13 Suku di Aceh: Ketahui Tradisi dan Tata Kramanya

Mas Bellboy
Waktu baca 4 menit

Suku di Aceh adalah narasi pertemuan besar berbagai bangsa seperti Arab, India, dan Melayu yang telah berakulturasi selama ribuan tahun. Provinsi ini bukan sekadar wilayah satu warna, melainkan kuali besar peradaban yang membentuk identitas unik di ujung Nusantara.

Menjelajahi suku asli Aceh akan mengungkap sisi keramahan luar biasa di balik karakter mereka yang teguh. Artikel ini akan mengulas daftar suku utama, karakteristik unik etnisnya, panduan tata krama lokal, hingga rekomendasi penginapan strategis untuk perjalanan budaya Anda.

13 Suku di Aceh dan Keunikan Budayanya

Suku di Aceh dan Bahasa Daerah yang Digunakan

Keberagaman etnis di Aceh adalah mosaik yang indah. Dari ujung Sabang hingga perbatasan Sumatera Utara, setiap wilayah memiliki cerita dan logatnya sendiri.

1. Suku Aceh (Sang Pemegang Estafet Kerajaan)

Suku Aceh adalah kelompok etnis terbesar yang mendominasi wilayah pesisir. Sebagai suku yang ada di aceh yang paling dikenal, mereka memiliki sejarah panjang dalam melawan kolonialisme. Identitas mereka tercermin dalam Rumoh Aceh yang selalu menghadap kiblat dan filosofi hidup yang sangat kental dengan nilai syariat. Bahasa Aceh sendiri memiliki beberapa dialek unik seperti dialek Rayeuk dan Pidie.

2. Suku Gayo (Harmoni di Dataran Tinggi)

Mendiami wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, Suku Gayo adalah suku yang ada di provinsi aceh yang terkenal dengan ketangguhannya. Mereka adalah pemilik sah Tari Saman yang mengutamakan kekompakan dan kecepatan. Selain budaya, mereka dikenal sebagai produsen salah satu kopi Arabika terbaik dunia yang tumbuh subur di tanah vulkanis Pegunungan Leuser.

3. Suku Alas (Penjaga Lembah Leuser)

Suku Alas menetap di wilayah Aceh Tenggara, khususnya di lembah yang dialiri Sungai Alas. Kehidupan mereka sangat dekat dengan alam, tecermin dalam arsitektur Umah Alas. Mereka memiliki tradisi lisan yang kuat dan sistem kekerabatan yang sangat erat dalam menjaga kelestarian hutan adat di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser.

Terbang Bersama Traveloka

Mon, 2 Mar 2026

AirAsia Berhad (Malaysia)

Jakarta (CGK) ke Banda Aceh (BTJ)

Mulai dari Rp 1.352.894

Sun, 22 Mar 2026

Super Air Jet

Medan (KNO) ke Banda Aceh (BTJ)

Mulai dari Rp 736.300

Tue, 3 Mar 2026

AirAsia Berhad (Malaysia)

Kuala Lumpur (KUL) ke Banda Aceh (BTJ)

Mulai dari Rp 640.126

4. Suku Tamiang (Nafas Melayu di Perbatasan)

Berada di gerbang masuk timur Aceh, Suku Tamiang memiliki kedekatan sosiokultural dengan budaya Melayu Deli. Bahasa Tamiang sendiri terdengar lebih mirip dengan bahasa Melayu pesisir dibandingkan bahasa Aceh pada umumnya. Hal ini menjadikan mereka sebagai "jembatan budaya" antara Aceh dan Sumatera Utara.

5. Suku Aneuk Jamee (Persilangan Dua Budaya)

Namanya secara harfiah berarti "Anak Tamu". Suku ini terbentuk dari hasil asimilasi perantau Minangkabau yang menetap di pesisir selatan Aceh berabad-abad lalu. Mereka menggunakan bahasa yang mirip dialek Minang, namun dengan pengaruh kosakata Aceh yang kuat, menciptakan keunikan linguistik yang hanya ada di sini.

6. Suku Kluet (Misteri di Selatan)

Mendiami wilayah Aceh Selatan, Suku Kluet terbagi dalam beberapa klan yang menetap di sekitar pegunungan dan rawa. Meskipun wilayahnya kecil, mereka memiliki identitas bahasa sendiri yang berbeda dari suku Aceh maupun Aneuk Jamee di sekitarnya, menambah daftar panjang keragaman suku yang ada di aceh.

7. Suku Singkil (Penjaga Muara Selatan)

Berada di wilayah Aceh Singkil, suku ini memiliki kekerabatan dekat dengan suku Pakpak di Sumatera Utara namun telah memeluk Islam sejak lama. Mereka dikenal dengan kemampuan navigasi sungai dan lautnya, serta tradisi kuliner yang kaya akan rempah pesisir.

