
45 menit
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Susi Air | 14.00 | 14.45 | Bandung (BDO) | Pangandaran (CJN) | Pesan Sekarang |
Penerbangan langsung Bandung-Pangandaran memakan waktu sekitar 0 jam 45 menit, jauh lebih singkat dibandingkan jalur darat yang bisa mencapai enam hingga delapan jam.
Rute ini dilayani oleh Susi Air menggunakan pesawat Cessna Caravan berkapasitas terbatas, menghubungkan Bandara Husein Sastranegara di Bandung dengan Bandara Nusawiru di Pangandaran.
Keberangkatan dari Bandung menggunakan Bandara Husein Sastranegara, sementara kedatangan di Pangandaran menggunakan Bandara Nusawiru (Cijulang Nusawiru Airport, kode CJN) yang berlokasi di Kecamatan Cijulang.
Tidak. Sebagai rute perintis, penerbangan ini hanya dijadwalkan pada hari-hari tertentu dalam seminggu dan frekuensinya bisa berubah, sehingga disarankan mengecek jadwal terbaru di Traveloka.
Harga tiket mulai dari Rp 1.360.269 sekali jalan, dengan tarif yang bisa berubah mengikuti musim, hari keberangkatan, dan ketersediaan kursi yang terbatas.
Masukkan kota asal Bandung dan tujuan Pangandaran beserta tanggal keberangkatan pada kolom pencarian Traveloka, pilih penerbangan yang sesuai, lalu lanjutkan ke pengisian data diri dan pembayaran untuk mendapatkan e-tiket.
Beberapa destinasi utama meliputi Pantai Pangandaran, Cagar Alam Pananjung, Green Canyon (Cukang Taneuh), Batu Hiu, dan Pantai Batu Karas yang populer untuk berselancar.
Waktu terbaik umumnya sekitar April hingga Oktober, saat musim kemarau membuat ombak lebih tenang dan cuaca lebih mendukung aktivitas wisata air seperti body rafting di Green Canyon.
Karena bandara belum memiliki transportasi umum reguler yang memadai, wisatawan umumnya menggunakan kendaraan sewaan atau layanan antar-jemput yang dikoordinasikan bersama penginapan untuk menempuh sekitar 25 kilometer ke kawasan wisata utama.
Ada. Wisatawan bisa menggunakan mobil pribadi, bus, atau kereta api ke Stasiun Banjar dilanjutkan kendaraan sewaan, dengan total waktu tempuh sekitar enam hingga delapan jam.
Terbang dari Bandung ke Pangandaran kini jadi salah satu cara tercepat untuk mencapai salah satu kawasan pantai selatan Jawa Barat yang paling populer. Alih-alih menempuh jalur darat yang bisa memakan waktu berjam-jam melewati jalan berliku pegunungan selatan, penerbangan langsung membuat perjalanan dari Kota Bandung ke Pangandaran terasa jauh lebih ringkas. Rute ini dilayani oleh maskapai perintis dengan pesawat berkapasitas kecil, menghubungkan Bandara Husein Sastranegara di Bandung dengan Bandara Nusawiru di Cijulang, Pangandaran. Tiket pesawat Bandung ke Pangandaran mulai dari Rp 1.360.269 bisa dipesan melalui Traveloka, lengkap dengan pilihan jadwal dan info terbaru seputar rute ini. Artikel berikut mengulas seluk-beluk penerbangan Bandung-Pangandaran, mulai dari bandara, maskapai, estimasi waktu tempuh, hingga berbagai destinasi wisata yang layak dijelajahi begitu tiba di Pangandaran.
Rute Bandung-Pangandaran adalah salah satu penerbangan perintis yang menghubungkan dua wilayah di Provinsi Jawa Barat, dari dataran tinggi Bandung menuju kawasan pesisir selatan di Kabupaten Pangandaran. Rute ini hadir untuk mempermudah mobilitas wisatawan maupun warga lokal yang ingin menjangkau Pangandaran tanpa harus menempuh jalur darat yang panjang. Dengan adanya penerbangan langsung, Pangandaran yang dulunya dianggap cukup jauh dari Bandung kini terasa lebih dekat dan mudah diakses, baik untuk liburan singkat di akhir pekan maupun perjalanan bisnis terkait pariwisata di kawasan tersebut. Ketersediaan kursi pada rute ini relatif terbatas karena pesawat yang digunakan berukuran kecil, sehingga disarankan memesan tiket lebih awal melalui Traveloka.
Penerbangan dari Bandung berangkat dari Bandara Husein Sastranegara, bandara domestik yang terletak di tengah Kota Bandung dan mudah dijangkau dari berbagai titik di kota tersebut. Sebagai bandara dengan sejarah panjang di dunia penerbangan Indonesia, Husein Sastranegara melayani sejumlah rute domestik termasuk rute perintis seperti Bandung-Pangandaran. Di sisi tujuan, pesawat mendarat di Bandara Nusawiru (Cijulang Nusawiru Airport, kode CJN), yang berlokasi di Kecamatan Cijulang, sekitar 25 kilometer dari kawasan wisata utama Pangandaran. Bandara ini dibangun untuk mendukung sektor pariwisata di Pangandaran dan hanya melayani pesawat berbadan kecil karena keterbatasan panjang runway serta fasilitas penunjangnya.
Rute Bandung-Pangandaran dilayani oleh Susi Air, maskapai perintis yang dikenal luas melayani rute-rute jarak pendek ke wilayah yang sulit dijangkau maskapai komersial besar. Pesawat yang digunakan adalah jenis Cessna Caravan, pesawat bermesin tunggal dengan kapasitas terbatas sekitar belasan penumpang. Karena kapasitasnya kecil, jumlah kursi pada tiap penerbangan jauh lebih terbatas dibandingkan pesawat komersial biasa, sehingga harga dan ketersediaan tiket bisa berubah lebih cepat. Wisatawan yang ingin memastikan mendapat kursi pada tanggal tertentu sebaiknya memeriksa jadwal secara berkala di Traveloka, terutama menjelang musim liburan ketika permintaan terhadap rute ini biasanya meningkat.
Salah satu keunggulan utama rute ini adalah waktu tempuhnya yang sangat singkat. Penerbangan langsung Bandung-Pangandaran hanya membutuhkan waktu sekitar 0 jam 45 menit di udara, jauh lebih cepat dibandingkan perjalanan darat yang bisa memakan waktu enam hingga delapan jam tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca di jalur pegunungan selatan Jawa Barat. Durasi penerbangan yang singkat ini menjadikan rute Bandung-Pangandaran pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin memaksimalkan waktu liburan tanpa harus menghabiskan banyak waktu di jalan.
Harga tiket pesawat Bandung-Pangandaran tergolong terjangkau untuk kategori penerbangan perintis, dengan tarif mulai dari Rp 1.360.269 sekali jalan. Harga dapat berubah mengikuti musim, hari keberangkatan, serta ketersediaan kursi yang memang terbatas karena kapasitas pesawat yang kecil. Untuk mendapatkan harga terbaik, wisatawan disarankan memesan tiket jauh sebelum tanggal keberangkatan, terutama jika bepergian pada musim liburan sekolah, libur panjang akhir tahun, atau periode Lebaran yang biasanya membuat permintaan tiket ke Pangandaran melonjak.
Sebagai rute perintis, frekuensi penerbangan Bandung-Pangandaran tidak sepadat rute komersial di kota-kota besar. Penerbangan biasanya dijadwalkan pada hari-hari tertentu dalam seminggu, bukan setiap hari, sehingga penting untuk mengecek jadwal terbaru sebelum merencanakan perjalanan. Karena sifatnya sebagai penerbangan perintis yang bergantung pada kebijakan operasional maskapai, jadwal maupun frekuensi terbang bisa berubah dari waktu ke waktu. Cara paling aman untuk mendapatkan informasi jadwal yang akurat dan terkini adalah dengan memeriksa langsung melalui aplikasi atau situs Traveloka.
Memesan tiket pesawat Bandung-Pangandaran di Traveloka bisa dilakukan hanya dengan beberapa langkah sederhana. Pertama, masukkan kota asal Bandung dan kota tujuan Pangandaran pada kolom pencarian, lalu pilih tanggal keberangkatan yang diinginkan. Sistem akan menampilkan daftar penerbangan yang tersedia lengkap dengan jam keberangkatan, jam kedatangan, dan harga tiket terkini. Setelah memilih penerbangan yang sesuai, penumpang dapat melanjutkan ke halaman pengisian data diri dan memilih metode pembayaran yang tersedia. Setelah pembayaran berhasil, e-tiket akan otomatis dikirim dan dapat diakses langsung dari aplikasi.
Pangandaran adalah kabupaten di pesisir selatan Jawa Barat yang telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pantai unggulan di Pulau Jawa. Letaknya di semenanjung kecil membuat Pangandaran memiliki keunikan geografis tersendiri, yakni pantai yang menghadap ke arah timur dan barat dalam satu kawasan yang sama. Selain wisata pantai, Pangandaran juga menawarkan kawasan konservasi alam, susur sungai di ngarai batu, hingga kuliner khas pesisir selatan. Popularitas Pangandaran sebagai destinasi wisata membuat aksesibilitasnya terus ditingkatkan, termasuk melalui pembukaan rute penerbangan perintis dari Bandung.
Pantai Pangandaran adalah ikon utama destinasi ini, terkenal karena memiliki dua karakter pasir yang berbeda dalam satu kawasan: pasir putih di sisi barat dan pasir agak gelap di sisi timur. Keunikan ini membuat wisatawan bisa menikmati suasana pantai yang berbeda hanya dengan berjalan dari satu sisi ke sisi lainnya. Kawasan pantai ini juga ramai dengan aktivitas wisata air seperti berenang, bermain pasir, hingga menikmati hasil laut segar dari warung-warung di sekitar pantai. Suasana matahari terbit dan terbenam yang bisa dinikmati dari titik-titik tertentu di sekitar pantai menjadi salah satu daya tarik utama kawasan ini.
Berdekatan dengan Pantai Pangandaran, terdapat kawasan Cagar Alam dan Taman Wisata Pananjung yang menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna khas hutan tropis pesisir. Kawasan konservasi seluas ratusan hektare ini memiliki jalur trekking yang bisa dilalui wisatawan untuk melihat langsung satwa liar seperti rusa dan berbagai jenis primata di habitat aslinya. Selain itu, di dalam kawasan ini juga terdapat gua-gua alami yang terbentuk dari proses geologis selama ratusan hingga ribuan tahun. Berkunjung ke Cagar Alam Pananjung memberikan pengalaman wisata alam yang berbeda dari sekadar bersantai di pantai.
Salah satu atraksi paling terkenal di sekitar Pangandaran adalah Green Canyon, yang oleh masyarakat setempat lebih dikenal dengan nama Cukang Taneuh. Lokasinya berada di Kecamatan Cijulang, tidak jauh dari Bandara Nusawiru tempat pesawat dari Bandung mendarat. Green Canyon adalah aliran sungai yang membelah dua tebing batu yang membentuk lorong alami menyerupai ngarai berwarna kehijauan, hasil dari pantulan cahaya matahari pada air sungai yang jernih. Wisatawan biasanya menyusuri sungai ini menggunakan perahu kecil dilanjutkan dengan body rafting untuk mencapai titik-titik tertentu di dalam ngarai.
Batu Hiu adalah kawasan wisata pantai yang terletak di Kecamatan Parigi, tidak terlalu jauh dari pusat Pangandaran. Nama Batu Hiu berasal dari formasi batu karang di tepi laut yang bentuknya menyerupai sirip hiu ketika dilihat dari sudut tertentu. Kawasan ini memiliki tebing yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, menawarkan pemandangan ombak besar yang memecah di bawah tebing serta panorama laut lepas yang luas. Area ini juga dilengkapi dengan jalur pejalan kaki di atas tebing sehingga wisatawan bisa menikmati panorama dari ketinggian.
Bagi wisatawan yang menyukai olahraga air, Pantai Batu Karas di Kecamatan Cijulang adalah destinasi yang sayang untuk dilewatkan. Pantai ini dikenal luas di kalangan peselancar, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, karena memiliki ombak yang relatif konsisten dan cocok untuk berlatih surfing. Selain berselancar, kawasan ini juga nyaman untuk sekadar bersantai karena ombaknya yang tidak terlalu besar di beberapa titik. Letaknya yang berada di jalur menuju Green Canyon membuat Batu Karas kerap dijadikan satu rangkaian perjalanan wisata sekaligus.
