
Di pusat Kota Ambon, berdiri sebuah bangunan tua yang sudah ada sejak hampir 450 tahun lalu. Benteng Nieuw Victoria dulunya adalah pusat kekuasaan kolonial di Maluku, tempat rempah-rempah Ambon dikumpulkan dan diperdagangkan sebelum dikirim ke Eropa. Bangunan ini juga menjadi tempat terjadinya salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Secara singkat, Benteng Nieuw Victoria adalah bekas benteng pertahanan Portugis dan VOC yang berdiri sejak 1575 di kawasan Sirimau, hanya beberapa ratus meter dari pusat Kota Ambon. Kalau Anda sudah memesan Tiket Pesawat ke Ambon, menyempatkan diri singgah ke benteng ini adalah cara yang pas untuk mengenal akar sejarah kota.
Benteng ini pertama kali didirikan oleh Portugis pada 1575 dengan nama "Nossa Senhora da Annunciada". Fungsinya saat itu adalah gudang dan pos pertahanan untuk mengamankan jalur rempah-rempah dari Maluku.
Pada 1605, Belanda melalui VOC berhasil merebut benteng ini dari Portugis dan mengubah namanya menjadi Victoria. Sejak saat itu, benteng ini menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan pertama VOC di Nusantara, tempat rempah-rempah seperti cengkih dan pala dikumpulkan dari seluruh Maluku sebelum dikirim ke Batavia.
Gempa besar yang mengguncang Ambon sekitar 1754 merusak sebagian besar struktur benteng. Setelah dibangun ulang, namanya berubah menjadi Nieuw Victoria, yang berarti "kemenangan baru". Babak paling dikenang dari benteng ini datang pada 15 Mei 1817, ketika Kapitan Pattimura, pemimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda, dieksekusi di halaman benteng ini. Lebih dari seabad kemudian, pada 1950, tempat yang sama juga menjadi lokasi proklamasi Republik Maluku Selatan (RMS).
Benteng ini menarik dikunjungi bukan cuma karena usianya, tapi juga karena jejak fisik dan cerita yang masih bisa dilihat langsung di lokasi.
Benteng ini awalnya berbentuk poligonal dengan tujuh bastion pertahanan. Sebagian meriam kuno peninggalan VOC masih tersimpan di area kompleks, lengkap dengan sisa dinding batu yang menunjukkan ketebalan konstruksi khas benteng kolonial abad ke-16.
Benteng ini adalah lokasi bersejarah tempat Kapitan Pattimura dieksekusi pada 1817 setelah memimpin perlawanan rakyat Maluku. Bagi banyak pengunjung, ini adalah alasan utama datang ke sini, untuk berdiri di tempat yang menjadi bagian penting sejarah perjuangan nasional.
Dari sisi benteng yang menghadap laut, Anda bisa melihat pemandangan Teluk Ambon, terutama menjelang sore hari. Posisi benteng yang ada di tepi teluk membuatnya jadi titik pandang yang cukup strategis di tengah kota.
Benteng Nieuw Victoria sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Kementerian Kebudayaan. Di dalam kompleks juga tersimpan koleksi berupa peta perkembangan Kota Ambon dan lukisan administrator Belanda dari masa VOC.

Indonesia

Funworld Maluku City Mall Ambon Card Top-up

8.5/10
Sirimau
Rp 200.000
Sebagian kompleks Benteng Nieuw Victoria saat ini masih dipakai sebagai markas TNI Kodam XVI Pattimura, jadi akses untuk wisatawan bisa terbatas dan tidak selalu sama setiap waktu. Pada akhir 2025, Kementerian Kebudayaan sempat meninjau langsung benteng ini dengan rencana membuka akses publik yang lebih luas sebagai ruang edukasi sejarah.
| Informasi | Keterangan |
| Alamat | Jl. Slamet Riyadi No. 1, Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon |
| Jarak dari Bandara Pattimura | Sekitar 35 km, tempuh 45 menit - 1 jam berkendara |
| Status Akses | Sebagian area masih digunakan TNI, akses publik terbatas dan bisa berubah |
| Perkiraan Harga Tiket Masuk | Sekitar Rp20.000 per orang (menurut beberapa sumber wisata) |
| Perkiraan Jam Kunjungan | Sekitar pukul 08.00-18.00 WIT (menurut beberapa sumber wisata) |
Catatan: Karena statusnya masih beririsan dengan area militer, angka harga dan jam di atas belum tentu berlaku saat Anda berkunjung dan bisa berubah sewaktu-waktu.
Ada beberapa cara untuk sampai ke benteng ini, tergantung Anda datang dari luar kota atau sudah berada di pusat Ambon.
Titik masuk utama ke Ambon adalah Bandara Pattimura (AMQ), berjarak sekitar 35 km dari pusat kota dengan waktu tempuh 45 menit hingga 1 jam tergantung lalu lintas. Dari bandara, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan taksi bandara atau mobil sewaan menuju kawasan Sirimau.
Karena lokasinya di pusat kota, Benteng Nieuw Victoria mudah dijangkau dengan taksi online atau mobil sewa di Ambon. Perjalanan dari kawasan pusat kota biasanya hanya memakan waktu beberapa menit saja.
Angkutan kota (angkot) Ambon juga melewati kawasan Jalan Slamet Riyadi, meski rute dan jadwalnya lebih fleksibel dibanding transportasi online. Ini pilihan hemat bagi yang ingin merasakan suasana kota sekaligus berkeliling.