8. Suku Simeulue (Ksatria Samudera)

Terletak di sebuah pulau terluar, suku ini sangat legendaris karena tradisi Smong (syair tsunami). Mereka adalah pelaut tangguh yang menggantungkan hidup dari hasil laut dan perkebunan cengkih. Bahasa yang digunakan pun sangat khas dan berbeda jauh dengan bahasa daratan Aceh.

9. Suku Devayan (Penghuni Jantung Simeulue)

Suku Devayan adalah penduduk asli pulau Simeulue yang mendiami bagian tengah dan selatan. Mereka memiliki struktur sosial yang sangat teratur dan adat istiadat yang kuat terkait perlindungan ekosistem pulau agar terhindar dari bencana alam.

10. Suku Sigulai (Etnis Unik di Utara Simeulue)

Sering dianggap sama dengan Simeulue, namun Suku Sigulai sebenarnya memiliki identitas bahasa yang berbeda. Mereka mendiami sisi utara pulau dan tetap mempertahankan tradisi agraris tradisional di tengah kemajuan zaman, menjadikan mereka salah satu etnis paling eksotis di Aceh.

11. Suku Lekon (Penduduk Pulau Simeulue)

Suku Lekon menetap di wilayah Kecamatan Alafan, Pulau Simeulue. Meskipun jumlah populasinya tidak sebesar suku lain di Simeulue, mereka memiliki bahasa dan identitas budaya sendiri yang tetap terjaga di tengah interaksi dengan suku-suku pendatang.

12. Suku Haloban (Etnis Kepulauan Banyak)

Suku Haloban mendiami wilayah Kepulauan Banyak di Aceh Singkil. Mereka memiliki keterkaitan sejarah dengan Suku pesisir namun mengembangkan dialek dan adat istiadat yang unik karena pengaruh lingkungan kepulauan yang cukup terisolasi di masa lalu.

13. Suku Nias (Warga Perbatasan & Kepulauan)

Masyarakat Suku Nias sudah lama menetap di wilayah Aceh, khususnya di wilayah Simeulue dan Aceh Singkil. Mereka telah berakulturasi dengan budaya lokal Aceh namun tetap mempertahankan beberapa tradisi khas leluhur mereka, sehingga menambah keragaman etnis di wilayah perbatasan.

Tata Krama dan Panduan Berinteraksi di Wilayah Aceh

Mengunjungi Aceh berarti Anda memasuki wilayah yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat. Berikut panduannya:

1. Standar Berpakaian

Aceh menerapkan hukum syariat Islam. Pastikan Anda mengenakan pakaian yang sopan di tempat umum. Untuk pria, hindari menggunakan celana pendek di atas lutut saat masuk ke kantor pemerintah atau masjid. Untuk wanita, disarankan mengenakan pakaian longgar dan membawa kain kerudung saat mengunjungi situs sejarah keagamaan.

Terbang Bersama Traveloka

Mon, 2 Mar 2026

AirAsia Berhad (Malaysia)

Jakarta (CGK) ke Banda Aceh (BTJ)

Mulai dari Rp 1.352.894

Sun, 22 Mar 2026

Super Air Jet

Medan (KNO) ke Banda Aceh (BTJ)

Mulai dari Rp 736.300

Tue, 3 Mar 2026

AirAsia Berhad (Malaysia)

Kuala Lumpur (KUL) ke Banda Aceh (BTJ)

Mulai dari Rp 640.126

2. Protokol Dokumentasi Budaya

Jika ingin memotret kegiatan harian warga atau upacara adat, sebaiknya mintalah izin kepada tokoh masyarakat setempat (Keuchik). Warga Aceh sangat terbuka untuk difoto asalkan Anda menunjukkan sikap hormat dan tidak mengganggu prosesi ibadah mereka.

3. Menghormati Aturan Lokal

Hormati jam ibadah, terutama saat waktu maghrib dan salat Jumat. Pada waktu-waktu ini, sebagian besar toko dan warung akan tutup sementara sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan daerah. Mematuhi aturan ini akan membuat Anda sangat dihormati oleh warga setempat.

Rekomendasi Hotel untuk Wisata Sejarah di Aceh

Hotel-hotel ini menawarkan kenyamanan sekaligus akses mudah ke berbagai situs sejarah dan pusat komunitas suku asli Aceh. Berikut rekomendasinya untuk Anda:

1. The Pade Hotel (Aceh Besar) 

The Pade Hotel memiliki arsitektur megah menyerupai istana dengan perpaduan gaya kerajaan Aceh dan Timur Tengah. Terletak di gerbang masuk Banda Aceh, hotel ini menawarkan suasana mewah yang kental akan nilai sejarah bagi setiap tamu yang baru tiba dari bandara.

Banda Raya

The Pade Hotel

8.5/10

Banda Raya

Rp 1.295.687

Rp 971.765

2. Grand Arabia Hotel (Banda Aceh) 

Grand Arabia Hotel menonjolkan motif dekoratif tradisional pada interior modernnya dan terletak sangat dekat dengan Masjid Raya Baiturrahman. Lokasi strategis ini memudahkan tamu mengeksplorasi pusat sejarah dan kuliner kota Banda Aceh hanya dengan berjalan kaki.

