
1 jam, 20 menit
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Sriwijaya Air | 09.40 | 10.50 | Jakarta (CGK) | Bangka / Pangkal Pinang (PGK) | Pesan Sekarang |
Super Air Jet | 10.15 | 11.30 | Jakarta (CGK) | Bangka / Pangkal Pinang (PGK) | Pesan Sekarang |
Garuda Indonesia | 10.20 | 11.40 | Jakarta (CGK) | Bangka / Pangkal Pinang (PGK) | Pesan Sekarang |
Citilink | 10.25 | 11.40 | Jakarta (CGK) | Bangka / Pangkal Pinang (PGK) | Pesan Sekarang |
Super Air Jet | 15.15 | 16.30 | Jakarta (CGK) | Bangka / Pangkal Pinang (PGK) | Pesan Sekarang |
Dari Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, penerbangan menuju Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang selesai dalam sekitar satu jam dua puluh menit — salah satu rute domestik paling singkat yang bisa ditempuh dari Jakarta. Pulau Bangka menawarkan pesisir berpasir putih lembut seperti Pantai Parai Tenggiri dan Tanjung Pesona, danau bekas tambang timah dengan warna pirus memukau, serta kuliner Melayu-Tionghoa yang khas — mulai dari mie Bangka hingga lempah kuning berbahan dasar ikan segar. Aksesibilitas rute Soekarno-Hatta–Bangka / Pangkal Pinang yang tinggi menjadikan Bangka tujuan akhir pekan ideal bagi warga Jakarta yang ingin menjauhi keramaian tanpa penerbangan panjang.
Halaman ini khusus penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK). Untuk membandingkan seluruh pilihan penerbangan dari semua bandara Jakarta, lihat Tiket Pesawat Jakarta ke Pangkal Pinang.
Tarif rute Soekarno-Hatta-Pangkal Pinang bervariasi mengikuti maskapai, waktu pemesanan, dan tingkat permintaan. Tiket pulang pergi mulai dari Rp 812.955 jika tersedia saat pencarian. Garuda Indonesia berada di segmen full-service dengan bagasi gratis dan layanan dalam pesawat, sementara Citilink, Sriwijaya Air, dan Nam Air menawarkan tarif lebih kompetitif dengan opsi bagasi berbayar yang fleksibel. Pesan dua hingga tiga minggu sebelum keberangkatan untuk menemukan kombinasi harga dan jadwal terbaik, terutama untuk keberangkatan di akhir pekan.
Harga tiket bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, namun beberapa pola permintaan konsisten terjadi di rute ini. Periode antara akhir Januari hingga Maret dan awal Oktober cenderung lebih lengang. Lonjakan signifikan terjadi menjelang libur panjang Lebaran, long weekend nasional, serta libur sekolah tengah tahun Juni-Juli ketika permintaan keluarga menuju pantai-pantai Bangka melonjak drastis. Natal dan Tahun Baru juga menyumbang puncak harga kedua tertinggi setelah Lebaran. Aktifkan Price Alert di Traveloka untuk notifikasi otomatis saat tarif turun pada tanggal yang Anda incar.
Slot penerbangan hari kerja Selasa-Kamis umumnya lebih sepi dibanding Jumat sore dan Minggu malam yang padat oleh pelancong akhir pekan. Keberangkatan pagi dari Soekarno-Hatta (sekitar 05.30-08.00) cenderung menawarkan tarif lebih rendah daripada penerbangan tengah hari yang populer di kalangan wisatawan keluarga. Penerbangan terakhir umumnya beroperasi hingga 19.00-20.00. Bandingkan beberapa kombinasi hari dan jam di halaman pencarian Traveloka untuk menemukan harga aktual paling sesuai rencana Anda.
Garuda Indonesia (GA) melayani rute Soekarno-Hatta–Bangka / Pangkal Pinang sebagai satu-satunya opsi full-service dengan bagasi gratis 20 kg, makanan disajikan dalam pesawat, dan akses jaringan SkyTeam. Keberangkatan dari Soekarno-Hatta dilakukan dari Terminal 3, dengan armada jet yang kerap menggunakan ATR72 atau CRJ untuk rute pendek ini. Citilink (QG) sebagai anak Garuda menawarkan tarif lebih terjangkau dari Terminal 1C dengan armada ATR72-600 yang efisien. Batik Air (ID) mengoperasikan penerbangan dari Terminal 2F dengan layanan medium-haul yang mencakup snack dan bagasi gratis untuk kelas tertentu. Sriwijaya Air dan Super Air Jet (IU) melengkapi pilihan dengan tarif kompetitif dari Terminal 2 dan kabin baru yang cukup nyaman untuk penerbangan 80 menit ini.
Seluruh penerbangan Soekarno-Hatta–Bangka / Pangkal Pinang beroperasi non-stop dan cukup singkat untuk membawa buku atau film pendek. Durasi penerbangan rata-rata 1 jam 20 menit. Tersedia sekitar delapan hingga dua belas penerbangan langsung per hari tergantung musim, dengan frekuensi tertinggi di jam 06.00-09.00 dan slot sore 15.00-18.00. Tidak ada kebutuhan transit karena pilihan langsung sudah memadai dan konsisten hadir sepanjang hari.
Semua penerbangan ke Pangkal Pinang dari Jakarta berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang. Rute PGK tidak dilayani dari Halim Perdanakusuma.
Terminal 1 terbagi menjadi 1A, 1B, dan 1C, melayani maskapai domestik low-cost seperti Citilink dan Sriwijaya Air. Akses termudah lewat Skytrain dari Terminal 3 atau Railink, kemudian naik bus penghubung antar-terminal. Area keberangkatan memiliki food court, kafe, minimarket, mushola, dan lounge independen berbayar. Tiba minimal 90 menit sebelum keberangkatan untuk perjalanan lancar.
Terminal 2 (2D, 2E, 2F) melayani Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, dan beberapa maskapai domestik lain. Desain lebih baru dengan area komersial yang lebih luas, termasuk gerai kopi, restoran, toko buku, dan ATM. Railink (KA Bandara dari Stasiun BNI City Sudirman, ~50 menit) berhenti di area tengah bandara dengan Skytrain menuju tiap terminal. Bus Damri melayani berbagai koridor dari Jabodetabek, sementara Grab dan Gojek tersedia di area penjemputan khusus.
Seluruh penerbangan komersial dari Jakarta mendarat di Bandara Depati Amir (PGK), terletak sekitar 5 km dari pusat Kota Pangkal Pinang. Bandara ini memiliki satu terminal dengan kapasitas yang cukup untuk menangani volume penumpang rute domestik. Transportasi dari bandara ke kota tersedia lewat taksi resmi di counter dalam terminal, ojek, dan rental mobil — pilihan ride-hailing belum semasif di kota-kota besar. Nama Depati Amir merujuk pada pahlawan nasional dari Bangka yang berjuang melawan kolonialisme Belanda, memperkuat identitas budaya pulau ini sejak tiba di gerbang pertama.
Penerbangan Soekarno-Hatta–Bangka / Pangkal Pinang umumnya menggunakan armada turboprop atau jet regional berukuran kecil seperti ATR72-600 atau CRJ, sehingga pilihan kabin lebih sederhana dibanding rute jarak jauh. Garuda Indonesia menyediakan kelas bisnis terbatas dengan kursi lebih lebar, makanan hangat, dan layanan prioritas boarding serta check-in. Batik Air menawarkan kelas bisnis pada armada jet yang dilengkapi kursi lebih lega dengan leg-room ekstra. Maskapai low-cost seperti Citilink dan Super Air Jet hanya menawarkan kelas ekonomi tunggal; kursi premium di baris depan atau kursi lorong tersedia dengan tambahan biaya saat pemesanan melalui aplikasi. Bagasi kabin dibatasi 7 kg; periksa ketentuan bagasi tercatat saat checkout karena tiap maskapai dan tarif berbeda — tarif promo LCC umumnya tidak menyertakan bagasi tercatat.
Pantai Parai Tenggiri adalah pantai berbintang dekat Sungailiat dengan batu granit raksasa di sisi pasir putih, resor berbintang, dan fasilitas snorkeling di atas karang dangkal — salah satu pantai paling ikonik di seluruh Pulau Bangka. Pantai Tanjung Pesona menawarkan nuansa lebih tenang dengan batu granit berlumut dan air jernih kehijauan, cocok untuk berenang aman dan berfoto. Pantai Tanjung Kelayang di ujung barat laut Bangka menjadi gerbang menuju Pulau Lengkuas yang terkenal dengan mercusuar tua era kolonial; perahu nelayan dapat disewa untuk menjelajahi gugusan pulau kecil di sekitarnya. Di pedalaman, Danau Kaolin bekas tambang timah menampilkan warna pirus elektrik yang kontras dengan tanah putih keabuan — menjadi spot foto paling unik di Bangka. Pantai Matras dan Pantai Rebo melengkapi pilihan untuk yang mencari suasana lebih lokal dan lengang. Catatan perjalanan: Belitung berdekatan secara geografis tetapi merupakan pulau berbeda dan memerlukan penerbangan atau kapal tersendiri.