Indonesia

Atlantic Hotel Ambon

8.3/10
Sirimau
Rp 179.422
Setelah puas mengenal sejarah di benteng, ada beberapa destinasi lain yang jaraknya dekat dan bisa dimasukkan dalam satu rute jalan-jalan di pusat Kota Ambon.
Museum ini menyimpan koleksi sejarah dan budaya Maluku yang lebih lengkap, mulai dari artefak adat hingga replika kapal tradisional. Lokasinya di Jalan Dr. Malaiholo, Nusaniwe, tidak jauh dari pusat kota.
Jembatan ikonik sepanjang 1.140 meter ini menghubungkan Ambon bagian utara dan selatan di atas Teluk Ambon. Jembatan ini jadi salah satu spot favorit untuk melihat pemandangan teluk, terutama saat matahari terbenam.
Masjid terbesar di Maluku ini berada di Jalan Sultan Baabullah, masih dalam Kecamatan Sirimau, dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Arsitekturnya yang megah membuatnya jadi salah satu ikon Kota Ambon.
Taman kota ini didedikasikan untuk mengenang Kapitan Pattimura dan dilengkapi fasilitas olahraga seperti lapangan basket, voli, dan bulu tangkis. Cocok untuk bersantai sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Tempat Wisata di Ambon
Beberapa hal sederhana ini bisa membuat kunjungan Anda ke benteng lebih nyaman.
Cuaca Ambon cenderung panas di siang hari, jadi waktu terbaik untuk berkeliling benteng adalah pagi sebelum pukul 10.00 atau sore setelah pukul 15.00 WIT.
Karena sebagian area masih digunakan TNI, ada baiknya bertanya ke pos jaga atau warga sekitar sebelum masuk lebih jauh ke kompleks benteng.
Sebagian permukaan di dalam kompleks benteng berupa tanah dan batu tua yang tidak rata, jadi sepatu tertutup lebih disarankan dibanding sandal.
Kawasan sekitar benteng dikelilingi banyak tempat makan khas Ambon, jadi ini kesempatan baik untuk mencicipi kuliner lokal sekaligus berburu oleh-oleh setelah puas berkeliling. Untuk ide jalan-jalan lain di luar kota.
Fri, 30 Oct 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Ambon (AMQ)
Mulai dari Rp 2.257.900
Sun, 11 Oct 2026

Lion Air
Makassar (UPG) ke Ambon (AMQ)
Mulai dari Rp 1.968.900
Fri, 9 Oct 2026

Lion Air
Surabaya (SUB) ke Ambon (AMQ)
Mulai dari Rp 2.541.000
Benteng Nieuw Victoria bukan sekadar reruntuhan tua di pinggir jalan, melainkan potongan sejarah panjang Maluku, mulai dari era rempah-rempah Portugis dan VOC hingga perjuangan Kapitan Pattimura. Meski akses kunjungannya masih terbatas karena berbagi lokasi dengan markas TNI, benteng ini tetap layak masuk daftar kunjungan siapa pun yang datang ke Ambon.
Sambil merencanakan kunjungan ke benteng ini, luangkan juga waktu menjelajahi sisi lain Kota Ambon, dari Jembatan Merah Putih hingga kuliner khas di sekitar pusat kota, supaya perjalanan Anda ke Maluku terasa lebih lengkap.
Traveloka adalah platform travel terkemuka di Asia Tenggara, dipercaya oleh jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan ke berbagai penjuru Indonesia. Pesan Tiket Pesawat ke Ambon dan Hotel di Ambon sekaligus dalam satu aplikasi, lalu lengkapi rencana perjalanan dengan Aktivitas di Ambon mulai dari wisata sejarah hingga island hopping ke pantai-pantai sekitarnya.
Semua transaksi bisa dibayar lebih fleksibel dengan Traveloka PayLater atau metode pembayaran lokal seperti transfer bank, GoPay, OVO, dan dompet digital lainnya. Traveloka juga menyediakan produk pelengkap seperti eSIM, rental mobil, dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi, sehingga persiapan liburan ke Maluku jadi lebih praktis. Unduh aplikasi Traveloka sekarang!






