
7 jam, 25 menit
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
All Nippon Airways | 21.25 | 06.50 (+1 days) | Jakarta (CGK) | Tokyo (HND) | Pesan Sekarang |
Garuda Indonesia | 23.25 | 08.50 (+1 days) | Jakarta (CGK) | Tokyo (HND) | Pesan Sekarang |
Japan Airlines | 23.25 | 08.50 (+1 days) | Jakarta (CGK) | Tokyo (HND) | Pesan Sekarang |
Harga tiket pesawat rute Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ke Bandara Haneda (HND) sangat bervariasi tergantung maskapai, kelas kabin, dan waktu pemesanan. Di luar peak season, tiket ekonomi one-way bisa ditemukan mulai dari kisaran Rp 2.735.500an. Harga bisa melonjak dua hingga tiga kali lipat saat musim sakura, Golden Week, atau libur akhir tahun. Pesan jauh hari dan bandingkan harga di Traveloka untuk mendapatkan penawaran terbaik sesuai anggaran Anda.
Per April 2026, tersedia sekitar 18 penerbangan per minggu di rute non-stop CGK–HND yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan ANA. Frekuensi ini memberikan pilihan jadwal yang cukup fleksibel, dengan keberangkatan tersedia hampir setiap hari. Jadwal penerbangan dapat berubah sesuai musim operasional maskapai, sehingga selalu cek ketersediaan terkini di Traveloka.
Pilihan jadwal di rute Soekarno-Hatta ke Haneda cukup luas. Penerbangan paling awal berangkat sekitar pukul 07.00 WIB dari Jakarta dan tiba di Tokyo sekitar pukul 16.25 waktu setempat (JST). Penerbangan malam berangkat sekitar pukul 23.25 WIB dan tiba keesokan paginya di Tokyo sekitar pukul 08.50 JST — pilihan ini berguna bagi yang ingin menghemat biaya menginap satu malam sekaligus tiba segar di pagi hari Tokyo.
Selain penerbangan non-stop Garuda Indonesia dan ANA, tersedia juga penerbangan dengan satu kali transit melalui hub-hub seperti Kuala Lumpur (via AirAsia/Malaysia Airlines), Singapura (via Singapore Airlines/Scoot), Bangkok (via Thai Airways), atau Seoul (via Korean Air/Asiana). Durasi total perjalanan transit biasanya 10–16 jam tergantung waktu layover. Penerbangan transit bisa menjadi alternatif lebih murah, namun perhatikan biaya kelebihan bagasi dan ketentuan transit visa sesuai negara yang disinggahi.
Jakarta (WIB, UTC+7) dan Tokyo (JST, UTC+9) memiliki selisih waktu 2 jam, di mana Tokyo lebih cepat 2 jam dari Jakarta. Artinya, jika di Jakarta pukul 10.00 WIB, maka di Tokyo sudah pukul 12.00 JST. Perbedaan waktu yang relatif kecil ini memudahkan penyesuaian tubuh (minimal jet lag) dibandingkan perjalanan ke Eropa atau Amerika, menjadikan Jepang destinasi yang ramah secara biologis bagi pelancong Indonesia.
Ya, Bandara Haneda secara signifikan lebih dekat ke pusat Kota Tokyo dibandingkan Bandara Narita. Dari Haneda, pusat Tokyo (Shibuya/Shinjuku) dapat dicapai dalam 30–40 menit menggunakan transportasi publik dengan tarif mulai ¥490–¥620. Sementara dari Narita, perjalanan ke pusat Tokyo membutuhkan waktu sekitar 60–90 menit dan tarif yang lebih mahal. Inilah alasan utama mengapa banyak wisatawan Indonesia lebih memilih penerbangan CGK–HND dibandingkan CGK–NRT.
Rute penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang menuju Bandara Internasional Tokyo Haneda (HND) adalah salah satu jalur udara tersibuk dan paling strategis yang menghubungkan Indonesia dengan Jepang. Dengan jarak tempuh sekitar 5.780 kilometer di atas Samudra Pasifik, penerbangan langsung pada rute ini membutuhkan waktu rata-rata sekitar 7 jam 25 menit, menjadikannya pilihan paling efisien bagi pelancong Indonesia yang ingin tiba di jantung Kota Tokyo tanpa transit di negara lain. Saat ini dua maskapai mengoperasikan penerbangan non-stop di rute ini, yaitu Garuda Indonesia (GA874) dan All Nippon Airways (ANA, NH856/NH872), keduanya menggunakan armada Boeing 787 Dreamliner yang menawarkan kenyamanan kabin bertekanan udara lebih tinggi, kadar kelembapan lebih baik, serta jendela lebih besar. Tersedia sekitar 18 penerbangan per minggu, dengan keberangkatan paling awal pukul 07.00 WIB dari Jakarta dan keberangkatan malam pukul 23.25 WIB — memberikan fleksibilitas jadwal yang luas bagi wisatawan maupun pebisnis. Bandara Haneda dipilih jutaan penumpang internasional setiap tahunnya karena lokasinya yang jauh lebih dekat ke pusat Tokyo dibandingkan Bandara Narita; dari Terminal 3 Internasional Haneda, Anda sudah bisa berada di kawasan Shibuya atau Shinjuku hanya dalam 30–40 menit menggunakan transportasi publik.
Halaman ini khusus rute Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ke Bandara Haneda (HND). Untuk opsi dari seluruh bandara di kedua kota, lihat Tiket Pesawat Jakarta ke Tokyo.
Harga tiket penerbangan CGK–HND berfluktuasi sepanjang tahun mengikuti kalender pariwisata Jepang dan Indonesia. Periode paling mahal biasanya terjadi saat Golden Week Jepang (akhir April–awal Mei), musim sakura (pertengahan Maret–awal April), libur Natal dan Tahun Baru (akhir Desember–awal Januari), serta musim liburan Lebaran. Sebaliknya, bulan Januari–Februari setelah Tahun Baru dan awal September cenderung menjadi low season dengan harga tiket lebih terjangkau. Data agregat OTA menunjukkan tiket ekonomi one-way bisa mulai dari Rp 2.735.500an di luar peak season. Gunakan fitur Rp 2.735.500 di Traveloka untuk memantau fluktuasi harga terkini dan dapatkan notifikasi saat harga turun ke level yang sesuai anggaran Anda.
Untuk mendapatkan harga terbaik di rute Soekarno-Hatta ke Haneda, pakar perjalanan menyarankan pemesanan tiket internasional setidaknya 60–90 hari sebelum tanggal keberangkatan, terutama jika jadwal Anda bertepatan dengan musim sakura atau Golden Week. Hari Selasa dan Rabu dini hari dikenal sebagai waktu terbaik untuk membeli tiket karena volume pencarian rendah dan maskapai sering merilis kursi promosi di hari-hari tersebut. Jika jadwal perjalanan Anda fleksibel, pertimbangkan terbang di hari Kamis atau Selasa yang secara historis menawarkan tarif lebih rendah dibandingkan akhir pekan. Aktifkan fitur Price Alert di Traveloka agar notifikasi penurunan harga langsung masuk ke ponsel Anda, tanpa harus memantau harga setiap hari. Pesan tiket pulang-pergi sekaligus karena bundle round-trip di rute internasional umumnya lebih hemat dibandingkan dua tiket one-way terpisah.
Garuda Indonesia dan ANA adalah dua maskapai yang secara konsisten melayani rute non-stop CGK–HND. Garuda Indonesia (kode penerbangan GA874) terbang dengan Boeing 787-9 Dreamliner dan menawarkan tiga kelas: Ekonomi, Ekonomi Premium, dan Bisnis. ANA mengoperasikan NH856 dan NH872 juga dengan Boeing 787 Dreamliner, menonjolkan standar pelayanan full-service Jepang yang dikenal atas keramahan awak kabin dan kualitas makanannya. Keduanya adalah anggota aliansi penerbangan global — Garuda bergabung dengan SkyTeam dan ANA merupakan anggota Star Alliance — sehingga penumpang dapat mengakumulasi dan menebus miles/poin dari berbagai program loyalitas. Dari sisi menu, penumpang rute ini umumnya disuguhkan pilihan makanan halal oleh Garuda Indonesia, sebuah nilai tambah bagi wisatawan Muslim Indonesia yang bepergian ke Jepang.
Semua penerbangan internasional ke Tokyo Haneda dari Bandara Soekarno-Hatta berangkat dari Terminal 3 — terminal terbesar dan termewah di CGK yang diresmikan penuh pada 2016. Terminal 3 melayani Garuda Indonesia dan sejumlah maskapai internasional termasuk ANA. Tersedia fasilitas lengkap di area keberangkatan Terminal 3 seperti lounge premium, restoran, toko duty-free, serta layanan penukaran uang. Untuk penerbangan internasional, disarankan tiba di Terminal 3 paling lambat 3 jam sebelum jadwal keberangkatan untuk memberikan waktu cukup pada proses check-in, pemeriksaan imigrasi, dan prosedur keamanan. Counter check-in Garuda dan ANA tersedia di Terminal 3 dengan sistem self check-in kiosk yang dapat mempercepat proses. Pastikan membawa paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan, visa Jepang yang valid (atau bukti pendaftaran Visa Waiver untuk pemegang e-paspor), serta tiket cetak atau e-ticket sebelum menuju ke bandara.
Bandara Tokyo Haneda memiliki tiga terminal: Terminal 1 dan 2 untuk penerbangan domestik Jepang, serta Terminal 3 (sebelumnya disebut International Terminal) yang sepenuhnya melayani penerbangan internasional. Penerbangan dari CGK akan mendarat di Terminal 3 atau Terminal 2 tergantung maskapai — Garuda Indonesia dan ANA umumnya beroperasi di Terminal 3. Setelah mendarat, penumpang internasional mengikuti prosedur kedatangan yang terdiri dari pemeriksaan imigrasi, pengambilan bagasi, dan deklarasi bea cukai. Pemegang e-paspor Indonesia yang telah terdaftar dalam program Visit Japan Web dapat menggunakan jalur QR code untuk mempercepat proses imigrasi. Terminal 3 Haneda juga dilengkapi dengan fasilitas kelas dunia: toko bebas bea, restoran Jepang autentik, onsen (pemandian air panas), serta hotel transit. Face Express — sistem biometrik berbasis pengenalan wajah — juga tersedia untuk penumpang ANA di Haneda dan memungkinkan penumpang melewati check-in, baggage drop, hingga gate tanpa menunjukkan paspor fisik secara berulang.
Salah satu keunggulan terbesar Bandara Haneda dibandingkan Narita adalah konektivitas transportasinya yang luar biasa ke pusat Kota Tokyo. Terdapat empat pilihan utama yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran Anda. Pertama, Tokyo Monorail: menghubungkan Terminal 3 ke Stasiun Hamamatsuchō hanya dalam sekitar 13 menit dengan tarif sekitar ¥500, setelah itu Anda bisa naik JR Yamanote Line ke Shibuya, Shinjuku, atau Akihabara. Kedua, Keikyu Airport Line: melaju ke Stasiun Shinagawa dalam 11 menit dengan tarif ¥620, dan dari Shinagawa tersedia koneksi ke Shinkansen maupun JR lainnya. Ketiga, Limousine Bus (Airport Limousine): layanan bus langsung ke hotel-hotel besar dan kawasan seperti Shinjuku, Shibuya, dan Ginza dengan waktu tempuh 30–50 menit tergantung kondisi lalu lintas, tarif sekitar ¥1.000–¥1.600. Keempat, Taksi: tarif tetap ke Shinjuku atau Shibuya berkisar ¥7.000–¥8.000, paling praktis untuk rombongan kecil yang membawa banyak koper. Kartu IC seperti Suica atau Pasmo sangat disarankan untuk kemudahan naik seluruh moda transportasi publik di Tokyo.
Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan bepergian ke Jepang wajib memiliki dokumen masuk yang valid. Ada dua jalur utama: Visa Waiver untuk pemegang e-paspor Indonesia, dan Visa Turis Reguler untuk pemegang paspor biasa. Pemegang e-paspor (paspor dengan chip elektronik berlogo ICAO) dapat mendaftar Visa Waiver secara online melalui sistem JAVES (MOFA Jepang) tanpa biaya, berlaku 3 tahun dengan maksimal tinggal 15 hari per kunjungan. Proses pendaftaran membutuhkan sekitar 2–4 hari kerja dan hasilnya dikirim via email. Sementara itu, pemegang paspor biasa perlu mengajukan visa turis melalui Japan Visa Application Center (JVAC) di Jakarta. Per April 2026, biaya resmi visa single entry adalah Rp 2.735.500 ditambah biaya layanan JVAC sekitar Rp 2.735.500 dengan waktu proses sekitar 5 hari kerja. Dokumen yang diperlukan antara lain paspor berlaku minimal 6 bulan, formulir aplikasi, foto terbaru, itinerary perjalanan, bukti pemesanan tiket dan akomodasi, serta bukti kecukupan dana. Selalu cek informasi terbaru di situs resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia (id.emb-japan.go.jp) sebelum bepergian.
Pola permintaan penerbangan CGK–HND sangat dipengaruhi oleh musim wisata Jepang. Peak season tertinggi terjadi saat mekar bunga sakura (pertengahan Maret–awal April), di mana wisatawan dari seluruh dunia memenuhi taman-taman ikonik Tokyo seperti Taman Ueno, Chidorigafuchi, dan Shinjuku Gyoen. Golden Week (akhir April–awal Mei) juga mencatat lonjakan permintaan signifikan. Musim gugur (Oktober–November) semakin populer karena pesona daun momiji (daun merah) yang tidak kalah indah dari sakura, dengan kerumunan yang umumnya lebih sedikit. Low season terbaik untuk terbang dengan harga lebih terjangkau adalah Januari–Februari (setelah puncak liburan Tahun Baru) dan September (setelah musim panas Jepang). Di luar peak season, tidak hanya harga tiket yang lebih rendah tetapi antrean di atraksi wisata populer pun jauh berkurang, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman. Pesan tiket 2–3 bulan sebelum musim sakura dan Golden Week untuk mendapatkan harga terbaik.
Tokyo adalah kota metropolitan yang menyatukan tradisi berusia ribuan tahun dengan inovasi teknologi mutakhir, menjadikannya salah satu destinasi wisata paling beragam di dunia. Dari Bandara Haneda, seluruh daya tarik utama Tokyo mudah dijangkau dalam waktu singkat. Kawasan Asakusa adalah rumah bagi Kuil Sensoji — kuil tertua Tokyo yang dibangun pada abad ke-7 — lengkap dengan Nakamise Shopping Street yang menjual jajanan tradisional dan oleh-oleh khas Jepang. Shibuya terkenal dengan Shibuya Crossing, persimpangan penyeberangan tersibuk di dunia, serta Patung Hachiko sebagai simbol kesetiaan yang mengharukan. Shinjuku menawarkan kehidupan malam gemerlap di distrik Kabukicho dan pemandangan kota 360 derajat gratis dari Tokyo Metropolitan Government Building. Harajuku dengan Jalan Takeshita adalah surga mode anak muda Jepang, sementara kawasan Odaiba di teluk Tokyo menawarkan mal futuristik, museum teknologi, dan view Gunung Fuji di hari cerah. Bagi penggemar kuliner, Tokyo memiliki lebih banyak restoran berbintang Michelin dibandingkan kota lain di dunia, serta berbagai pilihan makanan halal yang semakin berkembang di seluruh penjuru kota.
Lama Penerbangan {originAirportName} - {destinationAirportName} | 7 jam 25 menit |
Bandara di Jakarta | |
Bandara di Tokyo |



