
4 jam, 5 menit
Penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III (SWQ) di Sumbawa Besar menghubungkan pusat ekonomi terbesar Indonesia dengan salah satu destinasi alam terkaya di Nusa Tenggara Barat. Sumbawa Besar adalah ibu kota Kabupaten Sumbawa dan pintu gerbang menuju keajaiban alam Pulau Sumbawa — dari Pulau Moyo yang pernah dikunjungi Putri Diana, hingga gelombang kelas dunia di Maluk yang menjadi surga para peselancar internasional. Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III terletak hanya sekitar 2–3 kilometer dari pusat kota Sumbawa Besar, menjadikannya salah satu bandara paling mudah dijangkau di kawasan Nusa Tenggara. Terminal baru bandara ini dibangun dengan konsep arsitektur rumah adat Sumbawa, dengan luas area tunggu hingga 960 m² — empat kali lebih luas dari terminal lama — dan saat ini dilayani oleh Wings Air menggunakan armada ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi. Karena rute CGK–SWQ tidak memiliki penerbangan langsung, penumpang umumnya terbang dengan satu kali transit melalui Lombok (LOP) atau Denpasar (DPS), dengan total durasi perjalanan berkisar antara 3 hingga 5 jam tergantung maskapai dan waktu transit.
Halaman ini khusus penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK). Untuk membandingkan seluruh pilihan penerbangan dari semua bandara Jakarta, lihat Tiket Pesawat Jakarta ke Sumbawa.
Harga tiket penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ke Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III (SWQ) umumnya mulai dari Rp 2.216.100 untuk kelas ekonomi di luar musim ramai. Karena rute ini membutuhkan transit, harga akhir sangat dipengaruhi oleh ketersediaan kursi di titik koneksi — terutama Lombok dan Denpasar — serta waktu pembelian tiket. Pada musim puncak seperti liburan sekolah, Lebaran, dan periode Juli–Agustus, harga dapat meningkat signifikan di atas tarif normal. Sebaliknya, penerbangan pagi atau larut malam di hari kerja cenderung menawarkan tarif yang lebih kompetitif. Tiket tersedia mulai dari Rp 2.216.100 — periksa langsung di Traveloka untuk harga terkini.
Untuk mendapatkan harga terbaik pada rute Bandara Soekarno-Hatta ke Sumbawa Besar, pesan tiket 6–8 minggu sebelum tanggal keberangkatan. Strategi ini memberi ruang cukup untuk membandingkan opsi transit, memilih waktu layover yang nyaman, dan memanfaatkan promo maskapai. Hindari memesan pada rentang H-7 hingga H-3 saat peak season karena kursi transit sangat terbatas. Aktifkan fitur Price Alert di Traveloka agar kamu otomatis mendapat notifikasi ketika harga turun ke level yang diinginkan. Untuk perjalanan keluarga atau grup, pemesanan lebih awal sangat disarankan mengingat kapasitas pesawat ATR 72 yang digunakan Wings Air di segmen terakhir (Lombok atau Denpasar ke Sumbawa) terbatas 72 kursi.
Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ke Sumbawa Besar (SWQ) saat ini tidak tersedia sebagai rute langsung. Beberapa maskapai menyediakan opsi penerbangan dengan satu kali transit, di antaranya Lion Air (dengan koneksi melalui Lombok atau Denpasar), Citilink (dengan koneksi melalui Denpasar atau Lombok), dan Garuda Indonesia (dengan koneksi melalui Denpasar). Di titik transit, perjalanan dilanjutkan oleh Wings Air menggunakan pesawat turboprop ATR 72 — satu-satunya maskapai yang saat ini mengoperasikan penerbangan langsung menuju Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III. Wings Air merupakan bagian dari Lion Air Group, sehingga koneksi dengan Lion Air sering kali tersedia dalam satu kode pemesanan. Total durasi perjalanan CGK–SWQ bisa mencapai lebih dari 5 jam, tergantung panjang waktu transit. Durasi tersingkat sekitar 4 jam 5 menit.
Keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta untuk rute domestik dengan maskapai low-cost carrier kini terpusat di Terminal 1. Mulai 17 November 2025, seluruh penerbangan domestik Lion Air — termasuk penerbangan yang terhubung dengan Wings Air ke Sumbawa Besar — beroperasi dari Terminal 1B. Citilink juga berpindah ke Terminal 1B sejak Maret 2025. Terminal 1 Soekarno-Hatta telah menjalani revitalisasi besar; setiap sub-terminal dilengkapi dengan 25 konter check-in, fasilitas self check-in kiosk, dan 5 belt bagasi. Disarankan tiba minimal 2 jam sebelum jadwal keberangkatan untuk penerbangan domestik guna menyelesaikan proses check-in, drop bagasi, dan pemeriksaan keamanan. Gunakan fasilitas online check-in melalui aplikasi maskapai atau Traveloka untuk menghemat waktu di bandara.
