
1 jam, 15 menit
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Batik Air | 11.30 | 12.45 | Jakarta (CGK) | Solo (SOC) | Pesan Sekarang |
Garuda Indonesia | 13.50 | 15.10 | Jakarta (CGK) | Solo (SOC) | Pesan Sekarang |
Batik Air | 15.30 | 16.45 | Jakarta (CGK) | Solo (SOC) | Pesan Sekarang |
Batik Air | 17.30 | 18.45 | Jakarta (CGK) | Solo (SOC) | Pesan Sekarang |
Bandara Soekarno-Hatta (CGK) melayani penerbangan langsung ke Bandara Adi Soemarmo (SOC) di Surakarta setiap hari, menghubungkan pusat penerbangan internasional Jakarta dengan kota Keraton yang menjadi jantung budaya Jawa Tengah. Jarak sekitar 430 km ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam, menjadikan perjalanan udara pilihan paling efisien dibanding alternatif kereta Argo yang membutuhkan sekitar enam hingga delapan jam. Bagi yang mencari pengalaman perjalanan darat, kereta cepat rute Jakarta-Solo memang nyaman — namun bagi pelancong dengan waktu terbatas atau penumpang dari area Tangerang, Barat, dan Selatan Jakarta yang sudah dekat Soekarno-Hatta, penerbangan tetap pilihan paling praktis.
Halaman ini khusus penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK). Untuk membandingkan seluruh pilihan penerbangan dari semua bandara Jakarta, lihat Tiket Pesawat Jakarta ke Solo.
Harga tiket pesawat dari Soekarno-Hatta ke Adi Soemarmo mengikuti pola permintaan tahunan. Tarif cenderung lebih rendah di luar musim liburan, terutama periode Februari, Oktober, dan awal November. Lonjakan signifikan terjadi menjelang Lebaran — rute Soekarno-Hatta–Solo termasuk rute mudik utama karena Solo adalah salah satu kota tujuan pemudik terbesar dari Jakarta. Natal dan Tahun Baru, libur sekolah pertengahan tahun, dan musim wisata budaya (Sekaten, acara keraton) turut mendorong permintaan. Tiket pulang pergi mulai dari Rp 875.200 jika tersedia di waktu pencarian. Gunakan Price Alert di Traveloka untuk notifikasi otomatis saat tarif turun pada tanggal yang Anda inginkan.
Pemesanan dua hingga empat minggu sebelum keberangkatan umumnya menghasilkan kombinasi terbaik antara harga dan ketersediaan kursi di rute Soekarno-Hatta–Solo. Hindari pesan dalam 72 jam sebelum terbang karena tarif cenderung melonjak di last-minute. Untuk perjalanan Lebaran, pesan dua hingga tiga bulan di muka karena kapasitas rute ini terisi cepat dan pilihan maskapai menyempit. Hari kerja Selasa-Kamis dan slot keberangkatan tengah hari (10.00-14.00) biasanya menawarkan pilihan yang lebih lengang dibanding Jumat sore dan Minggu yang penuh pemudik akhir pekan.
Garuda Indonesia (GA) melayani rute Soekarno-Hatta–Solo dengan armada Boeing 737, menawarkan layanan full-service dengan bagasi gratis 20 kg, makanan di pesawat, dan akses SkyTeam untuk koneksi internasional. Batik Air (ID) menjadi pilihan medium-service dengan bagasi 20 kg gratis dan armada Airbus A320 yang relatif modern, sering kali sedikit lebih terjangkau dari Garuda. Lion Air (JT) beroperasi dengan frekuensi paling tinggi di rute ini, melayani beberapa penerbangan per hari dari Terminal 1 dan 2 Soekarno-Hatta dengan opsi bagasi berbayar. Citilink (QG) sebagai anak perusahaan Garuda menawarkan tarif low-cost dengan reputasi ketepatan waktu yang baik. Super Air Jet (IU) melengkapi pilihan dengan kabin baru dan harga kompetitif untuk pelancong yang mengutamakan efisiensi biaya tanpa banyak tambahan layanan.
Semua penerbangan Soekarno-Hatta–Solo beroperasi non-stop dan menjadi pilihan jauh lebih cepat dibanding kereta Argo yang menempuh waktu sekitar enam hingga delapan jam. Durasi penerbangan rata-rata 1 jam 15 menit. Frekuensi harian mencakup beberapa slot dari pagi hingga malam dari Soekarno-Hatta. Slot pagi (06.00-09.00) populer untuk perjalanan bisnis yang ingin tiba di Solo sebelum jam kerja, sementara penerbangan sore (16.00-18.00) diminati pelancong akhir pekan yang memanfaatkan hari kerja sebelumnya di Jakarta. Penerbangan transit tidak diperlukan karena ketersediaan langsung cukup untuk memenuhi permintaan harian.