Meuraksa

Portola Grand Arabia Hotel

8.6/10

Meuraksa

Rp 716.020

Rp 538.361

3. Grand Bayu Hill (Takengon) 

Grand Bayu Hill mengusung identitas Suku Gayo melalui furnitur kayu dan hiasan kain Kerawang Gayo yang autentik. Berada di perbukitan, hotel ini menyuguhkan pemandangan Danau Laut Tawar serta akses cepat menuju perkebunan kopi legendaris di Aceh Tengah.

Kebayakan

Hotel Grand Bayu Hill

8.2/10

Kebayakan

Rp 664.000

Rp 498.000

4. Parkside Gayo Petro (Takengon) 

Parkside Gayo Petro memadukan kenyamanan modern dengan elemen seni dan material alam asli pegunungan Gayo. Letaknya yang berada di tepi danau memudahkan wisatawan untuk berinteraksi langsung dengan komunitas nelayan tradisional serta menikmati suasana alam pedalaman Aceh.

Takengon

Parkside Gayo Petro Hotel - Takengon

8.7/10

Takengon

Rp 999.024

Rp 749.268

5. Hotel Hermes Palace (Banda Aceh) 

Hotel Hermes Palace memberikan layanan bintang lima yang mengedepankan filosofi memuliakan tamu khas masyarakat Aceh. Sentuhan artistik lokal tersebar di area interior hotel, menjadikannya peristirahatan berstandar internasional yang tetap menjaga keramahan budaya setempat.

Medan City Center

Hermes Palace Hotel Medan

8.2/10

Medan City Center

Rp 513.000

Rp 498.636

Untuk melihat macam-macam hotel di Aceh lainnya yang sesuai dengan budget Anda, silakan kunjungi halaman hotel Aceh di Traveloka.

Jelajahi Keajaiban Budaya Aceh Bersama Traveloka

Tertarik untuk merasakan langsung keramahan suku yang ada di aceh? Sekarang adalah waktu yang tepat untuk merencanakan petualangan budaya Anda. Aceh menawarkan lebih dari sekadar pemandangan, ia menawarkan pengalaman spiritual dan histori yang tak akan Anda temukan di tempat lain.

Segera pesan tiket pesawat ke Banda Aceh, hotel, dan pilihan wisata Anda melalui Traveloka. Nikmati kemudahan fitur Easy Reschedule jika rencana berubah mendadak, serta opsi pembayaran TPayLater agar budget liburan tetap aman. Jangan lupa cek promo khusus untuk pengguna baru agar perjalanan Anda ke Tanah Rencong semakin hemat dan berkesan!

Dalam Artikel Ini

• 13 Suku di Aceh dan Keunikan Budayanya
• 1. Suku Aceh (Sang Pemegang Estafet Kerajaan)
• 2. Suku Gayo (Harmoni di Dataran Tinggi)
• 3. Suku Alas (Penjaga Lembah Leuser)
• 4. Suku Tamiang (Nafas Melayu di Perbatasan)
• 5. Suku Aneuk Jamee (Persilangan Dua Budaya)
• 6. Suku Kluet (Misteri di Selatan)
• 7. Suku Singkil (Penjaga Muara Selatan)
• 8. Suku Simeulue (Ksatria Samudera)
• 9. Suku Devayan (Penghuni Jantung Simeulue)
• 10. Suku Sigulai (Etnis Unik di Utara Simeulue)
• 11. Suku Lekon (Penduduk Pulau Simeulue)
• 12. Suku Haloban (Etnis Kepulauan Banyak)
• 13. Suku Nias (Warga Perbatasan & Kepulauan)
• Tata Krama dan Panduan Berinteraksi di Wilayah Aceh
• 1. Standar Berpakaian
• 2. Protokol Dokumentasi Budaya
• 3. Menghormati Aturan Lokal
• Rekomendasi Hotel untuk Wisata Sejarah di Aceh
• 1. The Pade Hotel (Aceh Besar) 
• 2. Grand Arabia Hotel (Banda Aceh) 
• 3. Grand Bayu Hill (Takengon) 
• 4. Parkside Gayo Petro (Takengon) 
• 5. Hotel Hermes Palace (Banda Aceh) 
• Jelajahi Keajaiban Budaya Aceh Bersama Traveloka

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Mon, 2 Mar 2026
AirAsia Berhad (Malaysia)
Jakarta (CGK) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 1.352.894
Pesan Sekarang
Sun, 22 Mar 2026
Super Air Jet
Medan (KNO) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 736.300
Pesan Sekarang
Tue, 3 Mar 2026
AirAsia Berhad (Malaysia)
Kuala Lumpur (KUL) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 640.126
Pesan Sekarang
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan