
9 jam, 30 menit
Periode April–Mei awal dan September–Oktober cenderung menawarkan harga lebih terjangkau karena permintaan lebih rendah. Hindari memesan di musim puncak Desember, Juni–Juli, atau mendekati libur nasional besar Indonesia dan India. Memesan 5–8 minggu sebelum keberangkatan untuk perjalanan reguler, atau 3–4 bulan lebih awal untuk musim puncak, adalah strategi yang disarankan.
Maskapai low-cost seperti IndiGo dan Batik Air (via Kuala Lumpur) sering menawarkan harga paling kompetitif di rute ini. Malaysia Airlines via Kuala Lumpur juga dikenal konsisten dengan harga yang bersaing. Maskapai Timur Tengah seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad kadang menawarkan promo menarik, terutama jika kamu fleksibel dengan layover yang lebih panjang.
Sebaiknya pesan dalam satu booking (through ticket) agar terlindungi jika terjadi keterlambatan atau pembatalan di segmen pertama — maskapai atau agen wajib mengurus koneksimu. Pemesanan terpisah memang kadang lebih murah, namun berisiko kehilangan penerbangan lanjutan jika ada gangguan di leg pertama tanpa kompensasi dari maskapai.
Kuala Lumpur (KUL) adalah hub transit paling efisien untuk rute ini — penerbangan CGK–KUL memakan waktu sekitar 2 jam 10 menit, dan KUL–DEL sekitar 5–6 jam, sehingga total perjalanan bisa sesingkat 9–10 jam dengan layover yang singkat. Singapura (SIN) juga merupakan pilihan premium via Singapore Airlines dengan waktu tempuh total sekitar 10–11 jam. Hub Timur Tengah menawarkan frekuensi tinggi namun layover bisa lebih panjang.
Kombinasi semua maskapai dan hub transit, terdapat banyak pilihan penerbangan setiap hari dari CGK ke DEL. Malaysia Airlines misalnya menawarkan keberangkatan di beberapa slot waktu termasuk siang dan malam. Singapore Airlines menyediakan hingga 3 penerbangan per hari via Singapura. Frekuensi tinggi ini memberi fleksibilitas besar dalam memilih jam keberangkatan yang sesuai.
Durasi penerbangan per-segmen relatif sama di semua jam keberangkatan, namun durasi total perjalanan bisa berbeda bergantung pada lamanya layover di hub transit. Penerbangan malam dari CGK sering memiliki keuntungan: kamu tiba di hub transit pagi hari dan bisa melanjutkan ke Delhi di waktu yang nyaman. Pastikan kamu memilih jadwal yang memberikan waktu transit yang cukup — minimal 1,5 jam di Kuala Lumpur atau Singapura.
Per 2025–2026, tidak terdapat penerbangan non-stop maupun direct tanpa ganti pesawat dari CGK ke DEL. Seluruh opsi memerlukan minimal satu transit. Namun beberapa maskapai seperti Malaysia Airlines dan Singapore Airlines menawarkan koneksi yang sangat mulus (through-check-in) sehingga bagasi bisa langsung dikirim ke Delhi tanpa perlu diambil di hub transit.
Di Terminal 3 CGK, konter check-in diorganisasi berdasarkan island: Island A mencakup Singapore Airlines dan Garuda Indonesia (internasional); Island B mencakup Malaysia Airlines, Air India, Cathay Pacific, Thai Airways, Qatar Airways, Oman Air, dan maskapai full-service lainnya. Untuk maskapai lain seperti Emirates dan Etihad, cek assignment island terkini di papan informasi bandara atau aplikasi maskapaimu karena penempatan bisa berubah.
Dokumen wajib yang perlu disiapkan meliputi: paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan setelah tanggal kepulangan, e-Visa India (cetak dan bawa fisiknya), tiket penerbangan (bisa dalam format digital), bukti akomodasi di India, dan dana yang cukup untuk perjalanan. Jika transit di Kuala Lumpur lebih dari 24 jam, periksa apakah kamu membutuhkan visa transit Malaysia — warga Indonesia umumnya bebas visa untuk Malaysia.
New Delhi menawarkan warisan budaya yang luar biasa. Jangan lewatkan Qutub Minar (Situs UNESCO, menara bata tertinggi di dunia), Red Fort (Lal Qila, simbol kemerdekaan India), Humayun's Tomb (Situs UNESCO, inspirasi arsitektur Taj Mahal), dan kawasan bersejarah Chandni Chowk untuk pengalaman kuliner dan belanja otentik. Dari Delhi, Agra (Taj Mahal) bisa dicapai sekitar 3 jam via kereta cepat Gatimaan Express atau Shatabdi Express.