Seluruh penerbangan komersial Soekarno-Hatta–Solo berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, bandara tersibuk di Indonesia sekaligus hub penerbangan internasional utama dengan tiga terminal aktif yang melayani berbagai maskapai domestik dan internasional.
Penerbangan ke Solo umumnya berangkat dari Terminal 1 (Lion Air) dan Terminal 2 (Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Super Air Jet). Terminal 3 melayani maskapai internasional dan tidak digunakan untuk rute Soekarno-Hatta–Solo. Gunakan Skytrain gratis di dalam bandara untuk pindah antar terminal jika ada jeda waktu panjang. Cek terminal spesifik maskapai Anda saat check-in karena penugasan terminal dapat berubah.
Airport Rail Link (Railink / KA Bandara) dari Stasiun BNI City di Sudirman menuju Stasiun Soekarno-Hatta dalam waktu sekitar 50 menit adalah opsi tercepat dan paling terukur waktunya. Bus Damri tersedia dari berbagai titik di Jabodetabek termasuk Gambir, Rawamangun, Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Taksi resmi, Grab, dan Gojek tersedia 24 jam dengan tarif yang lebih tinggi saat jam macet. Skytrain di dalam area bandara menghubungkan stasiun KA Bandara, Terminal 1, 2, dan 3 secara gratis.
Terminal 2 Soekarno-Hatta, yang melayani Garuda Indonesia dan Batik Air untuk rute Soekarno-Hatta–Solo, memiliki lounge airline yang nyaman, gerai makanan dan kopi, toko duty-free, mushola, ATM, serta area bermain anak. Terminal 1, yang melayani Lion Air dan beberapa LCC, memiliki food court, minimarket, dan akses Wi-Fi gratis area publik. Jika ada waktu tunggu panjang antara terminal, Skytrain menghubungkan seluruh terminal secara gratis. Bagi pemegang kartu kredit premium, beberapa lounge independen menerima akses dengan kartu Priority Pass atau Visa Infinite di Terminal 2 dan 3.
Semua penerbangan Jakarta-Solo mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo (SOC) di Boyolali, sekitar 14 km sebelah barat laut Kota Solo (Surakarta).
Taksi resmi berargo dari counter di dalam bandara menjadi pilihan paling nyaman dengan waktu tempuh 25-40 menit ke pusat kota tergantung lalu lintas. Layanan ride-hailing Grab dan Gojek tersedia di area penjemputan. Bus Trans Jateng rute Bandara-Solo juga tersedia dengan tarif terjangkau dan mengikuti jalur menuju Stasiun Balapan dan Terminal Tirtonadi. Jika menginap di kawasan Kota Lama atau Laweyan, estimasikan 30-45 menit berkendara dari bandara pada kondisi normal.
Kelas ekonomi menjadi pilihan utama untuk rute Soekarno-Hatta–Solo dengan konfigurasi 3-3 pada Boeing 737 dan Airbus A320. Garuda Indonesia menyediakan kelas bisnis dengan kursi lebih luas, makanan premium, dan akses lounge di Terminal 2 CGK. Batik Air juga menawarkan kelas bisnis pada beberapa penerbangan. Bagi pelancong korporat yang ingin bekerja selama satu jam penerbangan, kelas bisnis Garuda memberikan meja lipat yang lebih luas dan suasana tenang. Lion Air, Citilink, dan Super Air Jet hanya menyediakan kelas ekonomi dengan opsi kursi berbayar (hot seat, extra legroom) di barisan tertentu.
Keraton Kasunanan Surakarta adalah kediaman resmi Raja Solo yang dibangun pada 1745, memiliki arsitektur Jawa klasik dengan pendopo, sitihinggil, dan museum koleksi pusaka kerajaan yang masih aktif dipertahankan. Pura Mangkunegaran merupakan istana pangeran Mangkunegara yang terkenal dengan pendopo agung berukuran besar dan koleksi gamelan serta perhiasan kerajaan. Pasar Klewer di sebelah Keraton adalah pusat grosir batik terbesar di Indonesia, tepat untuk mencari batik Solo asli dari perajin lokal. Kampung Batik Laweyan merupakan kawasan sentra batik tertua sejak abad ke-16, di mana pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan batik tulis dan cap serta berbelanja langsung dari rumah perajin. Pasar Gede Hardjonagoro adalah pasar kolonial aktif dengan kuliner pagi khas Solo: lenthok, nasi liwet, timlo, dan dawet telasih. Sriwedari menjadi taman budaya dengan pertunjukan wayang orang yang rutin, sementara Sangiran (30 km dari kota) adalah Situs Warisan Dunia UNESCO dengan temuan fosil Homo erectus yang mengubah pemahaman evolusi manusia.
Solo memiliki identitas kuliner yang kuat dan berbeda dari kota Jawa lainnya. Nasi liwet Solo — nasi gurih dengan sayur labu, opor ayam, dan telur pindang — adalah sarapan ikonik yang paling mudah ditemukan di warung pagi sekitar Keraton. Timlo Solo adalah sup bening dengan sosis Solo, telur pindang, dan irisan ati ampela. Selat Solo merupakan hidangan pengaruh Eropa berupa daging sapi dengan saus manis dan sayur rebus. Serabi Notosuman di Jalan Moh. Yamin adalah serabi legendaris sejak 1923 dengan versi original (santan) dan pandan. Untuk malam hari, Gladak-Langen Bogan menawarkan deretan kuliner street food khas dengan harga sangat terjangkau.
Sekaten diadakan setiap bulan Maulud (kalender Jawa) di pelataran Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran, menampilkan gamelan sekati yang hanya dimainkan setahun sekali. Grebeg Maulud mengikuti Sekaten dengan prosesi arak-arakan Gunungan dari Keraton menuju Masjid Agung. Solo Batik Carnival setiap Juli atau Agustus menggelar parade kostum batik megah di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Solo International Performing Arts (SIPA) pada September menampilkan pertunjukan tari dan musik dari seniman internasional di Fort Vastenburg. Pasar Malam Sekatenan di Alun-Alun Utara berlangsung beberapa minggu dan menjadi perpaduan unik antara tradisi dan hiburan keluarga.
Kawasan Jalan Slamet Riyadi adalah koridor utama dengan hotel bintang empat dan lima seperti The Sunan Hotel, Lorin Solo, dan Alila Solo — dekat pusat perbelanjaan, restoran, dan akses mudah ke Keraton dan Laweyan. Sekitar Stasiun Balapan cocok untuk pelancong yang mengombinasikan penerbangan ke Solo dengan rencana lanjut menggunakan kereta ke Yogyakarta, Semarang, atau Surabaya. Kawasan Keraton dan Laweyan menyediakan hotel butik heritage dan guest house dengan suasana Jawa autentik, jalan kaki ke pasar dan sentra batik. Solo Paragon dan koridor Manahan menawarkan pilihan hotel bisnis dan apartemen dengan akses ke mal dan fasilitas modern.
KTP yang masih berlaku cukup sebagai satu-satunya dokumen yang diperlukan untuk penerbangan domestik Soekarno-Hatta–Solo — tidak perlu paspor. Anak di bawah 17 tahun yang belum memiliki KTP dapat menggunakan akta kelahiran atau Kartu Keluarga. Pastikan nama pada tiket persis sama dengan identitas untuk menghindari kendala boarding. Solo berada di zona WIB (UTC+7), sama dengan Jakarta, jadi tidak ada penyesuaian jam. Bawa uang tunai cukup untuk pasar tradisional (Pasar Klewer, Pasar Gede) karena tidak semua pedagang menerima pembayaran digital. Solo relatif sejuk dibanding Jakarta dengan suhu 22-31 derajat Celsius; musim hujan Oktober-April dengan hujan singkat di sore hari.
Jika Anda berencana kembali, penerbangan arah balik tersedia di rute Solo-Jakarta (SOC-CGK). Untuk pelancong yang mempertimbangkan destinasi Jawa lainnya dari Soekarno-Hatta, rute Jakarta ke Yogyakarta (Soekarno-Hatta) menjadi opsi dengan profil wisata budaya serupa dengan jarak dan durasi mirip. Jelajahi lebih banyak rute domestik melalui halaman penerbangan Indonesia di Traveloka.
Bandingkan harga Garuda, Batik Air, Lion Air, Citilink, dan Super Air Jet dalam satu tampilan untuk rute Soekarno-Hatta ke Adi Soemarmo. Aktifkan Price Alert agar notifikasi otomatis masuk ke ponsel saat tarif turun pada tanggal keberangkatan yang Anda incar. Easy Reschedule memudahkan perubahan jadwal tanpa prosedur berbelit jika rencana perjalanan berubah. Pembayaran fleksibel tersedia lewat transfer bank, kartu kredit Visa dan Mastercard, GoPay, OVO, ShopeePay, DANA, QRIS, cicilan tanpa kartu kredit, dan tunai di Indomaret atau Alfamart. Layanan pelanggan 24/7 tersedia via live chat, telepon, dan email.
Lama Penerbangan {originAirportName} - {destination} | 1 jam 15 menit |
Bandara di Jakarta | |
Bandara di Solo |



