaya Eropa, Tionghoa, dan Melayu. Koon Seng Road di Joo Chiat, Smith Street di Chinatown, dan Emerald Hill Road di Orchard adalah tiga konsentrasi shophouse terbaik untuk dieksplorasi. Semuanya gratis untuk dilihat dari luar.
Jelajahi lingkungan binaan Singapura yang luar biasa dengan tempat wisata terbaik di kota. Atur airport transfer dari Changi. Cek promo Traveloka terbaru, dan rencanakan pengalaman Singapura-mu di Traveloka.






