8 Jenis Rumah Adat Papua, Mulai Honai Hingga Rumah Pohon!

Manfaatkan Kekayaan Alam, Ini 8 Jenis Rumah Adat Papua!
Mas Bellboy
Waktu baca 5 menit

Papua memiliki kekayaan budaya yang terlihat dari tradisi, kesenian, hingga arsitektur rumah adatnya. Jenis rumah adat Papua yang dikenal masyarakat memiliki bentuk dan fungsi berbeda, menyesuaikan lingkungan serta kehidupan kelompok masyarakat yang menggunakannya.

Setiap rumah menyimpan cerita tentang cara masyarakat Papua beradaptasi dengan alam dan menjalankan kehidupan sehari-hari. Mengenal rumah-rumah adat ini bisa menjadi bagian menarik dari perjalanan untuk memahami budaya Papua lebih dekat.

Jenis Rumah Adat Papua yang Harus Kamu Tahu

Shutterstock.com

Keragaman geografis Papua membuat rumah adatnya memiliki karakter yang berbeda. Berikut beberapa rumah adat yang menarik untuk kamu kenali.

1. Rumah Honai

Honai merupakan salah satu rumah adat Papua yang paling populer dan berkaitan erat dengan masyarakat Dani di kawasan pegunungan, termasuk Lembah Baliem. Rumah ini memiliki bentuk bundar dengan atap kerucut yang biasanya dibuat menggunakan ilalang atau jerami.

Fungsi Honai

Honai adalah sebagai tempat tinggal laki-laki, sekaligus ruang untuk beristirahat, berkumpul, dan mempelajari berbagai pengetahuan tradisional. Bentuknya yang relatif kecil dapat embantu menjaga kehangatan di tengah suhu pegunungan yang dingin.

Keunikan

Honai memiliki bentuk sederhana yang justru sangat sesuai dengan lingkungan. Penggunaan material alami seperti kayu, bambu, dan ilalang juga menunjukkan bagaimana arsitektur tradisional memanfaatkan sumber daya di sekitarnya.

Discover Flights With Traveloka

Sun, 29 Nov 2026

Sriwijaya Air

Timika (TIM) ke Jayapura (DJJ)

Mulai dari Rp 841.273

Thu, 26 Nov 2026

Sriwijaya Air

Wamena (WMX) ke Jayapura (DJJ)

Mulai dari Rp 553.021

Tue, 17 Nov 2026

Lion Air

Timika (TIM) ke Jayapura (DJJ)

Mulai dari Rp 818.300

2. Rumah Ebei

Shutterstock.com

Ebei atau Ebeai merupakan bagian dari kompleks permukiman tradisional masyarakat Dani. Rumah ini digunakan oleh perempuan dan anak-anak, sehingga memiliki fungsi yang berbeda dari Honai.

Fungsi Ebei

Selain menjadi tempat tinggal, Ebei berkaitan dengan kehidupan keluarga dan proses pembelajaran informal. Berbagai pengetahuan tentang kehidupan sehari-hari dan tradisi dapat diwariskan kepada generasi berikutnya melalui kehidupan bersama di dalam lingkungan tersebut.

Ciri Khas

Keunikan Ebei adalah keberadaannya sebagai bagian dari sistem permukiman yang lebih besar. Artinya, rumah tradisional masyarakat Dani tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki pembagian fungsi antara tempat tinggal, dapur, dan area untuk ternak.

3. Rumah Wamai

Masih dalam kompleks permukiman masyarakat Dani, Wamai atau Wamdabu merupakan bangunan yang digunakan untuk memelihara ternak. Babi menjadi salah satu hewan yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat.

Fungsi Wamai

Berbeda dari rumah hunian, bangunan ini membantu menjaga hewan ternak tetap berada dalam lingkungan permukiman. Ukurannya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah ternak.

Keunikan

Wamai menunjukkan bahwa ruangan di rumah tradisional Papua dapat mencakup berbagai kebutuhan sekaligus. Hunian, aktivitas keluarga, kegiatan memasak, dan pemeliharaan ternak memiliki tempat masing-masing.

4. Rumah Hunila

Shutterstock.com

Hunila atau Lesema merupakan bangunan yang menjadi bagian dari kompleks permukiman tradisional Dani dan berfungsi sebagai dapur. Bangunan ini digunakan untuk mengolah makanan bagi keluarga atau komunitas.

Fungsi Hunila

Keberadaan Hunila memperlihatkan bahwa kegiatan memasak memiliki ruang tersendiri dalam tata kehidupan masyarakat. Rumah ini juga menjadi contoh bagaimana satu kompleks tradisional dapat terdiri dari beberapa bangunan dengan fungsi spesifik.

Ciri Khas

Keunikannya bukan hanya pada bentuk bangunan, tetapi juga pada sistem permukimannya. Jika Honai berhubungan dengan tempat tinggal, Hunila mendukung kebutuhan pangan sehari-hari.

5. Rumah Kariwari

Shutterstock.com

Kariwari merupakan rumah tradisional yang dikenal dalam budaya masyarakat Tobati-Enggros di kawasan Jayapura. Bentuknya berbeda dari Honai karena memiliki struktur yang lebih tinggi dengan atap menyerupai kerucut.

Fungsi Kariwari

Rumah Kariwari dikenal memiliki fungsi sosial dan pendidikan adat. Bangunan ini secara tradisional berkaitan dengan tempat laki-laki muda mempelajari berbagai pengetahuan, keterampilan, serta nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat.

Keunikan

Keunikan Kariwari terletak pada bentuk arsitekturnya yang khas. Saat menjelajahi Jayapura dan kawasan sekitarnya, rumah tradisional ini dapat menjadi salah satu contoh bagaimana budaya masyarakat pesisir dan danau memiliki karakter arsitektur yang berbeda dari masyarakat pegunungan.

6. Rumah Rumsram

Rumsram merupakan rumah adat masyarakat Biak Numfor yang tinggal di kawasan pesisir Papua. Rumah ini memiliki bentuk yang cukup khas dengan atap yang menyerupai perahu terbalik, mencerminkan kedekatan masyarakat Biak dengan kehidupan laut.

Fungsi Rumaram

Secara tradisional, Rumsram berfungsi sebagai tempat belajar bagi laki-laki. Berbagai keterampilan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, seperti membuat perahu dan kemampuan lainnya, dapat diajarkan di tempat ini.

Ciri Khas

Keunikan bentuknya menjadi daya tarik tersendiri. Atap menyerupai perahu seolah menggambarkan identitas masyarakat yang memiliki hubungan kuat dengan laut dan aktivitas maritim.

7. Rumah Pohon

Rumah Pohon merupakan salah satu bentuk rumah tradisional yang sangat berbeda dari rumah adat lainnya. Bangunan ini dikenal dari masyarakat Korowai di kawasan pedalaman Papua dan dibuat di atas pohon dengan ketinggian tertentu.

Fungsi Rumah Pohon

Fungsinya sebagai tempat tinggal sekaligus memberikan perlindungan dari kondisi lingkungan sekitar, termasuk hewan liar. Posisi rumah yang tinggi juga memungkinkan penghuninya mengamati area di sekelilingnya.

Ciri Khas

Keunikan Rumah Pohon tentu terletak pada lokasinya yang berada jauh di atas permukaan tanah. Arsitektur ini memperlihatkan kemampuan masyarakat dalam menyesuaikan tempat tinggal dengan lingkungan hutan yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.

8. Rumah Kaki Seribu

Rumah Kaki Seribu atau Mod Aki dikenal sebagai rumah tradisional masyarakat Arfak. Namanya berasal dari banyaknya tiang penyangga yang membuat bangunan ini terlihat seperti memiliki banyak kaki.

Fungsi Kaki Seribu

Fungsi rumah ini adalah sebagai tempat tinggal masyarakat sekaligus ruang untuk menjalankan kehidupan keluarga. Struktur bertiang juga membuat bangunan memiliki karakter yang sesuai dengan kondisi lingkungan tempat masyarakat Arfak tinggal.

Keunikan

Sesuai namanya, kaki seribu memiliki jumlah tiang yang banyak. Dari kejauhan, rangkaian tiang tersebut menciptakan bentuk yang menyerupai kaki seribu sehingga menghasilkan nama yang sangat mudah diingat.

Rekomendasi Hotel Terbaik di Papua

Setelah mengeksplorasi budaya Papua, kamu tentu membutuhkan tempat beristirahat yang nyaman. Berikut tiga pilihan hotel di Papua yang bisa masuk dalam itinerary kamu.

1. Swiss-Belhotel Jayapura

Swiss Belhotel Papua Jayapura

Swiss-Belhotel Jayapura ini berada di pusat bisnis Jayapura dan menawarkan fasilitas seperti kolam renang outdoor, pusat kebugaran, spa, restoran, lounge, Wi-Fi, serta layanan antar-jemput bandara. Hotel juga memiliki 153 kamar dengan fasilitas modern dan sejumlah pilihan ruang pertemuan. Cocok untuk perjalanan liburan maupun perjalanan bisnis.

Indonesia

Swiss Belhotel Papua Jayapura

8.4/10

•

Jayapura Utara

Rp 955.799

2. ASTON Sorong Hotel & Conference Center

Aston Sorong Hotel & Conference Center

Berlokasi di Sorong, ASTON Sorong Hotel & Conference Center menyediakan kolam renang, restoran, pusat kebugaran, spa, Wi-Fi, layanan kamar, laundry, resepsionis 24 jam, serta fasilitas rapat dan konferensi. Hotel juga menyediakan layanan antar-jemput bandara sesuai ketentuan yang berlaku.

Pilihan ini cocok jika Sorong menjadi pintu masuk perjalananmu untuk mengeksplorasi Papua Barat Daya. 

3. Hotel Grand Papua Nabire

Hotel Grand Papua Nabire

Hotel Grand Papua Nabire menawarkan fasilitas seperti restoran, Wi-Fi, area parkir, layanan kamar, AC, resepsionis 24 jam, laundry, jasa tur, serta layanan antar-jemput bandara.

Hotel ini dapat menjadi pilihan bagi kamu yang menjadikan Nabire sebagai salah satu titik perjalanan di Papua. Fasilitasnya mendukung kebutuhan wisatawan yang ingin beristirahat sekaligus mempersiapkan perjalanan berikutnya.

Indonesia

Hotel Grand Papua Nabire

8.0/10

•

Pusat Kota Nabire

Rp 515.971

Liburan ke Papua Lebih Seru dengan Traveloka!

Sudah siap mengenal 8 Jenis Rumah Adat Papua sekaligus menjelajahi keindahan alam dan budayanya? Atur perjalananmu dengan lebih praktis bersama Traveloka.

Kamu bisa mencari dan memesan hotel untuk tempat menginap, tiket pesawat untuk perjalanan menuju Papua, serta pilihan bus dan travel untuk membantu perjalanan darat. Jangan lupa lengkapi itinerary dengan berbagai atraksi dan aktivitas yang bisa membuat pengalaman liburanmu semakin berkesan.

Dengan transportasi, akomodasi, dan aktivitas yang sudah dipersiapkan, kamu bisa lebih fokus menikmati perjalanan sambil mengenal keragaman budaya Papua secara langsung.

Hotel
Tiket Pesawat
Atraksi dan Aktivitas
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan