Rumah Adat Suku Bawean, Dhurung Simbol Keterbukaan

Mas Bellboy
Waktu baca 3 menit

Pulau Bawean dikenal sebagai pulau para perantau, karena sejak abad ke-19 kaum pria di sana terbiasa merantau jauh ke Malaysia dan Singapura, sampai punya sebutan sendiri di negeri jiran, orang Boyan. Tapi menariknya, rumah adat yang mereka tinggalkan di kampung halaman justru bercerita tentang keterbukaan, bukan tentang orang-orang yang pergi.

Rumah adat suku Bawean bernama Dhurung, bangunan kecil yang berdiri di halaman rumah dan kini resmi berstatus Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2024. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Bawean, menyempatkan diri melihat langsung Dhurung di kampung-kampung Bawean bisa jadi pengalaman budaya yang otentik.

Asal Usul Suku Bawean dan Budaya Merantau Mereka

Pulau Bawean terletak di Laut Jawa, sekitar 135 km di utara Kota Gresik, dan secara administratif masuk wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Nama Bawean sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti ada sinar matahari, konon merujuk pada legenda rombongan pelaut Kerajaan Majapahit yang terdampar di pulau ini pada sekitar tahun 1350 tepat saat matahari terbit.

Budaya merantau suku Bawean sudah berlangsung sejak abad ke-15 dan 16, ketika Bandar Malaka menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara. Tradisi ini terus berlanjut hingga sekarang, dengan banyak pria Bawean bekerja di Malaysia dan Singapura, di mana mereka dikenal dengan sebutan orang Boyan.

Discover Flights With Traveloka

Mon, 28 Sep 2026

Super Air Jet

Jakarta (CGK) ke Banyuwangi (BWX)

Mulai dari Rp 1.688.100

Sat, 19 Sep 2026

Wings Air

Surabaya (SUB) ke Banyuwangi (BWX)

Mulai dari Rp 1.072.600

Wed, 23 Sep 2026

Wings Air

Lombok (LOP) ke Banyuwangi (BWX)

Mulai dari Rp 1.068.600

Dhurung, Rumah Adat Suku Bawean yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda

Dhurung banyak ditemukan di Desa Peromaan, salah satu kampung di Pulau Bawean yang masih mempertahankan bangunan tradisional ini di halaman rumah warga.

1. Bangunan Kecil Berukuran 2x3 Meter

Dhurung berdiri terpisah dari rumah utama, berukuran sekitar 2x3 meter, dengan struktur kayu berukir dan atap segitiga dari daun nipah kering.

2. Lumbung Padi di Atas, Ruang Kumpul di Bawah

Bagian atas Dhurung difungsikan sebagai lumbung untuk menyimpan padi dan hasil pertanian lain, sementara ruang di bawahnya jadi tempat bersantai, menerima tamu, atau mengobrol dengan tetangga sepulang bekerja.

3. Jelepang, Alat Penghalau Tikus

Untuk melindungi padi yang disimpan, Dhurung dilengkapi jelepang, alat sederhana yang berfungsi menghalau tikus agar tidak merusak hasil panen yang disimpan di bagian atas bangunan.

4. Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda 2024

Setelah melalui proses verifikasi sejak Januari 2024, Dhurung Bawean resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan pada Agustus 2024, bersama dengan pudak, jajanan khas Gresik.

Makna dan Fungsi Dhurung bagi Masyarakat Bawean

Dhurung menjadi simbol keterbukaan dan keramahan masyarakat Bawean. Karena letaknya di halaman depan, siapa pun yang lewat bisa singgah tanpa perlu masuk ke rumah utama, mencerminkan budaya menerima tamu secara tidak formal namun tetap hangat.

Filosofi lain yang terkandung dalam Dhurung adalah pemanfaatan lahan secara efisien, lewat lumbung yang menyatu dengan ruang berkumpul, serta nilai kebersamaan warga yang terbiasa saling berbagi cerita di ruang terbuka ini setelah seharian beraktivitas.

Apa Saja Daya Tarik Lain di Pulau Bawean Selain Dhurung?

Selain menyaksikan langsung Dhurung, Pulau Bawean juga punya beberapa daya tarik lain yang sayang dilewatkan.

1. Danau Kastoba

Danau vulkanik ini menawarkan suasana tenang dengan air jernih dan vegetasi hijau di sekelilingnya, cocok untuk trekking ringan atau sekadar menikmati pemandangan alam.

