
55 menit
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Lion Air | 07.50 | 08.45 | Batam (BTH) | Pekanbaru (PKU) | Pesan Sekarang |
Citilink | 11.40 | 12.40 | Batam (BTH) | Pekanbaru (PKU) | Pesan Sekarang |
Lion Air | 14.55 | 15.50 | Batam (BTH) | Pekanbaru (PKU) | Pesan Sekarang |
Ya. Citilink, Lion Air, dan Super Air Jet melayani rute ini secara langsung tanpa transit, dengan total sekitar 33 penerbangan per minggu. Ongkos tiket Batam-Pekanbaru berubah harian mengikuti permintaan, jadi biaya yang muncul saat Anda mencari bisa berbeda dari hari sebelumnya.
Sekitar 55 menit, salah satu penerbangan domestik tersingkat dari Batam karena jarak kedua kota yang relatif dekat. Itulah lama perjalanan Batam ke Pekanbaru naik pesawat untuk penerbangan langsung.
Citilink, Lion Air, dan Super Air Jet -- ketiganya maskapai bertarif hemat satu kelas ekonomi.
Bandara Sultan Syarif Kasim II, dinamai dari Sultan Siak terakhir yang menjadi pahlawan nasional atas perannya menyatukan Kesultanan Siak ke Indonesia.
Ya. Berbeda dari kebanyakan bandara regional lain, Sultan Syarif Kasim II relatif dekat dengan pusat kota dan kawasan pemerintahan Pekanbaru.
Tidak. Ketiga maskapai di rute ini beroperasi satu kelas ekonomi, meski tersedia opsi kursi legroom tambahan berbayar.
Ya. Dengan waktu terbang hanya sekitar 55 menit dan sekitar 4-5 penerbangan per hari, rute ini cukup nyaman untuk perjalanan pulang-pergi dalam sehari.
Masjid Raya An-Nur dengan arsitektur yang kerap dibandingkan Taj Mahal, kuliner gulai/asam pedas patin, dan Istana Siak Sri Indrapura sekitar 2-3 jam berkendara di luar kota.
Cari rute Batam ke Pekanbaru di aplikasi Traveloka dan bandingkan jadwal serta harga dari ketiga maskapai yang tersedia.
Batam ke Pekanbaru adalah salah satu rute domestik tersingkat dari Bandara Hang Nadim, hanya sekitar 55 menit waktu terbang, dilayani oleh Citilink, Lion Air, dan Super Air Jet dengan total sekitar 33 penerbangan per minggu. Kedua kota berada di wilayah Sumatra bagian tengah yang berdekatan secara geografis, menjadikan rute ini favorit bagi pelaku bisnis yang bepergian bolak-balik antara Kepulauan Riau dan Riau daratan.
Pekanbaru dan wilayah sekitarnya adalah salah satu kawasan penghasil minyak terbesar di Indonesia, dengan Blok Rokan sebagai salah satu ladang minyak paling produktif di negara ini -- pernah mencapai puncak produksi sekitar 1 juta barel per hari pada dekade 1970-an ketika masih dikelola Chevron. Sejak Agustus 2021, pengelolaan Blok Rokan beralih ke PT Pertamina Hulu Rokan, bagian dari Pertamina, yang kini mengelola penuh wilayah kerja seluas ribuan kilometer persegi di tujuh kabupaten Riau. Aktivitas industri minyak dan gas berskala besar ini menjadi salah satu alasan utama tingginya lalu lintas penerbangan bisnis di rute Batam-Pekanbaru, mengingat Batam juga menjadi basis banyak perusahaan penyedia jasa dan logistik bagi industri energi di kawasan tersebut.
Nama Pekanbaru berasal dari frasa Melayu "Pekan Baharu" yang berarti "pasar yang baru," berkembang dari permukiman awal bernama Senapelan yang berdiri di tepi muara Sungai Siak. Kota ini resmi berdiri pada 23 Juni 1784 di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah, tanggal yang kini diperingati sebagai hari jadi Kota Pekanbaru. Julukan "Kota Bertuah" yang lekat dengan Pekanbaru merupakan akronim dari Bersih, Tertib, Usaha Bersama, Aman, dan Harmonis -- mencerminkan nilai-nilai adat Melayu Riau yang masih dijaga hingga sekarang.
