
4 jam
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Wings Air | 16.10 | 17.50 | Batam (BTH) | Bangka / Pangkal Pinang (PGK) | Pesan Sekarang |
Ya. Wings Air dan Super Air Jet melayani rute ini secara langsung tanpa transit, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit hingga 1 jam 40 menit.
Wings Air dengan pesawat ATR 72 dan Super Air Jet dengan Airbus A320.
Bandara Depati Amir, berlokasi sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Pangkal Pinang.
Tidak. Pantai Tanjung Tinggi berada di Pulau Belitung, pulau berbeda dari Bangka, dan harus dijangkau lewat penerbangan tersendiri, bukan jalur darat dari Pangkal Pinang.
Pantai Pasir Padi, berjarak sekitar 7-8 kilometer dari pusat kota dan bisa dijangkau tanpa perlu keluar kota.
Mie Koba, Lempah Kuning, Otak-otak Bangka, Kericu, dan Rusip adalah beberapa kuliner paling identik dengan daerah ini.
Karena provinsi ini menyumbang sekitar 90 persen dari total produksi timah nasional Indonesia, warisan industri yang sudah berlangsung sejak era kolonial.
Cari rute Batam ke Pangkal Pinang di aplikasi Traveloka dan bandingkan jadwal Wings Air maupun Super Air Jet yang tersedia.
Batam ke Pangkal Pinang dilayani penerbangan langsung oleh Wings Air dan Super Air Jet menuju Bandara Depati Amir, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit hingga 1 jam 40 menit. Pangkal Pinang adalah ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, wilayah kepulauan yang selama ratusan tahun dikenal dunia sebagai salah satu penghasil timah terbesar, sekaligus rumah bagi pantai-pantai berbatu granit yang menjadi ciri khasnya.
Tarif di rute ini dipengaruhi oleh jenis pesawat yang digunakan -- ATR 72 milik Wings Air dengan kapasitas kursi lebih kecil terkadang memberi struktur harga yang berbeda dibanding Airbus A320 milik Super Air Jet. Penumpang yang fleksibel dengan tanggal keberangkatan bisa mencoba membandingkan beberapa opsi tanggal berdekatan di kalender harga Traveloka untuk menemukan kombinasi tarif paling hemat, terutama di luar periode Lebaran dan liburan akhir tahun ketika permintaan cenderung melonjak.
Permintaan ke Pangkal Pinang cenderung meningkat menjelang musim mudik Lebaran, libur akhir tahun, dan periode tradisi Sedekah Ruah menjelang Ramadan yang menarik perhatian wisatawan budaya maupun perantau Bangka yang pulang kampung. Di luar periode tersebut, tarif tiket umumnya lebih stabil dan lebih mudah ditemukan dalam rentang harga yang terjangkau.
Wings Air baru saja meresmikan kembali penerbangan Batam-Pangkal Pinang pada Juni 2026 setelah sebelumnya tidak beroperasi di jalur ini, melengkapi jadwal Super Air Jet yang sudah lebih lama melayani rute ini. Gabungan kedua maskapai menghasilkan beberapa pilihan jam keberangkatan yang tersebar dalam seminggu, meski jumlah pastinya bisa berbeda dari satu periode ke periode lainnya. Karena rute ini relatif baru kembali ramai dilayani dua operator, sebaiknya selalu memeriksa jadwal terkini di Traveloka menjelang hari keberangkatan.
Wings Air mengoperasikan pesawat ATR 72 berkapasitas sekitar 72 kursi di rute ini, sementara Super Air Jet menggunakan Airbus A320 yang berkapasitas lebih besar. Kombinasi dua jenis pesawat ini memberi penumpang variasi pilihan sesuai preferensi dan ketersediaan jadwal, sekaligus membuat rute Batam-Pangkal Pinang menjadi salah satu jalur yang cukup kompetitif dibanding sejumlah rute Batam lain yang hanya dilayani satu maskapai saja sepanjang minggunya.
Penerbangan Batam-Pangkal Pinang bersifat langsung tanpa transit, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit hingga 1 jam 40 menit tergantung maskapai dan kondisi penerbangan, melintasi bagian selatan Laut Natuna menuju Pulau Bangka. Durasi yang relatif singkat ini menjadikan rute Batam-Pangkal Pinang pilihan praktis bagi pelaku bisnis maupun wisatawan yang ingin menjelajahi warisan sejarah timah tanpa menghabiskan banyak waktu di perjalanan.