Sebagai daerah pesisir, Pangandaran menawarkan beragam kuliner berbasis hasil laut segar. Salah satu hidangan khas yang cukup dikenal adalah pindang gunung, sup ikan dengan kuah asam segar yang menggunakan honje atau kecombrang sebagai bahan aromatik khas, memberikan cita rasa yang berbeda dari pindang pada umumnya. Selain itu, wisatawan juga bisa menemukan berbagai olahan sate ikan dan seafood segar di warung-warung sekitar pantai maupun dekat tempat pelelangan ikan. Bagi yang ingin membawa oleh-oleh, terdapat pula camilan berbasis kelapa yang banyak dijual di toko-toko oleh-oleh di sepanjang kawasan wisata Pangandaran.
Kawasan Pangandaran memiliki beragam pilihan akomodasi, mulai dari penginapan sederhana di sekitar pantai hingga hotel dengan fasilitas lebih lengkap di area yang lebih ramai. Sebagian besar akomodasi terkonsentrasi di sekitar Pantai Pangandaran, memudahkan wisatawan untuk berjalan kaki menuju bibir pantai maupun pusat kuliner setempat. Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Green Canyon atau Batu Karas, tersedia pula pilihan penginapan yang lebih dekat dengan kawasan Cijulang. Memesan akomodasi lebih awal melalui platform pemesanan seperti Traveloka disarankan terutama saat musim liburan.
Setibanya di Bandara Nusawiru, wisatawan perlu melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata utama Pangandaran yang berjarak sekitar 25 kilometer dari bandara. Karena bandara ini berukuran kecil dan belum memiliki banyak moda transportasi umum reguler, opsi yang paling umum digunakan adalah kendaraan sewaan atau layanan antar-jemput yang biasanya dikoordinasikan bersama pihak penginapan. Setelah tiba di kawasan wisata, mobilitas antar-objek wisata di Pangandaran umumnya menggunakan kendaraan roda dua sewaan, mobil sewaan, maupun ojek setempat, karena jarak antar-destinasi seperti Batu Hiu, Green Canyon, dan Batu Karas cukup berjauhan satu sama lain.
Seperti destinasi pantai selatan lainnya di Jawa, Pangandaran paling nyaman dikunjungi pada musim kemarau, yaitu sekitar bulan April hingga Oktober, ketika curah hujan relatif rendah dan ombak cenderung lebih tenang untuk aktivitas seperti body rafting di Green Canyon maupun bersantai di pantai. Pada musim hujan, beberapa aktivitas wisata air bisa terganggu oleh cuaca yang kurang mendukung. Wisatawan juga perlu memperhitungkan periode libur panjang seperti Lebaran atau libur akhir tahun, karena kawasan ini biasanya jauh lebih padat pengunjung.
Selain penerbangan, Pangandaran juga bisa dijangkau dari Bandung melalui jalur darat menggunakan mobil pribadi, bus, maupun kombinasi kereta api dan angkutan lanjutan. Perjalanan darat biasanya memakan waktu sekitar enam hingga delapan jam, tergantung kondisi jalan serta titik keberangkatan di Bandung. Beberapa wisatawan memilih naik kereta api dari Bandung menuju Stasiun Banjar, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Pangandaran menggunakan kendaraan sewaan.
Karena rute Bandung-Pangandaran dilayani pesawat kecil dengan kapasitas terbatas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan wisatawan. Pertama, perhatikan batas bagasi yang biasanya lebih ketat dibandingkan pesawat komersial besar. Kedua, pesan tiket lebih awal karena jumlah kursi yang tersedia relatif sedikit per penerbangan. Ketiga, siapkan rencana transportasi lanjutan dari Bandara Nusawiru menuju kawasan wisata. Terakhir, selalu cek ulang jadwal penerbangan mendekati tanggal keberangkatan mengingat sifatnya sebagai rute perintis.
Rute penerbangan Bandung-Pangandaran menawarkan solusi cepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai selatan Jawa Barat tanpa harus menghabiskan banyak waktu di jalan. Dengan waktu tempuh udara yang jauh lebih singkat dibandingkan jalur darat, wisatawan bisa memaksimalkan waktu liburan untuk menjelajahi Pantai Pangandaran, Green Canyon, Batu Hiu, hingga Batu Karas. Meski kapasitas penerbangan terbatas karena menggunakan pesawat kecil, kemudahan pemesanan melalui Traveloka membuat proses perencanaan perjalanan menjadi lebih praktis.
Lama Penerbangan | 0 jam 45 menit |
Bandara di Bandung | |
Bandara di Pangandaran |



