peringatan
Unduh Aplikasi
Pindai kode QR untuk mengunduh
Jadi Partner TravelokaSimpanPesanan Saya
IDR
Pay
Payment

Login to your account

Belum punya akun?
Daftar
Atau masuk dengan:

Log In ke Akun Anda

Belum punya akun?
Daftar
Atau masuk dengan:
1
2
Libur Nasional > Hari Raya Waisak

Libur Hari Raya Waisak

Rencanakan liburan mulai saat ini, planning tepat, harga bersahabat dengan Traveloka!

Liburan Hari Raya Waisak 2022

Hari Raya Waisak merupakan hari suci bagi umat Buddha. Setiap tahunnya, Hari Raya Waisak dirayakan untuk mengenang kelahiran dan kematian Sang Buddha. Di Indonesia, perayaan Hari Waisak mengikuti keputusan World Fellowship of Buddhist (WFB). WFB adalah sebuah konferensi persaudaraan Buddhis sedunia.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Hari Raya Waisak sebagai hari libur nasional. Saat Hari Raya Waisak, biasanya umat Buddha di Indonesia akan mengunjungi wihara untuk melakukan serangkaian proses ibadah dan doa. Setiap tahun, perayaan Hari Waisak dipusatkan secara nasional di komplek Candi Borobudur, Jawa Tengah. Menariknya, para wisatawan juga bisa datang menyaksikan prosesi perayaan Hari Waisak yang turut menyedot perhatian turis asing.

TahunTanggalHariHari Libur
202216 MeiSeninLiburan Hari Raya Waisak

Hari Raya Waisak ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keppres Nomor 3 Tahun 1983. Pada tahun 2022, libur Hari Raya Waisak akan jatuh pada Senin, 26 Mei. Dengan jatuh di awal minggu, Anda bisa untuk memperpanjang waktu libur Anda ke akhir pekan sehingga bisa lebih puas saat berwisata.

Magelang dapat menjadi destinasi berlibur yang tepat saat Hari Raya Waisak. Biasanya saat sebelum pandemi, ada perayaan Waisak yang rutin diadakan tiap tahunnya dengan acara puncak pelepasan ribuan lampion ke udara di Candi Borobudur yang menciptakan pemandangan indah dan sayang untuk dilewatkan.

Hari Raya Waisak untuk memperingati 3 peristiwa penting

Di kalangan umat Buddha, Hari Raya Waisak juga sering dinamakan Hari Raya Trisuci Waisak. Hari raya ini diadakan sebagai peringatan dari 3 peristiwa penting, pertama adalah lahirnya Buddha Sidharta Gautama, seorang yang terlahir dari keluarga kaya namun tetap hidup sederhana. Bahkan, Sidharta Gautama meninggalkan kehidupan mewahnya untuk menjadi seorang pertapa.

Peristiwa penting kedua adalah ketika Sidharta menjadi Buddha di Bodhgaya. Setelah bertapa selama bertahun-tahun, Sidharta akhirnya mendapat Penerangan Agung di bawah sebuah pohon Bodhi. Sedangkan, peristiwa penting terakhir adalah wafatnya Sidharta pada usia 80 tahun. Kabarnya, Sidharta meninggal dunia akibat adanya gangguan pada saluran pencernaan.

Beda penyebutan Waisak di berbagai negara

Umat Buddha di Indonesia mengenal hari raya ini sebagai Waisak. Namun, umat Buddha di berbagai negara lain ternyata memiliki sebutan yang berbeda. Di Thailand, misalnya, Hari Raya Waisak lebih dikenal dengan sebutan Visakah Puja. Sementara di Jepang, hari raya ini disebut dengan Hanamatsuri. Sedangkan, Korea menyebut Hari Raya Waisak dengan Seokka Tanshin-il.

Lain lagi dengan Myanmar, sebutan Hari Raya Waisak berubah menjadi Kasone le-pyae Boda Nei yang memiliki arti Hari Bulan Purnama Kason. Lalu, di Tibet umat Buddha menyebut Hari Raya Waisak dengan Saga Dawa.

Tradisi melepas burung

Setiap negara biasanya memiliki tradisi Waisak yang berbeda. Meski begitu, ada satu kesamaan tradisi kerap dilakukan, yaitu pelepasan burung. Saat Hari Raya Waisak, umat Buddha akan melepaskan burung-burung dari sangkarnya. Tradisi ini dipercaya dapat membuang sial sekaligus membawa keberhasilan dalam pekerjaan sehari-hari.

Di sisi lain, tradisi ini juga membawa keberuntungan bagi para pedagang burung. Beberapa burung yang biasanya dilepas saat Hari Raya Waisak adalah burung merpati dan burung gereja.

Pelepasan ribuan lampion di Borobudur

Perayaan Waisak di Indonesia lazimnya dipusatkan secara nasional di Komplek Candi Borobudur. Prosesinya dimulai dengan mengambil air dari mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung. Tak ketinggalan, ada pula prosesi penyalaan obor dari sumber api abadi Mrapen, Grobogan. Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan ritual Pindapatta. Dalam ritual ini, umat Buddha memberikan dana makanan kepada biksu dengan tujuan memberi kesempatan kepada umat untuk melakukan kebaikan.

Selanjutnya, umat Buddha akan melakukan semadi menjelang puncak bulan purnama. Penentuan bulan purnama dilakukan berdasarkan penghitungan falak. Hal ini memungkinkan puncak purnama terjadi pada siang hari. Sementara itu, di Candi Borobudur biasanya puncak perayaan Waisak dilakukan dengan melepas ribuan lampion ke langit. Momen tersebut bisa diikuti sekitar pukul 21.00 hingga selesai.

Hari Raya Waisak memang merupakan perayaan hari suci untuk umat Buddha. Meski begitu, bagi Anda yang tidak merayakan tetap bisa memanfaatkan momen tersebut untuk liburan bersama orang-orang terdekat. Di 2022, Waisak akan jatuh pada hari Rabu. Jadi, jika ingin berlibur, sebaiknya Anda merencanakan secara matang agar liburan terasa lebih seru dan menyenangkan.

Agar lebih mudah, Anda bisa merencanakan liburan Waisak 2022 Anda bersama Traveloka. Terdapat berbagai penawaran spesial, dari booking hotel, tiket pesawat, tiket kereta api, tiket bus dan travel, hingga paket Flight + Hotel yang bisa Anda manfaatkan agar bujet liburan bisa lebih murah. 

Tak hanya itu, di halaman promo juga terdapat berbagai kode unik yang bisa Anda dapatkan untuk mendapatkan potongan harga. Jadi, tunggu apalagi? Dapatkan kemudahan perencanaan liburan hanya dalam satu genggaman. Traveloka dulu, liburan menyenangkan kemudian!

Temukan Hotel Staycation di Kotamu!

Akomodasi berikut siap jadi tempat staycation favoritmu!

Temukan Tiket Pesawat Untuk Liburanmu!

Destinasi berikut untuk liburanmu selanjutnya!