
Bali dikenal dunia sebagai Pulau Dewata, namun pesonanya tidak hanya terletak pada alamnya, melainkan pada masyarakatnya yang heterogen. Mengenal suku di bali adalah memahami bagaimana berbagai garis keturunan dan keyakinan dapat hidup berdampingan dalam harmoni yang luar biasa.
Meskipun didominasi oleh penganut agama Hindu, Bali merupakan rumah bagi berbagai sub-suku asli dan kelompok pendatang. Interaksi antarbudaya inilah yang membentuk wajah Bali sebagai pulau yang toleran dan kaya akan identitas.
Berdasarkan catatan sejarah dan data kependudukan, berikut adalah kelompok etnis utama yang membentuk kebudayaan di Bali:
Suku Bali merupakan suku bangsa mayoritas yang menghuni pulau ini. Mereka menggunakan bahasa Bali sebagai identitas utama dan menjalankan kebudayaan yang sangat kental dengan nilai-nilai spiritual.
Meskipun sebagian besar adalah penganut Hindu, Suku Bali menunjukkan inklusivitas dengan adanya anggota komunitas yang beragama Islam, Kristen, hingga Buddha. Hal ini menjadikan kebudayaan Bali sangat dinamis dan terbuka terhadap perbedaan.
Suku Bali Aga atau sering disebut "Bali Pegunungan" menganggap diri mereka sebagai penduduk asli Bali yang belum terjamah pengaruh luar atau teknologi modern. Masyarakat ini umumnya mendiami wilayah pedalaman, salah satunya yang paling ikonik adalah Desa Trunyan.
Kehidupan mereka sangat terikat pada adat istiadat leluhur dan ritual tradisional yang unik. Sebagai subsuku, Bali Aga memberikan gambaran otentik mengenai kehidupan masyarakat Bali mula sebelum masuknya pengaruh Majapahit.
Suku Nyama Selam adalah bukti nyata indahnya toleransi di Pulau Dewata. Nama ini berasal dari kata "Nyama" yang berarti saudara dan "Selam" yang berarti Islam. Meskipun memeluk agama Islam, mereka tetap menjalankan tradisi kebudayaan Bali dalam keseharian.
Salah satu tradisi unik mereka adalah Ngejot, yaitu kebiasaan saling membantu dan berbagi makanan saat hari raya. Keberadaan mereka mempertegas bahwa identitas ke-Bali-an tidak terbatas pada satu keyakinan saja.
Suku Bali Majapahit berasal dari para pendatang asal Jawa yang menetap di Bali pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Kedatangan mereka membawa pengaruh besar dalam mempersatukan masyarakat dan menyebarkan budaya Hindu-Majapahit di pulau ini.
Masyarakat suku ini umumnya menghuni wilayah dataran rendah dan memiliki mata pencaharian utama sebagai petani. Pengaruh arsitektur, kasta (soroh), dan tata kelola kemasyarakatan mereka menjadi fondasi bagi banyak tradisi Bali modern saat ini.
Meskipun merupakan suku asli Pulau Lombok, beberapa kelompok Suku Sasak telah lama menetap dan menjadi bagian dari masyarakat Bali. Mereka berkomunikasi dengan bahasa Sasak namun hidup membaur dengan masyarakat lokal lainnya.
Mayoritas Suku Sasak di Bali menganut agama Islam, sementara sebagian kecil lainnya memegang kepercayaan pra-Islam yang disebut Sasak Boda. Keberadaan mereka menambah warna dalam keberagaman suku di bali yang inklusif.
Tue, 3 Mar 2026

Sriwijaya Air
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 751.400
Wed, 25 Mar 2026

Super Air Jet
Surabaya (SUB) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 563.800
Tue, 24 Feb 2026

