
6 jam
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Xiamen Air | 23.20 | 06.20 (+1 days) | Jakarta (CGK) | Chongqing (CKG) | Pesan Sekarang |
Ya, Xiamen Airlines menerbangkan rute ini secara langsung tanpa transit tujuh kali setiap minggu, menempuh waktu sekitar 6 jam untuk jarak sekitar 3.983 kilometer.
Tarif pulang-pergi mulai dari Rp 2.340.962 bersama Xiamen Airlines, tersedia dalam kelas ekonomi maupun bisnis.
Tidak untuk wisata reguler — Indonesia tidak termasuk daftar negara bebas visa China. Pemegang paspor Indonesia wajib mengajukan visa terlebih dahulu, kecuali memenuhi syarat kebijakan transit bebas visa 240 jam yang berlaku sejak Juni 2025 bagi yang melanjutkan perjalanan ke negara ketiga.
Xiamen Airlines adalah satu-satunya maskapai yang menerbangkan rute ini secara langsung, tujuh kali setiap minggu menggunakan Boeing 737.
Penerbangan langsung menempuh waktu sekitar 6 jam 0 menit untuk jarak sekitar 3.983 kilometer tanpa transit.
Ya, Xiamen Airlines menawarkan kelas ekonomi dan bisnis pada Boeing 737 yang dioperasikan di rute ini, praktik yang umum bagi maskapai China meski menggunakan pesawat narrow-body.
Chongqing dikenal sebagai “Kota Gunung” karena lanskap berundak tiga dimensi, jalur kereta yang menembus gedung apartemen, dan menjadi salah satu pusat manufaktur elektronik dan otomotif terbesar China, berbeda dari kota-kota pesisir seperti Guangzhou atau Shanghai.
Pelayaran dari Chongqing menuju Yichang melewati Three Gorges yang membentang sekitar 240 kilometer, salah satu perjalanan sungai paling terkenal di dunia, biasanya memerlukan waktu 4 hingga 5 hari.
Yuan/Renminbi (CNY) adalah mata uang resmi, dengan aplikasi pembayaran digital seperti Alipay atau WeChat Pay mendominasi transaksi harian, sehingga menyiapkan salah satu aplikasi ini sebelum berangkat lebih praktis dibanding mengandalkan uang tunai.
Disarankan, karena banyak layanan internet populer termasuk beberapa aplikasi asing diblokir di China, sehingga menyiapkan VPN sebelum keberangkatan membantu tetap terhubung dengan aplikasi yang biasa digunakan.
Tujuh kali setiap minggu, praktis setiap hari, menjadikannya salah satu rute China dari Jakarta dengan frekuensi paling konsisten.
Jakarta ke Chongqing dilayani langsung Xiamen Airlines sejauh sekitar 3.983 kilometer, tujuh kali setiap minggu, menempuh waktu sekitar 6 jam tanpa transit menggunakan Boeing 737 — pesawat narrow-body yang jarang dipakai untuk penerbangan internasional sepanjang ini, mengingat maskapai-maskapai Asia Tenggara umumnya membatasi armada sejenis untuk rute di bawah 5 jam. Berbeda dari kebanyakan rute China dari Jakarta yang menuju kota-kota pesisir besar seperti Guangzhou atau Shanghai, Chongqing adalah kota pegunungan di pedalaman barat daya China, dikenal sebagai "Kota Gunung" karena lanskap kotanya yang berundak tiga dimensi hingga jalur kereta yang menembus langsung gedung-gedung apartemen. Sebagai salah satu pusat manufaktur elektronik dan otomotif terbesar China, rute ini juga banyak diminati pelaku bisnis rantai pasok, tidak hanya wisatawan yang mengejar hotpot pedas khas kota ini atau pelayaran Sungai Yangtze ke Three Gorges. Chongqing juga bukan sekadar kota biasa secara administratif — statusnya sebagai salah satu dari empat munisipalitas langsung di bawah pemerintah pusat China (setingkat provinsi, seperti Beijing dan Shanghai) membuat wilayah administratifnya mencakup area seluas sekitar 82.000 kilometer persegi dengan populasi lebih dari 27 juta jiwa, menjadikannya salah satu kawasan urban terpadat di dunia meski kalah tersohor dibanding kota-kota pesisir China. Hotpot Chongqing sendiri bukan sekadar hidangan pedas biasa, melainkan ritual makan bersama: satu panci besar berisi kuah merah pekat beraroma lada Sichuan yang menggigit diletakkan di tengah meja, dan setiap orang mencelupkan bahan pilihannya sendiri ke kuah yang sama sambil mengobrol — sebuah pengalaman sosial yang menjadikan momen makan itu sendiri sama pentingnya dengan rasa pedasnya.
