
Maluku telah lama memikat dunia sebagai "The Spice Islands" karena kekayaan cengkih dan palanya. Namun, kekayaan sejati pulau ini terletak pada suku di maluku yang mendiami ribuan pulau dengan harmoni yang terjaga selama berabad-abad.
Mengenal masyarakat Maluku adalah memahami bagaimana ikatan adat mampu melampaui perbedaan keyakinan. Di sini, Anda akan menemukan sebuah peradaban maritim yang kuat, di mana musik dan laut adalah denyut nadi kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah daftar suku-suku utama di Maluku berdasarkan keberagaman geografis dan budayanya:
Campuran Austronesia-Papua yang mendiami Pulau Ambon dan sekitarnya. Mereka menggunakan bahasa Ambon (dialek Melayu) dan dikenal memiliki bakat musik yang luar biasa serta toleransi agama yang kuat.
Mendiami hulu sungai di Pulau Seram. Suku ini masih memegang teguh agama nenek moyang (Nurus) dan menjalankan ritual pendewasaan seperti Pataheri (laki-laki) dan Pinamou.
Masyarakat Maluku Tenggara yang menganut garis keturunan patrilineal. Mereka sangat menghormati golongan senior melalui azas primogenitur dan memiliki ritual pembersihan negeri secara massal.
Ras asli Melanesia di Maluku Utara yang dulu merupakan wilayah Kesultanan besar. Mereka dikenal sebagai pelaut dan petani rempah yang tangguh dengan pakaian adat ikonik bernama Manteren Lamo.
Mendiami Pulau Ternate, Obi, dan Bacan. Mayoritas beragama Islam Sunni dan memiliki keterikatan kuat dengan sejarah Kesultanan Ternate. Mereka menggunakan bahasa Ternate yang termasuk kelompok non-Austronesia.
Sat, 18 Apr 2026

Citilink
Jakarta (CGK) ke Ambon (AMQ)
Mulai dari Rp 2.628.700
Fri, 1 May 2026

Lion Air
Makassar (UPG) ke Ambon (AMQ)
Mulai dari Rp 2.010.600
Fri, 24 Apr 2026

Lion Air
Surabaya (SUB) ke Ambon (AMQ)
Mulai dari Rp 2.138.900
Berdomisili di Halmahera Utara dan Morotai. Uniknya, anak-anak suku ini sering diberi nama berdasarkan pohon terdekat saat mereka lahir, dan kelak jasad mereka akan diletakkan di dekat pohon tersebut.
Kelompok etnis yang hidup nomaden di hutan-hutan Taman Nasional Aketajawe-Lolobata. Mereka hidup sangat bergantung pada alam, mulai dari memukul sagu hingga berburu babi dan rusa.
Penghuni sekitar Danau Rana di Pulau Buru. Mereka memiliki tradisi Wahadegan, yaitu makan hasil panen bersama seluruh warga kampung tanpa menjualnya ke pihak luar.
Suku di Jailolo yang memiliki rumah adat Sasadu. Arsitektur Sasadu mencerminkan penghormatan kepada perempuan dengan meletakkan meja kaum perempuan di bagian depan bangunan.
Dikenal dengan budaya Duan-Lolat yang mengatur status sosial berdasarkan hubungan perkawinan. Mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Melayu Ambon, Kei, dan Fordata.
Meski berasal dari Lombok, beberapa kelompok Suku Sasak telah lama menetap di Maluku dan menjadi bagian dari keragaman etnis yang hidup berdampingan di pulau ini.
Memahami etika lokal akan membuat perjalanan Anda di tanah Maluku diterima dengan tangan terbuka:
Panas Pela adalah ritual penyegaran hubungan persaudaraan antar-desa. Jika kunjungan Anda bertepatan dengan momen ini, bersikaplah hormat dan ikuti instruksi tokoh adat, karena ini adalah simbol toleransi tertinggi.
Rumah Baileo adalah tempat suci bagi musyawarah adat. Jangan memasuki bangunan ini tanpa izin pemandu lokal, dan pastikan Anda berpakaian sopan sebagai bentuk hormat terhadap para leluhur suku setempat.
Makan Patita adalah perjamuan besar di mana warga makan bersama di atas meja panjang atau daun pisang. Jika diundang, usahakan hadir dan mencicipi hidangan sebagai bentuk penghormatan. Momen ini merupakan cara sakral untuk mempererat tali persaudaraan antara masyarakat lokal dan tamu.
Masyarakat Maluku umumnya bersuara lantang sebagai tanda keterbukaan, bukan kemarahan. Sebagai tamu, tetaplah berbicara ramah dengan nada tenang. Sapaan hangat seperti "Halo Kaka" atau "Halo Basudara" akan sangat membantu Anda berbaur dengan lebih akrab.
Banyak situs sejarah, mata air, dan hutan yang memiliki nilai spiritual tinggi. Selalu minta izin kepada tokoh masyarakat sebelum mendokumentasikan atau memasuki area tersebut. Menjaga kebersihan dan tutur kata adalah cara terbaik menghargai kedaulatan budaya suku setempat.
Sat, 18 Apr 2026

Citilink
Jakarta (CGK) ke Ambon (AMQ)
Mulai dari Rp 2.628.700
Fri, 1 May 2026

Lion Air
Makassar (UPG) ke Ambon (AMQ)
Mulai dari Rp 2.010.600
Fri, 24 Apr 2026

Lion Air
Surabaya (SUB) ke Ambon (AMQ)
Mulai dari Rp 2.138.900
Berikut adalah rekomendasi akomodasi strategis yang memadukan kedekatan dengan tradisi lokal dan sentuhan kemewahan modern:
The Natsepa Hotels & Resort adalah penginapan mewah di tepi pantai yang menawarkan pemandangan Teluk Baguala yang indah. Fasilitasnya meliputi kolam renang outdoor luas, spa, dan restoran yang menyajikan hidangan lokal Ambon autentik.

Baguala

The Natsepa Resort & Conference Center

8.4/10
•




Baguala
Rp 1.341.456
Rp 1.006.092
Swiss-Belhotel Ambon berlokasi strategis di pusat kota Ambon, memudahkan akses ke situs sejarah seperti Benteng Victoria. Hotel ini memiliki fasilitas kamar modern, pusat kebugaran, dan layanan profesional untuk pelancong bisnis maupun wisata.

Sirimau

Swiss-Belhotel Ambon

8.2/10
•




Sirimau
Rp 684.092
Rp 631.437
Santika Hotel Ambon merupakan pilihan akomodasi yang menggabungkan kenyamanan modern dengan sentuhan keramahan lokal di pusat kota. Fasilitas unggulannya meliputi restoran dengan pemandangan kota, ruang pertemuan yang luas, serta akses mudah ke pusat perbelanjaan dan kuliner Ambon.

Indonesia

Hotel Santika Premiere Ambon

8.6/10
•




Ambon
Lihat Harga
Sudah siap menelusuri sejarah kepulauan rempah dan keramahan suku di maluku? Traveloka mempermudah rencana Anda dengan pilihan tiket pesawat dan Hotel terbaik di Ambon dan sekitarnya.
Gunakan fitur Easy Reschedule untuk fleksibilitas perjalanan dan manfaatkan TPayLater untuk booking Tiket Wisata sekarang, bayar nanti. Jangan lewatkan promo khusus pengguna baru untuk pengalaman liburan yang lebih hemat. Pesan di Traveloka sekarang!














