Tiket Pesawat dari Bandung ke Solo (Husein Sastranegara)

Sekali Jalan
Pulang Pergi
Multi-kota
Penerbangan Langsung
1 Dewasa, 0 Anak, 0 Bayi
Ekonomi
Dari

Bandara Bandung Husein Sastranegara

Ke

Bandara Solo Adi Soemarmo

Tanggal pergi
Tanggal Pulang
Cari penerbangan
Butuh inspirasi?
Eksplor destinasi penerbangan

Bandara Bandung Husein Sastranegara ke Solo: Informasi Tiket Penerbangan

Kapan Harga Tiket Pesawat Bandara Bandung Husein Sastranegara ke Solo Murah?

AsalTujuanTanggal BerangkatHarga
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Selasa, 20 Oktober 2026Rp 2.695.400
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Sabtu, 14 November 2026Rp 3.414.800
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Jumat, 25 Desember 2026Rp 3.375.800
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Jumat, 1 Januari 2027Data Belum Tersedia
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Senin, 1 Februari 2027Data Belum Tersedia
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Senin, 1 Maret 2027Data Belum Tersedia
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Kamis, 1 April 2027Data Belum Tersedia
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Sabtu, 1 Mei 2027Data Belum Tersedia
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Selasa, 1 Juni 2027Data Belum Tersedia
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Kamis, 1 Juli 2027Data Belum Tersedia
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Minggu, 1 Agustus 2027Data Belum Tersedia
Bandung (BDOA)Solo (SOC)Rabu, 1 September 2027Data Belum Tersedia

Pertanyaan Sering Diajukan Terkait Tiket Pesawat Bandara Bandung Husein Sastranegara ke Solo

Apakah ada penerbangan langsung dari Bandung ke Solo?

Belum. Seluruh penerbangan saat ini memerlukan transit, umumnya lewat Jakarta atau Surabaya, sebelum mendarat di Bandara Adi Soemarmo.

Bandara mana yang menjadi tujuan penerbangan menuju Solo?

Penerbangan menuju Solo mendarat di Bandara Adi Soemarmo (SOC) yang terletak di Boyolali, tidak jauh dari pusat Kota Surakarta.

Berapa harga tiket pesawat dari Bandung ke Solo?

Harga tiket pesawat Bandung-Solo tersedia mulai dari Rp 2.695.400, dengan variasi harga tergantung musim, waktu pemesanan, dan pilihan rute transit.

Berapa lama waktu tempuh dari Bandung ke Solo dengan transit?

Karena tidak ada penerbangan langsung, total waktu tempuh bervariasi tergantung durasi transit di Jakarta atau Surabaya, sehingga sebaiknya memilih jadwal dengan jeda transit yang wajar agar perjalanan tetap efisien.

Kota transit apa yang paling umum digunakan untuk rute Bandung-Solo?

Jakarta dan Surabaya adalah dua kota transit paling umum untuk rute ini, dengan Jakarta biasanya menawarkan lebih banyak pilihan jadwal penerbangan lanjutan ke Solo.

Apa saja daya tarik wisata batik yang bisa dikunjungi di Solo?

Wisatawan bisa mengunjungi Kampung Batik Laweyan yang dikenal dengan motif berwarna cerah dan sejarah panjangnya, serta Kampung Batik Kauman yang identik dengan motif klasik bernuansa gelap di dekat kawasan keraton.

Apa kuliner khas Solo yang wajib dicoba?

Beberapa kuliner khas yang wajib dicoba antara lain nasi liwet, tengkleng, selat Solo, dan serabi Notosuman sebagai camilan legendaris untuk oleh-oleh.

Bagaimana cara menuju pusat kota dari Bandara Adi Soemarmo?

Dari bandara, wisatawan bisa menggunakan Kereta Bandara Adi Soemarmo, bus Damri menuju Terminal Tirtonadi, atau layanan Batik Solo Trans (BST) Koridor 1 untuk mencapai pusat kota.

Apa perbedaan Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran?

