
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Citilink | 11.20 | 13.15 | Pagar Alam (PXA) | Jakarta (HLP) | Pesan Sekarang |
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Citilink | 09.15 | 10.55 | Jakarta (HLP) | Pagar Alam (PXA) | Pesan Sekarang |
Bandara di Pagar Alam bernama Bandar Udara Atung Bungsu, dengan kode IATA PXA dan kode ICAO WIPY. Bandara ini melayani Kota Pagar Alam di Sumatra Selatan, kota pegunungan di kaki Gunung Dempo. Namanya juga sering ditulis Atungbungsu atau disebut Bandara Pagaralam, tetapi semuanya merujuk ke bandara yang sama.
PXA adalah kode IATA untuk Bandara Atung Bungsu di Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan. Kode ICAO-nya WIPY. Jangan tertukar dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang yang berkode PLM. Saat mencari tiket ke Pagar Alam, ketik PXA atau Pagar Alam di kolom tujuan.
Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam tidak melayani penerbangan setiap hari. Penerbangan berjadwal dengan pesawat kecil dari Susi Air menghubungkan Pagar Alam dengan Palembang dan Bengkulu, masing-masing beberapa kali seminggu. Karena frekuensinya rendah, jadwal bisa berubah, jadi selalu cek jadwal terbaru di Traveloka sebelum menyusun perjalanan.
Tidak. Bandara Atung Bungsu berada di Kota Pagar Alam, bukan di Palembang. Palembang punya bandara sendiri, yaitu Sultan Mahmud Badaruddin II. Jarak kedua kota cukup jauh, dan perjalanan darat dari Palembang ke Pagar Alam memakan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam. Penerbangan dari Atung Bungsu memangkas waktu tempuh itu secara signifikan.
Penerbangan dari Bandara Atung Bungsu memakai pesawat kecil, sehingga kapasitas bagasi terbatas. Periksa jatah bagasi pada tiket dan bawa tas yang ringkas. Tas jinjing yang besar mungkin tidak muat di kabin, jadi tanyakan ketentuannya kepada maskapai sebelum berangkat. Barang besar atau oleh-oleh dalam jumlah banyak sebaiknya dikirim lewat jalur darat.
Usahakan tiba di Bandara Atung Bungsu sekitar satu jam sebelum keberangkatan. Jumlah kursinya sedikit, sehingga check-in bisa ditutup lebih cepat daripada di bandara besar. Siapkan KTP atau paspor yang sesuai dengan nama di tiket. Jika cuaca berkabut di sekitar Gunung Dempo, pantau kabar dari maskapai karena jadwal bisa bergeser.
Tidak. Bandara Atung Bungsu hanya melayani penerbangan domestik jarak dekat, sehingga tidak ada toko bebas bea maupun layanan imigrasi. Wisatawan dari luar negeri biasanya masuk lewat Jakarta, lalu menyambung ke Palembang sebelum melanjutkan ke Pagar Alam dengan pesawat kecil atau jalur darat.
Fasilitas di Bandara Atung Bungsu sederhana karena jumlah penumpangnya sedikit. Bawa power bank berdaya penuh, air minum, camilan, dan uang tunai secukupnya. Udara Pagar Alam sejuk, jadi siapkan jaket, terutama untuk penerbangan pagi. Atur penjemputan sebelum mendarat agar tidak menunggu lama di bandara.
Bandara Atung Bungsu belum punya bus bandara atau kereta. Cara paling nyaman adalah dijemput keluarga, kerabat, atau hotel, atau menyewa mobil dengan sopir dari penyedia lokal di Pagar Alam. Atur penjemputan sebelum terbang, karena jumlah penumpang per penerbangan sedikit dan kendaraan di bandara tidak selalu tersedia.
Jika Anda mencari "bandara Pagar Alam", jawabannya adalah Bandar Udara Atung Bungsu. Bandara kecil ini menjadi pintu masuk udara ke Kota Pagar Alam, kota pegunungan di Provinsi Sumatra Selatan yang terletak di kaki Gunung Dempo. Namanya sering ditulis dengan beberapa cara, misalnya Atung Bungsu, Atungbungsu, atau Bandara Pagaralam, tetapi semuanya merujuk ke tempat yang sama.
Bandara Atung Bungsu melayani penerbangan domestik dengan pesawat berukuran kecil. Rutenya terbatas, tetapi keberadaannya sangat membantu karena Pagar Alam cukup jauh dari kota besar. Tanpa pesawat, perjalanan darat dari Palembang ke Pagar Alam memakan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam.
