Rumah Adat Suku Ogan, Perpaduan Dua Tradisi Sumsel

Mas Bellboy
Waktu baca 3 menit

Kebanyakan suku di Indonesia biasanya menganut satu sistem keluarga saja, patrilineal atau matrilineal. Suku Ogan di Sumatra Selatan berbeda, mereka justru mengenal tiga sistem sekaligus, dan keluwesan ini rupanya juga tercermin lewat rumah adat mereka yang memadukan dua gaya arsitektur dari daerah tetangga sekaligus.

Rumah adat suku Ogan disebut Rumah Ulu, kadang juga disebut ghumah baghi atau rumah tua, tersebar di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan Baturaja sebagai kota utamanya. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Palembang, melanjutkan perjalanan ke Baturaja bisa memberi Anda sisi lain Sumatra Selatan di luar Kota Palembang.

Asal Usul Suku Ogan, dari Dataran Tinggi ke Tepi Sungai

Suku Ogan dipercaya berasal dari kawasan dataran tinggi, bermukim pertama kali di Ulu Tenggayak yang kini masuk wilayah Desa Mendingin, Kecamatan Ulu Ogan. Dari sana, mereka melakukan nyusuk, membuka lahan hutan untuk permukiman baru, sembari menyusuri Sungai Ogan hingga akhirnya membaur dengan penduduk yang lebih dulu tinggal di sepanjang aliran sungai tersebut.

Percampuran budaya inilah yang membentuk identitas suku Ogan seperti sekarang, dengan pengaruh kuat dari budaya Pasemah di dataran tinggi sekaligus budaya Melayu pesisir sungai. Saat ini, suku Ogan banyak bermukim di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Ogan Ilir, dengan sistem kemasyarakatan yang terbagi dalam sepuluh marga besar, masing-masing dipimpin oleh seorang pesirah.

Discover Flights With Traveloka

Tue, 22 Sep 2026

Lion Air

Jakarta (CGK) ke Palembang (PLM)

Mulai dari Rp 641.500

Mon, 28 Sep 2026

Lion Air

Batam (BTH) ke Palembang (PLM)

Mulai dari Rp 750.300

Fri, 2 Oct 2026

Batik Air

Jakarta (HLP) ke Palembang (PLM)

Mulai dari Rp 1.127.300

Rumah Ulu, Perpaduan Rumah Limas dan Rumah Baghi

Arsitektur Rumah Ulu disebut sebagai sintesis antara Rumah Limas khas Palembang dan Rumah Baghi khas Besemah, hasil dari perjalanan panjang suku Ogan dari dataran tinggi menuju tepi sungai.

1. Panggung dengan Tiang Kayu Berdiameter hingga 90 cm

Rumah Ulu berdiri di atas tiang-tiang kayu besar berdiameter 50 hingga 90 cm yang ditopang fondasi batu, dengan luas bangunan berkisar 25 hingga 49 meter persegi, cukup untuk menampung kebutuhan satu keluarga besar.

2. Atap Curam 55-60 Derajat dengan Tritisan

Kemiringan atapnya cukup tajam, sekitar 55 hingga 60 derajat, dilengkapi tritisan atau atap tambahan di bagian depan atau samping rumah yang ditopang tiang terpisah, posisinya disesuaikan kebutuhan pemilik rumah.

3. Dua Kelas Rumah, Tatahan dan Digedelapan

Rumah dengan ukiran disebut Rumah Tatahan dan menandakan status sosial pemiliknya lebih tinggi, sementara rumah tanpa ukiran disebut Rumah Digedelapan, biasanya ditempati masyarakat biasa.

Ruang-Ruang dalam Rumah Ulu dan Maknanya

Rumah Ulu terbagi menjadi enam ruang dengan fungsi berbeda, yaitu Kuruk sebagai kamar tidur, Ambin sebagai ruang keluarga, Paun sebagai dapur, Jugan sebagai ruang tamu, Tundan sebagai ruang servis, dan Lintut sebagai teras depan rumah. Pembagian ini mencerminkan bagaimana kehidupan sehari-hari keluarga Ogan diatur secara jelas dalam satu bangunan.

Arah bangunan juga tidak sembarangan, mengikuti prinsip ulu-ulak, yaitu orientasi hulu-hilir yang selalu menghadap ke arah sungai, mengingat sungai menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Ogan sejak dulu. Ukiran pada Rumah Tatahan juga sarat makna, mencerminkan simbolisasi karakter perempuan dan filosofi Tunggu Tubang yang dikenal luas di kalangan masyarakat dataran tinggi Sumatra Selatan.

Indonesia

Tiket OPI Water Fun

8.9/10

Plaju

Rp 20.000

Apa yang Membuat Sistem Keluarga Suku Ogan Berbeda dari Suku Lain?

Selain arsitektur rumahnya yang unik, suku Ogan juga punya sistem kekeluargaan yang cukup langka dibanding suku lain di Indonesia.