Keraton Kasunanan Surakarta merupakan pusat kekuasaan utama kasunanan yang didirikan pada 1745, sementara Pura Mangkunegaran adalah istana Kadipaten Mangkunegaran yang berdiri sejak 1757 dan kini aktif sebagai cultural living heritage.

Apa saja destinasi wisata alam di sekitar Solo?

Wisatawan bisa mengunjungi Tawangmangu dengan Air Terjun Grojogan Sewu di kaki Gunung Lawu, atau Situs Manusia Purba Sangiran yang berjarak sekitar 20 kilometer di utara Kota Solo.

Penerbangan Bandung ke Solo

Solo belum terhubung langsung dengan Bandung -- penumpang perlu transit, umumnya lewat Jakarta atau Surabaya, untuk mencapai Bandara Adi Soemarmo. Solo juga dikenal sebagai kota batik dengan pusat produksi turun-temurun, kuliner legendaris, serta warisan budaya Jawa yang masih hidup di tengah kota. Bagi wisatawan asal Bandung, perjalanan ke Solo bukan sekadar soal jarak tempuh, melainkan juga soal menikmati kekayaan budaya yang jarang ditemukan di kota lain di Jawa Tengah. Mulai dari kampung batik yang sudah berusia ratusan tahun, kuliner khas yang melegenda sejak generasi ke generasi, hingga destinasi alam di kaki Gunung Lawu, Solo menawarkan pengalaman lengkap untuk perjalanan singkat maupun panjang. Tiket pesawat Bandung-Solo bisa didapatkan mulai dari Rp 2.695.400, dengan berbagai pilihan rute transit yang bisa disesuaikan dengan jadwal, anggaran, dan preferensi kenyamanan masing-masing penumpang.

Rute dan Opsi Transit dari Bandung ke Solo

Karena belum ada penerbangan langsung antara Bandung dan Solo, penumpang dari Bandara Husein Sastranegara maupun Bandara Kertajati perlu memilih salah satu dari dua kota transit utama: Jakarta atau Surabaya. Transit lewat Jakarta umumnya menawarkan lebih banyak pilihan jadwal karena Bandara Soekarno-Hatta menjadi hub penerbangan domestik terbesar di Indonesia, sementara transit lewat Surabaya bisa menjadi alternatif menarik bagi penumpang yang ingin menyesuaikan waktu tunggu atau mengejar harga tiket yang lebih kompetitif pada periode tertentu. Pemilihan kota transit sebaiknya disesuaikan dengan jadwal penerbangan lanjutan ke Bandara Adi Soemarmo, karena frekuensi penerbangan Jakarta-Solo maupun Surabaya-Solo bisa berbeda-beda tergantung hari dan musim. Memesan tiket jauh-jauh hari juga membantu mendapatkan kombinasi jadwal transit yang efisien, terutama bila ingin menghindari waktu tunggu yang terlalu lama di kota transit.

Estimasi Waktu Tempuh dan Harga Tiket Pesawat

Karena rute ini mengharuskan transit, total waktu tempuh dari Bandung ke Solo biasanya lebih panjang dibandingkan penerbangan langsung, dengan estimasi kasar berkisar dari beberapa jam hingga separuh hari tergantung durasi transit di Jakarta atau Surabaya. Penumpang yang mengejar efisiensi waktu sebaiknya memilih jadwal dengan waktu transit yang singkat namun tetap memberi jeda aman untuk perpindahan penerbangan. Dari sisi harga, tiket pesawat Bandung-Solo tersedia mulai dari Rp 2.695.400, dengan variasi harga yang dipengaruhi oleh musim liburan, hari keberangkatan, dan seberapa jauh hari pemesanan dilakukan sebelum tanggal terbang. Memesan tiket di hari kerja atau di luar musim liburan sekolah biasanya memberi peluang harga yang lebih ramah di kantong, sementara pemesanan mendekati tanggal keberangkatan pada musim ramai cenderung membuat harga tiket naik signifikan.

