
4 jam, 50 menit
Maskapai | Jadwal Berangkat | Jadwal Tiba | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Super Air Jet | 14.50 | 20.15 | Batam (BTH) | Lombok (LOP) | Pesan Sekarang |
Belum ada. Penumpang perlu transit terlebih dahulu, umumnya melalui Surabaya (SUB), dengan Jakarta (CGK) sebagai alternatif, dan total waktu perjalanan sekitar 5,5 hingga 6 jam.
Sekitar 5,5 hingga 6 jam, tergantung kombinasi jadwal Batam-Surabaya dan Surabaya-Lombok yang dipilih.
Citilink, Lion Air, dan Super Air Jet melayani ruas penerbangan Surabaya-Lombok secara bergantian.
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, berlokasi di Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah, sekitar 27 kilometer dari Mataram.
Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno -- tiga pulau kecil bebas kendaraan bermotor di lepas pantai barat laut Lombok.
3.726 meter, menjadikannya gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra.
Festival tahunan pada Februari-Maret yang menangkap cacing laut nyale musiman, terkait dengan legenda Putri Mandalika.
Cari rute Batam ke Lombok di aplikasi Traveloka, dan sistem akan menampilkan kombinasi jadwal transit via Surabaya yang tersedia dalam satu pemesanan.
Belum ada penerbangan langsung dari Batam ke Lombok. Rute ini saat ini mengharuskan penumpang transit, umumnya melalui Surabaya (SUB), dengan Jakarta (CGK) sebagai alternatif titik transit lain, sehingga total waktu perjalanan berkisar 5,5 hingga 6 jam. Lombok, pulau di sebelah timur Bali yang dihuni mayoritas suku Sasak, dikenal dunia lewat trio Gili -- Trawangan, Air, dan Meno -- gugusan pulau kecil bebas kendaraan bermotor, serta Gunung Rinjani, gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, dan kawasan Mandalika yang kini menjadi tuan rumah balap MotoGP internasional.
Karena perjalanan ke Lombok melibatkan dua ruas penerbangan yang harus dijumlahkan -- Batam-Surabaya lalu Surabaya-Lombok -- total tarif yang muncul biasanya lebih tinggi dibanding rute dari Batam yang sudah dilayani penerbangan langsung. Traveloka menyusun kombinasi tarif kedua ruas ini secara otomatis dalam satu pencarian tunggal, sehingga calon penumpang tidak harus membuka beberapa halaman maskapai secara bergantian hanya untuk membandingkan opsi transit mana yang paling hemat pada tanggal yang diinginkan.
Minat terbang ke Lombok cenderung memuncak pada musim liburan sekolah dan akhir tahun, serta pada pekan-pekan sekitar jadwal balap MotoGP di Sirkuit Mandalika ketika ribuan pengunjung dari dalam maupun luar negeri membanjiri pulau ini. Di luar periode-periode padat tersebut, kombinasi jadwal transit lewat Surabaya biasanya lebih longgar dan cenderung menawarkan tarif yang lebih ramah kantong, terutama bila pemesanan dilakukan jauh dari akhir pekan atau musim ramai.
Penerbangan nonstop Batam-Surabaya tersedia dengan frekuensi yang cukup sering setiap harinya, memberi keleluasaan memilih jam keberangkatan dari Bandara Hang Nadim. Begitu tiba di Surabaya, sambungan menuju Lombok dilayani beberapa kali sehari oleh sejumlah maskapai berbeda, dan sistem Traveloka akan menyaring kombinasi jadwal dengan jeda transit yang wajar -- tidak terlalu singkat sehingga berisiko tertinggal, namun juga tidak menyisakan waktu tunggu berlebihan di Surabaya. Total durasi perjalanan yang bisa dicapai berkisar sekitar 5,5 hingga 6 jam, tergantung kombinasi penerbangan yang dipilih.
Ruas Surabaya-Lombok dilayani oleh kombinasi tiga maskapai domestik -- Citilink, Lion Air, dan Super Air Jet -- yang saling bergantian mengoperasikan penerbangan pada jam-jam berbeda sepanjang hari, memberi cukup banyak alternatif jadwal bagi penumpang yang datang dari Batam. Variasi operator pada ruas kedua ini membuat penumpang tidak terpaku pada satu maskapai saja, dan Traveloka menampilkan seluruh kombinasi yang tersedia lengkap dengan estimasi total waktu transit untuk masing-masing pilihan.
Batam dan Lombok berada di dua ujung yang cukup berjauhan dalam peta rute domestik Indonesia -- satu di gerbang barat dekat Singapura, satu lagi di kawasan Nusa Tenggara Barat yang arus penerbangannya secara historis lebih terhubung ke Surabaya dan Bali. Membuka rute langsung baru membutuhkan proyeksi permintaan penumpang yang stabil dan cukup besar di kedua ujung rute secara bersamaan, sementara pola perjalanan yang ada saat ini sudah lebih dulu terbentuk mengikuti simpul-simpul transit yang sudah mapan. Pola serupa juga terlihat pada beberapa pasangan kota lain dari Batam yang berjarak jauh, di mana transit lewat kota simpul besar tetap menjadi opsi paling efisien dibanding menunggu rute langsung baru terbentuk.
Perjalanan menuju Lombok dimulai dari Bandara Hang Nadim, sekitar 22 kilometer dari kawasan pusat Kota Batam. Waktu tempuh dari titik-titik ramai seperti Nagoya atau Batam Center biasanya berkisar 20 hingga 35 menit, namun karena rute ini melanjutkan penerbangan dengan transit di Surabaya, memberi jeda waktu ekstra sebelum jadwal keberangkatan tetap lebih aman. Akses ke bandara cukup beragam, mulai dari taksi reguler, aplikasi transportasi daring, hingga bus Damri yang melayani beberapa titik penjemputan di kota.
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid mulai beroperasi pada 20 Oktober 2011 setelah proses pembangunan sekitar enam tahun, menggantikan peran Bandara Selaparang lama yang berlokasi di Ampenan, pesisir barat Lombok. Bandara baru ini terletak di Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah, sekitar 6 kilometer dari Praya dan sekitar 27 kilometer dari Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat. Dibangun di atas lahan seluas lebih dari 550 hektare dan mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti A330 hingga Boeing 777, bandara ini juga sempat diperluas pada 2021-2022 menjelang gelaran MotoGP Mandalika, mendongkrak kapasitasnya hingga sekitar 7 juta penumpang per tahun. Bandara ini menjadi pintu masuk utama menuju Gili, Mandalika, dan Gunung Rinjani.
Pilihan kelas kabin pada rute Batam-Lombok mengikuti maskapai yang dipilih di masing-masing ruas. Sebagian jadwal Batam-Surabaya menawarkan opsi kelas bisnis, sementara ruas Surabaya-Lombok yang dilayani Citilink, Lion Air, dan Super Air Jet umumnya hanya tersedia dalam kelas ekonomi. Bagi penumpang yang menempuh total perjalanan sekitar 5,5 hingga 6 jam dengan transit, memilih kelas bisnis pada ruas pertama setidaknya bisa memberi sedikit tambahan kenyamanan sebelum melanjutkan penerbangan kedua.
Suku Sasak, yang leluhurnya diperkirakan bermigrasi dari Jawa sejak milenium pertama sebelum Masehi, adalah kelompok etnis mayoritas di Lombok dengan populasi sekitar 85 persen, secara budaya dan bahasa berkerabat dengan masyarakat Bali namun mayoritas memeluk Islam. Kerajaan Selaparang, kerajaan bercorak Sasak yang berpusat di kawasan yang kini bernama Desa Selaparang, melalui masa keemasan pada abad ke-13 hingga ke-17 dengan memadukan ajaran mistik Islam dan filsafat berpengaruh Hindu, yang sebagian disebarkan lewat pertunjukan wayang. Kerajaan ini berhasil menahan serangan VOC pada 1667-1668 serta serangan Kerajaan Gelgel dari Bali pada 1616 dan 1624, sebelum akhirnya jatuh sekitar 1692 akibat pengkhianatan dari dalam, yang membuka jalan bagi Kerajaan Karangasem asal Bali untuk menguasai wilayah barat Lombok dan mengubah corak kekuasaan dari Islam menjadi Hindu-Bali. Pada 1894, para pemuka Sasak mengundang campur tangan Belanda untuk melawan kekuasaan Bali, dan setahun kemudian Belanda menguasai seluruh pulau -- sebuah peristiwa yang hingga kini masih dikenang sebagian masyarakat Sasak sebagai pembebasan dari dominasi Karangasem.
Tiga pulau kecil di lepas pantai barat laut Lombok ini sama sekali tidak mengizinkan kendaraan bermotor, sehingga cidomo -- kereta kuda tradisional -- menjadi alat transportasi utama bagi wisatawan yang berkeliling. Gili Trawangan, yang terbesar di antara ketiganya, menjadi pusat wisata selam dan kehidupan malam paling ramai, meski lonjakan pengunjung yang melampaui satu juta orang per tahun sejak sekitar 2015 juga membawa tantangan pengelolaan sampah dan tekanan pada ekosistem terumbu karang. Gili Air, yang paling dekat dengan daratan Lombok, menawarkan perpaduan paling seimbang antara keramaian dan ketenangan, serta satu-satunya di antara ketiganya yang memiliki sumber air tanah alami. Gili Meno, yang paling sepi dan populer di kalangan pasangan berbulan madu, memiliki taman pahatan bawah laut berisi 48 patung serta kawasan konservasi penyu.
Gunung Rinjani, dengan ketinggian 3.726 meter, adalah gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra, dan menyimpan danau kawah Segara Anak di ketinggian sekitar 2.000 meter yang oleh masyarakat Sasak dianggap sakral. Kawasan ini dilindungi sebagai Taman Nasional Gunung Rinjani sejak 1997 dan mendapat pengakuan UNESCO Global Geopark pada April 2018. Di sisi selatan pulau, Kuta Lombok yang dulunya desa nelayan sepi kini berkembang menjadi pusat wisata utama yang menggeser popularitas Senggigi, berjarak sekitar 20 menit dari bandara dan relatif tidak terdampak gempa Lombok 2018 yang justru banyak merusak kawasan Gili di utara. Tidak jauh dari sana, Sirkuit Mandalika yang dibangun di atas lahan 120 hektare dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 12 November 2021 mulai menjadi arena balap MotoGP internasional sejak 2022, menjadikan kawasan ini bagian dari strategi memperluas destinasi wisata Indonesia melampaui Bali.
Ayam Taliwang, ayam bakar pedas yang namanya diambil dari kawasan Karang Taliwang di Mataram dan dulu digemari kalangan bangsawan Sasak, biasa disajikan bersama Plecing Kangkung -- kangkung rebus dengan sambal pedas berbahan cabai, bawang, kemiri, dan terasi -- serta beberuk terong, menjadikan trio ini kombinasi kuliner paling identik dengan Lombok. Sate Rembiga, sate daging sapi berbumbu khas yang juga populer di kalangan penduduk lokal, melengkapi ragam hidangan pedas yang jadi ciri kuliner pulau ini. Dari sisi budaya, festival Bau Nyale yang digelar setiap Februari-Maret mengundang warga menangkap cacing laut nyale yang muncul musiman, sebuah tradisi yang terkait erat dengan legenda Putri Mandalika -- kisah rakyat yang juga menjadi asal-usul nama kawasan Mandalika yang kini dikenal lewat sirkuit MotoGP-nya.
KTP atau identitas resmi lainnya sudah cukup untuk penerbangan domestik ini, tanpa memerlukan paspor maupun visa. Karena melibatkan transit di Surabaya, pilih kombinasi jadwal dengan jeda waktu yang wajar dan pastikan bagasi diperiksa ulang bila kedua tiket dipesan sebagai reservasi terpisah dari maskapai berbeda. Bagi yang berencana mengunjungi Gili, siapkan uang tunai secukupnya karena sebagian kecil usaha di pulau-pulau tersebut belum melayani pembayaran nontunai, dan bagi yang ingin mendaki Rinjani, mendaftar melalui operator resmi serta memeriksa status buka-tutup jalur pendakian sebelum berangkat akan menghindarkan kekecewaan di lapangan.
Lombok hanyalah satu dari banyak destinasi Indonesia yang bisa dijangkau lewat transit maupun penerbangan langsung dari Batam. Berbagai pilihan kota tujuan lain dari Bandara Hang Nadim dapat dijelajahi lebih lanjut di halaman Indonesia milik Traveloka.
Memesan rute bertransit seperti Batam-Lombok lebih praktis lewat Traveloka karena kedua ruas penerbangan bisa dicari dan dibayar dalam satu transaksi tanpa perlu membuka aplikasi terpisah. Fitur Price Alert membantu memantau perubahan harga sebelum memutuskan tanggal pemesanan, sedangkan Easy Reschedule memberi fleksibilitas bila salah satu jadwal penerbangan mengalami perubahan mendadak. Setelah tiket pesawat didapat, penginapan di kawasan Kuta Lombok maupun Gili, serta paket wisata seperti pendakian Rinjani atau snorkeling di Gili, juga bisa langsung dipesan dari aplikasi yang sama.
Lama Penerbangan | 4 jam 50 menit |
Bandara di Batam | |
Bandara di Lombok |