2. Rusa Bawean, Satwa Endemik yang Terancam Punah

Pulau ini menjadi rumah bagi rusa Bawean, satwa endemik yang hanya bisa ditemukan di sini dan sekarang berstatus terancam punah, dilindungi di kawasan Suaka Margasatwa Pulau Bawean.

3. Desa Peromaan, Pusat Pelestarian Dhurung

Desa ini jadi lokasi terbaik untuk melihat langsung Dhurung yang masih berdiri di halaman rumah warga, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat lokal yang masih menjaga tradisi ini.

Indonesia

Tiket Jatim Park 1

9.1/10

Oro-oro Ombo

Rp 39.600

Tips Berkunjung ke Pulau Bawean

Karena berada di tengah Laut Jawa, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menyeberang ke Pulau Bawean.

1. Pilih Transportasi yang Sesuai

Selain pesawat langsung ke Bandara Bawean, Anda juga bisa naik kapal cepat dari Pelabuhan Gresik yang memakan waktu beberapa jam perjalanan laut, tergantung kondisi cuaca.

2. Pesan Penginapan Lebih Awal

Pilihan penginapan di Bawean masih terbatas dibanding kota besar, jadi sebaiknya pesan Hotel di Bawean jauh-jauh hari, terutama jika Anda berkunjung saat musim liburan.

3. Kunjungi Desa Peromaan dengan Pemandu Lokal

Untuk memahami cerita di balik Dhurung secara lebih mendalam, ada baiknya mengajak warga atau pemandu lokal yang bisa menjelaskan sejarah dan kebiasaan seputar bangunan ini.

4. Sesuaikan Jadwal dengan Cuaca Laut

Karena akses ke Bawean sangat bergantung pada kondisi laut, cek dulu prakiraan cuaca sebelum berangkat agar perjalanan Anda, baik lewat udara maupun laut, tidak terganggu.

Indonesia

Horison GKB Gresik

8.6/10

Manyar

Rp 379.837

Rumah adat suku Bawean membuktikan bahwa sebuah bangunan kecil sekalipun bisa menyimpan nilai budaya yang besar. Dhurung bukan sekadar lumbung padi, tapi juga cermin keramahan masyarakat Bawean yang tetap terjaga meski banyak dari mereka hidup merantau jauh dari kampung halaman.

Bagi Anda yang ingin melihat sisi lain Jawa Timur di luar kota-kota besar, Pulau Bawean menawarkan kombinasi budaya, alam, dan keramahan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Jelajahi Pulau Bawean Bersama Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara

Traveloka adalah aplikasi travel #1 di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi, termasuk Pulau Bawean. Pesan Tiket Pesawat ke Bawean, lalu cari Hotel di Bawean yang sesuai dengan rencana perjalanan Anda.

Lengkapi liburan dengan menjajal berbagai Aktivitas di Gresik sebelum atau sesudah menyeberang ke Bawean, mulai dari wisata religi hingga pantai-pantai indah di pesisir Gresik. Nikmati kemudahan pembayaran lewat Traveloka PayLater atau metode lokal seperti transfer bank, GoPay, dan dompet digital lain, kapan saja lewat aplikasi yang tersedia di Google Play Store dan App Store.

Dalam Artikel Ini

• Asal Usul Suku Bawean dan Budaya Merantau Mereka
• Dhurung, Rumah Adat Suku Bawean yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda
• 1. Bangunan Kecil Berukuran 2x3 Meter
• 2. Lumbung Padi di Atas, Ruang Kumpul di Bawah
• 3. Jelepang, Alat Penghalau Tikus
• 4. Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda 2024
• Makna dan Fungsi Dhurung bagi Masyarakat Bawean
• Apa Saja Daya Tarik Lain di Pulau Bawean Selain Dhurung?
• 1. Danau Kastoba
• 2. Rusa Bawean, Satwa Endemik yang Terancam Punah
• 3. Desa Peromaan, Pusat Pelestarian Dhurung
• Tips Berkunjung ke Pulau Bawean
• 1. Pilih Transportasi yang Sesuai
• 2. Pesan Penginapan Lebih Awal
• 3. Kunjungi Desa Peromaan dengan Pemandu Lokal
• 4. Sesuaikan Jadwal dengan Cuaca Laut
• Jelajahi Pulau Bawean Bersama Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara
Hotel
Tiket Pesawat
Atraksi dan Aktivitas
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan