
1 jam, 45 menit
Ya, Susi Air menerbangkan rute perintis ini secara langsung tanpa transit, dua kali setiap minggu setiap Jumat dan Minggu, sejak resmi dibuka 6 Februari 2026.
Tarif pulang-pergi mulai dari Rp 845.390, tarif perintis yang tercatat cukup terjangkau sejak awal peluncuran rute ini.
Sejak 6 Februari 2026, ketika Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu bersama Susi Air meluncurkan rute perintis ini, mengakhiri isolasi udara kabupaten tersebut.
Susi Air adalah satu-satunya maskapai yang menerbangkan rute perintis ini.
Lewat jalur darat panjang lebih dulu ke Pekanbaru sebelum melanjutkan penerbangan dari sana, sebuah kombinasi yang memakan waktu dan biaya jauh lebih besar.
Kawasan ini dulunya dikenal sebagai tempat penambangan emas tradisional di sepanjang Sungai Batang Lubuh, dan namanya lahir setelah tambang-tambang tersebut habis dieksploitasi.
Tidak. Meski Batam berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, penerbangan dari Pasir Pengaraian tetap murni domestik -- KTP sudah cukup sebagai identitas, dan paspor hanya relevan bagi yang berencana menyeberang lebih jauh setelah tiba di Batam.
Dua kali setiap minggu, setiap Jumat dan Minggu.
Pasir Pengaraian ke Batam adalah rute perintis yang baru dibuka Susi Air pada 6 Februari 2026, dua kali setiap minggu setiap Jumat dan Minggu, menandai berakhirnya isolasi udara Kabupaten Rokan Hulu yang sebelumnya sama sekali tidak punya konektivitas penerbangan komersial. Pasir Pengaraian, ibu kota kabupaten yang dulu dikenal sebagai kawasan tambang emas tradisional di sepanjang Sungai Batang Lubuh sebelum tambangnya habis, kini menjadi pusat pemerintahan bekas wilayah lima kerajaan Melayu — Tambusai, Rambah, Kepenuhan, Kunto Darussalam, dan Rokan — yang dulu berkuasa silih berganti di kawasan pedalaman Riau ini.
Susi Air, satu-satunya maskapai yang menerbangkan rute perintis ini, menawarkan tarif pulang-pergi mulai dari Rp 845.390 untuk kelas ekonomi — tarif perintis yang tercatat cukup terjangkau sejak awal peluncuran, sebagai bagian dari misi menghubungkan kawasan yang sebelumnya terisolasi ini. Karena rute ini masih sangat baru, riwayat pola harganya belum cukup panjang untuk dibandingkan dengan rute-rute yang sudah mapan, namun sebagai rute perintis yang disubsidi pemerintah daerah, harga cenderung tetap stabil dan terjangkau dibanding rute komersial murni.
Sebagai rute perintis yang baru berjalan sejak awal 2026, pola harga sepanjang tahun rute ini belum terbentuk sepenuhnya. Musim Lebaran dan libur akhir tahun tetap berpotensi mendorong permintaan naik, mengingat banyak warga Rokan Hulu yang merantau ke Batam dan kota-kota Riau lain untuk urusan bisnis maupun pendidikan. Mengingat status rute ini sebagai program pemerintah untuk membuka keterisolasian daerah, kelangsungan jangka panjangnya juga bergantung pada tingkat keterisian penumpang yang konsisten pada bulan-bulan awal operasi.
Susi Air menjadwalkan penerbangan ini dua kali setiap minggu, setiap Jumat dan Minggu, menggunakan pesawat kecil yang sesuai dengan karakteristik Bandara Tuanku Tambusai. Sebagai rute perintis dengan frekuensi terbatas, memesan tiket jauh sebelum tanggal keberangkatan penting dilakukan mengingat kapasitas kursi yang sangat kecil.
Susi Air adalah satu-satunya maskapai yang menerbangkan rute perintis Pasir Pengaraian-Batam, resmi diluncurkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu bersama maskapai ini pada 6 Februari 2026. Sebagai maskapai yang berfokus pada rute-rute perintis di kawasan terisolasi Indonesia, Susi Air kembali menjadi tulang punggung konektivitas bagi daerah yang sebelumnya sama sekali belum memiliki akses penerbangan komersial. Program penerbangan perintis semacam ini umumnya melibatkan subsidi pemerintah daerah maupun pusat untuk menjaga tarif tetap terjangkau pada tahap awal operasinya, sebuah pendekatan yang telah terbukti berhasil membuka konektivitas di berbagai daerah terisolasi lain di Indonesia sebelum akhirnya beralih menjadi rute komersial mandiri seiring pertumbuhan permintaan penumpang yang konsisten.
Susi Air menerbangkan rute ini tanpa transit dalam 1 jam 45 menit, memangkas langsung ketergantungan warga Rokan Hulu pada kombinasi jalur darat ke Pekanbaru diikuti penerbangan lanjutan — dua tahap perjalanan yang selama ini menjadi satu-satunya cara mencapai Batam dari kabupaten pedalaman ini. Karena rute perintis semacam ini dirancang seefisien mungkin dari sisi durasi, tidak ada pertimbangan transit sama sekali yang dibangun ke dalam desain jadwalnya.
Penerbangan ini berangkat dari satu-satunya bandara Kabupaten Rokan Hulu.
Bandara Tuanku Tambusai, dinamai dari tokoh pahlawan nasional asal Kerajaan Tambusai, baru difungsikan kembali untuk penerbangan komersial reguler seiring pembukaan rute perintis ini. Sebagai bandara yang baru aktif kembali, fasilitasnya masih dalam tahap pengembangan dibanding bandara-bandara kota besar.
Penerbangan ini mendarat di bandara utama Kepulauan Riau.
Hang Nadim International Airport, salah satu bandara dengan runway terpanjang di Indonesia, menjadi pintu gerbang udara utama Batam dengan koneksi lanjutan padat ke berbagai kota besar Indonesia maupun Singapura dan Malaysia. Warga Rokan Hulu yang tiba di sini punya banyak pilihan koneksi lanjutan dibanding bandara asal mereka yang masih terbatas.
Sebagai rute yang baru dua kali seminggu, terlalu dini untuk membicarakan kelas kabin premium — pertanyaan yang lebih relevan justru apakah frekuensi dua kali seminggu ini akan bertambah begitu Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan Susi Air melihat tingkat keterisian yang konsisten pada bulan-bulan pertama, sebuah pola yang biasa terjadi pada rute perintis lain di Indonesia sebelum akhirnya beralih status menjadi rute komersial reguler.
Kawasan Nagoya dan Batam Centre menawarkan konsentrasi hotel dan pusat perbelanjaan terlengkap di Batam, memudahkan akses bagi warga Rokan Hulu yang melanjutkan urusan bisnis maupun berlibur di kota ini. Kawasan dekat Bandara Hang Nadim juga menawarkan opsi penginapan praktis bagi yang transit singkat sebelum melanjutkan penerbangan ke kota lain. Bagi warga Rokan Hulu yang berencana menyeberang lebih jauh ke Singapura maupun Malaysia setelah tiba di Batam, memilih hotel di kawasan pelabuhan feri internasional membantu mempersingkat waktu tempuh keesokan harinya, mengingat Batam sendiri berfungsi sebagai salah satu gerbang penyeberangan tersibuk Indonesia ke kedua negara tetangga tersebut. Kawasan Batam Centre juga menawarkan pusat perbelanjaan modern yang jarang ditemukan di Pasir Pengaraian, menjadikannya destinasi belanja yang cukup diminati warga Rokan Hulu yang berkunjung ke Batam untuk urusan bukan sekadar bisnis semata. Bagi warga Rokan Hulu yang baru pertama kali mencoba penerbangan langsung ini setelah selama ini mengandalkan jalur darat panjang ke Pekanbaru, menghubungi layanan pelanggan Traveloka untuk memastikan detail bagasi dan proses check-in di Bandara Tuanku Tambusai yang masih baru difungsikan kembali membantu menghindari kebingungan di hari keberangkatan.