Xiamen Airlines, satu-satunya maskapai yang menerbangkan rute ini secara langsung, menawarkan tarif pulang-pergi mulai dari Rp 2.340.962. Penting dicatat bahwa Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara bebas visa China untuk wisata reguler, sehingga calon penumpang perlu mengajukan visa China terlebih dahulu sebelum berencana membeli tiket, kecuali memenuhi syarat kebijakan transit bebas visa 240 jam yang berlaku sejak Juni 2025 bagi yang melanjutkan perjalanan ke negara ketiga. Musim Tahun Baru Imlek di China dan periode musim panas Juli-Agustus mendorong permintaan naik, sementara memesan tiket sebulan atau lebih sebelumnya umumnya memberi lebih banyak pilihan harga promo untuk rute jarak jauh seperti ini.
Tahun Baru Imlek, biasanya jatuh antara akhir Januari dan pertengahan Februari, menjadi periode dengan permintaan tertinggi ke seluruh China termasuk Chongqing, mengingat besarnya arus mudik domestik China pada masa ini yang turut memengaruhi ketersediaan kursi penerbangan internasional yang terhubung. Musim panas Juli-Agustus, saat suhu Chongqing bisa mencapai lebih dari 35 derajat Celsius menjadikannya salah satu kota terpanas China, tetap menjadi periode liburan sekolah yang mendorong permintaan wisatawan Indonesia. Di luar dua periode ini, harga cenderung lebih stabil dan lebih mudah menemukan promo. Mengaktifkan Price Alert membantu memantau pergerakan tarif tanpa mengecek manual setiap hari.
Frekuensi tujuh kali seminggu ini terbilang tidak biasa untuk rute China sekunder dari Jakarta — bahkan beberapa kota besar China dengan nama lebih dikenal luas kadang hanya dilayani beberapa kali seminggu dari Jakarta, sehingga konsistensi jadwal harian Xiamen Airlines ke Chongqing justru jadi salah satu keunggulan utama rute yang kotanya sendiri belum begitu familiar bagi banyak wisatawan Indonesia. Perbedaan waktu satu jam antara WIB dan Chongqing relatif kecil dibanding rute-rute China lain yang lebih jauh ke utara, sehingga penyesuaian jam begitu tiba tidak terlalu mengganggu rencana hari pertama di kota ini.
Xiamen Airlines adalah satu-satunya maskapai yang menerbangkan rute Jakarta-Chongqing secara langsung, tujuh kali setiap minggu menggunakan Boeing 737. Xiamen Airlines mengoperasikan pesawat ini dengan dua kelas kabin, ekonomi dan bisnis — praktik yang cukup umum bagi maskapai China yang tetap menyediakan kelas bisnis meski memakai pesawat narrow-body untuk rute jarak jauh, berbeda dari kebiasaan maskapai bertarif rendah Asia Tenggara yang mengoperasikan armada sejenis hanya untuk penerbangan pendek all-economy. Sebagai anggota aliansi penerbangan global SkyTeam, Xiamen Airlines juga memungkinkan penumpang menghubungkan penerbangan lanjutan ke kota-kota China lain lewat jaringan connecting flight dari Chongqing, meski rute Jakarta-Chongqing sendiri dioperasikan sebagai penerbangan langsung tanpa transit.
Enam jam nonstop dengan pesawat berbadan sempit adalah durasi yang tidak biasa — kebanyakan penerbangan narrow-body di Asia Tenggara dijadwalkan untuk rute di bawah 5 jam, menjadikan Jakarta-Chongqing salah satu penerbangan Boeing 737 terlama yang dioperasikan dari Jakarta ke Asia Timur tanpa transit sejauh sekitar 3.983 kilometer. Dengan tujuh penerbangan setiap minggu, penumpang memiliki opsi jadwal cadangan yang relatif banyak dibanding rute-rute China lain dari Jakarta yang frekuensinya lebih jarang.
Dibanding maskapai-maskapai China yang lebih dikenal wisatawan Indonesia seperti China Southern atau China Eastern, konter check-in Xiamen Airlines relatif lebih sepi dan mudah ditemukan, mengingat rute-rutenya dari Jakarta memang belum sepopuler jalur-jalur ke Guangzhou atau Shanghai — sesuatu yang bisa jadi keuntungan bagi penumpang yang tidak suka mengantre panjang saat check-in maupun bagasi. Seluruh proses ini tetap berlangsung di Terminal 3 Soekarno-Hatta, mengingat inilah satu-satunya titik keberangkatan internasional dari Jakarta untuk semua maskapai jarak jauh, bukan hanya Xiamen Airlines.
Penerbangan ini mendarat di bandara internasional utama Chongqing.
Chongqing Jiangbei International Airport berjarak sekitar 20 kilometer utara pusat kota, terhubung lewat jalur metro langsung ke pusat Chongqing dalam waktu sekitar 45 menit. Taksi dan ride-hailing juga tersedia di area kedatangan, meski aplikasi pemesanan lokal China umumnya memerlukan nomor telepon dan metode pembayaran China yang tidak selalu mudah diakses turis asing tanpa persiapan sebelumnya.