Bandara Soekarno-Hatta terletak di Tangerang, Banten, dan dapat dijangkau dari berbagai penjuru Jakarta dan sekitarnya. Kereta Bandara (Railink) adalah pilihan tercepat dan paling bebas macet — beroperasi dari Stasiun Manggarai, Sudirman, Duri, dan Batu Ceper dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit dari pusat kota. Tarif kereta bandara Rp 2.216.100 per orang (tarif reguler). Alternatif lain adalah taksi resmi bandara, Grab, Gojek, atau layanan antar-jemput bandara yang bisa dipesan secara online. Dari arah Selatan Jakarta (Depok, Bogor), Tol Jakarta–Tangerang menjadi jalur utama namun perlu diperhitungkan potensi kemacetan, terutama di jam sibuk pagi hari. Alokasikan waktu perjalanan ekstra minimal 30–60 menit bila menggunakan transportasi darat pada jam puncak.
Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III terletak hanya sekitar 2–3 kilometer dari pusat Kota Sumbawa Besar, sehingga perjalanan dari bandara ke pusat kota dapat ditempuh dalam 10–15 menit. Pilihan transportasi yang tersedia di area kedatangan meliputi taksi konvensional, ojek online (Gojek dan Grab beroperasi di kota ini), serta minibus sewaan yang cocok untuk kelompok atau perjalanan ke destinasi yang lebih jauh. Untuk menuju Pulau Moyo, penumpang perlu menuju Pelabuhan Alas dan menyeberang dengan speedboat. Sementara untuk destinasi Maluk dan kawasan Sumbawa Barat, perjalanan darat membutuhkan waktu sekitar 2–3 jam menggunakan kendaraan sewa. Sangat disarankan memesan kendaraan sewa sejak hari sebelum keberangkatan, terutama saat musim liburan, karena ketersediaan kendaraan di Sumbawa Besar lebih terbatas dibandingkan kota besar.
Waktu terbaik untuk terbang dari Bandara Soekarno-Hatta ke Sumbawa Besar adalah selama musim kemarau, yang berlangsung dari Mei hingga September. Pada periode ini, cuaca di Sumbawa cenderung cerah, laut relatif tenang, dan akses ke destinasi alam lebih mudah — ideal untuk aktivitas snorkeling, diving di Pulau Moyo, surfing di Maluk, serta trekking di sekitar Gunung Tambora. Puncak musim ramai (peak season) jatuh pada Juli–Agustus, bertepatan dengan liburan sekolah dan musim liburan internasional. Pada periode ini, harga tiket dan akomodasi cenderung lebih tinggi, dan kursi di penerbangan transit sering habis lebih cepat. Musim hujan (Desember–Februari) menjadi periode paling sepi; meski harga tiket lebih murah, sejumlah aktivitas outdoor terbatas akibat curah hujan tinggi. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah NTB termasuk Sumbawa akan mencapai puncak kemarau pada Agustus 2026 — waktu yang ideal untuk kunjungan beraktivitas alam.
Sumbawa Besar menawarkan kombinasi warisan budaya kesultanan yang kaya dan alam yang masih sangat alami. Istana Dalam Loka, bekas istana Kesultanan Sumbawa yang dibangun tahun 1885, adalah landmark budaya yang wajib dikunjungi — sebuah bangunan kayu berpilar 99 yang melambangkan Asmaul Husna. Dari Sumbawa Besar, wisatawan dapat menjangkau Pulau Moyo — sebuah pulau konservasi dengan resort eksklusif dan air terjun Mata Jitu yang terkenal sejak Putri Diana berlibur di sini. Di sisi barat, kawasan Maluk dan Sekongkang adalah surga surfing dengan ombak Super Suck yang telah dikenal komunitas selancar dunia. Teluk Saleh menawarkan pengalaman snorkeling dan menyelam di tengah terumbu karang yang masih pristine, serta kesempatan menjumpai hiu paus di musim tertentu. Pulau Bungin, yang diklaim sebagai salah satu pulau buatan paling padat di dunia, adalah destinasi unik yang dapat dikunjungi dalam perjalanan sehari dari Sumbawa Besar.
Mengingat rute CGK–SWQ selalu melibatkan transit, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan. Pertama, pastikan waktu layover di titik transit (Lombok atau Denpasar) minimal 1,5–2 jam untuk menghindari risiko ketinggalan penerbangan lanjutan — terutama bila pesawat pertama mengalami keterlambatan. Kedua, jika kamu memesan tiket dalam satu PNR (itinerary tunggal) melalui Traveloka, bagasi umumnya di-through-check hingga tujuan akhir; namun bila memesan dua tiket terpisah, wajib ambil dan check-in ulang bagasi di bandara transit. Ketiga, bawa bekal camilan dan air minum secukupnya dari Soekarno-Hatta karena pilihan restoran di bandara transit (terutama untuk penerbangan ATR 72 domestik) lebih terbatas. Keempat, konfirmasi terminal keberangkatan di Soekarno-Hatta sebelum hari keberangkatan karena penugasan terminal terus diperbarui seiring renovasi gedung bandara yang masih berlangsung hingga 2026.
Lama Penerbangan {originAirportName} - {destination} | 4 jam 5 menit |
Bandara di Jakarta | |
Bandara di Sumbawa Besar |