Untuk pengalaman optimal menjelajahi New Delhi dan sekitarnya, idealnya alokasikan 7–10 hari. Empat hari cukup untuk highlight utama Delhi dan Agra (Taj Mahal). Jika ingin menjelajahi Rajasthan (Jaipur, Jodhpur, Udaipur) atau melakukan perjalanan spiritual ke Varanasi, tambahkan 3–5 hari lagi. Pertimbangkan menggunakan kereta api India (IRCTC) sebagai transportasi antar kota yang affordable dan ikonik.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang, Banten, adalah pintu gerbang utama Indonesia menuju dunia — dan salah satu rute internasional paling diminati yang berangkat dari sini adalah penerbangan menuju New Delhi. Indira Gandhi International Airport (DEL) merupakan bandara tersibuk di India, melayani lebih dari 70 juta penumpang setiap tahun dan menjadi hub koneksi bagi seluruh kawasan Asia Selatan. Rute CGK ke DEL tidak memiliki penerbangan non-stop, namun tersedia pilihan koneksi melalui hub-hub strategis seperti Kuala Lumpur (KUL) dan Singapura (SIN). Total waktu tempuh tersingkat mulai dari sekitar 9 jam 30 menit. Maskapai yang melayani rute ini antara lain Malaysia Airlines, Singapore Airlines, Air India, Thai Airways, IndiGo, Batik Air, Vietjet Air, Vietnam Airlines, Cathay Pacific, Emirates, Qatar Airways, dan sejumlah maskapai lainnya — memberikan fleksibilitas besar dalam memilih kombinasi harga, layanan, dan durasi transit.
Halaman ini khusus penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK). Untuk membandingkan seluruh pilihan penerbangan dari semua bandara Jakarta, lihat Tiket Pesawat Jakarta ke Delhi.
Harga tiket penerbangan CGK ke DEL bergerak dinamis mengikuti supply-demand, musim liburan, dan seberapa jauh hari pembelian dari tanggal keberangkatan. Secara umum, tiket one-way tersedia mulai dari kisaran Rp 2.367.658 di periode low season. Periode harga tinggi biasanya terjadi pada bulan Juni–Juli (musim liburan sekolah), Desember, serta menjelang libur nasional besar di Indonesia maupun India seperti Lebaran dan Diwali. Sebaliknya, April–Mei awal dan September–Oktober cenderung menawarkan harga yang lebih terjangkau karena permintaan lebih rendah. Harga juga bervariasi signifikan tergantung maskapai dan hub transit yang dipilih — penerbangan via Kuala Lumpur dengan Malaysia Airlines atau Batik Air umumnya lebih kompetitif dibandingkan opsi via hub Timur Tengah seperti Dubai atau Doha.
Untuk mendapatkan harga terbaik pada rute CGK–DEL, idealnya lakukan pemesanan 5–8 minggu sebelum keberangkatan untuk perjalanan reguler, atau 3–4 bulan lebih awal jika bepergian di musim puncak. Hindari memesan di hari-hari terakhir karena harga cenderung melonjak drastis. Memanfaatkan fitur Price Alert di Traveloka memungkinkan kamu mendapat notifikasi otomatis saat harga turun ke level yang diinginkan, sehingga tidak perlu memantau harga setiap hari. Fleksibilitas tanggal keberangkatan juga penting — perbedaan satu atau dua hari bisa menghasilkan selisih harga yang cukup signifikan, terutama bila menghindari penerbangan di akhir pekan. Pemilihan hub transit juga berpengaruh besar: via Kuala Lumpur biasanya menawarkan waktu layover lebih singkat dan frekuensi penerbangan lebih tinggi ke Delhi.
Beragam maskapai menawarkan penerbangan dari CGK ke DEL dengan satu kali transit. Malaysia Airlines terbang via Kuala Lumpur dengan total waktu tempuh sekitar 9–10 jam dan dikenal menawarkan konsistensi layanan. Singapore Airlines menyediakan koneksi mulus melalui Singapura dengan standar layanan premium. Air India membuka opsi bagi penumpang yang ingin terbang dengan maskapai flag carrier India, juga via Singapura atau Kuala Lumpur. Batik Air beroperasi via Kuala Lumpur dan merupakan pilihan kompetitif dari sisi harga. Sementara maskapai Timur Tengah seperti Emirates (via Dubai), Qatar Airways (via Doha), dan Etihad Airways (via Abu Dhabi) menawarkan koneksi onward yang luas — cocok bagi penumpang yang ingin fleksibilitas destinasi. IndiGo, maskapai LCC asal India, juga melayani rute ini dengan harga yang sering kali sangat kompetitif via hub tertentu.