Citilink
Jakarta (HLP) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 952.700
Berikut adalah versi ringkas dan padat untuk bagian Etika Wisata agar tetap nyaman dibaca namun tetap informatif:
Saat berpapasan dengan upacara Pecaruan atau iring-iringan di jalan, pastikan Anda memberikan jalan dan tidak memotong barisan. Jika sedang berkendara, kecilkan suara mesin atau matikan musik sejenak. Sikap sabar menanti hingga prosesi selesai sangat dihargai sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhusyukan ritual warga lokal.
Wajib menggunakan kain (sarung) dan senteng (selendang pinggang) saat memasuki area Pura untuk menghormati kesucian tempat ibadah. Pastikan bahu dan lutut tertutup rapi, serta patuhi aturan adat bagi wanita yang sedang menstruasi untuk tidak memasuki area utama Pura. Selalu perhatikan instruksi petugas adat atau Pecalang setempat.
Baca Juga: Kerajinan Khas Bali yang Perlu Anda Ketahui
Patuhi aturan Catur Brata Penyepian dengan tetap berada di dalam area hotel selama 24 jam penuh tanpa menyalakan lampu yang cahayanya terlihat dari luar. Menghormati keheningan total ini adalah bentuk apresiasi tertinggi terhadap ritual penyucian diri masyarakat Bali. Seluruh transportasi umum akan berhenti beroperasi selama masa Nyepi berlangsung.
Hindari menginjak atau melangkahi sesajen (Canang Sari) yang diletakkan di trotoar atau depan pintu masuk. Jangan pernah duduk atau menaiki bangunan suci dan altar persembahyangan (pelinggih). Memahami batasan fisik di area spiritual ini menunjukkan bahwa Anda adalah pelancong yang menghargai nilai kearifan lokal.
Tue, 3 Mar 2026

Sriwijaya Air
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 751.400
Wed, 25 Mar 2026

Super Air Jet
Surabaya (SUB) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 563.800
Tue, 24 Feb 2026

Citilink
Jakarta (HLP) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 952.700
Pilihlah akomodasi yang memudahkan Anda menjangkau pusat-pusat kebudayaan suku di bali:
Maya Ubud Resort & Spa adalah resort mewah di Ubud yang menjadi titik awal ideal untuk eksplorasi tradisi Suku Bali Majapahit. Akomodasi ini dilengkapi dengan infinity pool menghadap lembah, layanan spa kelas dunia, dan paviliun yoga. Desainnya yang memadukan arsitektur kontemporer dan suasana asri pedesaan memberikan ketenangan maksimal bagi setiap tamu.

Ubud

Maya Ubud Resort & Spa

9.2/10
•





Ubud
Rp 6.179.603
Rp 4.634.702
Candi Beach Resort & Spa terletak di Karangasem, memberikan akses mudah bagi Anda yang ingin mengunjungi Suku Bali Aga di Desa Tenganan. Resort ini menawarkan pantai pribadi, kolam renang tepi laut, serta fasilitas snorkeling. Tersedia pula restoran dengan menu hidangan laut segar yang sangat pas untuk menikmati suasana tenang di wilayah timur Bali.

Candidasa

Candi Beach Resort and Spa

8.8/10
•




Candidasa
Rp 1.475.941
Rp 1.279.198
The Anvaya Beach Resort Bali menawarkan kemewahan modern di Kuta bagi Anda yang ingin mengamati heterogenitas masyarakat pesisir. Fasilitas unggulannya meliputi kolam renang tematik, akses pantai privat, dan pusat kebugaran. Restoran Kunyit di dalam hotel juga menyajikan kuliner Bali autentik, menjadikannya pilihan sempurna untuk eksplorasi budaya dan kenyamanan.

Kuta

The Anvaya Beach Resort Bali

8.9/10
•





Kuta
Rp 2.971.479
Rp 2.228.609
Ingin melihat langsung uniknya tradisi Desa Trunyan atau mencicipi kuliner khas Nyama Selam? Traveloka mempermudah perjalanan Anda dengan berbagai pilihan tiket pesawat ke Denpasar dan pemesanan Hotel dengan harga terbaik.
Manfaatkan fitur Easy Reschedule untuk fleksibilitas perjalanan dan gunakan TPayLater agar Anda bisa memesan Tiket Wisata sekarang, bayar nanti. Jangan lewatkan promo pengguna baru untuk pengalaman liburan di Pulau Dewata yang lebih hemat. Pesan di Traveloka sekarang!