Xiamen Airlines menawarkan dua kelas kabin pada rute ini, ekonomi dan bisnis, meski menggunakan pesawat narrow-body Boeing 737 yang di banyak maskapai Asia Tenggara lain biasanya dikonfigurasi sepenuhnya kelas ekonomi untuk rute-rute pendek. Praktik menyediakan kelas bisnis pada pesawat berbadan sempit ini cukup umum di kalangan maskapai China untuk rute domestik maupun internasional jarak menengah-jauh, mengingat volume penumpang bisnis dan pemerintahan yang tinggi pada rute-rute penghubung kota-kota besar China.
Hongyadong, kompleks bangunan bertingkat yang menempel di tebing sungai dengan gaya arsitektur tradisional "diaojiaolou," menjadi ikon visual paling dikenal dari Chongqing terutama saat malam hari ketika seluruh fasadnya menyala warna-warni. Jiefangbei, pusat kota lama Chongqing dengan menara peringatan bersejarah, menjadi titik awal yang baik untuk menjelajah kawasan perbelanjaan dan kuliner pusat kota. Ciqikou Ancient Town, desa tua di tepi Sungai Jialing dengan jalan-jalan berbatu dan bangunan tradisional Dinasti Ming-Qing, menawarkan suasana Chongqing sebelum menjadi kota modern. Bagi yang punya waktu lebih panjang, pelayaran Sungai Yangtze dari Chongqing menuju Yichang melewati Three Gorges — Xiling, Wu, dan Qutang, membentang sekitar 240 kilometer — menjadi salah satu perjalanan sungai paling terkenal di dunia, biasanya memerlukan waktu 4 hingga 5 hari. Dazu Rock Carvings, situs ukiran batu kuno peninggalan UNESCO, berlokasi sekitar dua jam berkendara dari pusat kota. Raffles City Chongqing, kompleks menara modern rancangan arsitek Moshe Safdie, juga jadi landmark arsitektur yang layak dilihat bagi yang tertarik sisi modern kota ini.
Jiefangbei di pusat kota menawarkan akses termudah ke kawasan perbelanjaan, kuliner, dan Hongyadong yang bisa dicapai berjalan kaki. Kawasan sekitar Ciqikou Ancient Town cocok bagi yang ingin basis lebih tenang dengan suasana tradisional. Bagi yang berencana melanjutkan perjalanan ke pelayaran Yangtze, menginap dekat pelabuhan Chaotianmen mempersingkat waktu tempuh pagi hari sebelum keberangkatan kapal.
Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara bebas visa China untuk wisata reguler, sehingga pemegang paspor Indonesia wajib mengajukan visa China terlebih dahulu ke kedutaan atau konsulat sebelum berangkat, kecuali memenuhi syarat kebijakan transit bebas visa 240 jam yang hanya berlaku bagi yang melanjutkan perjalanan ke negara ketiga, bukan untuk tujuan wisata langsung di China. Mata uang China adalah Yuan/Renminbi (CNY), dan aplikasi pembayaran digital seperti Alipay atau WeChat Pay mendominasi transaksi harian di Chongqing, sehingga menyiapkan salah satu aplikasi ini sebelum berangkat — umumnya memerlukan verifikasi kartu kredit internasional — jauh lebih praktis dibanding mengandalkan uang tunai. Chongqing satu jam lebih cepat dari WIB. Musim panas Chongqing sangat panas dan lembap sementara musim dingin cenderung berkabut dan lembap dingin, sehingga memeriksa kondisi cuaca sebelum menyiapkan pakaian penting dilakukan. Banyak layanan internet populer termasuk beberapa aplikasi asing diblokir di China, sehingga menyiapkan VPN sebelum keberangkatan membantu tetap terhubung dengan aplikasi yang biasa digunakan.
Bagi yang jadwalnya tidak cocok dengan penerbangan Xiamen Airlines ini, mempertimbangkan rute ke kota besar China lain dari Jakarta seperti Guangzhou atau Shanghai sebagai titik transit terkadang memberi pilihan jadwal tambahan menuju Chongqing, meski menambah total waktu perjalanan. Untuk destinasi penerbangan internasional lain yang dilayani langsung dari Jakarta, halaman China di Traveloka merangkum seluruh rute yang tersedia ke negara ini.
Berbeda dari rute ke negara-negara bebas visa, proses pengajuan visa China yang memerlukan waktu berminggu-minggu sebelum keberangkatan membuat rencana tanggal terbang lebih rawan bergeser dibanding perjalanan internasional lain, sehingga Easy Reschedule jadi fitur yang layak dipasang sejak awal, bukan hanya sebagai antisipasi darurat. Karena visa harus diurus lebih dulu sebelum benar-benar memastikan tanggal keberangkatan, memesan tiket dengan opsi jadwal fleksibel membantu menghindari kerugian bila proses visa memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Traveloka menerima pembayaran lewat kartu, transfer bank, dan dompet digital untuk tiket internasional ini, sehingga kartu kredit bukan syarat wajib.
Lama Penerbangan | 6 jam 0 menit |
Bandara di Jakarta | |
Bandara di Chongqing |