Bandara Hang Nadim menjadi titik keberangkatan penerbangan ke Pangkal Pinang, dengan jarak sekitar 22 kilometer dari area pusat kota Batam. Waktu tempuh dari kawasan Batam Center atau Nagoya menuju bandara biasanya berkisar 20-35 menit, dan tersedia beragam pilihan moda seperti taksi, aplikasi transportasi daring, maupun bus Damri untuk penumpang yang tidak membawa kendaraan sendiri.
Bandara Depati Amir berlokasi cukup dekat dengan pusat Kota Pangkal Pinang, hanya sekitar 5 kilometer, sehingga waktu tempuh dari dan ke bandara relatif singkat dibanding sejumlah bandara lain di rute Batam yang jauh dari kota tujuannya. Bandara ini awalnya dibangun oleh pasukan pendudukan Jepang pada 1942 untuk keperluan pertahanan, sebelum akhirnya diresmikan dengan nama Depati Amir lewat keputusan Menteri Perhubungan pada 1999 -- diambil dari nama seorang pahlawan nasional yang memimpin perlawanan rakyat Bangka melawan kolonial Belanda dari sekitar tahun 1830-an hingga 1851. Sejak Januari 2007, bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II.
Wings Air dan Super Air Jet sama-sama mengoperasikan kelas ekonomi penuh di rute Batam-Pangkal Pinang, tanpa opsi kelas bisnis. Pesawat ATR 72 milik Wings Air umumnya digunakan untuk penerbangan dengan konfigurasi kursi yang lebih ringkas dibanding Airbus A320 milik Super Air Jet, sehingga penumpang yang lebih menyukai pesawat berbadan lebih besar bisa memilih jadwal Super Air Jet sebagai alternatif.
Bangka dan Belitung telah dikenal dunia sebagai penghasil timah sejak masa kolonial, jauh sebelum wilayah ini menjadi provinsi tersendiri. Inggris menguasai Bangka pada 1811 setelah diserahkan oleh Kesultanan Palembang di tengah persaingan kekuasaan kolonial Eropa di Nusantara, sebelum akhirnya dikembalikan ke tangan Belanda pada 1816 sesuai Konvensi London 1814 yang mengatur pembagian wilayah jajahan pascaperang Napoleon. Belanda kemudian mendirikan perusahaan tambang timah negara bernama Banka Tin Winning Bedrijf pada 1819, yang terus beroperasi mengeksploitasi kekayaan timah pulau ini hingga akhirnya dinasionalisasi menjadi PN Tambang Timah pada pertengahan 1950-an setelah kemerdekaan Indonesia. Setelah puluhan tahun menjadi bagian dari Provinsi Sumatra Selatan, Bangka Belitung akhirnya resmi berdiri sebagai provinsi sendiri lewat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 dan dilantik pada 9 Februari 2001, dengan Pangkal Pinang ditetapkan sebagai ibu kotanya sekaligus pusat pemerintahan provinsi kepulauan termuda di pulau Sumatra ini.
Pantai Pasir Padi, berjarak sekitar 7-8 kilometer dari pusat kota di Kelurahan Temberan, adalah pantai berpasir putih yang paling mudah dijangkau langsung dari dalam kota, dilengkapi wahana air, menara pandang, dan deretan warung makan lokal di sepanjang garis pantainya yang membentang sekitar dua kilometer. Museum Timah Indonesia, bekas kediaman pejabat perusahaan tambang timah Belanda yang beralih fungsi menjadi museum sejak 1958 dan berganti nama resmi pada 1997, menyimpan ratusan koleksi peralatan tambang, ingot timah, hingga miniatur kapal keruk dan lokomotif, dan diakui sebagai museum timah pertama di Asia sejak 2018. Vihara Citra Maitreya, vihara Buddha pertama yang berdiri di Pulau Bangka sejak diresmikan pada 24 Maret 1983, menjadi destinasi religi yang cukup dikenal di dalam kota dengan tradisi peribadatan berbahasa Mandarin yang khas dan tanpa pembacaan mantra. Bagi yang punya waktu lebih longgar, pantai berbatu granit raksasa seperti Pantai Parai Tenggiri dan Pantai Matras di Sungailiat, Kabupaten Bangka, bisa dicapai sekitar 45 menit hingga satu jam berkendara dari Pangkal Pinang dan menjadi pilihan populer untuk perjalanan sehari. Sementara itu, Pantai Tanjung Tinggi yang melambung namanya lewat film Laskar Pelangi justru berada di Pulau Belitung -- pulau yang secara geografis terpisah dari Bangka dan harus dijangkau lewat penerbangan tersendiri dari Jakarta, bukan lewat jalur darat dari Pangkal Pinang, sehingga perlu direncanakan sebagai perjalanan terpisah jika ingin dikunjungi dalam rangkaian yang sama.