Pertanyaan "PXA bandara mana" cukup sering muncul, terutama saat orang melihat kode ini di tiket atau jadwal penerbangan. PXA adalah kode IATA untuk Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam. Kode ICAO-nya adalah WIPY, yang biasa dipakai dalam dokumen penerbangan dan laporan cuaca bandara.
Saat memesan tiket, ketik "Pagar Alam" atau "PXA" di kolom tujuan. Cara ini membantu Anda membedakan Bandara Atung Bungsu dari bandara lain di Sumatra Selatan, seperti Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang (PLM).
Banyak orang mencari jadwal penerbangan Bandara Pagar Alam karena penerbangannya tidak setiap hari. Bandara Atung Bungsu dilayani penerbangan berjadwal dengan pesawat kecil, dan maskapai yang tercatat melayani bandara ini adalah Susi Air. Rute yang dilayani menghubungkan Pagar Alam dengan Palembang dan Bengkulu, masing-masing beberapa kali dalam seminggu.
Rute ke Palembang adalah jalur utama dari Bandara Atung Bungsu. Di Palembang, Anda bisa menyambung ke Jakarta, Batam, dan banyak kota lain di Indonesia. Penerbangan ini jauh lebih singkat daripada perjalanan darat yang bisa memakan waktu hampir seharian.
Rute ke Bengkulu menghubungkan Pagar Alam dengan kota di pesisir barat Sumatra. Rute ini praktis bagi warga yang punya keluarga atau urusan di Bengkulu, karena jalan darat harus melintasi Pegunungan Bukit Barisan.
Karena frekuensinya rendah, jadwal Bandara Atung Bungsu bisa berubah sewaktu-waktu. Maskapai dan rute baru juga bisa ditambahkan. Selalu cek jadwal penerbangan terbaru dari Pagar Alam di aplikasi Traveloka sebelum menyusun rencana perjalanan.
Karena kursinya sedikit, penerbangan ke Pagar Alam cepat penuh saat musim libur dan hari raya. Jika Anda tidak mendapat kursi, perjalanan darat dari Palembang tetap bisa menjadi cadangan, walau memakan waktu jauh lebih lama. Banyak pelancong memilih kombinasi keduanya: terbang ke Palembang dari Jakarta atau kota lain, lalu menyambung ke Pagar Alam dengan pesawat kecil bila jadwalnya cocok. Untuk perjalanan pulang, pesan kursi lebih awal dan simpan nomor kontak penjemput di Palembang atau Bengkulu. Dengan begitu, rencana tetap berjalan meskipun jadwal pesawat kecil bergeser karena cuaca.
Bandara Atung Bungsu berada di wilayah Kota Pagar Alam sendiri, bukan di kota tetangga. Pagar Alam terletak di Dataran Tinggi Pasemah, bagian dari Pegunungan Bukit Barisan dan dinaungi Gunung Dempo. Karena letaknya di dataran tinggi, udara di sekitar bandara terasa sejuk sepanjang tahun.
Sebagian orang mencari "bandara Pagar Alam Palembang" karena mengira bandara ini berada di Palembang. Padahal keduanya berbeda. Palembang adalah ibu kota provinsi yang terletak ratusan kilometer dari Pagar Alam dan punya bandara sendiri. Bandara Atung Bungsu justru menjadi penghubung udara antara Pagar Alam dan Palembang.
Sebagai bandara kecil, Bandara Atung Bungsu belum punya layanan transportasi terjadwal seperti bus bandara atau kereta. Cara paling nyaman untuk keluar dari bandara adalah dijemput keluarga, kerabat, atau pihak hotel. Jika Anda datang untuk urusan kerja, mintalah penjemputan dari kantor atau mitra setempat.
Anda juga bisa menyewa mobil dengan sopir dari penyedia lokal di Pagar Alam. Pilihan ini cocok jika Anda berencana langsung menjelajahi kebun teh atau situs megalitik setelah mendarat. Atur penjemputan sebelum terbang, karena jumlah penumpang per penerbangan sedikit dan kendaraan yang menunggu di bandara tidak selalu tersedia.
Bandara Atung Bungsu melayani pesawat kecil dengan jumlah penumpang terbatas, sehingga fasilitas di terminal pun sederhana. Bersiaplah dengan cara berikut:
Pagar Alam dikenal sebagai kota wisata alam dan sejarah. Setelah mendarat di Bandara Atung Bungsu, beberapa tujuan berikut layak masuk daftar:
Dengan suasana pegunungan yang tenang, Pagar Alam cocok untuk liburan akhir pekan maupun perjalanan budaya. Siap berangkat? Bandingkan penerbangan ke Bandara Atung Bungsu dan pasang Price Alert di Traveloka.