Mengenal Bandara Adi Soemarmo (SOC)

Bandara Adi Soemarmo adalah pintu masuk udara utama ke Solo dan sekitarnya, terletak di Boyolali, tidak jauh dari perbatasan Kota Surakarta. Terminal bandara ini diresmikan pada 7 Maret 2009 dengan luas sekitar 13.000 meter persegi, jauh lebih besar dibandingkan terminal lama yang hanya seluas 4.000 meter persegi. Salah satu keunggulan bandara ini adalah konektivitas langsung antara lantai dua terminal dengan ruang tunggu Stasiun Kereta Bandara Adi Soemarmo, sehingga penumpang bisa berpindah moda transportasi tanpa perlu keluar dari area bandara. Di lantai tiga, tersedia boarding lounge dengan sentuhan desain khas batik Solo, dilengkapi kids zone dan internet corner untuk kenyamanan penumpang yang menunggu jadwal penerbangan. Untuk melanjutkan perjalanan ke pusat kota, penumpang bisa memilih Kereta Bandara Adi Soemarmo, bus Damri menuju Terminal Tirtonadi, atau layanan Batik Solo Trans (BST) Koridor 1.

Solo, Kota yang Identik dengan Batik

Selain dikenal sebagai kota kerajaan dengan dua keraton yang masih berdiri, Solo juga dikenal luas sebagai kota batik dengan sejarah produksi yang panjang. Julukan ini bukan sekadar branding pariwisata, karena aktivitas produksi batik di beberapa kampung tradisional di Solo masih berjalan aktif hingga sekarang, mulai dari proses membatik tulis dengan canting hingga penggunaan teknik cap yang lebih modern. Identitas ini membuat Solo menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin belajar proses pembuatan batik secara langsung, berbelanja kain batik autentik, atau sekadar menikmati suasana kampung dengan arsitektur khas yang dipengaruhi budaya Jawa, Eropa, Tionghoa, dan Islam. Bagi wisatawan asal Bandung yang juga memiliki tradisi tekstil sendiri, mengunjungi kampung batik di Solo bisa menjadi pengalaman budaya yang saling melengkapi.

Kampung Batik Laweyan: Sentra Batik Tertua di Solo

Kampung Batik Laweyan dikenal sebagai salah satu sentra batik tertua di Solo, dengan jejak sejarah yang konon bermula sejak masa Kerajaan Pajang pada abad ke-16. Industri batik di kawasan ini berkembang pesat pada awal 1900-an setelah ditemukannya teknik batik cap, dan produk batik Laweyan bahkan sempat diekspor ke luar negeri melalui salah satu eksportir batik pertama di Indonesia. Saat ini, Kampung Batik Laweyan memiliki lebih dari 50 gerai batik yang menjual beragam motif dengan harga bervariasi, serta sudah mematenkan ratusan motif khas kawasan tersebut. Bangunan-bangunan di kampung ini juga menarik untuk disusuri karena memadukan gaya arsitektur Jawa, Eropa, Tionghoa, dan Islam, mencerminkan kekayaan para saudagar batik pada masanya. Selain berbelanja, wisatawan bisa mengikuti kegiatan edukasi membatik langsung di beberapa galeri yang tersedia.

Kampung Batik Kauman: Motif Klasik di Dekat Keraton

Berbeda dengan Laweyan yang identik dengan warna cerah, Kampung Batik Kauman lebih dikenal dengan motif batik klasik bernuansa warna gelap, yang mencerminkan kedekatan kawasan ini dengan lingkungan keraton. Lokasinya yang berada di dekat pusat kota membuat Kampung Batik Kauman mudah dijangkau sekaligus cocok dipadukan dengan kunjungan ke Keraton Kasunanan Surakarta dan Pasar Klewer dalam satu rangkaian perjalanan. Di kawasan ini, wisatawan bisa menemukan galeri batik dengan motif-motif tradisional seperti parang dan sidomukti, yang masih diproduksi dengan teknik tulis maupun cap. Berjalan-jalan di gang-gang kecil Kampung Batik Kauman juga memberi gambaran tentang kehidupan masyarakat perajin batik yang tinggal berdampingan dengan tempat usaha mereka, menjadikannya pengalaman wisata yang lebih personal dibandingkan pusat perbelanjaan modern.

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat didirikan oleh Paku Buwono II pada 1745 dan hingga kini masih berfungsi sebagai kediaman resmi keluarga kasunanan sekaligus objek wisata edukasi sejarah. Wisatawan yang berkunjung bisa menjelajahi museum di dalam kompleks keraton yang menyimpan koleksi pusaka, kereta kencana, dan berbagai artefak kerajaan Jawa, sekaligus melihat arsitektur bangunan yang masih terjaga keasliannya. Kompleks ini juga sering digunakan untuk berbagai upacara adat dan tradisi Jawa yang masih dilestarikan hingga sekarang, sehingga wisatawan berkesempatan menyaksikan langsung praktik budaya yang hidup, bukan sekadar peninggalan sejarah yang statis. Lokasinya yang berada di jantung kota Solo, tidak jauh dari Pasar Klewer dan Kampung Batik Kauman, membuat kunjungan ke keraton ini mudah dipadukan dengan aktivitas wisata belanja dan kuliner di sekitarnya.

Pura Mangkunegaran: Warisan Budaya yang Masih Hidup

Pura Mangkunegaran berdiri sebagai istana resmi Kadipaten Mangkunegaran sejak 1757, dan kini dikenal sebagai cultural living heritage yang aktif menjaga tradisi, seni, dan nilai budaya Jawa melalui berbagai kegiatan yang masih berlangsung hingga sekarang. Wisatawan yang berkunjung bisa menikmati pendapa agung dengan arsitektur khas Jawa yang megah, museum berisi koleksi benda pusaka dan perhiasan kerajaan, hingga pertunjukan seni seperti tari dan gamelan yang kadang digelar untuk umum. Suasana di Pura Mangkunegaran terasa lebih intim dibandingkan Keraton Kasunanan, karena kompleksnya lebih kompak namun tetap kaya detail arsitektur dan ornamen. Bagi wisatawan yang tertarik dengan budaya Jawa secara mendalam, mengunjungi kedua kompleks keraton di Solo dalam satu hari bisa memberi gambaran menarik tentang bagaimana dua pusat kekuasaan ini berkembang dengan identitas budaya masing-masing.

Nasi Liwet: Kuliner Legendaris Sejak 1950-an

Nasi liwet menjadi salah satu kuliner paling identik dengan Solo, sudah melegenda sejak 1950-an dan masih menjadi menu wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Hidangan ini terdiri dari nasi gurih santan yang disajikan di atas daun pisang, dilengkapi ayam suwir, telur pindang, labu siam, serundeng, dan areh atau santan kental yang menambah cita rasa gurih khasnya. Nasi liwet biasa dijual di warung-warung kaki lima yang buka sejak sore hingga malam hari, menciptakan suasana makan yang khas dan akrab dengan penjual yang umumnya sudah berjualan secara turun-temurun. Beberapa warung nasi liwet legendaris di Solo bahkan menjadi tujuan kuliner tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan cita rasa otentik sekaligus suasana malam kota Solo yang tenang.

Tengkleng dan Selat Solo: Perpaduan Rasa Lokal dan Pengaruh Eropa

Tengkleng adalah kuliner berbahan dasar tulang kambing yang dimasak dengan bumbu rempah khas Jawa hingga menghasilkan kuah gurih dan daging yang empuk, biasanya disajikan bersama nasi putih, sambal, dan acar timun. Beberapa warung tengkleng di Solo memiliki resep turun-temurun sejak era 1970-an dan tetap konsisten menjaga cita rasa khasnya hingga sekarang. Selain tengkleng, wisatawan juga wajib mencoba selat Solo, hidangan unik yang merupakan adaptasi dari masakan Eropa yang disesuaikan dengan lidah dan bahan-bahan lokal Jawa. Selat Solo biasanya berisi potongan daging, telur, kentang, wortel, dan saus khas yang memberi sensasi rasa berbeda dibandingkan kuliner Jawa pada umumnya, menjadikannya representasi menarik dari perpaduan budaya kuliner yang berkembang di Solo selama bertahun-tahun.

Serabi Notosuman dan Oleh-oleh Khas Solo Lainnya

Serabi Notosuman adalah camilan legendaris yang telah diproduksi sejak 1923, dibuat dari tepung beras dan santan yang dimasak di atas tungku tanah liat sehingga menghasilkan aroma khas dan tekstur lembut di bagian tengah dengan tepi yang sedikit renyah kecokelatan. Camilan ini menjadi salah satu oleh-oleh wajib yang paling dicari wisatawan sebelum meninggalkan Solo. Selain serabi, Solo juga punya beragam oleh-oleh khas lain seperti abon, brem, dan intip yang biasa dijual di sentra oleh-oleh sekitar Jalan Notosuman maupun di area Pasar Gede. Membeli oleh-oleh langsung dari produsen turun-temurun ini juga memberi kesempatan bagi wisatawan untuk melihat proses pembuatannya secara langsung, menambah nilai pengalaman berwisata kuliner di Solo.

Pasar Klewer: Surga Belanja Tekstil dan Batik

Pasar Klewer adalah pusat belanja tekstil terbesar di Surakarta, dengan nama yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti pakaian yang digantung, menggambarkan cara pedagang memajang dagangan mereka sejak dulu. Setelah mengalami kebakaran besar pada 2014, pasar ini direvitalisasi dan dibuka kembali pada 2017 dengan bangunan yang lebih tertata serta fasilitas modern seperti lift dan eskalator. Berlokasi tepat di sebelah barat Keraton Surakarta Hadiningrat dan dekat dengan Masjid Agung Surakarta, Pasar Klewer menjual berbagai produk mulai dari batik tulis, batik cap, batik printing, lurik, kebaya, hingga aksesori dan cendera mata khas Solo. Pasar ini beroperasi setiap hari sekitar pukul 09.00 hingga 16.30 WIB tanpa tiket masuk, menjadikannya destinasi belanja yang mudah diakses kapan saja selama berkunjung ke Solo.

Pasar Gede: Wisata Kuliner Klasik 24 Jam

Pasar Gede, yang juga dikenal dengan nama Pasar Harjonagoro, pertama kali diresmikan pada 12 Januari 1930 dan kini menjadi salah satu pasar tradisional paling ikonik di Solo. Berlokasi di kawasan Sudiroprajan, pasar ini terkenal karena beroperasi selama 24 jam dan menawarkan berbagai kuliner khas Solo mulai dari jajanan pasar tradisional hingga hidangan berat yang bisa dinikmati kapan saja. Arsitektur bangunan pasar yang memadukan gaya kolonial dengan sentuhan lokal juga menjadikannya menarik untuk sekadar dijelajahi atau difoto. Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana pasar tradisional Jawa yang otentik sekaligus berburu kuliner malam, Pasar Gede menjadi salah satu titik wajib kunjung selama berada di Solo.

De Tjolomadoe: Wisata Sejarah Industri Gula

De Tjolomadoe merupakan bekas pabrik gula yang dibangun atas kerja sama antara pemerintah kolonial Belanda dan Mangkunegara IV pada 1861, lalu direvitalisasi dan resmi dibuka kembali sebagai kawasan wisata pada 24 Maret 2018. Kini, kompleks seluas 6,4 hektare ini terdiri dari beberapa area seperti museum, gedung pertunjukan Tjolomadoe, bangunan multifungsi Sarkara, gerai retail, dan restoran, menjadikannya destinasi wisata sekaligus edukasi yang cocok untuk berbagai kalangan. Di dalam museum, wisatawan bisa melihat diorama mesin penggilingan tebu serta peralatan asli pabrik gula yang masih terawat dengan baik. Lokasinya yang hanya sekitar 20 menit dari pusat Kota Solo dan 5 menit dari Bandara Adi Soemarmo membuat De Tjolomadoe cocok dijadikan destinasi transit sebelum atau setelah penerbangan.

Situs Manusia Purba Sangiran

Situs Manusia Purba Sangiran terletak sekitar 20 kilometer di utara Kota Solo dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO sejak 1996 karena kekayaan temuan fosil manusia purba dan hewan prasejarah di kawasan ini. Museum utama di situs ini menyimpan lebih dari 13.000 fosil, dengan sebagian besar dipamerkan di ruang pameran yang tertata rapi dan informatif bagi wisatawan maupun pelajar. Pengunjung yang datang ke Sangiran akan diarahkan untuk memarkirkan kendaraan di area tertentu sebelum melanjutkan perjalanan singkat menggunakan angkutan wisata menuju museum. Kunjungan ke Sangiran cocok bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah evolusi manusia dan ingin menambah wawasan arkeologi selama singgah di Solo, sekaligus menjadi variasi wisata edukasi di luar pusat kota.

Tawangmangu dan Air Terjun Grojogan Sewu

Tawangmangu adalah kawasan wisata alam di kaki Gunung Lawu yang berjarak sekitar 40 kilometer atau sekitar 1-1,5 jam perjalanan darat dari Kota Solo, menjadikannya destinasi populer untuk melepas penat dari suasana kota. Daya tarik utama kawasan ini adalah Air Terjun Grojogan Sewu, yang memiliki ketinggian sekitar 81 meter dan namanya berarti air terjun seribu dalam bahasa Jawa. Air terjun ini dibuka untuk pengunjung setiap hari dengan harga tiket masuk yang relatif terjangkau, menjadikannya pilihan wisata alam yang ramah di kantong. Selain air terjun, kawasan Tawangmangu juga menawarkan udara sejuk pegunungan, kebun sayur, dan berbagai tempat wisata alam lain yang bisa dijelajahi dalam perjalanan sehari dari Solo, cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata kota dan wisata alam dalam satu itinerary.

Solo Batik Carnival: Perayaan Tahunan Kota Batik

Solo Batik Carnival adalah festival tahunan yang telah digelar sejak 2008, menampilkan kostum karnaval yang dibuat dari motif batik seperti parang dan sidomukti dalam interpretasi yang lebih kontemporer dan megah. Festival ini biasanya digelar sepanjang Jalan Slamet Riyadi, mulai dari kawasan Purwosari hingga area Balai Kota Solo, dan menjadi ruang ekspresi kreativitas bagi anak muda dan seniman lokal. Setiap edisi karnaval biasanya menampilkan beberapa defile dengan tema dan cerita yang berbeda-beda, menjadikannya pertunjukan visual yang kaya warna dan penuh detail kostum. Bagi wisatawan yang kebetulan berkunjung ke Solo saat festival ini berlangsung, menyaksikan Solo Batik Carnival bisa menjadi pengalaman budaya tambahan yang memperkaya kunjungan wisata ke kota ini.

Transportasi di Dalam Kota Solo

Setelah tiba di Bandara Adi Soemarmo, wisatawan memiliki beberapa pilihan transportasi untuk berkeliling Kota Solo, mulai dari Kereta Bandara Adi Soemarmo yang terhubung langsung dengan terminal, bus Damri menuju Terminal Tirtonadi, hingga layanan Batik Solo Trans (BST) yang melayani beberapa koridor dalam kota dengan tarif terjangkau. Selain transportasi umum, wisatawan juga bisa memanfaatkan layanan transportasi daring atau taksi konvensional untuk menjangkau destinasi yang lebih jauh dari jalur utama angkutan umum. Bagi yang ingin merasakan pengalaman lebih tradisional, becak masih bisa ditemukan di beberapa titik pusat kota, terutama di sekitar Pasar Klewer dan kawasan keraton. Kombinasi berbagai moda transportasi ini membuat Solo relatif mudah dijelajahi meski tanpa menyewa kendaraan pribadi.

Tips Merencanakan Perjalanan Bandung-Solo

Karena rute Bandung-Solo mengharuskan transit, sebaiknya wisatawan memesan tiket jauh-jauh hari untuk mendapatkan kombinasi jadwal penerbangan yang efisien sekaligus harga yang lebih bersahabat mulai dari Rp 2.695.400. Perhatikan juga jeda waktu transit di Jakarta atau Surabaya agar tidak terlalu singkat maupun terlalu lama, terutama jika membawa bagasi yang perlu diambil dan didaftarkan ulang. Menyiapkan itinerary yang mencakup kampung batik, keraton, kuliner legendaris, dan destinasi alam sekitar Solo seperti Tawangmangu atau Sangiran akan membantu memaksimalkan waktu kunjungan, terutama bila hanya memiliki waktu terbatas di kota ini. Terakhir, memantau musim liburan dan kalender festival seperti Solo Batik Carnival juga penting agar wisatawan bisa menyesuaikan rencana kunjungan dengan suasana kota yang mungkin lebih ramai dari biasanya.

Fakta Penerbangan Bandung ke Solo

Lama Penerbangan {originAirportName} - {destination}

21 jam 35 menit

Bandara di Bandung

Bandara di Solo

Semua pilihan tiket pesawat lengkap bersama Traveloka

Rute Populer dari Bandung

Rute Populer ke Solo

Maskapai Populer

Bandara Terdekat Populer

Partner Maskapai Penerbangan Bandara Bandung Husein Sastranegara ke Solo dan Seluruh Dunia

Partner Maskapai Indonesia & Maskapai Internasional
Kami bekerja sama dengan aneka maskapai terbaik di dunia untuk menerbangkan Anda ke mana pun!
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia
Lihat Maskapai
Sriwijaya Air
Sriwijaya Air
Lihat Maskapai
Super Air Jet
Super Air Jet
Lihat Maskapai
Singapore Airlines
Singapore Airlines
Lihat Maskapai
Cathay Pacific
Cathay Pacific
Lihat Maskapai
Thai Airways
Thai Airways
Lihat Maskapai
Qatar Airways
Qatar Airways
Lihat Maskapai
Etihad Airways
Etihad Airways
Lihat Maskapai
All Nippon Airways
All Nippon Airways
Lihat Maskapai
Malaysia Airlines
Malaysia Airlines
Lihat Maskapai
Japan Airlines
Japan Airlines
Lihat Maskapai
Asiana Airlines
Asiana Airlines
Lihat Maskapai
China Airlines
China Airlines
Lihat Maskapai
Air France
Air France
Lihat Maskapai
Xiamen Airlines
Xiamen Airlines
Lihat Maskapai
Delta Airlines
Delta Airlines
Lihat Maskapai
Korean Air
Korean Air
Lihat Maskapai
Pelita Air
Pelita Air
Lihat Maskapai
Trigana Air
Trigana Air
Lihat Maskapai
Transnusa Aviation
Transnusa Aviation
Lihat Maskapai
Bangkok Airways
Bangkok Airways
Lihat Maskapai
Philippine Arlines
Philippine Arlines
Lihat Maskapai
Vietnam Airlines
Vietnam Airlines
Lihat Maskapai
Qantas Airlines
Qantas Airlines
Lihat Maskapai
Turkish Airlines
Turkish Airlines
Lihat Maskapai
American Airlines
American Airlines
Lihat Maskapai
China Southern Airlines
China Southern Airlines
Lihat Maskapai
Royal Brunei Airlines
Royal Brunei Airlines
Lihat Maskapai
Virgin Australia
Virgin Australia
Lihat Maskapai
United Airlines
United Airlines
Lihat Maskapai
SriLankan Airlines
SriLankan Airlines
Lihat Maskapai
Cebu Pacific
Cebu Pacific
Lihat Maskapai
Saudi Airlines
Saudi Airlines
Lihat Maskapai

#1 All-in-one Travel App*

Easy refund & reschedule

Promo khusus aplikasi

Notifikasi instan

App Store

4.9/5

Rating aplikasi
Google Play

4.9/5

Rating aplikasi
*Di Asia Tenggara, berdasarkan total jumlah download (2014–2025) di antara semua aplikasi perjalanan. Sumber: SensorTower