Mie Koba, mi kuning berkuah ikan tenggiri dengan taburan seledri, telur, bawang goreng, dan perasan jeruk kunci, adalah hidangan paling identik dengan Bangka. Lempah Kuning, sup ikan asam segar berbumbu kunyit dan nanas yang dianggap sebagai ikon kuliner daerah ini, serta Otak-otak Bangka yang dibungkus daun pisang dan disajikan dengan sambal, Kericu atau keripik telur cumi yang populer sebagai oleh-oleh, dan Rusip, sambal fermentasi teri khas Bangka dengan rasa asam-gurih yang khas, melengkapi ragam kuliner yang wajib dicoba. Dari sisi budaya, tradisi Perang Ketupat dan Sedekah Ruah di Tempilang -- yang jejaknya bermula dari serangan bajak laut ke wilayah pesisir pada 1801 dan kini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2024 -- serta ritual Rebo Kasan pada Rabu terakhir bulan Safar yang dipercaya menolak bala dan mendatangkan hasil tangkapan ikan yang lebih baik, menjadi bagian penting kalender budaya Bangka Belitung meski digelar di kabupaten lain, bukan langsung di Pangkal Pinang.
Indonesia tercatat memiliki cadangan timah terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, sekitar 800 ribu ton atau sekitar 17 persen dari total cadangan dunia. Dari jumlah tersebut, Provinsi Bangka Belitung menyumbang sekitar 90 persen dari total produksi timah nasional, menjadikan komoditas ini identitas ekonomi paling kuat provinsi ini sejak era kolonial hingga sekarang, mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakatnya mulai dari lanskap kota hingga cerita turun-temurun tentang pertambangan rakyat maupun perusahaan besar yang beroperasi di pulau ini.
KTP atau identitas resmi lain sudah cukup untuk penerbangan domestik ini, tanpa perlu paspor, visa, maupun penyesuaian mata uang atau zona waktu antara Batam dan Pangkal Pinang. Karena jadwal kedua maskapai bisa berubah dari waktu ke waktu, memeriksa jadwal terbaru di Traveloka menjelang keberangkatan sangat disarankan agar tidak salah memperkirakan waktu tiba. Jika berencana ke pantai berbatu granit di Sungailiat, siapkan waktu perjalanan darat tambahan karena lokasinya berada di luar kota Pangkal Pinang, dan jika ingin sekaligus mengunjungi Pulau Belitung, rencanakan sebagai perjalanan udara terpisah karena kedua pulau tidak terhubung lewat jalur darat. Membawa krim tabir surya dan pakaian yang nyaman untuk cuaca pesisir tropis juga disarankan mengingat sebagian besar atraksi wisata utama berada di kawasan pantai.
Pangkal Pinang hanyalah satu dari beberapa pintu masuk ke kepulauan Sumatra bagian timur yang bisa dijangkau dari Hang Nadim. Selain Pangkal Pinang, berbagai kota lain di Sumatra maupun pulau lainnya yang terhubung dari bandara ini bisa ditelusuri di halaman Indonesia milik Traveloka.
Karena Wings Air baru kembali beroperasi di rute ini, memantau ketersediaan jadwal terbaru lewat Traveloka jauh lebih praktis dibanding harus memeriksa situs resmi dua maskapai berbeda satu per satu. Fitur Price Alert di Traveloka bisa diaktifkan untuk memantau pergerakan harga secara otomatis, sementara Easy Reschedule memberi keleluasaan jika jadwal perjalanan perlu diubah sewaktu-waktu. Setelah tiket pesawat didapat, penginapan dan tiket aktivitas di sekitar Pangkal Pinang juga bisa langsung dipesan dari aplikasi yang sama tanpa perlu berpindah platform.
Lama Penerbangan | 4 jam 0 menit |
Bandara di Batam | |
Bandara di Bangka / Pangkal Pinang |