Mie Bangka adalah hidangan ikonik dengan mi kuning tebal, kuah kaldu ikan atau udang yang gurih, dan topping berbeda tergantung warung — versi baso ikan, versi kepiting, hingga versi kering (mie goreng). Lempah kuning adalah sup ikan berbahan bumbu kunyit, asam, dan rempah lokal dengan cita rasa kuat yang menjadi masakan rumah sehari-hari masyarakat Bangka. Otak-otak Bangka dibuat dari ikan tenggiri segar yang dibungkus daun dan dipanggang, berbeda dari versi Jakarta. Gangan adalah kari ikan berbumbu kuning dengan santan yang mencerminkan perpaduan masakan Melayu dan Tionghoa. Untuk oleh-oleh, rusip (fermentasi ikan teri khas Bangka) dan kemplang (kerupuk ikan pangang renyah) wajib masuk daftar bawaan pulang.
Bangka adalah salah satu penghasil timah terbesar di dunia selama berabad-abad, meninggalkan jejak berupa danau-danau bekas tambang, arsitektur rumah panggung Tionghoa Peranakan, klenteng tua di pusat kota, serta populasi masyarakat Tionghoa yang telah berasimilasi sejak abad ke-18. Klenteng Dewi Kwan Im di Pangkal Pinang termasuk salah satu yang tertua di Indonesia. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Bangka dikenal meriah dengan prosesi Tatung — ritual trance yang menampilkan peserta dalam kondisi kesurupan — dan menjadi magnet wisatawan budaya dari berbagai penjuru Indonesia. Museum Timah di Pangkal Pinang mendokumentasikan sejarah industri pertambangan yang membentuk identitas pulau ini.
Pangkal Pinang memiliki pilihan akomodasi yang beragam, dari hotel bintang tiga di pusat kota seperti Swiss-Belhotel Pangkalpinang dan Santika Pangkal Pinang yang dekat pusat perbelanjaan dan kantor pemerintah, hingga resort tepi pantai di kawasan Sungailiat yang lebih dekat ke pantai-pantai utama. Untuk wisatawan yang mengutamakan akses ke Parai Tenggiri dan Tanjung Pesona, menginap di area Sungailiat lebih praktis karena berjarak hanya 30 menit berkendara dari pusat kota. Hotel resort di Parai Beach Resort menawarkan akses langsung ke pantai berbatu granit dan kolam renang dengan pemandangan laut. Penginapan budget tersedia di sepanjang Jalan Sudirman dan sekitar pasar tradisional Pangkal Pinang, memberikan akses mudah ke kuliner lokal dan kehidupan malam warga. Pesan akomodasi lebih awal saat musim Lebaran, Cap Go Meh, dan libur panjang sekolah karena kapasitas hotel di Bangka lebih terbatas dibanding destinasi pantai besar lainnya dan kehabisan kamar bisa terjadi cepat.
Penerbangan ini sepenuhnya domestik dalam wilayah Indonesia — cukup bawa KTP yang masih berlaku; paspor tidak diperlukan. Anak di bawah 17 tahun yang belum memiliki KTP cukup membawa akta kelahiran atau Kartu Keluarga. Pastikan nama pada tiket identik dengan nama di dokumen identitas untuk menghindari masalah saat check-in. Bangka berada di zona WIB (UTC+7) sama seperti Jakarta, tidak perlu penyesuaian jam. Sewa kendaraan atau pastikan transportasi dari Bandara Depati Amir sudah diatur sebelumnya karena pilihan ojek daring terbatas. Bawa uang tunai secukupnya karena banyak warung dan pasar lokal belum sepenuhnya mendukung pembayaran digital.
Penerbangan arah balik tersedia di rute Pangkal Pinang-Jakarta (CGK) dengan pilihan maskapai serupa. Bagi yang ingin menjelajahi kepulauan Bangka Belitung lebih jauh, penerbangan menuju Belitung (TJQ) tersedia dari Soekarno-Hatta sebagai rute terpisah. Untuk eksplorasi rute domestik Indonesia lainnya dari Soekarno-Hatta, kunjungi halaman penerbangan domestik Indonesia.
Bandingkan seluruh maskapai yang melayani rute Soekarno-Hatta ke Depati Amir dalam satu halaman pencarian dan aktifkan Price Alert untuk notifikasi otomatis ketika tarif turun pada tanggal yang Anda pilih. Easy Reschedule memudahkan penyesuaian jadwal jika rencana berubah tanpa harus menghubungi maskapai langsung. Pembayaran tersedia lewat transfer bank, kartu kredit, GoPay, OVO, ShopeePay, DANA, QRIS, cicilan tanpa kartu kredit, serta tunai di gerai Indomaret dan Alfamart. Layanan pelanggan 24/7 siap membantu lewat live chat, telepon, dan email untuk setiap pertanyaan seputar perjalanan Anda ke Bangka.
Lama Penerbangan {originAirportName} - {destination} | 1 jam 20 menit |
Bandara di Jakarta | |
Bandara di Bangka / Pangkal Pinang |