Seluruh penerbangan internasional dari Bandara Soekarno-Hatta bedangkat dari Terminal 3 (T3), terminal paling modern yang mulai beroperasi penuh pada 2016 dan telah beberapa kali diperluas kapasitasnya. Area check-in internasional berada di lantai 2 (departure level), tersebar di Island A hingga Island E dengan total lebih dari 206 konter. Malaysia Airlines dan Air India berada di Island B, sedangkan Singapore Airlines di Island A. Disarankan tiba di terminal minimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan untuk penerbangan internasional, mengingat antrean imigrasi bisa cukup panjang terutama di akhir pekan dan musim libur. Tersedia fasilitas kios check-in mandiri (self-service kiosk) bagi maskapai yang mendukung layanan ini. Pastikan kamu sudah mengisi kartu keberangkatan (DPRI) dan menyiapkan dokumen perjalanan termasuk paspor dan visa India sebelum memasuki area imigrasi.
Tersedia beberapa pilihan transportasi umum dan pribadi menuju Terminal 3 CGK. Kereta Bandara (Airport Commuter Line) adalah opsi tercepat dan terprediktif — berangkat dari Stasiun Manggarai dengan total perjalanan sekitar 45 menit, berhenti di Stasiun BNI City/Sudirman Baru, Duri, dan Batu Ceper sebelum tiba di Stasiun SHIA yang terhubung langsung ke terminal via Skytrain otomatis. Frekuensi kereta setiap 30 menit. Bus DAMRI beroperasi dari berbagai titik di Jakarta (Gambir, Blok M, Bekasi, dan lainnya) mulai pukul 04.00–22.00 dengan tarif mulai dari Rp 2.367.658 sangat ekonomis bagi penumpang non-rush. Taksi resmi bermerek Blue Bird dan Express Taxi tersedia 24 jam di zona pengambilan luar terminal, sedangkan ride-hailing seperti Gojek dan Grab bisa dipesan di area khusus. Skytrain gratis menghubungkan Terminal 1, 2, 3, dan Stasiun Kereta Bandara dengan interval 5 menit.
Warga negara Indonesia wajib memiliki visa sebelum memasuki India — India tidak memberikan visa on arrival untuk pemegang paspor Indonesia secara otomatis. Namun, pemerintah India menyediakan sistem e-Visa yang dapat diajukan secara online melalui laman resmi indianvisaonline.gov.in. Proses pengajuan e-Visa India relatif mudah: isi formulir online, unggah foto paspor berlatar putih, scan halaman data paspor, dan lakukan pembayaran. Persetujuan biasanya diterima via email dalam 1–4 hari kerja. Penting: pengajuan harus dilakukan minimal 4 hari sebelum keberangkatan. e-Visa India untuk wisata (tourist e-Visa) memungkinkan tinggal hingga 90 hari per kunjungan dan berlaku untuk kunjungan ganda. Pastikan kamu mencetak e-Visa dan membawanya bersama paspor asli saat check-in maupun tiba di bandara India.
Permintaan penerbangan CGK–DEL mengikuti dua pola utama: musim wisata India dan musim liburan Indonesia. Musim puncak terjadi pada Oktober–Maret yang merupakan periode musim dingin India (high season pariwisata) — iklim New Delhi saat ini sangat nyaman dengan suhu berkisar 10–25°C. Ini bertepatan dengan musim libur Natal dan Tahun Baru, sehingga harga tiket melonjak dan ketersediaan kursi menipis. Sebaliknya, bulan April–Juni adalah musim panas India yang terik (suhu bisa melebihi 40°C di Delhi), menjadikannya low season wisata — tiket lebih murah meski cuaca sangat panas. September–Oktober menawarkan sweet spot: musim panas mulai mereda, harga masih relatif rendah sebelum memasuki musim puncak, dan festival Navratri serta Diwali menciptakan pengalaman budaya yang unik. Bulan Juli–Agustus bertepatan dengan musim monsun di India yang membawa potensi gangguan cuaca, namun juga momen menarik untuk menyaksikan India yang lebih hijau dan segar.
Tiba di New Delhi berarti mendarat di Indira Gandhi International Airport (DEL), bandara terbesar India yang mencatat lebih dari 70 juta penumpang per tahun. Penerbangan internasional dilayani di Terminal 3 (T3), salah satu terminal terbesar di dunia yang memiliki fasilitas lengkap termasuk lounge, restoran, dan koneksi metro langsung ke pusat kota. Delhi Airport Metro Express menghubungkan T3 ke Stasiun New Delhi dalam waktu kurang dari 20 menit. New Delhi sendiri menawarkan perpaduan sejarah, spiritualitas, dan modernitas yang tak tertandingi: Qutub Minar (Situs Warisan Dunia UNESCO), Red Fort (Lal Qila), Taj Mahal yang bisa dicapai dalam 3 jam via Agra, Humayun's Tomb, serta kawasan padat budaya seperti Chandni Chowk. Delhi juga merupakan titik berangkat ideal untuk menjelajahi negara bagian Rajasthan (Jaipur, Jodhpur, Udaipur) maupun Himalaya bagian utara.
Lama Penerbangan {originAirportName} - {destination} | 9 jam 30 menit |
Bandara di Jakarta | |
Bandara di New Delhi |