1. Belaki Bebini, Sistem Patrilineal

Dalam sistem ini, istri ikut bergabung dengan keluarga besar suami setelah menikah, mirip dengan sistem kekerabatan yang umum dijumpai di banyak suku lain di Indonesia.

2. Kambik Anak, Sistem Matrilineal

Kebalikan dari Belaki Bebini, dalam sistem Kambik Anak justru suami yang bergabung dengan keluarga besar istri setelah pernikahan berlangsung.

3. Senak Anak, Sistem Bilateral

Pasangan yang memilih sistem ini akan membentuk rumah tangga baru yang mandiri, terpisah dari kedua keluarga besar mereka.

4. Tumpakan Uhang, Pewaris Tanpa Memandang Gender

Anak tertua, baik laki-laki maupun perempuan, akan mengemban tanggung jawab menjaga harta keluarga, merawat orang tua, dan melestarikan tradisi, berbeda dari sistem pewarisan patrilineal atau matrilineal ketat yang dianut suku-suku tetangga.

Indonesia

Wyndham Opi Hotel Palembang

8.5/10

Plaju

Rp 651.598

Tips Berkunjung ke Kawasan Suku Ogan

Karena berada di luar jalur wisata utama Palembang, ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum menjelajahi kawasan suku Ogan di Baturaja.

1. Rencanakan Perjalanan Darat dari Palembang

Baturaja berjarak beberapa jam perjalanan darat dari Palembang, jadi pastikan Anda menyiapkan waktu yang cukup, terutama jika ingin sekaligus menjelajahi Dusun-dusun di sekitar Ogan Komering Ulu.

2. Pesan Penginapan di Baturaja Lebih Awal

Sebaiknya pesan Hotel di Ogan Komering Ulu jauh-jauh hari, mengingat pilihan penginapan di Baturaja masih lebih terbatas dibanding Palembang.

3. Cari Rumah Ulu yang Masih Terawat

Tidak semua Rumah Ulu lama masih berdiri utuh, jadi ada baiknya bertanya kepada warga atau dinas pariwisata setempat untuk menemukan rumah adat yang masih terawat baik sebelum berkunjung.

4. Nikmati Kuliner Khas Ogan Selama di Sana

Sambil menjelajahi rumah adat, coba juga cicipi kuliner khas Ogan seperti pindang dan lempuk, sebagai pelengkap pengalaman budaya Anda di kawasan ini.

Rumah adat suku Ogan menunjukkan bagaimana posisi geografis di antara dataran tinggi dan tepi sungai bisa melahirkan arsitektur sekaligus sistem sosial yang unik dan fleksibel. Rumah Ulu bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga cermin perjalanan panjang suku Ogan dalam membaurkan berbagai pengaruh budaya di sekitarnya.

Bagi Anda yang berkunjung ke Sumatra Selatan, menyempatkan diri ke Baturaja bisa jadi pelengkap perjalanan yang memberi gambaran lebih lengkap tentang keragaman budaya di provinsi ini, di luar Kota Palembang yang lebih dulu dikenal wisatawan.

Jelajahi Sumatra Selatan Bersama Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara

Traveloka adalah aplikasi travel #1 di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi, termasuk Sumatra Selatan. Pesan Tiket Pesawat ke Palembang, lalu cari Hotel di Ogan Komering Ulu yang sesuai dengan rencana perjalanan Anda ke Baturaja.

Lengkapi liburan dengan menjajal berbagai Aktivitas di Palembang, mulai dari wisata Sungai Musi hingga menjelajahi ikon-ikon Kota Palembang. Nikmati kemudahan pembayaran lewat Traveloka PayLater atau metode lokal seperti transfer bank, GoPay, dan dompet digital lain, kapan saja lewat aplikasi yang tersedia di Google Play Store dan App Store.

Dalam Artikel Ini

• Asal Usul Suku Ogan, dari Dataran Tinggi ke Tepi Sungai
• Rumah Ulu, Perpaduan Rumah Limas dan Rumah Baghi
• 1. Panggung dengan Tiang Kayu Berdiameter hingga 90 cm
• 2. Atap Curam 55-60 Derajat dengan Tritisan
• 3. Dua Kelas Rumah, Tatahan dan Digedelapan
• Ruang-Ruang dalam Rumah Ulu dan Maknanya
• Apa yang Membuat Sistem Keluarga Suku Ogan Berbeda dari Suku Lain?
• 1. Belaki Bebini, Sistem Patrilineal
• 2. Kambik Anak, Sistem Matrilineal
• 3. Senak Anak, Sistem Bilateral
• 4. Tumpakan Uhang, Pewaris Tanpa Memandang Gender
• Tips Berkunjung ke Kawasan Suku Ogan
• 1. Rencanakan Perjalanan Darat dari Palembang
• 2. Pesan Penginapan di Baturaja Lebih Awal
• 3. Cari Rumah Ulu yang Masih Terawat
• 4. Nikmati Kuliner Khas Ogan Selama di Sana
• Jelajahi Sumatra Selatan Bersama Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara
Hotel
Tiket Pesawat
Atraksi dan Aktivitas
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan