
1 jam, 15 menit
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Citilink | 14.35 | 15.55 | Palangkaraya (PKY) | Surabaya (SUB) | Pesan Sekarang |
Tarif pulang-pergi Palangkaraya–Surabaya mulai dari Rp 728.500, dengan Lion Air, Super Air Jet, dan Citilink bersaing ketat sebagai tiga maskapai berbiaya rendah pada rute ini. Harga naik saat libur sekolah dan musim Lebaran.
Penerbangan langsung Palangkaraya-Surabaya menempuh waktu tercepat sekitar 1 jam 15 menit untuk jarak udara sekitar 586 kilometer.
Ya, Lion Air, Super Air Jet, dan Citilink seluruhnya mengoperasikan penerbangan langsung tanpa transit dari Palangkaraya ke Surabaya, dengan total 24 penerbangan setiap minggu.
Rata-rata lebih dari tiga penerbangan sehari tersedia dari Palangkaraya ke Surabaya, tersebar dari pagi hingga sore, dioperasikan tiga maskapai berbeda.
Lion Air, Super Air Jet, dan Citilink melayani rute Palangkaraya-Surabaya secara langsung, seluruhnya sebagai layanan berbiaya rendah tanpa satu pun maskapai layanan penuh pada rute ini.
Ya, Surabaya adalah titik keberangkatan populer menuju Gunung Bromo dan Kawah Ijen, dengan berbagai penyedia travel dan sewa mobil yang tersedia di sekitar Bandara Juanda maupun pusat kota.
Tidak. Rute Palangkaraya-Surabaya adalah penerbangan domestik dalam negeri, sehingga KTP atau identitas resmi lain sudah cukup untuk check-in dan boarding.
Harga cenderung naik menjelang musim mudik Lebaran dan libur sekolah pertengahan tahun, saat permintaan perjalanan Kalimantan-Jawa meningkat.
Palangkaraya ke Surabaya menghubungkan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, kota yang dirancang khusus oleh Presiden Sukarno pada 1957 dengan visi sempat dijajaki sebagai calon ibu kota negara, dengan Surabaya, kota terbesar kedua Indonesia yang dijuluki "Kota Pahlawan". Jarak udara sekitar 586 kilometer ini ditempuh tiga maskapai dengan total 24 penerbangan setiap minggu, rata-rata lebih dari tiga kali sehari, menjadikannya salah satu penyeberangan Kalimantan-Jawa dengan jadwal cukup padat. Rute ini banyak diminati baik pelaku bisnis maupun wisatawan yang menjadikan Surabaya sebagai titik transit menuju Gunung Bromo atau Kawah Ijen setelah menyelesaikan urusan di Kalimantan Tengah.
Tarif pulang-pergi Palangkaraya–Surabaya mulai dari Rp 728.500. Dengan total 24 penerbangan mingguan tersebar dari Lion Air, Super Air Jet, dan Citilink, penumpang punya cukup banyak titik pembanding jam keberangkatan sebelum memutuskan, dan seringnya selisih harga antar jam justru lebih terasa dibanding selisih antar maskapai itu sendiri. Bagi yang berencana melanjutkan perjalanan dari Surabaya ke Bromo atau kota lain di Jawa Timur, memperhitungkan waktu tiba yang cukup longgar sebelum tanggal kunjungan berikutnya membantu menghindari terburu-buru bila jadwal penerbangan berubah. Memesan dua hingga tiga minggu di muka tetap jadi strategi paling aman menjelang musim liburan sekolah.
Selain warga Kalimantan Tengah yang memiliki keluarga di Jawa Timur dan pulang menjelang Lebaran, rute ini juga banyak dipakai wisatawan yang menjadikan Surabaya titik lompatan menuju Bromo, sehingga permintaan tetap ada di luar musim mudik meski dengan intensitas berbeda. Musim liburan sekolah pertengahan tahun menambah tekanan permintaan dari sisi wisata, sementara arus mudik Lebaran tetap jadi pendorong lonjakan harga paling besar sepanjang tahun pada rute ini. Mengaktifkan Price Alert membantu memantau kapan tarif turun tanpa perlu mengecek manual setiap hari.
Jadwal tiga maskapai pada rute ini tersebar cukup merata dari pagi hingga sore, sehingga penumpang yang ingin tiba di Surabaya dengan waktu penuh satu hari bisa memilih penerbangan pagi, sementara yang masih menyelesaikan urusan di Palangkaraya lebih dulu punya opsi siang maupun sore. Keberadaan tiga maskapai berbeda pada jam-jam yang tidak selalu sama juga berarti penumpang yang ketinggalan atau kehilangan penerbangan pertama masih punya beberapa opsi susulan di hari yang sama, sesuatu yang tidak selalu tersedia pada rute-rute Kalimantan dengan lebih sedikit pemain.
Lion Air umumnya memegang porsi jadwal terbanyak pada rute ini di antara ketiga maskapai. Super Air Jet melengkapi dengan armada pesawat generasi baru yang relatif muda, sementara Citilink menambah pilihan jadwal tambahan dari grup maskapai nasional. Karena tidak ada maskapai layanan penuh pada rute ini, seluruh tiga pilihan sama-sama beroperasi dengan model berbiaya rendah, sehingga membandingkan total 24 penerbangan mingguan dari ketiganya sekaligus, bukan hanya harga dasarnya, membantu menemukan kombinasi jadwal dan tarif paling pas.
Tidak ada opsi transit pada rute ini — jarak udara sekitar 586 kilometer antara Palangkaraya dan Surabaya ditempuh langsung dalam 1 jam 15 menit oleh ketiga maskapai yang melayaninya. Karena durasinya cukup singkat untuk standar penerbangan lintas pulau, rute ini juga jadi pilihan praktis bagi pelaku bisnis yang ingin pulang-pergi dalam sehari antara Kalimantan Tengah dan Jawa Timur tanpa perlu menginap.
Bandara ini melayani kota yang dirancang khusus sejak awal sebagai kota terencana, dengan avenue lebar dan tata kota yang jauh lebih longgar dibanding kota-kota tua Indonesia lain. Bandara berjarak cukup dekat dari pusat kota, memudahkan akses bagi penumpang yang tidak ingin menghabiskan banyak waktu perjalanan darat sebelum penerbangan. Bagi yang baru menyelesaikan tur susur Sungai Sebangau atau kunjungan ke suaka orangutan, bandara ini menjadi titik keberangkatan yang praktis kembali ke Jawa. Taman Nasional Sebangau, kawasan hutan rawa gambut seluas sekitar 5.687 kilometer persegi yang ditetapkan pada 2004 dan bisa diakses lewat Dermaga Kereng Bangkirai tidak jauh dari kota, menjadi rumah bagi populasi orangutan liar yang cukup besar dan program konservasi Borneo Orangutan Survival Foundation yang bisa dikunjungi wisatawan dengan pemandu. Bagi yang punya waktu sebelum penerbangan, trekking singkat menyusuri sungai gambut hitam khas Sebangau menjadi pengalaman yang jarang ditemukan di kota besar Jawa, menjadikan Palangkaraya lebih dari sekadar titik transit menuju Surabaya.
Bandara Internasional Juanda berada sekitar 20 kilometer selatan pusat Surabaya, dengan dua terminal domestik yang membagi maskapai satu sama lain. Kereta bandara dan bus Damri tersedia menuju pusat kota, selain taksi resmi dan layanan ride-hailing yang bisa dipesan langsung dari area kedatangan. Sebagai salah satu bandara tersibuk di luar Jawa bagian barat, Juanda melayani penerbangan ke hampir seluruh penjuru Indonesia, sehingga penumpang dari Palangkaraya yang berencana melanjutkan perjalanan lanjutan ke kota lain di Jawa Timur, Bali, maupun ke berbagai provinsi lain di luar Kalimantan umumnya masih punya cukup banyak pilihan koneksi penerbangan lanjutan dari bandara ini tanpa perlu transit lagi lewat Jakarta. Bagi yang berencana melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo, sejumlah penyedia travel dan sewa mobil di sekitar bandara juga menawarkan paket perjalanan lanjutan menuju kawasan tersebut.
Ketiga maskapai pada rute ini beroperasi murni satu kelas ekonomi, tanpa opsi kabin bisnis di Lion Air, Super Air Jet, maupun Citilink. Bagi pelaku bisnis yang menjadikan rute ini perjalanan pulang-pergi sehari seperti disebutkan di atas, ketiadaan kabin premium biasanya tidak jadi kendala berarti mengingat waktu terbang yang singkat — perhatian lebih baik dicurahkan pada memilih jam keberangkatan yang pas dengan agenda di Surabaya dibanding mencari kenyamanan kabin ekstra.
House of Sampoerna, bangunan bergaya kolonial Belanda yang kini menjadi museum sejarah industri rokok kretek, menampilkan proses produksi tradisional yang masih dilakukan tangan langsung di hadapan pengunjung. Tugu Pahlawan, monumen setinggi sekitar 41 meter yang menjadi simbol Kota Surabaya, mengenang Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang menjadikan kota ini dijuluki "Kota Pahlawan". Jembatan Suramadu, jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura, menjadi landmark modern sekaligus simbol konektivitas kota ini. Bagi yang punya waktu lebih, Surabaya juga jadi titik keberangkatan populer menuju Gunung Bromo dan Kawah Ijen di Jawa Timur, dua destinasi alam yang jauh lebih mudah dijangkau dari Surabaya dibanding dari kota besar Jawa lain. Kawasan Kota Tua Surabaya di sekitar Jembatan Merah menyimpan bangunan-bangunan kolonial bersejarah yang jadi saksi era perdagangan kota ini pada masa lampau, sementara kawasan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun tidak jauh dari sana menghadirkan suasana pecinan tua dengan deretan kuliner malam yang ramai terutama menjelang akhir pekan. Kenjeran Park di pesisir timur Surabaya menambah pilihan wisata pantai dalam kota bagi keluarga yang tidak ingin bepergian jauh dari pusat kota, lengkap dengan kawasan Sentra Ikan Bulak yang menjual hasil laut segar langsung dari nelayan setempat.
Hari Jadi Kota Surabaya, diperingati setiap 31 Mei, dirayakan dengan berbagai acara komunitas dan pertunjukan seni di seputar kota. Peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November menjadi momen tahunan paling khas Surabaya, mengingat sejarah kota ini sebagai pusat perlawanan pada masa revolusi kemerdekaan. Festival Rujak Uleg, tradisi kuliner unik yang digelar di sepanjang Jalan Kembang Jepun setiap tahun menjelang hari jadi kota, menghadirkan ribuan warga membuat rujak bersama sebagai simbol kebersamaan khas Surabaya.
Bila agenda utama adalah lanjut ke Bromo keesokan paginya, memilih penginapan dekat titik penjemputan travel atau terminal bus jauh lebih praktis dibanding basis di tengah kota, mengingat keberangkatan tur Bromo biasanya dimulai dini hari. Bagi yang masih punya waktu menjelajah Surabaya sendiri, kawasan Tunjungan menawarkan akses termudah ke pusat perbelanjaan dan kuliner malam, sementara kawasan Kota Tua dekat Jembatan Merah lebih cocok bagi yang mengutamakan suasana bangunan kolonial. Kawasan dekat Bandara Juanda tetap jadi pilihan tersendiri bagi yang penerbangan baliknya berjadwal sangat pagi.
Karena rute ini domestik, KTP atau identitas resmi lain sudah cukup untuk check-in dan boarding tanpa memerlukan paspor. Mata uang dan zona waktu Palangkaraya dan Surabaya sama-sama Rupiah dan WIB, sehingga tidak ada penyesuaian yang perlu dilakukan. Suhu Surabaya cenderung lebih panas dan lembap dibanding Palangkaraya yang diselimuti hutan gambut, sehingga pakaian ringan lebih disarankan begitu tiba. Bagi yang berencana melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo, memesan tur atau sewa mobil dari Surabaya sejak jauh hari membantu menghindari kehabisan slot terutama pada musim liburan panjang. Musim kabut asap akibat kebakaran lahan gambut di Kalimantan Tengah biasanya terjadi sekitar Agustus-Oktober pada tahun-tahun kering, sehingga memeriksa kondisi kualitas udara sebelum berangkat dari Palangkaraya tetap langkah yang bijak pada periode tersebut.
Dari Palangkaraya sendiri, pilihan penerbangan langsung ke luar Kalimantan masih terbatas dibanding kota-kota besar Kalimantan lain seperti Balikpapan atau Banjarmasin, sehingga Surabaya jadi salah satu titik sambung terpenting bagi warga Kalimantan Tengah yang ingin melanjutkan perjalanan ke Bali, Jakarta, atau kota lain di Indonesia Timur tanpa harus lebih dulu transit di kota Kalimantan lain. Traveloka merangkum seluruh pilihan rute domestik yang tersedia langsung dari Palangkaraya pada halaman Indonesia, memudahkan membandingkan opsi penerbangan lanjutan sebelum memesan.
Bagi yang itinerary lanjutannya ke Bromo atau Ijen masih fleksibel, Easy Reschedule berguna dipakai untuk menyesuaikan tanggal kembali begitu rencana di Jawa Timur berubah, tanpa perlu memesan ulang dari awal. Traveloka menghadirkan seluruh jadwal Lion Air, Super Air Jet, dan Citilink dalam satu tampilan yang mudah dibandingkan, memudahkan menemukan kombinasi jam keberangkatan yang paling sesuai dengan rencana penjelajahan lanjutan di Jawa Timur. Pembayaran bisa dilakukan lewat kartu, transfer bank, maupun dompet digital seperti OVO dan GoPay.
Lama Penerbangan {origin}-{destination} | 1 jam 15 menit |
Bandara di Palangkaraya | |
Bandara di Surabaya |