Karena statusnya sebagai rute perintis yang disubsidi, jadwal dua kali seminggu ini punya risiko lebih tinggi berubah dibanding rute komersial mapan — memantau pengumuman resmi dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu maupun Susi Air, tidak hanya dari Traveloka, membantu menangkap perubahan jadwal lebih awal. KTP sudah cukup sebagai identitas untuk penerbangan domestik ini, dan kedua kota memakai Rupiah serta WIB yang sama sehingga tidak ada penyesuaian mata uang maupun waktu yang diperlukan. Bagi yang belum familiar dengan Bandara Tuanku Tambusai yang baru direaktivasi, memperkirakan waktu tempuh darat dari pusat Pasir Pengaraian ke bandara lebih awal membantu mengantisipasi kondisi jalan yang mungkin belum sepenuhnya mulus mengingat statusnya sebagai kabupaten yang baru mulai membangun infrastruktur penunjang penerbangan.
Bagi yang jadwal Susi Air yang terbatas dua kali seminggu tidak cocok, jalur darat ke Pekanbaru lebih dulu sebelum melanjutkan penerbangan tetap menjadi alternatif, meski dengan total waktu perjalanan sekitar 4 jam lebih lama. Warga Rokan Hulu yang tujuan akhirnya bukan spesifik Batam bisa mempertimbangkan rute lain dari Pekanbaru yang jaringannya jauh lebih luas ke seluruh Indonesia, mengingat status Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi dengan bandara yang jauh lebih besar dibanding Bandara Tuanku Tambusai yang baru direaktivasi. Seluruh pilihan rute domestik lain dari Riau tersedia di halaman Indonesia di Traveloka.
Sebagai rute perintis yang baru dibuka, memeriksa jadwal dan ketersediaan kursi terkini langsung di Traveloka membantu memastikan informasi yang didapat akurat, mengingat rute-rute perintis kadang mengalami penyesuaian jadwal di bulan-bulan awal. Easy Reschedule berguna bagi warga Rokan Hulu yang jadwalnya sering berubah mendadak untuk urusan bisnis maupun pendidikan, terutama mengingat status rute perintis ini yang jadwalnya masih berpotensi menyesuaikan pada bulan-bulan awal operasi. Traveloka menerima pembayaran lewat kartu, transfer bank, dan dompet digital seperti OVO dan GoPay, memberi fleksibilitas metode pembayaran bagi warga daerah yang sebelumnya harus bergantung pada agen travel konvensional untuk mengurus perjalanan udara. Bagi pelaku usaha Rokan Hulu yang berencana memperluas jaringan bisnis lewat Batam sebagai gerbang perdagangan ke Singapura dan Malaysia, memantau jadwal penerbangan secara rutin lewat Traveloka membantu merencanakan kunjungan bisnis lebih efisien dibanding mengandalkan jalur darat panjang yang selama ini menjadi satu-satunya opsi. Bagi keluarga yang ingin mengunjungi kerabat di Batam maupun sebaliknya, rute langsung ini juga membuka opsi kunjungan singkat akhir pekan yang sebelumnya mustahil dilakukan mengingat waktu tempuh darat yang jauh lebih panjang dan melelahkan — sesuatu yang jarang terpikirkan sebelum rute ini dibuka, namun kini menjadi kemungkinan nyata bagi warga kedua daerah yang sebelumnya terpisah jauh secara waktu tempuh maupun biaya perjalanan darat yang harus dikeluarkan, sebuah kemudahan yang baru bisa dinikmati warga kedua daerah sejak rute perintis ini resmi dibuka oleh pemerintah daerah pada awal 2026.
Lama Penerbangan | 1 jam 45 menit |
Bandara di Pasir Pangaraian | |
Bandara di Batam |



