
3 jam, 35 menit
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Garuda Indonesia | 14.15 | 17.55 | Bangkok (BKK) | Jakarta (CGK) | Pesan Sekarang |
Bangkok Airways | 14.15 | 17.55 | Bangkok (BKK) | Jakarta (CGK) | Pesan Sekarang |
Thai Airways | 14.20 | 17.55 | Bangkok (BKK) | Jakarta (CGK) | Pesan Sekarang |
TransNusa | 20.40 | 00.20 (+1 days) | Bangkok (BKK) | Jakarta (CGK) | Pesan Sekarang |
Rute Bangkok–Jakarta via Bandara Suvarnabhumi (BKK) ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK) adalah salah satu koridor udara tersibuk antara Asia Tenggara daratan dan Kepulauan Indonesia. Kedua bandara ini merupakan pintu gerbang internasional utama di negara masing-masing: Suvarnabhumi melayani lebih dari 60 juta penumpang per tahun dan menjadi hub penghubung antara Asia Selatan, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, sementara Soekarno-Hatta (CGK) adalah bandara terbesar di Indonesia dan salah satu tersibuk di Asia dengan tiga terminal penumpang aktif. Jarak tempuh rute BKK–CGK sekitar 2.307 km, dan penerbangan langsung (non-stop) membutuhkan waktu rata-rata 3 jam 36 menit hingga 3 jam 50 menit. Dengan frekuensi hingga 26 penerbangan per minggu, rute ini dilayani oleh maskapai full-service maupun low-cost, memberikan fleksibilitas luas bagi pelancong bisnis maupun wisata.
Halaman ini khusus rute Bandara Suvarnabhumi (BKK) ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK). Untuk opsi dari seluruh bandara di kedua kota, lihat Tiket Pesawat Bangkok ke Jakarta.
Tiga maskapai utama mengoperasikan penerbangan non-stop dari Bandara Suvarnabhumi (BKK) ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK): Garuda Indonesia, Thai Airways International, dan Batik Air. Garuda Indonesia, sebagai maskapai flag carrier Indonesia, mengoperasikan rute ini dengan armada Boeing 737-800 dan merupakan pilihan populer bagi penumpang yang mengutamakan layanan penuh. Thai Airways mengoperasikan armada wide-body termasuk Boeing 777-300, Airbus A330-300, dan Airbus A350-900 — armada terluas di rute ini. Batik Air hadir sebagai opsi full-service yang lebih terjangkau. Selain penerbangan non-stop, tersedia juga opsi penerbangan dengan transit satu kali melalui hub seperti Kuala Lumpur atau Singapura, yang umumnya ditawarkan oleh Indonesia AirAsia dan Thai Lion Air. Semua penerbangan ke CGK mendarat di Terminal 3, terminal paling modern di Soekarno-Hatta.
Harga tiket pesawat dari Bandara Suvarnabhumi ke Soekarno-Hatta bervariasi tergantung waktu pemesanan, maskapai yang dipilih, dan musim perjalanan. Tiket paling terjangkau tersedia mulai Rp 1.830.000 untuk penerbangan kelas ekonomi. Secara umum, harga tiket sekali jalan berkisar antara Rp 1.830.000 hingga Rp 1.830.000 untuk kelas ekonomi, sementara kelas bisnis bisa mencapai Rp 1.830.000e atas tergantung maskapai. Pemesanan yang dilakukan 3–8 minggu sebelum tanggal keberangkatan umumnya menghasilkan harga lebih rendah hingga 30% dibanding pemesanan mendekati hari-H. Penerbangan di hari Selasa dan Rabu cenderung lebih murah dibanding akhir pekan. Gunakan fitur Price Alert di Traveloka untuk memantau pergerakan harga dan mendapatkan notifikasi otomatis saat harga turun ke level yang diinginkan.
Untuk mendapatkan tiket terbaik di rute Bandara Suvarnabhumi (BKK) ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK), pertimbangkan beberapa strategi berikut. Pertama, pesan jauh-jauh hari — idealnya 4–8 minggu sebelum keberangkatan untuk musim reguler, atau 2–3 bulan sebelumnya untuk periode liburan sekolah (Juni–Juli) dan akhir tahun (Desember). Kedua, bandingkan harga penerbangan non-stop dengan penerbangan transit; terkadang penerbangan satu kali transit bisa lebih hemat meski membutuhkan waktu lebih lama. Ketiga, pilih penerbangan pagi untuk mengurangi risiko keterlambatan berantai. Keempat, manfaatkan fitur bayar nanti dan cicilan tanpa bunga yang tersedia di Traveloka untuk mengelola anggaran perjalanan lebih fleksibel. Terakhir, selalu aktifkan notifikasi harga agar tidak melewatkan flash sale maskapai.
Penerbangan non-stop dari Bandara Suvarnabhumi (BKK) ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK) membutuhkan waktu sekitar 3 jam 35 menit untuk penerbangan tercepat. Rata-rata durasi penerbangan berkisar 3 jam 36 menit hingga 3 jam 50 menit. Perbedaan zona waktu antara Bangkok (WIB+1, UTC+7) dan Jakarta (WIB, UTC+7) adalah nol jam — artinya waktu lokal di kedua kota sama, sehingga tidak ada penyesuaian jam tangan yang diperlukan. Penerbangan paling pagi berangkat sekitar pukul 08.00 waktu Bangkok dan tiba sekitar pukul 11.35 WIB di Jakarta. Penerbangan sore hari berangkat sekitar pukul 14.00–18.20 dari Suvarnabhumi. Frekuensi sekitar 26 penerbangan per minggu memberikan banyak pilihan slot keberangkatan.