Karena ketiga maskapai di rute ini -- Citilink, Lion Air, dan Super Air Jet -- semuanya beroperasi dengan model bertarif hemat, harga di rute ini secara umum lebih terjangkau dibanding rute-rute domestik Batam yang jaraknya jauh lebih panjang seperti ke Jawa maupun Kalimantan. Singkatnya waktu tempuh juga berarti biaya operasional per penerbangan lebih rendah, yang turut memengaruhi tarif dasar yang ditawarkan. Membandingkan jadwal ketiga maskapai tetap disarankan, karena selisih harga antar jam keberangkatan bisa cukup terasa meski sama-sama maskapai bertarif hemat. Bagi pelaku bisnis yang memesan mendadak untuk keperluan kerja, jadwal pagi dan sore yang paling diminati biasanya juga yang pertama kehabisan kursi promo.
Sebagai rute bisnis yang populer, permintaan di jalur ini relatif stabil sepanjang tahun dibanding rute-rute wisata yang lebih dipengaruhi musim liburan. Musim mudik Lebaran dan libur akhir tahun tetap mendorong kenaikan permintaan, namun dampaknya cenderung lebih moderat dibanding rute-rute ke destinasi wisata utama seperti Bali atau Yogyakarta.
Dengan sekitar 33 penerbangan per minggu, rute ini punya rata-rata 4 hingga 5 penerbangan setiap hari, tersebar dari pagi hingga malam. Jadwal pagi sekitar pukul 07.40 termasuk salah satu yang populer, cocok bagi pelaku bisnis yang ingin tiba di Pekanbaru sebelum jam kerja dimulai.
Citilink, Lion Air, dan Super Air Jet bersama-sama melayani rute ini, ketiganya dengan model bertarif hemat satu kelas ekonomi. Citilink bernaung di bawah Garuda Indonesia Group, sementara Lion Air dan Super Air Jet berada di bawah Lion Air Group -- sehingga persaingan tarif di rute ini pada dasarnya mencerminkan kompetisi dua kelompok usaha penerbangan besar Indonesia.
Seluruh penerbangan di rute Batam-Pekanbaru bersifat langsung tanpa transit, dengan durasi hanya sekitar 55 menit -- salah satu penerbangan domestik tersingkat dari Batam, lebih pendek dibanding kebanyakan rute lain karena jarak kedua kota yang relatif dekat di wilayah Sumatra bagian tengah.
Perjalanan dari pusat Kota Batam ke Hang Nadim memakan waktu sekitar 20-35 menit untuk jarak sekitar 22 kilometer, bervariasi tergantung apakah titik keberangkatan di area Batam Center atau Nagoya dan kondisi lalu lintas saat itu. Pilihan moda transportasinya mencakup taksi konvensional, aplikasi ride-hailing seperti Grab dan Gojek, hingga bus Damri sebagai opsi paling ekonomis.
Berbeda dari kebanyakan bandara regional lain, Sultan Syarif Kasim II terletak hanya sekitar 7-8 kilometer dari pusat kota Pekanbaru, salah satu jarak bandara-ke-kota paling dekat di antara bandara besar Sumatra. Taksi resmi bandara menempuh perjalanan ke pusat kota hanya sekitar 15 menit, sementara bus Damri melayani rute ke Terminal Bandar Raya Payung Sekaki setiap 30 menit sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Layanan transportasi daring seperti Gojek dan Grab juga tersedia di zona khusus dekat area kedatangan, dan konter penyewaan mobil dengan sopir menjadi pilihan tambahan bagi rombongan atau keluarga. Nama bandara ini diambil dari Sultan Syarif Kasim II, Sultan Siak terakhir yang dikenal sebagai pahlawan nasional atas perannya menyatukan Kesultanan Siak ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bandara ini punya akar sejarah dari era perjuangan kemerdekaan melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Pada 1960, pemerintah mengoperasikannya sebagai bandara perintis dengan nama "Pelabuhan Udara Simpang Tiga" -- nama yang diambil dari lokasinya yang berada di titik pertemuan tiga jalan menuju Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Indragiri Hulu. Nama Sultan Syarif Kasim II baru digunakan kemudian untuk mengenang jasa sang pahlawan nasional asal Riau tersebut, sebuah penghormatan yang sejalan dengan kuatnya identitas Melayu-Siak yang masih melekat pada kota ini hingga sekarang.
Karena ketiga maskapai di rute ini -- Citilink, Lion Air, dan Super Air Jet -- seluruhnya beroperasi sebagai maskapai bertarif hemat satu kelas ekonomi, tidak ada opsi kelas bisnis yang tersedia di rute Batam-Pekanbaru. Penumpang yang menginginkan kenyamanan ekstra tetap bisa memilih kursi legroom tambahan berbayar yang ditawarkan ketiga maskapai tersebut.
Masjid Raya An-Nur adalah landmark paling ikonik di Pekanbaru, dengan arsitektur megah yang kerap dibandingkan dengan Taj Mahal di India, dilengkapi eskalator modern yang menghubungkan lantai satu dan dua. Bagi yang tertarik dengan kuliner khas, gulai atau asam pedas patin -- olahan ikan patin segar dengan bumbu rempah dan kuah santan gurih sedikit pedas -- adalah hidangan wajib coba yang identik dengan Pekanbaru dan Riau secara umum. Sebagai kota dengan identitas Melayu yang kental, Pekanbaru juga jadi titik awal yang nyaman untuk mengenal budaya Melayu Riau secara lebih luas sebelum melanjutkan perjalanan ke kabupaten-kabupaten sekitarnya yang menyimpan lebih banyak jejak sejarah Kesultanan Siak.
Bagi yang punya waktu lebih longgar, Istana Siak Sri Indrapura -- istana megah warisan Kesultanan Siak -- bisa dijangkau sekitar 2 hingga 3 jam berkendara dari Pekanbaru. Istana ini menyimpan koleksi artefak bersejarah yang kaya, mulai dari kotak hitam yang menjadi kebanggaan istana, beragam guci dan keramik, senjata, pakaian kerajaan, hingga cermin dan ruangan-ruangan bersejarah lainnya -- menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah paling lengkap di Riau. Karena jaraknya cukup jauh dari Pekanbaru, kunjungan ke Istana Siak lebih realistis direncanakan sebagai perjalanan sehari penuh dengan menyewa kendaraan dari kota, dibanding disisipkan di antara jadwal penerbangan pulang-pergi yang singkat.
Festival Sungai Siak digelar setiap tahun dengan berbagai kegiatan seni dan budaya Melayu, memperingati sejarah panjang Sungai Siak yang menjadi jalur perdagangan dan transportasi utama Kesultanan Siak pada masanya, sekaligus mengangkat kembali kesenian dan tradisi Melayu yang berkembang di sepanjang alirannya.
KTP atau identitas resmi lain sudah cukup untuk penerbangan domestik ini, tanpa perlu paspor, visa, maupun penyesuaian mata uang atau zona waktu antara Batam dan Pekanbaru. Karena durasi terbangnya sangat singkat, rute ini cukup nyaman untuk perjalanan bisnis pulang-pergi dalam sehari, tergantung ketersediaan jadwal pagi dan malam yang sesuai. Pekanbaru beriklim tropis serupa Batam, dengan curah hujan cukup tinggi sepanjang tahun -- membawa jas hujan ringan tetap disarankan terlepas dari musim keberangkatan, terutama bagi yang berencana melanjutkan perjalanan darat ke Istana Siak.
Berbeda dari kebanyakan rute domestik Batam lainnya, Batam-Pekanbaru punya alternatif jalur laut-darat yang benar-benar bisa ditempuh: kapal feri dari Batam ke Dumai memakan waktu sekitar 5-6 jam, dilanjutkan perjalanan darat dari Dumai ke Pekanbaru sekitar 3-5 jam lagi -- total bisa lebih dari 9-10 jam untuk keseluruhan perjalanan. Dibanding penerbangan langsung yang hanya sekitar 55 menit, rute laut-darat ini jauh lebih lama, namun tetap jadi pilihan sebagian pemudik yang membawa kendaraan atau ingin menghemat biaya, terutama pada musim mudik ketika rute Batam-Dumai jadi jalur alternatif populer menuju Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Bagi kebanyakan penumpang yang mengutamakan efisiensi waktu, terutama pelaku bisnis, penerbangan langsung tetap jadi pilihan yang jauh lebih masuk akal dibanding kombinasi kapal dan jalur darat yang panjang tersebut.
Bandara Hang Nadim melayani banyak rute domestik lain selain Pekanbaru -- daftar lengkapnya bisa dicek di halaman Indonesia milik Traveloka bagi yang mempertimbangkan destinasi lain di Sumatra maupun pulau-pulau lain di Indonesia.
Karena ketiga maskapai di rute ini sama-sama bertarif hemat, membandingkan jadwal dan harga secara langsung di Traveloka membantu menemukan kombinasi tercepat dan termurah tanpa perlu membuka tiga aplikasi berbeda. Easy Reschedule cocok bagi pelaku bisnis yang jadwalnya sering berubah mendadak -- terutama mengingat tingginya lalu lintas perjalanan bisnis di rute ini -- dan Traveloka juga menerima pembayaran lewat OVO dan GoPay selain kartu kredit dan transfer bank untuk kemudahan transaksi.
Lama Penerbangan | 0 jam 55 menit |
Bandara di Batam | |
Bandara di Pekanbaru |