Seluruh penerbangan internasional dari Bandara Suvarnabhumi (BKK) berangkat dari Gedung Terminal Utama. Proses check-in berlangsung di Lantai 4 (Level 4), area keberangkatan internasional. Konter check-in dibuka 3 jam sebelum keberangkatan dan biasanya ditutup 60–90 menit sebelum jadwal. Disarankan tiba di bandara minimal 2,5 hingga 3 jam sebelum penerbangan internasional, terutama pada jam sibuk pagi hari (06.00–10.00) dan malam hari saat banyak penerbangan ke Eropa dan Timur Tengah beroperasi. Bandara Suvarnabhumi juga memiliki Satellite Terminal 1 (SAT-1) yang beroperasi sejak 2023 dan terhubung ke terminal utama via Automated People Mover (APM). Namun, proses check-in, imigrasi keberangkatan, dan pemeriksaan keamanan tetap dilakukan di terminal utama. Tersedia kios self-service check-in untuk beberapa maskapai, meski untuk penumpang dengan bagasi tetap perlu menuju konter bag drop. Konter Garuda Indonesia berada di zona terpisah dari Thai Airways — periksa papan informasi di pintu masuk atau aplikasi maskapai untuk lokasi konter terkini.
Setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (CGK), tersedia beberapa pilihan transportasi menuju pusat kota Jakarta. Opsi terbaik untuk menghindari kemacetan adalah Kereta Bandara (KA Bandara / Railink), yang beroperasi dari Stasiun Kereta Soekarno-Hatta — dapat dicapai dari Terminal 3 via Skytrain (Kalayang) secara gratis. KA Bandara menghubungkan bandara langsung ke Stasiun BNI City (Sudirman) di kawasan bisnis Jakarta dalam waktu sekitar 45–55 menit, dengan jadwal setiap 30 menit (pukul 06.20–23.20). Skytrain (Kalayang) adalah sistem people mover otomatis yang menghubungkan Terminal 1, 2, 3, dan Stasiun Kereta Bandara secara gratis, dengan interval 5 menit. Untuk yang memilih transportasi berbasis aplikasi, GrabCar dan GoRide/GoCar tersedia di area penjemputan khusus Terminal 3. Rental mobil dari Avis, Europcar, dan TRAC juga tersedia di area kedatangan. Waktu tempuh ke pusat kota dengan taksi atau mobil online berkisar 45–90 menit tergantung kondisi lalu lintas.
Warga negara Thailand yang bepergian ke Indonesia menikmati kemudahan bebas visa untuk kunjungan wisata, kunjungan keluarga, dan perjalanan bisnis singkat. Dengan paspor Thailand yang masih berlaku minimal 6 bulan, pelancong cukup menunjukkan dokumen perjalanan di konter imigrasi Soekarno-Hatta untuk mendapatkan cap masuk dengan izin tinggal 30 hari. Jika membutuhkan waktu lebih lama, tersedia Visa on Arrival (VoA) yang memberikan izin tinggal 30 hari dan dapat diperpanjang satu kali selama 30 hari lagi di kantor imigrasi setempat. Perpanjangan tidak dapat dilakukan secara online dan harus dilakukan secara langsung. Bagi warga negara Indonesia yang bepergian ke Bangkok (rute sebaliknya), paspor Indonesia juga mendapatkan fasilitas bebas visa untuk kunjungan ke Thailand hingga 30 hari. Pastikan paspor Anda valid setidaknya 6 bulan dari tanggal keberangkatan sebelum memesan tiket.
Permintaan penerbangan di rute Bandara Suvarnabhumi–Soekarno-Hatta mengikuti pola musiman yang khas. Periode paling ramai jatuh pada Juli (liburan sekolah Indonesia) dan Desember–awal Januari (liburan akhir tahun dan Natal), di mana harga tiket bisa naik 30–50% di atas rata-rata. Periode tengah (moderate) mencakup Agustus dan periode Idul Fitri (tergantung kalender Hijriah). Periode paling terjangkau umumnya adalah Maret, Oktober, dan November, ketika permintaan wisata relatif rendah dan maskapai cenderung menawarkan harga promosi. Selain musim, perjalanan di hari Selasa atau Rabu dan pemilihan penerbangan sore hari (bukan pagi peak hour) dapat menghasilkan harga lebih kompetitif. Untuk perjalanan di masa liburan, pemesanan 2–3 bulan sebelumnya sangat disarankan mengingat terbatasnya kapasitas kursi non-stop di rute ini.
Jakarta sebagai ibu kota Indonesia menawarkan beragam daya tarik yang layak dijelajahi. Monas (Monumen Nasional) setinggi 132 meter adalah ikon utama kota ini, dengan dek observasi yang menghadirkan panorama Jakarta 360 derajat dan bagian puncak berlapis emas. Kota Tua (Batavia Lama) adalah kawasan bersejarah peninggalan era kolonial Belanda dengan Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan Museum Wayang yang berdekatan — sempurna untuk wisata setengah hari. Kepulauan Seribu, gugusan 342 pulau di utara teluk Jakarta, menawarkan pantai berpasir putih, snorkeling, dan aktivitas bahari; akses via kapal dari Pelabuhan Muara Angke. Kawasan SCBD dan Sudirman menjadi surga kuliner dan belanja modern, sementara Ancol Dreamland cocok untuk wisata keluarga. Jakarta juga dikenal sebagai salah satu kota dengan tawaran kuliner terlengkap di Asia Tenggara, dari warung nasi Padang kaki lima hingga restoran fine dining berkelas dunia.
Lama Penerbangan {originAirportName} - {destinationAirportName} | 3 jam 35 menit |
Bandara di Bangkok | |
Bandara di Jakarta |



